
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.
Tempat, waktu dan kejadian hanyalah sebuah karya fiksi author.
Saat kedatangan Jack, Caca, Kenzo dan Bella di butik yang di sambut oleh karyawa butik dan Selly ternyata mata dan mulut karyawan butik itu berbisik-bisik melihat mereka.
“Siapa sebenarnya yang datang ini?” tanya salah satu karyawan wanita.
“Aku dengar dia adalah orang hebat. Lihat saja bos kita sangat menghormatinya.” Jawab yang lainnya.
“Kau juga harus lihat, karena kedatanganya butik ini di tutup untuk yang lain dan dikhususkan untuk mereka saja. Bukankah itu sudah jelas mereka itu orang hebat?” tanya yang lainnya.
“Kau benar, siapa sebenarnya mereka? Dan laki-laki itu sangat tampan.”
“Iya sangat tampan bahkan anak kecil laki-laki itu juga sangat tampan.”
“Yang perempuan juga sangat cantik dan imut-imut. Dan wanita dewasa yang sedang bersama mereka sepertinya bukan istri maupun Ibu dari anak-anak itu karena tidak ada kemiripannya.”
“Hsttttt, jangan terlalu kuat. Apa kau tidak mengetahui mereka datang untuk mencoba gaun pengantin untuk persiapan pernikahan mereka. Bisa saja wanita itu calon istri kedua atau bahkan pelakor.”
“Bisa saja, lihat pakaiannya yang aneh itu. Bahkan bos kita tidak pernah membuat gaun pengantin menggunakan penutup kepala itu (kerudung) selama ini.”
“Kau dan Kau ku pecat! Keluar sekarang dari sini!” Ucap Bos mereka yang mendengarnya.
“Apa salah kami bos?” tanya mereka berdua bersamaan.
“Kalian masih mempertanyakan kesalahan kalian. Oke biar aku beritahukan kepada kalian. Kesalahan kalian adalah bergosip.” Jawab Bos mereka.
“Tapi Bos, kami mintak maaf jika salah.” Jawab mereka berdua menundukkan kepalanya.
“Tidak ada tapi-tapian, security bawa mereka berdua keluar dari sini. Renungkanlah perbuatan kalian.” Ucap bos mereka kepada security.
“Baik Bos,” jawab security yang di depan pintu.
“Syukurlah aku dari tadi hanya diam saja,” ucap karyawan lainnya dalam hati mereka masing-masing.
Melihat kejadian yang terjadi saat itu Caca sangat heran kenapa saat dirinya baru saja tiba menyaksikan pemecatan karyawan tanpa sebab. Caca tidak mengetahui bahwa dirinya sedang di jelek-jelekkan oleh karyawan butik itu.
Sementara Selly tersenyum pada Bos butik itu dan Jack hanya tersenyum licik kepada Selly dan Bos itu.
“Maaf tuan dan nyoya menyaksikan hal yang tidak seharusnya.” Ucap Bos itu.
“Kau sudah melakukan hal yang benar jika saja tidak maka butik ini yang akan ku tutup.” Ucap Jack.
“Sekali lagi saya mohon maaf tuan,”
“Dia lebih menyeramkan dari Jimmy.” Ucap bos itu dalam hatinya.
__ADS_1
“Kenapa bicaramu kasar sekali? Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Caca pada Jack.
“Sudahlah. Lebih baik sekarang kita mencoba pakaian pernikahan kita.” Ucap Jack.
“Iya nyoya, silahkan ikut saya.” Ucap Selly.
Caca hanya diam dan sebal karena pertanyaanya tidak di jawab. Caca hanya mengikuti Selly berjalan menuju ruang dari butik itu. Jack,Kenzo dan Bella mengikutinya juga.
Caca, Jack, Kenzo dan Bella duduk di Sofa yang sudah di sediakan. Selly memainkan matanya memberikan kode kepada Bos pemilik butik itu. Lalu Bos itu menepukkan kedua tangannya memberikan kode kepada karyawannya.
Sepuluh karyawan tersebut membawa pakaian masing-masing 2. Lima style gaun pengantin Caca dan Bella. Begitu pula dengan pakaian Jack dan Kenzo. Pakaian itu semua adalah pakaian couple yang sudah di rancang oleh Bos pemilik butik itu yang juga merupakan desainernya.
Dia menyelesaikan semua itu dalam satu malam sesuai dengan permintaan Selly. Tapi dia tidak sendirian menyelesaikannya melainkan di bantu oleh seluruh karyawannya. Dari pemilihan bahan dan proses menjahit hingga menjadi pakaian yang bisa di pakai.
