
*** Up seterus insyallah akan lebih ditambahi panjang disetiap episode ya\,**
sesuai permintaan para pembaca\, hehehheh.********
Nama : Jimmy Sandreas
Umur : 27 tahun
Tinggi/berat badan : 185cm
Sifat : Ramah, baik , penyayang
dan setia
Pukul 06.00 Am semua pekerjaan Caca di rumah selesai, ia pun bergegas untuk membersihkan diri dan bersiap untuk berangkat kerja ke lestoran Italia yang baru saja tiga bulan itu ia terima. Karena jadwal kuliahnya sudah tidak ada lagi hanya tinggal beberapa bimbingan untuk menyelesaikan tesis yaitu tugas akhirnya saja. Karena hal itu waktu luang yang di miliki sangat banyak maka ia isi dengan bekerja di lestoran Italia itu di shiff pagi sampai pukul 12.00 siang. Sehingga setelah itu ia bisa melanjutkan perkuliahannya untuk mengerjakan tesis di perpustakaan.
Selain waktu yang sesuai dengan Caca, tempat restoran Italia itu juga tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Caca saat ini. Untuk menuju ke restoran Italia itu hanya membutuhkan waktu setengah jam saja menggunakan sepeda yang di kendari Caca. Hal itulah yang membuat Caca sangat beruntung menurut dirinya, karena Allah telah memberikan kemudahan bagi dirinya untuk bertahan hidup di negara orang. Jika hanya mengandalkan dana beasiswa yang ia terima untuk melanjutkan studinya di negara ini tidak akan cukup untuk kebutuhan sehari-harinya. Beasiswa itu hanya cukup untuk membayarkan uang kuliahnya dan juga membantu sedikit biaya yang harus di keluarkan untuk kebutuhan tugas-tugas kuliahnya. Maka dari itu Caca mencari pekerjaan untuk membiayai kehidupan sehari-harinya di Negara orang lain.
Caca merupakan sosok gadis yang sudah mandiri, ulet, ceria, bertanggung jawab, ramah dan juga sangat baik untuk menolong orang-orang sekitar tanpa meminta imbalan.
*****
Sementara di mansion Jack, Jack sudah rapi di dalam kamarnya kemudian bergegas untuk pergi ke kantor pagi ini. Memberitahu Jimmy untuk bisa mengatur waktunya di kantor dan meluangkan waktu agar dapat berjumpa
dengan Caca. Ia pun keluar dari kamar dan menuju ke meja makan untuk makan bersama anak-anaknya kemudian mengantar mereka kesekolah sebelum pergi ke kantor.
“Moning Prince and Princess Dady” seru Jack kepada kedua anaknya sambil mencium kening Bella namun
tidak dengan Kenzo karena ia tidak menyukai itu.
“Morning Dady” jawab Bella sambil tersenyum
“Bagaimana dengan luka mu Kenzo? Apa perlu memanggil uncle Max ke mari?” tanya Jack pada Kenzo
tentang luka Kenzo yang ia lupa tanyakan tadi malam.
“I’am Fine, luka ku sudah di rawat oleh bunda Caca jadi tidak perlu memanggil Uncle Max” jawab Kenzo
“Kau yakin?”
“Iya” sambil mengunyah roti Kenzo menjawab singkat sang dady
“Kakak Ken, kemarin ke mana saja? Apakah kak di culik orang jahat?” tanya Bella pada Kenzo
“.............”
Kenzo menjelaskan dengan singkat kepada Bella tentang apa yang terjadi padanya kemarin
“Benarkah? Kenapa memanggilnya bunda Caca?”
__ADS_1
“Karena dia calon ibu untuk kita” ucap Kenzo dengan santainya
Sementara Jack, Deni dan Billy menghentikan aktifitas di meja makan itu dan langsung menatap
Kenzo bersamaan. Dan tak lupa Jack yang tersedak makanan yang ia makan ketika mendengar itu.
“Benar kah kak Ken?” tanya Bella dengan polosnya
“Kenapa kalian semua memandangi ku seperti itu, aku pastikan dia jadi ibu ku dan Bella. Dan
aku yakin dady bakalan menerimanya” jelas Kenzo dengan santai
“Kapan Bella boleh berjumpa dengannya kak Ken?”
