I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Pengamanan Rahasia


__ADS_3

Sebelum keberangkatan mereka ke Indonesia. Deni sudah merencanakan keselamatan dan keberlangsungan kegiatan resepsi di kampung halaman Caca agar tidak ada kekacauan. Semua ini dilakukan oleh Deni tanpa sepengetahuan Jack. Karena Jack juga sedang sibuk dan tidak mau mengganggunya.


Deni tidak ingin kejadian yang ada di mansion terulang kembali. Semua ini dilakukan untuk keselamatan semua orang. Deni memerintahakan beberapa pengawal rahasia yang menyamar sebagai rakyat biasa. Dia sudah menghubungi sebuah geng di Indonesia agar tidak terlalu mencolok di daerah sana dengan karakter wajah.


Dan beberapa bawahan Deni yang sudah ada di setiap sudut kampung halaman Caca. Semua ini atas bantuan Jimmy yang sudah mengetahui bagaimana geografis kampung halaman Caca. Deni di bantu oleh Jimmy untuk mempersiapkan hal ini.


***Flashback***


Deni berjalan menuju kamar Jimmy kemudian mengketuknya.


“Masuk.” Ucap Jimmy.


“Bisa kita bicara?” tanya Deni.


“Ada apa?” tanya Jimmy.


“Semingggu lagi Jack dan kakak ipar akan melaksanakan resepsi pernikahan di Indonesia. Jadi aku butuh bantuan mu untuk seketsa  geografis tempatnya.” Ucap Deni.


“Untuk?” tanya Jimmy.


“Tentu saja untuk keamanan merekalah.” Jawab Deni.


“Oke.” Jawab Jimmy.


“Aku berencana untuk menyiapkan pengamanan rahasia buat mereka. Beberapa orang pribumi dan orang-orang kita untuk menjaga keamanan di sana saat Jack dna keluarganya di sana.” Jawab Deni.


“Ide yang sangat bagus.” Jawab Jimmy.


“Tentu saja. Aku tidak ingin hal itu terjadi lagi, apa lagi menyangkut Caca.” Ucap Deni.


“Kau benar. Aku juga sudah menyerahkan ke amanannya di Indonesia. Aku menyembunyikan semua kegiatan kita nanti di Indonesia. Aku tidak ingin ada orang lain yang mengetahui.” Jawab Jimmy.


“Baguslah. Kita jangan sampai lagi kebobolan seperti waktu itu.” Jawab Deni.


“Tentu saja.” Jawab Jimmy.


“Baiklah. Aku tunggu geografisnya secepatnya. Aku pamit.” Ucap Deni.


“Oke. Serahkan padaku.” Jawab Jimmy.


Deni keluar dari kamar Jimmy untuk pergi ke rumah Charles menggunakan  sepeda motor. Setelah beberapa saat mengendarai sepeda motor, Deni sampai di rumah Shinta da Charles. Deni memasuki pagar rumah Shinta dan mematikan kendaraannya setelah di depan pintu rumah.


Deni membuka helm hitamnya dan meletakkan di atas sepeda motor. Berjalan memasuki pintu yang tidak terkunci dan di sambut oleh dua pelayan wanita.


“Di mana Charles dan Shinta?” tanya Deni.


“Tuan Charles sedang di ruang kerja dan nyoya Shinta sedang di luar.” Jawab salah satu pelayan itu.


“Oke terimakasih.” Jawab Deni.


Deni membuka kancing seleting Jaketnya kemudian memberikannya kepada pelayan. Berjalan menuju ruang kerja Charles tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

__ADS_1


“Kau sedang mengawasi sekolah Kenzo dan Bella?” tanya Deni.


“Tuan Deni?” panggil Charless yang kaget melihat Deni ada di dalam ruang kerjannya.


“Santai saja.” Jawab Deni yang ikut duduk di kursi kosong samping Charles.


“Baiklah. Saya sedang mengecek CCTV sekolah tuan muda danlainnya untuk pengawasan.” Ucap Charles.


“Kau memang yang terbaik untuk soal penjagaan Caca saat ini.” Jawab Deni.


“Jangan menyanjung tuan. Apa yang perlu saya bantu?” tanya Charless.


“Aku mau kau siapkan beberapa hal untuk resepsi pernikahan Jack dan Caca di Indonesia.” Jawab Deni.


“Baiklah. Apa yang bisa saya lakukan?” tanya Charles.


“Beli beberapa kamera tersembunyi. Setelah itu aku mau kau cari orang-orang kita yang berwajah Asia dan dapat di percaya. Setelah itu kalian pergi ke Indonesia dan pasang semua kamera tersembunyi itu di sekitar


desa Caca.” Jawab Deni.


“Baik tuan. Tapi saya tidak mengetahui di mana desa nyoya Caca.” Jawab Charles.


“Alamat akan di kirim oleh Jimmy dan aku akan mengirimkannya padamu.” Jawab Deni.


