I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Introgasi di Bar


__ADS_3

Nama : Lauren


Umur :  25tahun


Tinggi: 170


Sifat : Baik, Cerdas


Status : ketua Mafioso girls di salah satu negara italia


Semua orang yang ada di bar memberhentikan aktifitasnnya dan terfokus melihat kekacauan yang dilakukan oleh Billy dan pria itu. Seorang wanita memiliki tatapan tajam memperhatikan dari awal perkelahian mereka dan ia tertarik pada Billy.


“Boleh juga pria itu.” Ucap seorang wanita yang sedang melihat perkelahian Billy dengan orang-orang itu.


“Nona tertarik dengannya?” ucap seseorang yang ada di dekat wanita itu.


“Aku mau kau cari tahu tentang pria itu secepat mungkin.” Ucapnya.


“Baik nona,” jawabnya.


Billy yang masih mengkunci tangan pria itu menggunakan tangannya dengan posisi tangan pria itu melengkuk di lehernya sendiri. Semenit dari Billy melakukan itu, Robert datang dan bertanya.


“Bos tidak apa-apa?” tanya Robert.


“Tidak apa-apa, bagaimana dengan ruangan itu?” tanya Billy.


“Maaf bos aku tidak bisa menyewannya karena semua ruangan full terisi.” Jawab Robert.


“Aku ingin introgasi pria ini sekarang juga namun tidak mungkin di tempat ramai seperti ini.” Jawab Billy.


Saat mereka sedang berfikir tiba-tiba wanita yang memperhatikan Billy itu menghampirinnya.


“Kalian membutuhkan ruangan? Aku ada satu, jika kau mau aku akan memberikannya kepadamu.” Ucap wanita itu menawarkan sebuah ruangan.


“Kau siapa?” tanya Billy dengan tatapan tajam.


“Tenang saja aku bukan orang jahat. Perkenalkan aku Lauren sekaligus pemilik gedung ini.” Ucapnya sambil memperkenalkan diri.


“Oh. Sekarang anatarkan aku kesana dan berapapun tawaranmu untuk ruangan itu akan ku bayar.” Ucap Billy.


“Sombong sekali pria ini, sesuai dengan penampilannya. Ini semakin menarik karena dia tidak kaget mendengar siapa aku.” Ucap Lauren dalam hati.


“Tenang saja, aku tidak akan meminta bayaran. Kau bisa gunakan ruanganku untuk keperluanmu.” Ucap Lauren.


“Robert berikan cek 1juta dollar untuknya sebagai kopensasi kerusakan tempat ini sekaligus sewa ruangannya.” Ucap Billy.


“Baik bos,” jawab Robert kemudian memberikan cek itu kepada Lauren.


“Terima! Karena aku tidak suka berhutang budi.” Jawab Billy.

__ADS_1


“Baiklah, bereskan ini aku akan mengantarkan mereka sendiri.” Ucap Lauren kepada anggotannya.


“Baik nona,” jawab anggotannya.


“Ayo ikut aku,” ucap Lauren berjalan menunjukan arah ruangannya.


“Robert kau bawa cecunguk-cecunguk ini dan ikutin aku.” Ucap Billy.


“Baik bos,” ucapnya.


Robert membawa 5 orang pria yang sudah berjatuhan di lantai itu menuju ruangan Lauren. Billy masih menyeret lelaki itu menuju ruangan Lauren sedangkan Lauren menunjukkan arahnya.


“Baru kali ini aku tertarik dengan seorang pria. Pria ini benar-benar misterius, dia bisa mengalahkan orang-orang tuan muda Hanz dengan waktu kurang lebih 5 menit. Aku pastikan dia bukan orang biasa.” Ucap Lauren dalam hatinya saat berjalan menunjukan arah ke ruangannya.


Ketika sampai di ruang itu Lauren membuka pintu ruangan itu dan mempersilahkan Billy memasukinya.


“Silahkan tuan,” ucap Lauren.


Billy dan pria itu masuk ke dalam ruangan kemudian di susul dengan Robert dan 5 orang ajudan pria itu.


“Jika memerlukan sesuatu aku ada di ruangan sebelah, kau tinggal mengetuknya saja.” Ucap Lauren.


Billy hanya menganggukkan kepalannya kemudian melemparkan pria itu ke lantai dan menarik kursi merah yang ada di ruangan itu. Sementara Lauren menutup pintu ruangan itu dan masuk keruangan sebelah untuk menyaksikan apa yang akan dilakukan Billy dengan orang-orang itu.


