
“Jangan lupa dengan pesanku, jangan sampai ketahuan oleh mereka walaupun pada akhirnya kalian tidak mungkin lepas dari mata Jack.” Ucap Deni di dalam telepon.
“Baik tuan, kami akan melindungi bos besar dan nyoya dari kejauhan.” Jawabnya.
“Baiklah. Laporkan jika ada yang mencurigakan.” Jawab Deni.
“Baik tuan Deni.” Jawabnya.
Sebelum mematikan telepon di dalam pesawat, Deni menelpon seseorang. Orang itu adalah beberapa bawahan Deni yang bertempat tinggal di Seoul dan Jepang. Mereka di beri kabar oleh Deni bahwa Jack dan Caca akan berlibur di kedua negara itu.
Deni memerintahkan mereka untuk melindungi Jack dan Caca dari kejauhan. Walaupun Jack tidak ingin dia di ikutin tapi Deni bersikeras untuk melakukannya tanpa persetujuan Jack. Deni juga berpesan kepada mereka untuk menyamar sebagai orang biasa aja tanpa harus di curigai oleh Jack dan Caca terutama oleh Jack.
Ada banyak pasukkan yang sudah di gerakkan oleh Deni baik di Seoul ataupun Jepang. Jadi tidak perlu terlalu khawatir untuk keamanan dan keselamatan Jack dan Caca saat berlibur.
Setelah beberapa jam dalam perjalan menggunakan pesawat umum. Mereka yang berpisah tujuan sudah sampai di tempat maisng-masing. Jack dan Caca sudah di tunggu oleh sebuah mobil hotel suruhan Brian. Mereka juga sudah di awasi oleh orang suruhan Deni.
Supir yang menjemput mereka sudah membuat pertanda atas nama mereka berdua. Supir itu menunggu di depan lobi keluar para penumpang.
“Wah, jadi abang Brian sudah menyiapkan semua ini untuk kita?” tanya Caca yang melihat sang supir memegang tanda atas nama mereka.
Mereka berdua berjalan menuju tempat supir berdiri.
“Tuan Jack dan nyoya Caca?” tanya sang supir.
“Iya.” Jawab Jack.
“Perkenalkan saya staff hotel tempat anda menginap. Tuan Brian
telah menyuruh saya untuk menjemput kalian.” Jawab Supir.
“Iya.” Jawab Jack.
“Sudah lama menunggu?” tanya Caca yang ramah.
“Tidak nyoya saya baru saja tiba sepuluh menit yang lalu.” Jawab supir.
“Maaf jika merepotkan.” Jawab Caca tersenyum.
“Tidak apa-apa nyoya. Sudah menjadi tugas saya. Sini saya bawakan koper kalian, tunggu di depan pintu keluar saya akan pergi mengambil mobil.” Ucapnya.
“Oh ya, terimakasih.” Jawab Caca.
Sampai di pintu keluar, Caca dan Jack menunggunya.
“Sungguh menakutkan suaminya itu, tidak ada ramahnya sama sekali. Sedangkan istrinya sangat ramah dan sepertinya baik. Kenapa perempuan itu mau dengan tuan itu ya?” tanya dalam perjalanan melangkahkan kaki ke parkiran mobil.
Supir itu, menyalakan mobil dan melaju menuju tempat Jack dan Caca yang sudah menunggunya. Dia mengambil koper mereka dan memasukkan kedalam bagasi. Kemudian, membuka pintu mobil untuk Jack dan Caca.
“Tuan dan nyoya mau langsung ke hotel atau saya antarkan kemana?” tanya sang supir.
“Tidak perlu. Kita langsung ke hotel saja,” jawab Jack.
“Iya tuan. Kami masih sangat lelah di perjalanan.” Jawab Caca.
“Baik tuan, nyoya.” Jawab supir.
__ADS_1
“Oh ya di mana aku bisa membeli sepeda motor?” tanya Jack.
“Di dekat hotel ada rental mobil dan sepeda motor tuan. Apakah perlu saya antarkan?” tanya supir.
“Itupun jadi.” Jawab Jack.
“Kapan tuan bisa saya antarkan?” tanya supir.
“Setelah sampai di hotel. Saya akan mengantarkan istri saya ke kamar, kau tunggu di mobil. Aku akan segera datang setelahnya.” Jawab Jack.
“Baik tuan.” Jawab Supir.
“Untuk apa sepeda motor?” tanya Caca.
“Tentu saja untuk kita jalan-jalan. Menikmati sudut kota menggunakan sepeda motor lebih seruh di bandingkan dengan mobil.” Jawab Jack memang hobi dengan perjalanan menggunakan sepeda motor.
“Tuan memang paling mengetahui bagaimana menikmati suasana. Apalagi di malam hari. Apakah tuan sudah sering ke sini?” tanya.