“Secepatnya”
Jack yang hanya diam saja melihat percakapan kedua anaknya. Sementara Deni dan Billy tertawa
dan menggoda Jack. Dan kedua anak kembar itu melanjutkan sarapan paginya.
“Wah, Uncle dukung kamu Ken, walaupun uncle Billy belum pernah berjumpa dengannya tapi aku percaya
pilihan mu Ken. Tidak seperti dady mu yang tidak pernah mau dekat dengan wanita manapun.hahhahahhahahahha.....” ucap Billy sambil tertawa menggoda Jack
“Berani taruhan, kalau Jack bakalan bisa sembuh OCD nya atau malah kumat OCD nya ketika jumpa
dengan Caca itu ?” ucap Deni pada Billy
“Maka aku sebaliknya. Kalau kau kalah dari ku, kau harus memberikan pistol kesayangan mu
itu pada ku” seru Deni
“Kau yakin?”
“Iya”
“Sebaliknya jika kau kalah, kau harus bantu aku membinasakan salah satu geng mafia di Italia. Hahahha “
“Kau........? Baiklah jika di izinkan pergi oleh bos kita. Hahahhahaha” ucap Deni sambil melirik Jack yang hanya diam dan makan dengan santai seperti tidak mendengarkan pembicaraan orang-oranng yang ada di meja makan
“Oke deal” ucap Billy sambil mengulurkan tangannya kepada Deni
“Oke”
“Sekarang waktunya kita berangkat kan Dady?” Seru Kenzo kepada Jack untuk segera mengantarnya ke
sekolah.
Mereka pun bergegas untuk pergi ke sekolah. Dengan Riki sebagai supir pribadi Jack dan beberapa bodyguard yang mengikuti mereka dari belakang. Setelah sampai di sekolah, dua orang bodyguard pun turun
__ADS_1
sebagai pengawas Kenzo dan Bella. Hal itu di lakukan oleh Jack agar anak-anaknya aman.
Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kantor. Setelah sampai ke kantor Jack langsung ke
ruangan Jimmy dan memerintahkan agar dapat berjumpa dengan Caca. Sudah hampir seminggu Jimmy menginap di kantor dan tidak kembali ke Mansion.
“Jimmy di mana kau?” seru Jack setelah membuka ruang kantor Jimmy yang mencari keberadaannya
“Ada apa Jack,tidak seperti biasanya kau datang sepagi ini?” Jimmy yang sedang berkaca
memakai dasi di baju kemejanya.
“Aku sudah mengirim nomor telephone pada mu. Hubungin wanita itu dan ajak ketemuan dengan ku hari
ini.”
“What wanita? Sejak kapan kau mau bermain dengan wanita Jack?” Jawab Jimmy
“ Dia menyelamatkan Kenzo dari penculikan. Bilang padanya sebagai ucapan terimakasih telah
menyelamatkan Kenzo” jawab Jack dan memberikan alasan pada wanita itu untuk berjumpa dengannya.
“Kapan Kenzo di culik?”
“Ku serahkan pada mu juga untuk atur waktu ku hari ini dengan pekerjaan kantor” perintah Jack tanpa
menjawab pertanyaan Jimmy dan sambil menuju ke pintu untuk pergi dari ruangan Jimmy dan menuju ke ruangnya.
“Dasar bos dingin dan sombong, seenaknya saja datang lalu memerintah tanpa menjawab pertanyaan
ku. Dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah” gumam Jimmy
Setelah Jack pergi Jimmy pun segera menghubungi nomor yang telah di kirim Jack padanya. Namun ia
tidak asing dengan nomor tersebut.
“Seperti pernah mengenal dengan nomor ini?” gumam Jimmy pada dirinya sendiri.
Jangan lupa dukung penulis dengan memberikan Bintang 5,
Like, Koment dan Vote.
Jika
Ada kesamaan tempat, nama dan kejadian hal tersebut Tanpa sengaja Author. Dan
maaf kalau ada typo.
Salam
__ADS_1
Literasi dan Salam Pembaca dari W. Jangan
lupa senyum hari ini