I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Piama Gratis


__ADS_3

“Entahlah.” Ucap Caca yang memalingkan badannya dari Jack kemudian berjalan masuk kedalam ruang ganti.


“Tunggu,” jawab Jack sambil menahan tangan Caca yang mau masuk kedalam ruang ganti.


Caca menoleh kebelakang yaitu kearah Jack yang sedang menahan dirinya.


“Kumohon gunakan pakaian ini saja, anggap saja sebagai pakaian pertama yang ku belikan untuk mu. Ku mohon maafkan kalimat ku tadi.” Ucap Jack.


Caca menarik napasnya untuk menenangkan amarahnya.


“Hzzzzzz, baiklah. Tapi kenapa aku tetap memakainnya?” tanya Caca.


“Aku akan menunjukan sebuah tempat untuk mu setelah dari toko ini,” ucap Jack.


“Bersama Kenzo dan Bella?” tanya Caca.


“Tidak, hanya kau dan aku.” Jawab Jack yang masih memegang tangan Caca tanpa penolakkan.


“Lalu mereka?” tanya Caca lagi.


“Tempat yang akan ku tunjukkan pada mu di mansion. Jadi nanti mereka akan berada di mansion saja.” Jawab Jack.


“Oke, tapi bisakah kau lepaskan tangan ini?” ucap Caca meminta Jack untuk melepaskan tangannya.


“Maaf,” ucap Jack yang kemudian melepaskannya.


“Terimakasih,” ucap Caca ketika tangannya lepas oleh Jack.


“Ya sudah ambil saja semua pakaian yang kau coba tadi, suruh kasir membungkusnya. Ayo ketempat Kenzo dan Bella.” Ajak Jack pada Caca yang memberikan semua pakaian pada karyawan bu Ayu yang berada di dekat ruang ganti pakaian wanita.


Mereka pun pergi mendatangi Kenzo dan Bella yang sedang asyik memilih sebuah pakaiannya.


“Daddy lihat? Cantik bukan?” ucap Bella yang menggunakan hijab(pakaian yang menjulur menutupi aurat seluruh badan yang tidak transfaran dan juga berbentuk) dengan balutan kerudung imut-imut.


“Kau suka sayang?” tanya Jack.


“Iya, Bella suka baju ini.” Jawab Bella sambil


menunjukkan pakaian hijab yang di indonesia di sebut sebagai gamis.


“Sangat cantik sayang,” ucap Caca sambil mengeluskan tangannya di kepala Bella,


“Bella boleh mengambilnya biar Daddy bayar,” ucap Jack.


“Benarkah?” tanya Bella.


“Tentu!” ucap Jack dan Caca bersamaan karena mereka berfikir Bella bertanya pada mereka berdua.


Caca yang mengatakan cantik sedangkan Jack menyatakan boleh membeli pakaian ini dan Bella memberikan pertanyaan yang sama pada mereka berdua sehingga mereka berdua menjawab dengan jawaban yang sama dan kompak.


“Cie-cie, Bunda dan Daddy kompak nih?” ucap Bella sambil tertawa.


“Hahahah,” Caca tertawa kecil sedangkan Jack hanya tersenyum.


“Bagaimana dengan ku?” ucap Kenzo yang menggunakan baju koko berwarna putih dengan lobe putih juga.


“Tampan,” ucap Caca sambil mencupit pipi Kenzo.


“Bunda sakit tau?” ucap Kenzo yang kesakitan ketika di cubit Caca.

__ADS_1


“Habisnya Bunda gemas melihatmu, maafkan Bunda. Apakah ini sakit? Padahal Bunda tidak terlalu kuat mencubitnya?” ucap Caca sambil mengelus pipi Kenzo yang dicubitnya.


“Sakit Bun, mungkin kalau Bunda cium tidak akan sakit lagi.” Goda Kenzo.


“Benarkah? Baiklah,” ucap Caca sambil memberikan ciuman pada Kenzo di pipi.


“Kenzo?” ucap Jack sambil memberikan tatapan tajam.


(Jack cemburu sama anaknya sendiri guys wkwkkwkw)


“Ayolah Daddy jangan cemburu padaku,” ucap Kenzo menggoda Ayahnya.


“Bella juga tidak di cium karena cantik?” ucap Bella untuk menghentikan keheningan beberapa detik melihat ekspresi Jack yang marah, Caca yang malu-malu melihat Jack dan Kenzo yang tertawa kecil.


“Sudah,” ucap Caca yang kemudian mencium Bella.


“Aku?” tanya Jack.


“Apa?” tanya Caca balik yang tidak mengerti maksud Jack.


“Sudahlah, bu Ayu hitungkan pakaian yang digunakan anak-anakku juga.” Ucap Jack pada bu Ayu.


