I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Membalas Kevin Part 3


__ADS_3

 Jack dan Jimmy telah selesai menargetkan satu tahap pembalasan kepada Kevin kemudian tertidur untuk menyerap energi melanjutkan rencana berikutnya. Sementara Billy yang berada di helicopter hampir sampai di Jepang.


Di dalam helicopter, Billy membuka laptopnya di atas pangkuannya dalam posisi duduk di kursi. Ia membuka sebuah program virus computer yang akan di tanamkan kedalam sistem server perusahaan Kevin. Ia mempersiapakan hal ini dengan cepat dalam kurun waktu beberapa jam sejak keberangkatannya menuju Jepang.


Billy mengambil sebuah flasdisk kosong yang akan di isi virus tersebut. Setelah selesai pengcopy file virus, flaskdisk itu di simpan di saku jaz kantong depannya.


“Akhirnya aku bisa menguji virus ini,” ucap Billy yang mencabut flasdisk dari laptop.


Beberapa menit kemudian Billy sudah tiba di atas gedung perusahaan Sandreas. Ia telah di tunggu oleh Max di atas. Helicopter itu terus memutar baling-balingnya sehingga udara terus berputar, Billy turun dari sana dengan membawa satu unit laptop yang sejak tadi sudah ia pegang.


“Kau menungguku?” tanya Billy.


“Jadi menurutmu?” tanya Max kembali.


“Bagimana dengan persiapannya?” tanya Billy.


“Sudah siap, hanya tinggal menunggu mu datang.” Jawab Max.


“Bagus.” Jawab Billy.


“Ayo ikut aku ke aula.” Ucap Max.


“Baiklah.” Jawab Billy.


Mereka berdua memasuki pintu atas gedung dan masuk ke lift menuju ruang bawah tanah perusahaan Sandreas. Sesampai di sana mereka berdua sudah di tunggu oleh para Mafioso yang siap sedia untuk berperang menghancurkan perusahaan dan geng Kevin.


“Perkenalkan aku adalah Billy Sandreas, yang mana tim ku?” tanya Billy yang baru saja berdiri di atas vodium.


“Di sebelah kirimu,” jawab Max yang berada di sampingnya.


“Kita akan bergerak sekarang di mana tim kanan akan mengikutiku ke hutan dan tim kiri mengikuti Billy ke perusahaan Kevin. Selebihnya akan kita bahas di perjalanan rencananya.” Ucap Max.


“Ayo!” teriakan semua orang dengan mengepalkan tangan kanannya dan mengangkatnya.

__ADS_1


Semua orang pergi menuju tempat yang sudah di katakana. Sebagian ikut dengan Max dan sebagaian lainnya ikut dengan Billy. Billy yang sedang berjalan keluar menuju tempat parkir bersama dengan anggotanya sedang berbicara kepada mereka.


“Aku meminta orang yang bisa menyamar dengan sempurna dan sedikit mengetahui IT.” Ucap Billy.


“Saya bisa tuan Billy.” Jawab seseorang.


“Baiklah aku berikan flasdisk ini kepadamu untuk kau tancapkan kedalam server utama mereka di bagian ini.” Ucap Billy yang menunjukkan skema gedung perusahaan Kevin.


“Baik tuan, saya mengerti.” Jawabnya.


“Oke, dan untuk yang lain kalian sudah menyiapkan semua peralatankan?” tanya Billy.


“Sudah tuan,” jawab semua orang.


“Bagus. Untuk Tim IT ikutin instruksiku nanti dan untuk Tim aksi bersembunyi terlebih dulu. Setelah tim IT melaksanakan rencana kalian akan datang menghabisi mereka selanjutnya.” Jawab Billy kepada anggotanya.


“Baik tuan,” jawab mereka.


Tim IT masuk ke dalam mobil continer dengan persedian computer. Tim aksi masuk di mobil continer dengan senjata. Mereka pergi menuju tempat perusahaan Kevin.


Mereka masuk kedalam perusahaan dengan sambutan baik hingga masuk ke dalam kantor sang CEO yang sudah di tugaskan di sana, dengan permisi masuk ke dalam toilet sang sekertaris mengambil aksinya dengan membobol dinding yang dekat dengan ruang server.


Sekertaris palsu itu dengan cepat masuk ke dalam server dan menancapkan flasdisk tersebut. Setelah selesai dirinya menutup kembali dinding yang telah di rusaknya dengan baik dan kembali ke sofa di mana rekannya masih berbicara dengan CEO. Aksi yang sudah selesai  ini mempercepat perbincangan mereka kemudian meninggalkan CEO itu dengan alasan akan segera mengirikan surat kontrak kerjasama dengan mereka besok pagi.