Ada 5 warna dari style pakaian itu. Merah maron, pink, cream, putih, dan gold. Setiap pakaian memiliki kualitas stlye ya masing-masing sesuai dengan warnanya.
“Tuan Jack dan Nyoya Caca ini adalah hasil designer saya sendiri yang telah saya selesaikan dalam waktu satu malam yang pasti di bantu oleh karyawan saya.” Ucap Bos butik.
“Wow!” ucap Caca melihat gaun yang ada di depan matanya.
“Bunda lihat yang gaun yang warna pink itu, cantik kan bunda?” ucap Bella yang menyukai warna tersebut.
“Tidak! Warna putih itu lebih baik di gunakan Bunda agar lebih seperti peri baik.” Ucap Kenzo.
“Gold lebih bagus karena lebih elegan menggunakan itu.” Ucap Jack.
Selly dan yang lainnya juga ikut tersenyum melihat keluarga kecil Jack yang sedang berargumen warna.
“Lebih baik tuan dan nyoya mencoba satu persatu dan lihat mana yang lebih cocok.” Ucap Bos butik.
“Itu adalah ide yang bagus,” ucap Caca.
“Kenapa harus mencobanya lagi, aku akan membeli semuannya.” Jawab Jack.
“Daddy tidak akan mungkin jatuh miskin jika membeli semuanya.” Jawab Kenzo.
“Daddy, Bella mau yang pink.” Ucap Bella yang polos.
“Tidak masalah jika seperti itu tuan Jack,” jawab Bos butik.
“Jack, Kenzo kalian berdua tidak boleh sombong seperti itu. Lagian kita kesini untuk mencoba pakaian kan? Jadi ayo kita coba dan lihat mana yang lebih bagus,” jawab Caca.
“Aku turutin apapun mau mu,” jawab Jack yang tersenyum.
“Dari yang warna pink dulu ya bunda,” jawab Bella.
“Baiklah sayang,” ucap Caca yang tersenyum.
__ADS_1
“Ayo nyoya kita ke ruang ganti.” Ucap Selly.
Selly mengajak Bella dan Caca masuk keruang ganti untuk mencoba pakaian berwarna pink.
Sementara Jack, Kenzo dan Bos butik masuk keruang ganti untuk mencoba jaz yang berwarna putih sebagai pasangan gaun pink tersebut.
Beberapa menit kemudian mereka keluar dan menunjukan hasil menggunakannya.
“Tidak buruk,” ucap Jack.
“Lumayan bagus,” ucap Kenzo.
“Terimakasih tuan,” ucap Bos butik.
“Ayo daddy kita keluar melihat gaun yang mereka pakai,” ucap Kenzo.
“Iya,” jawab Jack.
Mereka berdua keluar terlebih dahulu sedangkan Caca, Bella dan Selly masih di dalam ruang ganti.
“Bagaimana bisa pas sesuai dengan ukuran tubuh ku bi?” tanya Caca yang menggunakan pakaian.
“Tuan Jack memberikan detail ukuran nyoya kepada saya,” jawab Selly dengan jujur.
“Apa? Dari mana dia mengetahuinya?” Caca kaget.
“Mungkin dari pengelihatannya. Tuan Jack itu orang yang jenius nyoya jadi hanya sekali lihat saja dia pasti sudah mengetahui ukuran tubuh nona,” ucap Selly.
“Iya bunda, daddy itu memiliki IQ 200. Di atas rata-rata manusia normal.” Ucap Bella.
“Sudahlah jangan berfikir negative.” Ucap Caca dalam hati.
“Bi tolong kancingkan ini,” ucap Caca.
“Sudah nyoya,” ucap Selly.
“Bibi panggil saja aku Caca jangan pakai nyoya. Jangan menolak dan beri alasan. Jika Jack marah aku yang akan bertanggung jawab.” Ucap Caca.
“Baik Caca,” ucap Selly.
“Bunda lihat baju ini sangat cantik kita pakai,” ucap Bella yang melihat cermin.
“Iya sangat, cantik.” Jawab Caca.
“Ayo kita keluar Bunda untuk memperlihatkan gaun kita kepada mereka.” Bella yang menarik tangan Caca.
“Baiklah, jangan buru-buru karena bunda susah berjalan.” Ucap Caca.
__ADS_1
Gaun itu sedikit berat untuk tubuh Caca yang mungil.