I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kabar Pernikahan Jimmy


__ADS_3

Empat orang keluar bersamaan dari lorong penumpang di bandara. Tampak terlihat jelas empat orang itu adalah Jimmy, Siska dan keluarga Siska. Kakek dan Nenek Siska ikut ke Kanada bersama dengannya untuk menghadari acara pernikahan mereka yang akan di adakan seminggu lagi.


Hasil dari rayuan Jimmy kepada keluarga Siska sehingga mereka ikut bersama. Jimmy menjanjikan untuk segera menikahi cucu perempuan mereka dan segera memberikan cicit kepada mereka. Pantas saja mereka menyetujui dengan cepat dan ikut bersama dengan Jimmy ke Kanada.


Jimmy yang telah memerintah anggotanya menjemput mereka. Mereka semua bergegas ke apartemen Siska. Jimmy berpamitan kepada mereka setelah mengantarkannya.


“Besok aku akan menjemputmu lagi, istirahatlah.” Ucap Jimmy.


“Kau tidak ingin mampir dulu?” tanya Siska.


“Tidak usah. Nenek dan Kakek juga pasti lelah karena untuk pertama kalinya melakukan penerbangan.” Ucap Jimmy.


“Baiklah. Hati-hati!” ucap Siska yang kemudian memeluk Jimmy untuk berpisah.


Siska mejelaskan kepada Nenek dan Kakeknya mengapa Jimmy tidak bisa lama. Dan mereka sangat mengerti alasan Jimmy, bagi mereka Jimmy benar-benar pengertian.


Selama Caca dan Jack pergi honeymoon, Jimmy dan Siska sibuk mempersiapkan persiapan pernikahan mereka. Jimmy yang sibuk di kantor akan melaksanakan tanggung jawabnya. Dan ketika malam akan pergi bersama Siska untuk mempersiapkan pernikahan mereka.


Dari dekorasi yang akan mereka ambil hingga keseluruhannya. Mereka juga sudah menyewa jasa Wedding Organizer untuk membantu mereka mempermudah waktu yang cepat dalam urusan mencari tempat, dekorasi dan makanan.


Mereka berdua sepakat untuk mengadakan acara pernikahannya di restoran Italia mereka. Hal itu adalah ide yang sangat bagus untuk mereka berdua dalam mengambil keputusan. Selain mengkenang jasa karir Siska juga merupakan mengkenang jasa Jimmy yang selalu membantu Siska.


Selesai mempersiapkan tempat, dekorasi dan makanan. Mereka malam ini pergi ke sebuah butik yang merupakan salah satu butik khusus keluarga Sandreas. Yah, butik yang sudah di pakai oleh Caca dan Jack merancang gaun pernikahan mereka juga. Keberadaannya yang ada di mall milik Sandreas juga.


Siska dan Jimmy berencana akan memilih sebuah tema monochrome yaitu hitam dan putih. Jimmy akan menggunakan jaz hitam sedangkan Siska akan menggunakan gaun putih. Mereka berdua datang untuk ke situ untuk melihat bagaimana hasil pesanan mereka.


Siska dan Jimmy masuk ke ruang ganti masing-masing untuk mencoba pakaian mereka. Serorang karyawan membantu mereka dalam hal mencoba pakaiannya. Saat mereka selesai menggunakannya, masing-masing keluar dari ruang ganti dan saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


“Kau benar-benar cantik sayang?” ucap Jimmy yang melihat Siska menggunakan gaunnya.


“Kau juga tampan.” Jawab Siska.


Mereka sangat suka dengan designer yang telah merancang gaun pernikahan in untuk mereka. Karyawan langsung membungkus pakaiannya untuk di bawa oleh Jimmy dan Siska. Jimmy mengeluarkan ATM black untuk membayar biaya pakaian itu.


“Setelah ini kita akan ke mana?” tanya Siska yang melihat jam sudah pukul empat sore.


Mereka menggunakan waktu setengah hari dari bekerja untuk menyelesaikan beberapa urusan saja.


“Sepertinya akan cukup untuk buat photo prewedding.” Jawab Jimmy.


Jimmy mengambil ponselnya untuk menghubungi teman yang berprofesi sebagai photographer. Jimmy mengkatakan untuk mempersiapkan diri di studio dia, bahwa mereka akan ke sana sekarang juga. Dan photographer itu menyetujuinya karena memang tidak memiliki jadwal lain sore ini.


Jimmy dan Siska melakukan sesi photo Prewedding di studio itu sebagai dokumentasi yang akan mereka pajangkan di acara pernikahan nanti. Mereka sudah merencanakan akan membuat sebuah pameran photo kecil untuk mengenal mereka berdua.