Billy memperhatikan ruangan sekitar dan melihat ada beberapa kamera tersembunyi. Saat Lauren memperhatikan monitor CCTV yang ada di dalam ruangnya itu, dia melihat Billy tersenyum di salah satu kameranya.


“Apa jangan-jangan dia mengetahui bahwa ruang itu terpasang kamera tersembunyi?”


Billy hanya tersenyum dan membiarkannya, dia tidak ingin membuang-buang waktu dan


langsung mengintrogasi pria itu.


“Perempuan licik, ternyata kau memasang kamera tersembunyi dan saat ini sedang ingin menyaksikannya. Baiklah akan aku perlihatkan pertunjukkan yang bagus.” Ucap Billy dalam hatinya.


“Kenapa kau melakukan itu kepadaku?” tanya Billy.


“Untuk bersenang-senang karena aku adalah tuan muda Hanz, anak menteri keuangan di negara ini.” Jawabnya.


“Oh, ternyata kau adalah tuan muda Hanz yang sesuai dengan rumor yaitu suka menghambur-hamburkan uang itu.” Ucap Billy.


“Lalu kenapa? Kau masih berani memperlakukan ku seperti ini? Lepaskan aku maka akan aku ampuni nyawamu.” Ucap Hanz.


“Seharusnya aku yang berkata seperti itu. Jika kau masih menginginkan nyawamu maka jawablah pertanyaan ku.” Ucap Billy sambil menarik rambut kepala Hanz dan mengeluarkan sebuah pisau.


“Au, sakit brengsek.” Jawabannya.


“Aku tidak peduli dengan status orangtuamu apalagi dirimu. Sekarang jawab segala pertanyaan ku maka akan aku lepaskan dirimu.” Ucap Billy.


“Kau itu sebenarnya siapa? Berani sekali mengancam diriku?” tanya Hanz.

__ADS_1


“Jangan kebanyakan bicara,” ucap Billy kemudian memberikan goresan kecil pada pipi wajah Hanz.


“Kau gilak,” ucap Hanz.


“…” Billy menusuk paha Hanz dengan pisau.


“Sudah bisa diam?” tanya Billy.


“Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan?” tanya Hanz.


“Dari mana asal tato yang berada di lehermu itu?” tanya Billy.


“Maksudmu tato kalajengking ini?” tanya Hanz.


“Iya, dari mana asalnya?” tanya Billy.


“Aku hanya iseng saja? Kenapa dengan tato ini?” tanya Hanz.


“Jawab yang benar dan jangan bertanya lagi dari apa yang aku pertanyakan.” Ucap Billy sambil memberikan tusukan di paha sebelahnya.


“Au, baik-baik aku beri tahu.” Ucap Hanz sambil kesakitan.


“Pria ini benar-benar tega melakukan itu.” ucap Lauren yang melihat di monitor CCTV.


“Apakah kau menyukai pertunjukkanku gadis manis?” tanya Billy dalam hati sambil tersenyum di salah satu kamera.


“Pria ini memang mengetahui ada kamera tersembunya. Baru kali ini ada seorang yang mengetahuinya.” Ucap Lauren.


“Cepat katakan dengan jujur atau wajah tampanmu akan aku rusak lagi.” Ucap Billy.


“Baiklah, aku mendapatkan tato ini sejak remaja dan saat itu aku sedang berada di Jepang. Dan aku aku tidak mengetahui sama sekali apa maksud tato ini karena daddy lah yang membuatnnya.” Jawab Hanz.


“Kau serius?” tanya Billy.


“Iya aku berani berjanji hanya itu yang aku ketahui, jadi ku mohon lepaskan kami.” Ucap Hanz.


 “Tolong lepaskan tuan muda Hanz jika ingin


melukai maka lukai saja kami.” Ucap ajudannya.


“Diam kalian, gara-gara kalian tidak kuat aku jadi seperti ini.” Ucap Hanz.


“Heeee, kalian termasuk setia kepada bos kalian tapi sayang bos kalian tidak seperti


itu. Lihat dia malah menyalahkan kalian.


Mereka berfikir setelah di hasut oleh Billy dan memutuskan bahwa Hanz tidak sebaik itu


sebagai tuan mereka.

__ADS_1


“Baiklah jika hanya itu yang kau ketahui, terimakasih.” Ucap Billy kemudian memasukkan sebuah kapsul kemulut Hanz.


Hanz menelan kapsul itu, kemudian Billy bernegosiasi kepada ajudan Hanz untuk menawarkan sesuatu. Billy memilih satu orang ajudannya yang di fikir Billy paling kuat dianatara yang lainnya untuk bekerjasama.


__ADS_2