“Baik. Kalian benar-benar seperti keluarga kecil Yang harmonis dan bahagia.” Ucap bu Ayu spontan yang dari tadi menyaksikan semua yang terjadi.


“Ada-ada saja bu Yu, dia hanya temanku dan mereka seperti keponakan bagiku.” Jawab Caca yang malu-malu langsung membawa Kenzo dan Bella ke bagian kasir.


“Doakan saja Bu, aku segera mendapatkannya.” Ucap Jack kepada bu Ayu lalu pergi mengikuti Caca.


Merekapun pergi ke kasir untuk membayar belanjaan mereka.


“Sini biar saya saja yang melayani mereka,” ucap bu Ayu pada pegawai kasirnya.


Bu Ayu pun mentotalkan seluruh belanjaan mereka.


“Totalnya $870?” ucap bu Ayu.


“Ini bu,” Jack yang memberikan kartu hitamnya.


“Hahah, apa tidak ada lagi kartu yang lebih rendah Jack?” ucap bu Ayu yang melihat kartu hitam yang di miliki Jack.


“Kenapa bu?” tanya Jack.


“Ini hanya toko biasa, bukan mall kelas atas. Hanya bisa menggunakan kartu ATM biasa,” jawab bu Ayu.


“Hmm, sebentar. Ini!” ucap Jack yang mencari kartu biasa di dalam dompetnya, lalu memberikannya ketika menemukan kartu biasa.


Pegawai yang bekerja dan Caca hanya terbengong melihat situasi karena tidak tau tentang kartu hitam itu.


“Ini kartunya, ini bonnya. Terimakasih sudah berbelanja di sini. Lain kali jangan lupa untuk kembali kemari ya?” ucap bu Ayu.


“Tentu,” jawab Jack yang menerima kartunya lalu menyimpannya kembali di dompet dan menganggkat kantong belanjaan yang berisi


baju.


“Bu Ayu kami pamit ya, terimakasih.” Ucap Caca yang berpamitan dengan bersalaman dengan bu Ayu lalu hal sama diikuti oleh Kenzo dan Bella.


“Caca tunggu,” ucap bu Ayu.


“Ini baju piama untuk kalian semua, sepertinya cocok. Anggap saja sebagai bonus telah berbelanja di sini.” Ucap bu Ayu.

__ADS_1


“Tidak perlu bu Ayu,” tolak Caca.


“Terimakasih,” ucap Jack yang mengambil bungkusannya.


“Ambillah. Kau tau setiap bulannya toko ini mengadakan giveway untuk pelanggan? Anggap saja giveway kali ini kalian yang mendapatkannya.” Jelas bu Ayu karena paham dengan sifat Caca.


“Terimakasih hadiah piama gratisnya.” Ucap Caca.


“Sama-sama. Ingat jangan lupa untuk berkunjung kemari lagi bersama mereka.” Ucap Bu Ayu.


“Tentu Nek,” ucap Kenzo dan Bella bersamaan sambil memberikan senyuman.


Mereka pun pergi dari toko itu menuju mobil.


“Alhamdulilah jika Caca mendapatkan seseorang yang dapat melindunginya.” Ucap bu Ayu.


“Kenapa bu tolak kartu hitam itu?” tanya pegawai kasir bu Ayu.


“Itu kartu tanpa batasan limit yang hanya di miliki beberapa orang di dunia.” Jawab bu Ayu yang membuat pegawainya heran.


Jack memasukkan barang belanjaan ke bagasi mobil. Kemudian masuk untuk mengemudi.


“Setelah ini mau kemana?” tanya Jack pada Caca.


“Sepertinya sudah waktunya magrib? Bisakah kita mencari mesjid terdekat?” ucap Caca.


“Baiklah.”


Merekapun berkendara menuju mesjid terdekat untuk menunaikan ibadah sholat magrib. Setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan.


“Setelah ini kita makan ke restoran ya?” ucap Jack.


“Aku ingin makan ramen, bisakah kita pergi ketempat makan favorite ku?” ucap Caca yang tiba-tiba ingin makan ramen.


“Baiklah,” jawab Jack, Kenzo dan Bella bersamaan.


***Mansion***


“Kenapa meja ini sunyi?” tanya Jimmy yang baru sampai ke mansion lalu pergi untuk makan malam.


“Mereka pergi entah kemana.” Jawab Deni.


“Maksudmu Jack, Caca dan anak-anak?” tanya Jimmy.


“Iya,” jawab Deni.


“Sepertinya sudah membaik.” Ucap Jimmy sambil mengambil makanan di meja.


“Kau tidak tau apa yang terjadi hari ini? Mungkin kalau kau menyaksikannya kau juga akan sangat terkejut seperti kami?” ucap Deni yang sedang makan.


“Apa itu?” tanya Jimmy dengan santai sambil makan.


Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah


membaca.


Happy Reading guys

__ADS_1


__ADS_2