
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah
membaca.🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Happy Reading guys❤️❤️❤️
Setelah keberangkatan Caca yang membutuhkan waktu tujuh jam perjalanan menggunakan alternatif pesawat terbang, Bagas pun kembali ke rumahnya di antar oleh orang suruhan Jack. Tanpa sepengetahuan Caca, Bagas penasaran dengan latar belakang orang yang menyuruh Kakaknya kembali itu.
“Siapa sebenarnya orang yang telah menyuruhmu untuk menjemput Kakak ku?” tanya Bagas pada orang itu.
“Bos Jack, tuan. Masalah siapa sebenarnya bos Jack yang ku ketahui dari pendengaran ku dari orang-orang bos Jack hanyalah dia seorang pengusaha yang misterius karena jarang muncul di banyak media. Hanya beberapa media kalangan atas yang memiliki informasinya itupun sangat jarang. Aku hanya disuruhnya untuk menjemput Nona Caca dan mengantarkannya kebandara.” Jawabnya.
“Baiklah. Aku akan mencari taunya sendiri. Siapa nama lengkap bos mu?” tanya Bagas.
“Jack Sandreas dari keluarga Sandreas.” Jawabnya.
Bagas pun di antar sampai kerumahnya.
Setelah beberapa jam penerbangan Caca sampai di bandara tujuan. Saat itu Riki sudah menunggu kedatangan Caca di bawah pesawat yang di naiki oleh Caca.
“Nona Caca, Saya Riki supir pribadi tuan Jack. Ayo ikut saya untuk segera ke mansion.”Ucap Riki.
“Oke.” Ucap Caca.
Saat sampai di sebuah helikopter Caca lagi-lagi terkejut.
“Untuk apa menaiki helikopter sebagus ini? Apakah Jack sekaya itu? Pantas saja ini orang bisa menjemput ku tepat ketika aku turun dari pesawat tadi.” Ucap Caca dalam hati.
“Tuan menyuruh ku untuk menjemput Nona menggunakan helikopter agar segera sampai di mansion dengan cepat. Karena jika dari jalur darat akan memakan waktu yang lama. Nona silahkan istirahat sebentar di dalam setelah perjalanan jauh karena kita akan segera sampai di mansion setengah jam lagi.” Ucap Riki sambil menunjukan ruangan mewah yang berada di dalam helikopter itu.
“Gilak ini orang, mewah banget.” Ucap Caca dalam hatinya.
“Iya, terimakasih.” Ucap Caca pada Riki.
“Baiklah Nona saya tinggal dulu. Jika anda memerlukan apapun saya ada di ruang sebelah.”
“Iya.”Ucap Caca.
Riki pun pergi meninggalkan ruangan Caca menuju ruangan di sebelah. Caca pun membersihkan dirinya di dalam kamar mandi karena ia merasa badanya harus segara mandi dari perjalanan jauh. Setelah setengah jam berlalu helikopter yang membawa mereka pun sampai di mansion Jack.
“Tok....Tok....Tok...., nona kita sudah sampai di
mansion.” Ucap Riki yang mengetuk pintu Caca.
__ADS_1
Cacapun keluar dari ruangan dan kemudian menuju pintu keluar helikopter yang membawanya. Riki meminta koper yang dibawa Caca untuk dia yang membawanya, Caca pun menerima bantuan dari Riki.
“Nona biar saya saja yang membawa koper itu!” ucap Riki.
“Apakah tidak apa-apa?” ucap Caca.
“Iya Nona, ini sudah menjadi tugas ku.” Ucap Riki.
“Terimaksih tuan...” ucap Caca yang langsung di potong oleh Riki.
“Panggil saja Riki Nona, karena saya hanyalah anak buah tuan Jack.” Ucap Riki yang memotong kalimat Caca.
“Baiklh, terimakasih Riki.”
Ketika Caca turun dari pesawat ia sudah di tunggu oleh Kenzo, Jack, Jimmy, Deni dan mafioso lainnya yang sedang memperhatikan kedatangan orang yang keluar dari pesawat pribadi Jack. Mafioso dan pelayan perempuan yang bekerja di mansion mafioso juga memperhatikan Caca yang keluar dari helikopter Jack dengan tatapan tajam.
“Siapa wanita itu?” ucap salah satu pelayan yang berada di depan mansion mafioso.
“Entahlah, bukan urusan ku. Tugas ku di sini hanya sebagai pelayan. Sedangkan urusan bos besar aku tidak mau tau apalagi sampai ikut campur.” Jawab salah satu pelayan wanita lainnya.