Mereka mengambil tema saat masa petama kali bertemu, saat kuliah dan bekerja hingga akhirnya memutuskan menikah. Dan sang tim photographer memiliki semua kostum yang mendekati dengan cerita mereka, sehingga sesi pemotretan berjalan dengan baik.


“Bagaimana keadaan Nenek dan Kakek untuk beberapa hari ini selalu kita tinggal saja?” tanya Jimmy.


“Tidak apa-apa. Mereka paham dengan apa yang kita lakukan. Lagian pernikahan kita memang ingin di percepat. Jadi wajar saja kita harus ekstra sibuk mempersiapkannya.” Jawab Siska.


“Baguslah jika seperti itu, setelah pernikahan kita nanti. Sebelum Nenek dan Kakek kembali ke Indonesia karena tidak ingin tinggal dengan kita, aku akan mengajak mereka jalan-jalan dulu. Hitung-hitung ikut honeymoon bersama dengan kita.” Jawab Jimmy tersenyum setelah minum.


“Jangan jauh-jauh, cukup di sini saja kita mencari tempat untuk honeymoon. Karena bagiku negara ini harus menjadi tempat teromantis untukku dan dirimu sebagai negara cinta Jimmy dan Siska.” Jawab Siska tertawa.


“Hahahah. Aku juga sudah tidak sabar untuk segera menghalalkanmu.” Jawab Jimmy.

__ADS_1


“Bagaimana dengan perkembangan pembelajaranmu?” tanya Siska.


“Aku sudah yakin sekarang dan tidak ada lagi keraguan untuk memeluk islam. Sama sepertimu, karena aku belajar dari Jack.” Jawab Jimmy yang tersenyum dan memegang tangan Siska.


“Alhamdulilah jika seperti itu. Aku senang mendengarnya jika niatmu bukan karena untuk mendapatkan cinta dariku.” Jawab Siska.


“Tentu saja. Oh ya Jack dan Caca sudah kembali kemarin malam.” Jawab Jimmy.


Jimmy memberitahukan Siska bahwa Caca dan Jack sudah kembali dari honeymoon mereka. Banyak yang mereka bicarakan, kemudian kembali ke apartemen setelah menerima pesanan yang di bungkus untuk pulang.


Beberapa hari sibuk mempersiapkan acara mereka tanpa bantuan orang lain, Jimmy dan Siska sudah menyelesaikan segala persiapannya. Hanya tinggal menunggu tanggal yang sudah di tentukan untuk melaksanakannya. Dan untuk melam ini mereka berniat untuk memberi kabar lainnya tentang pernikahan mereka.


Jack, Caca, Bagas, Deni dan kedua anak kembar itu sedang kumpul di ruang tamu. Ada yang sedang memperhatikan televisi, ada yang sedang sibuk bermain ludo, ada yang sedang mengobrol. Mereka masing-masing melakukan aktifitasnya. Namun tetap bersama-sama kumpul di ruang tamu itu.


Jimmy dan Siska yang baru saja tiba di mansion bergabung dengan mereka. Caca memerintah Selly untuk membawakan air dan cemilan untuk Siska sebagai tamu mereka. Kemudian mereka mulai mengobrol tentang niatan yang ada pada Jimmy dan Siska.


“Kedatangan kami saat ini untuk memberikan kabar kepada kalian bahwa minggu depan kami akan melangsungkan pernikahan.” Ucap Jimmy.


“Aku harap kalian akan datang.” Jawab Siska tersenyum.


“Kalian mengurus semua ini diam-diam dan tidak meminta bantuan kami?” tanya Deni.


“Iya, kenapa abang melakukan hal itu?” tanya Bagas.


“Tidak apa-apa. Acara ini juga tidak banyak yang akan datang, hanya kerabat terdekat dan colegga kita saja yang mengenalku dan Siska.” Jawab Jimmy.


“Alhamdulilah, aku senang mendengarnya. Selamat Siska atas pernikahanmu. Akhirnya cinta itu terbalas.” Jawab Caca tersenyum yang membuat Siska malu.

__ADS_1


“Baguslah. Itu baru namanya keluarga Sandreas. Tidak perlu banyak bicara, langsung pembuktian dengan menghalalkan secepat mungkin.” Jawab Jack.


Kenzo dan Bella juga menyetujui pernikahan ini, mereka yang sudah mengenal Siska dan mengetahui bahwa Siska adalah seorang yang baik. Mereka sangat menyetujui Siska sebagai tante mereka dari Jimmy. Mereka semua tertawa dengan pengakuan Kenzo dan Bella yang masih kecil saja sudah mempunyai kemampuan berkata manis di depan orang dewasa.


__ADS_2