Keluar dari ruangan itu, mereka memberikan kabar kepada Billy bahwa flasdisk tersebut telah di tancapkan ke mesin server. Billy menerima informasi dan memberikan arahan kepada tim IT untuk melaksanakan penyebaran virus tersebut. Dengan arahan yang di berikan oleh Billy kepada tim yang sudah berada di depan computer melanjutkan aksi dari arahan Billy.


Dalam lima menit mereka menyerang server milik perusahaan Sandreas. Karyawan IT Kevin kewalahan dengan virus yang masuk kedalam server mereka. Mereka tidak dapat menanganinya sehingga menelpon Kevin untuk membantunya. Belum sempat mengkabarin mereka sudah di serang segerombolan orang-orang Billy.


“Kerja bagus, Tim aksi ayo kita masuk.” Jawab Billy yang memerintah pasukkan untuk masuk kedalam perusahaan.


Mereka membawa banyak bom asap yang sudah di siapkan. Mereka melemparkan seluruh bom asap ke seluruh ruangan tanpa sepengetahuan karyawan sehingga mereka semua pingsan.


“Tidak perlu membunuh dengan tembakan, hancurkan arus listriknya dan semua servernya yang ada.” Ucap Billy.

__ADS_1


“Baik tuan.” Jawab mereka.


“Jadi dia berencana untuk membakar gedung ini dan membunuh karyawa yang tidak bersalah namun dengan cara yang bersih?” tanya seseorang dalam hatinya yang mengetahui rencana Billy dengan menatap wajah Billy..


“Tebakkan kalian benar, aku ingin kita membakar gedung ini tanpa meninggalkan jejak pembunuhan karena tidak ingin berhadapan dengan pihak berwajib. Jadi jangan menatap ku seperti itu.” Ucap Billy.


“Baik tuan.” Jawab mereka.


Mereka semua sudah menyelesaikan dengan cepat rencananya, kemudian membersihakan rekaman CCTV dan pergi meninggalkan tempat  dan kembali ke perusahaan Sandreas.


“Semua yang kau punya sudah di lahap api, bahkan jika kau ingin membangunnya lagi semua data sudah hancur dengan virusku.” Ucap Billy yang berjalan memasuki mobil dan meninggalkan tempat itu.


Sementara Max dan timnya sudah sampai di markas mereka. Dengan cepat mereka langsung masuk kedalam markas dengan persiapan yang sangat matang. Semua anggota Mafioso yang membawa senjata pistol langsung menembak musuh dengan sekali tembak.


Musuh yang tidak mengetahui kedatangan anggota Max sangat kewalahan dan tanpa persiapan. Mereka menggunakan peralatan seadannya. Mereka tidak dapat mengimbangi kekuatan anggota yang Max bawa.


Seseorang pemimpin dalam markas itu bertanya kepada Max karena tinggal dia yang belum mati saat itu bersama dengan lima orang anggota lainnya yang berada di dalam kamar sedang mengadakan pesta kecil bersama dengan wanita-wanita tidak baik.


Semua wanita itu telah di bunuh oleh Mafioso Max dan yang tersisa hanyalah mereka berenam.


“Siapa kau sebenarnya?” tanya orang itu.


“Tidak perlu siapa aku, sekarang hubungilah Kevin bahwa kalian telah di serang.” Ucap Max.


“Tidak perlu menghubungi tuan muda kami bisa mengatasi kalian. Woy serang!” ucapnya yang memanggil teman-temannya.


Ternyata hanya ada mereka yang berada di kamar tersebut sedangkan yang lainnya sudah tidak ada lagi yang hidup. Dengan membaca situasi ia memohon ampun kepada Max setelah Max menembak 5 rekan lainnya yang tersisa itu.


“Baik tuan aku akan menelpon tuan muda Kevin,” ia mengambil ponselnya kemudian menelpon Kevin untuk memberitahukan situasinya namun tidak di angkat oleh Kevin.


“Tidak di angkat olehnya.” Ucap seseorang itu.


Max dengan cepat menembak kepalanya kemudian mengambil ponselnya untuk memberitahukan kepada Kevin.

__ADS_1


“Black Blue sudah lenyap atas akibat perbuatanmu sendiri, bersiaplah menunggu ajalmu.” Ucap Max dalam pensan tersebut.


__ADS_2