
Tara dan Tari merencanakan rencana selanjutnya dengan meminta bantuan beberapa orang-orangnya untuk menyiapkan bahan bakar bensin. Bensin itu digunakan untuk membesarkan api yang akan mereka nyalakan. Dan pilihan kedua adalah mensabotase listrik yang ada di restoran tersebut. Namun Jack megetahui hal itu, dengan cepat Jack mempersiapkan penyerangan terlebih dulu.
Tara memastikan untuk mengambil keputusan dengan mensabotase aliran listrik mereka. Itu adalah cara yang mudah dan juga tidak perlu repot mengerjakannya. Diskusi mereka di meja itu selesai dengan mengambil keputusan itu. Tara menelpon seseorang yang bisa membantunnya untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Semua rencana itu di dengar oleh Jack. Jack langsung bertindak untuk meminta bantuan Billy dan Max menyelesaikan semua masalah ini. Jack tidak ingin mengerjakan pekerjaan ini karena ingin selalu berada di dekat Caca selama di pesta bahkan dalam 24 jam di dekatnya. Mereka bertemu dengan mereka di toilet setelah Kenzo memberitahu mereka.
Charles sudah melaksanakan apa yang sudah dikatakan oleh Jack. Charles sudah mencari informasi tentang kedua wanita itu. Dia menemukan bahwa itu adalah Tara dan Tari. Charles segera mengirimkan informasi tersebut dengan cepat.Charles meminta bantuan seorang murid dari Billy Sandreas yang memiliki keahlian dari teknologi.
Suasana toilet pria sangat sunyi bahkan di depannya dibuat dengan tanda sedang rusak. Jack, Billy dan Max sudha berada di dalam ruangan dan sedang berdiskusi.
“Ada apa?” tanya Billy.
“Iya. Ada apa kau memanggil kami ke sini?” tanya Max.
“Baca ini.” Ucap Jack memberikan ponselnya untuk membuat mereka berdua membaca isi informasinya.
“Siapa dia?” tanya mereka berdua dengan penuh pertanyaan.
“Aku jarang berbicara tentang orang lain karena itu tidak penting apalagi soal wanita. Namun kali ini adalah hal yang berbeda.” Jawab Jack.
“To the point saja Jack.” Jawab Max dengan menganggukkan kepalanya.
“Yang berkucil satu adalah Tara dan yang berkucir dua adalah Tari. Mereka berdua adalah seorang mafia sekaligus pembisnis seperti kita. Tari menyukaiku sebagai Jimmy dan Tari menyukaiku sebagai kau, Billy.” Jawab Jack.
“Apa?” tanya Billy.
“Aku mau kalian membereskan mereka bedua dengan segera sebelum rencana mereka berdua berhasil untuk mengganggu pesta pernikahan Jimmy dan Siska. Bawa mereka berdua ke markas. Setelah itu aku akan menjelaskan semuanya setelah mengantarkan Caca kembali ke mansion. Kita bertemu di markas.” Jawab Jack.
“Baiklah.” Jawab Mereka bedua.
Mereka langsung keluar dari toilet untu melaksana hasil diskusinya. Jack kembali ke meja bersama dengan Caca. Max memburu Tara di pesta tersebut dengan bantuan Charles yang memberitahukan keberadaan Tara. Billy pergi memburu Tari dengan bantuan Charles juga. Mereka merencanakan untuk menculik Tara dan Tari ke markas tanpa sepengetahuan orang lain.
Tara berada di tempat arus tombol-tombol aliran listrik yang
berada di samping restoran untuk melihat kondisi sekitar sekaligus menunggu
__ADS_1
orang yang akan melaksanakan rencananya. Ternyata seseorang yang ditunggu
olehnya sudah di tangkap oleh orang-orang suruhan Charles yang sudah
mengetahuinya dengan CCTV.
Max langsung membius Tara dengan tisu yang sudah terisi dengan obat bius. Max biasa membawa tisur tersebut di dalam kantonnya yang di buat oleh dirinya sendiri untuk sebagai senjata melindungi diri atau senjata untuk melakukan pekerjaan mendadak seperti ini. Tisu bius itu selalu berguna untuk hal-hal mendadak seperti ini. Tidak ada orang yang melihat dirinya melakukan hal itu.
“Tisu bius ini memang selalu berguna untukku.” Ucap Max yang sudah membuat Tara tidak sadarkan diri.