“Baiklah.” Jawab Charles.


“Saat ini kau persiapkan bahan-bahan itu dan orang-orang kita.” Jawab Deni.


“Setelah itu, kau harus memerintah orang-orang kita untuk memimpin beberapa orang pribumi sebagai pengawal bayangan. Jangan sampai di ketahui oleh penduduk sana.” Jawab Deni.


“Baik tuan. Apakah ini semua untuk pengamanan rahasia untuk keluarga bos besar?” tanya Charles.


“Iya. Aku tidak ingin kejadian di mansion terulang kembali. Kadang sendiri saja bisa terjadi bagaimana dengan di luar kandang? Pertahanan keamanan kita jangan sampai lengah.” Jawab Deni.


“Baik tuan Deni. Saya akan melaksanakan tugas ini dengan baik. Aku juga tidak ingin kejadian itu terulang kembali.” Jawab Charles.


“Bagus. Itu saja yang ingin aku katakan. Aku serahkan padamu.” Jawab Deni memukul bahu Charles kemudian pergi meninggalkan ruangan.


“Tidak ingin makan siang dulu di sini?” tanya Charles.


Deni menghentikan kakinya dan membalikkan badannya melihat Charles “ tidak perlu. Aku harus menjemput anak-anak.”


“Baiklah tuan. Hati-hati di jalan.” Jawab Charles yang berdiri memberikan hormat kepada Deni.


Deni berjalan keluar, mengambil jaketnya dan berjalan menuju sepeda motor. Menggunakan Jaket dan helm hitamnya sebagai keselamatan dan menghidupkan sepeda motor menuju sekolah Kenzo dan Caca.


Deni sampai tepat waktu di sana.


“Mengapa kau  menggunakan sepeda motor?” tanya Caca yang heran.


“Tidak apa-apa. Masuklah dalam mobil. Aku akan mengikutin kalian dari belakang.” Jawab Deni yang saat itu memerintah orang lain membawa mobil dan menjemput Caca, Kenzo dan Bella di sekolah.

__ADS_1


“Baiklah.” Jawab Caca.


“Aku ingin ikut uncle Deni.” Ucap Kenzo.


“Jangan sayang. Uncle Deni tidak membawa helm lebih.” Ucap Caca yang melarang.


“Hmm. Baiklah.” Jawab Kenzo yang menurutin kata Caca.


Deni hanya tersenyum dengan peraturan yang di buat oleh Caca terlalu tertib terhadap rambu-rambu lalu lintas. Padahal bisa saja Kenzo tidak perlu menggunakan helm.


Mobil yang membawa Caca, Kenzo dan Bella melaju di depan, sedangkan Deni mengikutinya dari belakang. Mereka sampai dan melaksanakan aktifitas seperti biasannya yaitu membersihkan diri terlebih dulu lalu makan siang bersama.


Setelah makan siang bersama Caca ingin berbicara dengan Deni berdua saja.


“Deni!” panggil Caca.


“Iya kakak ipar.” Jawab Deni.


“Bisa kita bicara?” tanya Caca.


“Oke.” Jawab Deni.


Mereka meninggalkan meja makan menuju ruang tamu utama.


“Aku ingin meminta bantuanmu?” ucap Caca.


“Apa itu?” tanya Deni.


“Selama aku di sini aku sedikit paham tentang kalian. Jimmy membantu Jack masalah perusahaan, Max bekerja di bidang rumah sakit, Billy bekerja di perusahaan luar negeri dank au menjaga keamanan mansion ini.” Jawab Caca.


“Lalu?” tanya Deni yang terkejut dengan kesimpulan Caca yang 70% benar.


“Aku ingin kau mencari pengawal yang bisa di percaya dengan wajah yang seram dan berbadan besar.” Jawab Caca.


“Untuk?” tanya Deni.


“Untuk ikut bersama kita ketika ke Indonesia.” Ucap Caca.


“Kenapa harus wajah yang seram dan berbadan besar?” tanya Deni.


“Aku mengetahui kemanapun aku pergi atau orang-orang yang penting di sini selalu di ikuti dengan beberapa pengawal bahkan mungkin ada beberapa pengawal rahasia atau biasa di bilang pengawal bayangan. Benarkan?”


tanya Caca.


“Jangan menyangkalnya. Intinya cari saja orang-orang itu. Aku mengetahui bahwa aka nada pengawal yang akan menjaga kami nanti di sana. Di lihat dengan kehebohan Jack. Jadi lakukan saja yang aku katakan. Setelah di sana kau akan mengetahui apa maksudku.” Jawab Caca.


“Baiklah kakak ipar. Tenang saja aku akan melakukannya.” Jawab Deni.


“Oke. Terimakasih atas bantuannya.” Jawab Caca.


“Santai kakak ipar. Lagian kau tidak pernah meminta apapun dariku dan baru kali ini.” Jawab Deni.

__ADS_1


__ADS_2