
“Terserah kalian saja!” ucap Jack dengan kesal.
“Wkwkwkwkkwk,” tawa kecil Jimmy, Deni, Kenzo dan Bella di meja makan.
“....” Jack hanya melirik dengan sorotan mata yang tajam kepada mereka semua satu persatu.
Melihat tatapan tajam Jack terhadap mereka, mereka pun berhenti tertawa dan mengahlikan pandangan ke dapur. Mereka melihat Caca yang di bantu Bibi Selly dalam memasak dari meja makan. Seketika meja makan itu hening tanpa suara apapun dan mereka semua hanya menikmati pemandangan Caca yang menggunakan celemek berwarna biru langit yang sedang memasak bubur.
“Apa yang bisa saya bantu Nona?” ucap Selly pada Caca.
“Tolong cucikan beras 1kg saja Bi,” jawab Caca.
“Baik Nona.”
“Bi di mana semua bahan masakkan yang bisa Caca gunakan untuk membuat bubur, biar Caca akan mempersiapkannya.” Tanya Caca pada Selly yang saat itu Caca tidak mengetahui di mana bahan-bahan dapur di simpan di dalam dapur mansion Jack.
“Nona silahkan masuk kedalam ruangan dengan pintu berwarna coklat itu,” jawab Selly sambil menunjukkan ruang seperti minimarket yang memiliki semua bahan masakkan di dalamnya.
“Apa perlu saya saja yang mengambilnya Nona?” ucap Selly.
“Tidak perlu Bi, biar saya saja yang mengambilnya.” Jawab Caca.
Selly pun mengambil beras yang sudah ada di dalam Tupperware besar di dekat dapur itu. Semenatara Caca masuk kedalam ruangan penyimpanan bahan makanan. Saat Caca masuk kedalam ruangan itu, Caca sungguh terkejut dengan apa yang di lihatnya.
“Masyaallah, ini dapur apa minimarket?” ucap Caca melihat ruangan penyimpanan.
Melihat apa yang terlihat di dalam ruangan itu Caca langsung mengambil keranjang yang ada di ruangan itu dan langsung mengambil beberapa bahan untuk membuat bubur ayam. Setelah semua bahan terkumpul Caca keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke dapur untuk memasaknya.
“Bi, apakah berasnya sudah di cuci bersih?” tanya Caca yang baru keluar dari ruangan minimarket dapur itu.
“Sudah Nona, ini beras yang sudah bersih. Apa lagi yang bisa saya bantu?” ucap Selly.
“Terimakasih Bi, cucikan saja sayur-sayur itu dan daging ayamnya yah Bi.” Ucap Caca sambil menerima panci yang berisi beras dan menunjukan keranjang yang berisi bahan-bahan makanan bubur itu.
“Iya Nona.”
“Kemudian Caca pun mengisi air di dalam panci yang berisi beras lalu menghidupkan api untuk mulai memasaknya. Selly yang sudah selesai mencuci semua bahan yang di perintahkan Caca kemudian menggantikan Caca mengaduk isi panci yang berisi beras yang sedang mendidih itu.
__ADS_1
“Nona saya sudah selesai mencuci semua bahannya,” ucap Selly.
“Baiklah Bi, bisa gantikan saya untuk mengaduk ini? Biar saya mempersiapkan hal lainnya.” Ucap Caca yang sedang mengaduk masakkan.
“Baik Nona,” jawab Selly.
Cacapun mempersiapkan sayuran yang akan di campur kedalam bubur, menyiapkan sambal cabai rawit untuk pelengkap bubur, menggoreng daging ayam yang akan di campur kedalam bubur. Caca menggunakan sambal karena bubur ini bukan hanya akan di makan oleh Bella dan Kenzo namun juga untuk pria dewasa yang memintanya untuk membuat bubur ayam juga.
Caca juga tidak lupa menggoreng kerupuk daging dan kacang kedelai kuning sebagai pelengkap bubur ayam. Setelah beberapa saat, Caca pun sudah selesai memasak bubur ayam dan tinggal menyediakannya di dalam mangkuk kecil untuk di hidangkan di atas meja makan.
“Wangi sekali masakkan Bunda,” ucap Bella yang mencium aroma bubur itu.