Max menggeret tubut Tara dengan cepat untuk dimasukkan kedalam mobil tanpa dilihat banyak orang. Memberikan kabar kepada Billy untuk segera menyelesaikan pekerjaannya juga. Max mengikat kaki dan tangan Tara dengan tali yang berada di dalam mobil dirinya. Max melihat kebelakang dan
menunggu Billy melaksanakan tugasnya.
Billy dengan menggunakan keahlian dirinya untuk menggoda wanita dengan mudah. Hal itu juga yang dilakukan oleh dirinya untuk menangkap Tari. Billy berpura-pura untuk berkenalan dengan dirinya dengan mengambil bir yang sedang dibawa oleh Tari.
“Bisa aku meminta bir yang kau bawa?” tanya Billy.
“Tentu saja tuan.” Jawab Tari yang tersenyum.
“Tuan bisa saja. Saya hanyalah seorang gadis pelayan.” Jawab Tari.
“Baru kali ini tuan Billy mendekatiku sangat dekat dan sepertinya dia benar-benar tidak mengenaliku.” Jawab Tari dalam hatinya.
“Bagaimana jika kita mengobrol di luar acara gedung acara ini?” tanya Billy mengajak Tari.
“Tapi saya masih bekerja. Saya takut akan dimarah oleh bos saya.” Jawab Tari berpura-pura.
“Tentu saja aku mau karena ini adalah kemauanku.” Jawab Tari dalam hati.
“Tidak apa-apa. Masih banyak pelayan yang ada di pesta ini. Tidak ada yang menyadarimu menghilang dari pesta ini.” Jawab Billy langsung menggenggam tangan Tari dan menariknya pergi keluar dari pesta mendekati mobil Max.
“Tuan kita akan kemana?” tanya Tari berpura-pura.
“Untuk pertama kalinya dia menggenggam tanganku. Jantungku berdebar sangat kencang.” Jawab Tari dalam hatinya saat ditarik oleh Billy keluar berjalan.
__ADS_1
Billy menyandarkan tubuh Tari di samping mobil Max dan mencoba mendekatkan dirinya dari hadapannya seperti ingin mencium. Tapi ternyata Billy ingin memukul leher Tari sehingga membuat Tari pingsan.
“Kau!” sebut Tari yang sudah hampir tidak sadarkan diri.
“Wanita iblis.” Jawab Billy dengan pelan lalu Tari tidak sadar diri.
Billy langsung memasukkan Tari kedalam mobil bersama dengan Tara yang sudah ada di dalam. Mengikat kaki dan tangannya menggunakan Tali yang sudah diberikan oleh Max.
“Kau terlalu lama.” Ucap Max memberikan tali kepada Billy.
“Dan kau selalu cepat dengan bantuan obat-obatanmu.” Jawab Billy yang sedang mengikat.
“Itulah keahlianku.” Jawab Max melihat kebelakang.
“Dan keahlianku dengan kekerasan.” Jawab Billy.
“Sudah cepat selesaikan dan naik di depan.” Jawab Max.
Billy selesai mengikat langsung menutup pintu belakang mobil. Masuk ke dalam mobil duduk di depan bersama dengan Max. Max menghidupkan mobil, merekapun pergi meninggalkan pesta menuju markas.
Di pesta masih berlangsung acara dan akan segera selesai karena sudah tidak ada lagi acara lainnya. Lauren melihat semua sisi tempat acara namun tidak menemukan sosok yang sedang dicarinya yaitu Billy. Lauren tidak berani menanyakan hal lainnya kepada siapapun dan bergabung dengan Katie dan Andrew yang sedang duduk di meja.
“Kenapa lama sekali?” tanya Caca kepada Jack.
“Tadi ke toilet sebentar mylotus. Aku tidak akan kemana-mana. Apakah mau aku ambilkan makanan lagi?” tanya Jack.
“Tidak ini sudah cukup, lagian Deni, Meriska dan Bagas sudah membawakanku salad buah. Tuh sudah habis.” Jawab Caca.
“Baru saja aku tinggalkan sebentar kau sudah menghabiskan sebanyak itu mylotus?” jawab Jack.
“Kau sudah berada didalam toilet 20 menit hampir setengah jam.” Jawab Caca cemberut.
Jack membelai kepala Caca dan tersenyum melihat Caca yang sedang mengambek.
“Hahhaa. Cemberutmu itu sangat imut. Makanlah sebanyak yang kau mau mylotus.” Jawab Jack tersenyum.
__ADS_1