“Selama aku bekerja 5 tahun ini, tidak pernah melihat tuan Jack membawa seorang wanita. Bahkan di mansionnya saja hanya ada 3 wanita di dalamnya.” Ucapnya lagi.
Yah di dalam mansion Jack tinggal hanya ada Selly, Bella dan Shinta selebihnya hanyalah pelayan lelaki yang mengerjakan bahkan pekerjaan membersihkan rumah maupun yang memasaknya. Beda dengan mansion yang di sebelah Jack khusus untuk mafioso-mafiosonya (lihat episode 1).
“Diamlah kalian jangan sampai terdengar oleh Bos, hati-hati kalian akan di pecat. Kalian tau kan bagaimana dinginnya Bos kita!” ucap mafioso anggota Deni yang berada di dekat mereka.
Caca pun di sambut dengan baik oleh Jack dan lainnya.
“Bunda!” Ucap Kenzo yang berlari untuk memeluk Caca.
“Kenzo,” jawab Caca yang kemudian memeluk Kenzo dan menggendongnya.
“Kenzo sangat rindu Bunda, ayo Bun segera masuk untuk menemui Bella. Bella pasti senang dengan kedatangan Bunda di mansion.” Ucap Kenzo.
“Iya sebaiknya kita masuk sekarang untuk berjumpa dengan Bella.” Ucap Jack pada Caca.
“Iya.” Jawab Caca yang berjalan sambil menggendong Kenzo.
Caca berjalan masuk kedalam mansion sambil memperhatikan keadaan sekitar, Caca merasa banyak mata yang sedang memandang dirinya. Dia merasa tidak nyaman dengan aura yang di pancarkan di keadaan sekitarnya. Bahkan Jimmy,
Deni dan Jack sedang memandang Caca yang menggendong Kenzo dengan tatapan
serius.
“Mengapa aku merasa banyak orang yang sedang melihat kearah ku ya.” Ucap Caca dalam hati ketika melihat keadaan sekitar.
__ADS_1
“Bahkan 3 pria ini memiliki tatapan yang tajam terhadap ku.” Ucap Caca dalam hati ketika melihat Jack, Jimmy dan Deni yang berada di sampingnya.
“Bunda kenapa? Ayo masuk kedalam.” Ucap Kenzo.
“Tidak apa-apa sayang.”
“Ayo jalan,” ucap Jack yang mempersilahkan Caca masuk kedalam duluan.
“Silahkan tuan-tuan berjalan dahulu, biar saya mengikuti dari belakang.” Ucap Caca.
“Baiklah,” ucap Jimmy yang memotong pembicaraan sebelum Jack menjawab karena takut ada pertengkaran lagi sambil merangkul Jack dan Deni masuk ke dalam mansion.
Caca pun mengikuti mereka bertiga masuk kedalam mansion. Saat membuka pintu dan masuk kedalam mansion ternyata sudah banyak pelayan laki-laki yang menyambut dirinya dan 1 orang perempuan dan 1 orang lelaku yang di ujung barisan tersenyum sambil menyapa. Yah mereka adalah Selly dan Son.
“Selamat datang nyoya Caca,” ucap Selly dan Son bersamaan.
“Te...rimakasih,” ucap Caca yang gugup akibat heran dengan sambutan ini.
Sementara pelayan yang lain membungkukkan badannya menyambut Caca dan 3 orang pria itu berjalan sambil berbisik.
“Calon nyoya Jack sudah datang,” goda Jimmy.
“....” Jack hanya memberikan tatapan tajamnya pada Jimmy tanpa mengeluarkan suara.
“Hati-hati Jim, nanti di lilit oleh naga hitam.” Ucap Deni pada Jimmy untuk menggoda Jack lagi.
“....” lagi-lagi Jack hanya memberikan tatapan tajamnya pada Jimmy dan Deni tanpa mengeluarkan suara.
“Hahahha,” tawa Deni dan Jimmy bersamaan mendapatkan tatapan tajam Jack.
“Kau mau istirahat terlebih dahulu atau langsung menjumpai Bella?” tanya Jack pada Caca ketika berada di dalam mansion.
“Aku ingin langsung bertemu dengannya,” jawab Caca.
“Baiklah, ikutin aku. Selly kau sudah siapkan kamar untuk Caca kan?”
“Sudah Tuan,”jawab Selly.
Caca pun kemudian mengikuti Jack menuju kamar Bella.
Jangan Lupa Like + Votenya Teman-teman 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Salam Manis dari W😉
***Jangan Lupa Senyum Hari ini ***😊
__ADS_1