“Seperti itulah. Aku lupa berapa kali.” Jawab Jack.
“Benarkah? Itu mengapa kau berani untuk mengajakku naik sepeda motor?” tanya Caca.
“Tentu saja.” Jawab Jack yang tersenyum.
“Sepertinya dia sangat mencintai istrinya. Sedangkan dingin terhadap orang lain sudah menjadi ciri khasnya.” Ucap sang supir dalam hati melihat kaca depan yang ke arah belakang.
“Urusan apa?” bisik Caca di telinga Jack.
“Bisnis atau hanya sekedar liburan.” Jawab Jack yang mengelus kepala Caca dalam sandarannya.
“Tentu saja tidak mylotus.” Jawab Jack yang tertawa kecil.
“Alhamdulilah jika seperti ini.” Jawab Caca.
“Berapa lama lagi kita akan sampai?” tanya Jack kepada supir.
“Dua puluh menit lagi tuan.” Jawab Supir.
“Baiklah.” Jawab Jack.
Caca yang ingin menikmati suasana negera ini meminta izin membuka kaca mobil.
“Bolehkan kacanya di buka, aku ingin melihat keluar.” Jawab Caca.
“Tentu nyoya.” Jawab supir.
“Hati-hati jika mau mengeluarkan kepala dan tangan di luar kaca.” Jawab Jack.
“Iya hubby.” Jawab Caca.
Kaca mobil terbuka dan saat itu keadaan jalan tidak terlalu ramai sehingga Caca bisa mengeluarkan sedikit kepalanya untuk menikmati udara. Tangan yang di keluarkan dan melihat sekitar yang sudah di lewati.
“Apakah segitu senangnya?” tanya Jack.
“Tentu saja. Negara yang terkenal dengan gingseng dan juga oppah korea.” Jawab Caca.
__ADS_1
Jack jadi berdiam diri mendengar pernyataan Caca tanpa membatah apapun. Caca kembali memasukkan tangannya dan kepalanya kedalam mobil.
“Wah, suamiku cemburu? Tentu saja yang paling ganteng tetap hubby. Aku hanya menikmati ciptaan tuhan saja.” Jawab Caca tersenyum dan memeluk tangan Jack yang sebelah kiri.
“Aku kira kau juga sama seperti wanita lain yang terobsesi dengan oppah korea.” Jawab Jack yang masih menyudutkan alisnya menjawab.
“Hahaha. Semua orang memiliki kesukaan. Jadi biarkan saja dan jangan menghakimi. Lagian kalau mau melihat oppah korea buat apa jauh-jauh,
Max juga berwajah oppah korea.” Jawab Caca.
“Oh jadi lebih suka dengan Max di bandingkan denganku.” Ucap Jack yang mencubit hidung Caca.
“Auh. Tentu saja tidak, laki-laki lebih tampan di bandingkan dengan yang lain. Hidung yang mancung, bola mata yang menawan, badan yang perfect seperti roti sobek,baik, apalagi yah. Jika di ucapkan tidak akan siap-siap.” Jawab Caca yang bermanja di hadapan Jack.
“Tentu saja.” Jawab Jack.
“Kalian benar-benar pasangan yang sangat romantis.” Jawab supirnya.
“Tentu saja.” Jawab Caca.
“Fokus saja dengan jalanan.” Ucap Jack.
“Baik tuan.” Jawab supir.
“Hubby jangan terlalu galak dengan orang lain gak baik.” Jawab Caca.
“Iya iya.” Jawab Jack.
“Malam ini aku ingin ke Seoul Tower~~~~.” Jawab Caca.
“Iya kita akan ke sana malam ini setelah aku mendapatkan sepeda motor.” Jawab Jack.
“Makasih hubby.” Jawab Caca.
“Oh ya nyoya dan tuan bisa datang ke pesta kembang api yang akan di adakan besok malam.” Jawab supir.
“Benarkah? Di mana itu?” tanya Caca.
“Saya akan mengantarkan kalian jika tidak keberatan.” Jawab supir.
“Oke.” Jawab Caca.
Mereka akhirnya tiba di hotel, supir itu membantu mereka membawa kopernya, dan Caca di perintahkan Jack untuk tetap di dalam kamar.
“Jangan buka pintu selain aku selama aku pergi.” Jawab Jack.
“Siap bos.” Jawab Caca.
“Baiklah aku pergi sebentar.” Jawab Jack yang menutup pintunya.
“Ayo!” jawab Jack kepada supir untuk pergi menyewa kereta.
Sebenarnya Jack bisa saja membeli tapi karen tidak ingin repot mengurus surat lainnya jadi lebih baik menyewa saja untuk beberapa hari
di sini.
__ADS_1