“Iya betul, sudah tidak sabar untuk mencicipinya.” Ucap Kenzo yang turun dari kursi lalu menghampiri Caca yang sedang masak.
Sementara semua orang yang di meja makan hanya menganggukkan kepalanya yang mengartikan setuju bahwa aroma masakan Caca sangat menggoda selerah.
“Bunda, Kenzo mau mencicipinya?” tanya Kenzo yang mendatangi Caca.
“Sini, gimana sayang?” tanya Caca yang menyuapi Kenzo untuk mencicipin masakkan yang baru matang dan siap itu.
“Sekarang kembali lah di meja makan, agar Bunda mempersiapakan bubur ini untuk di hidangkan di meja makan.” Jawab Caca yang menyuruh Kenzo kembali ke meja makan.
“Oke Bunda, cepat ya Bunda!” ucap Kenzo pada Caca.
“Iya sayang,” jawab Caca.
Kenzo pun kembali ke meja makan, sedangkan Caca sedang mempersiapkan bubur ayam untuk di hidangkan.
“Bibi bisa bantu saya untuk membawanya,” ucap Caca yang meminta bantuan pada Selly.
Aura yang di pancarkan pria-pria yang di meja makan sangat dingin, tidak ada suara bahkan sebuah senyuman yang tergambarkan. Ketika Caca dan Selly membawa bubur ayam seketika mengubah suasana di meja makan.
“Ini punya Bella, ini punya Kenzo dan i....ni punya Jack!” ucap Caca yang saat itu hanya membawa 4 mangkuk bubur beserta miliknya.
Saat memberikan bubur milik Jack, Caca sangat gemetaran melihat raut wajah Jack yang menyeramkan sehingga Caca terbatah-batah berbicara saat memberikan bubur Jack. Sementara Bibi Selly memberikan bubur pada Jimmy dan Deni dan 2 mangkuk yang tidak memiliki pemilik.
“Nona, 2 mangkuk lagi ini di letakkan ke mana?” tanya Selly pada Caca.
__ADS_1
“Bibi duduklah beserta paman yang dari tadi berdiri itu.” Menunjuk Son yang berdiri saja Dari tadi.
“Tapi Nona?” ucap Selly yang tidak pernah makan bersama dengan Jack dan lainnya.
“Tidak apa-apa Bi, duduk lah bersama dengan paman Son. Bibi sudah membantu ku memasak sementara paman Son sudah dari tadi berdiri disitu apakah tidak capek?” ucap Caca.
“Tidak apa-apa Non, kami sudah terbiasa seperti ini.” Ucap Son.
“Duduklah bersama untuk makan bubur ini.” Ucap Jack.
“Baik tuan.” Baru mereka mau duduk bersama untuk mencicipin bubur ayam tersebut.
Saat Son dan Selly sudah duduk bersama, Bella meminta Caca untuk menyuapinya.
“Bella mau di suapi oleh Bunda seperti biasa?” ucap Bella.
“Baiklah sayang, sini Bunda suapin.” Jawab Caca sambil tersenyum.
“Kenzo juga?” ucap Kenzo yang juga meminta untuk di suapin.
“Baiklah sayang, sekarang Kenzo pindah di kursi Bunda. Agar Bunda di tengah duduknya bisa menyuapi Kenzo dan Bella.” jawab Caca yang posisi duduknya di sudut ujung dekat dengan kursi Jack.
Mereka pun berpindah tempat, lalu membaca doa makan dan Caca menyuapi mereka. Sementara orang yang di meja makan lainnya sedang memperhatikan kegiatan Caca dan kedua anak itu dan belum mencicipi makanan yang sudah di hidangkan di depan mereka.
“Kenapa kalian semua melihat ku dengan tatapan seperti itu?” ucap Caca yang heran.
“Makanlah Daddy, Uncle dan Bi Selly. Bubur ini benar-benar enak.” Ucap Bella yang sedang memakan bubur ayam.
“Aku hampir lupa, baiklah aku coba.” Ucap Jimmy yang sadar dari tatapannya.
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
***Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah
membaca.😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Happy Reading guys ❤️❤️❤️***
__ADS_1