
Beberapa menit kemudian mereka tiba di restoran mewah bintang 5 yang dimiliki oleh Jack di samping hotel kelas atas miliki sandreas. Riki mmberhentikan mobil yang ia kemudi kemudian turun dari mobil untuk membukakan pintu untuk majikannya.
“Tuan kita sudah sampai,” ucap Riki kepada Jack yang membukakan pintu mobil mewah Jack.
Jack yang terlebih dahulu turun dari mobil kemudian mengajak Caca keluar dari mobilnya dengan mengulurkan tangannya dan menyuruh Caca untuk merangkul tangan kirinya. Mereka berdua berjalan memasuki pintu restoran.
Para koki dan pelayan restoran itu berbaris menyambut kedatangan Jack dan Caca.
“Selamat datang tuan Jack dan nona Caca, silahkan masuk.” Ucap seorang manajer restoran dan semua orang yang berbaris itu membungkukkan badannya.
Caca yang terlihat bingung dengan kondisi ini membisikkan Jack untuk mempertanyakannya.
“Kenapa kau melakukan semua ini?” tanya Caca.
“Untuk membahagiakan istriku.” Jawab Jack.
“Silahkan duduk tuan,” ucap manajer restoran yang menarik kursi untuk Jack dan Caca di bantu pelayan lainnya.
“Jadi itu istri dari bos besar?” bisik seseorang.
Semua orang yang menyaksikan kedatangan Jack dan Caca sangat heran dengan tindakkan Jack yang memilih Caca sebagai istrinya. Karena selama ini Jack tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun bahkan dia sangat jarang datang ke restoran ini kecuali bersama dengan 4 serangkai itu.
Dan saat itu juga restoran di tutup untuk umum karena khusus menyambut kedatangan Jack dan Caca. Dan hal itu lagi-lagi membuat Caca bingung dengan tindakan Jack.
“Hidangkan semua menu yang paling enak.” Ucap Jack.
“Baik tuan,” jawab manajer restoran.
“Tunggu,” jawab Caca.
“Iya nona,” jawab manajer.
“Boleh aku lihat menunya dulu,” jawab Caca.
“Berikan padanya.” Ucap Jack.
“Ini nyoya.” Manajer itu memberikan menu makanan restoran.
“Gilak ini mahal-mahal sekali untuk 1 porsi makanan saja.” Ucap Caca dalam hatinya.
“Pilih saja jangan fikirkan harga.” Ucap Jack yang mengetahui isi fikiran istrinya.
__ADS_1
“Padahal suaminya yang memiliki tempat ini, ngapain lagi harus mikir akan pesan apa.” Ucap seseorang pelayan dalam hatinnya dan tidak berani mengucapkannya karena mengetahui bagaimana sifat Jack.
“Baiklah daripada kau akan memesan semuanya dan mubazir. Aku pesan…..” ucap Caca.
“Ternyata istri tuan Jack sangat rendah hati. Aku salah beranggapan.” Ucap seseorang dalam hatinya yang tadi mengejek Caca.
“Baik nyoya semuanya sudah saya catat. Mohon tunggu sebentar.” Jawabnya.
Mereka semua meninggalkan Jack dan Caca. Kemudian seorang pelayan datang membawa bucket bunga mawar yang di berikan kepada Caca.
“Ini dari tuan Jack,” ucap pelayan yang membawa bunga itu.
Caca menerimannya dan tersenyum ke arah Jack mempertanyakan ada apa. Sedangkan Jack hanya membalas senyuman. Setelah itu datang sebuah grup pemusik yang memainkan instrument lagu romantic. Jack dan Caca menikmatinya. Kemudian makanan yang di pesannya datang.
Saat para koki yang berada di dapur menerima pesanan yang di bawa oleh manajer dan pelayan restoran mereka sangat kaget dengan menu yang di pilih. Menu makanan yang dipilih oleh Caca semuanya adalah menu makanan dengan harga yang paling murah.
Menu yang di pilih Caca juga hanya sedikit yaitu hanya 5 menu saja dengan 2 minum yang di pesannya. Semua orang di buat bingung dengan permintaan istri bos besar mereka. Mereka semua mempertanyakan hal ini hingga seorang pelayan tadi menjelaskan.
Pelayan itu menjelaskan dengan sangat singkat tentang apa yang dia fikirkan di awal yang sudah merendahkan Caca kemudian memiliki pemikiran yang salah karena Caca adalah wanita yang baik dan merupakan cocok untuk mendampingi bos mereka dengan sifat yang seperti itu.
“Wajar saja singa bisa tunduk padanya.”
“Iya dia memiliki hal yang tidak bisa di katakana oleh kata, mungkin karena sifat lembutnya itulah yang membuat bos Jack bisa tunduk dengannya.”
“Semoga, hahahahha.”
Mereka menilai Jack dan Caca adalah pasangan yang sangat cocok agar Jack bisa menjadi lembut seperti istrinya. Seperti api yang harus di padamkan dengan air.
Meja yang dekat dengan kaca restoran memperlihatkan suasana kota dengan lampu-lampu yang terang menghiasi malam itu. Lilin yang menyala di atas meja dengan bunga mawar dan makanan sebagai hidangannya.
Alunan music menjadi pelengkap suasana tenang, damai dan seromantis itu untuk sang pendengar. Caca meneteskan air matanya karena sangat terharu, Jack berjalan untuk menghapus air mata yang di keluarkan oleh Caca.
“Mengapa kau menangis?” tanya Jack yang menghapus air mata Caca dengan sapu tangannya.
“Kenapa kau melakuka semua ini?” tanya Caca.
“Kita sudah lama menikah tapi tidak pernah melakukan dinner romantis. Aku hanya ingin melakukan hal yang sama seperti pasangan yang lainnya.” Jawab Jack.
“Terimakasih,” ucap Caca kemudian memeluk Jack.
“Jadi kau menangis karena terharu? Aku kira aku melakukan hal yang salah.” Tanya
__ADS_1
Jack.
“Tidak, ini sudah lebih dari cukup.” Jawab Caca.
“Jadi sekarang kau sudah mencintaiku?” tanya Jack.
“Mengapa tidak ada pengunjung lain?” tanya Caca yang melepaskan pelukkannya dan tidak ingin menjawab pertanyaan Jack.
“Ini restoranku jadi mala mini khusus untuk kita berdua saja. Lalu jawabanmu?” Jawab Jack kemudian bertanya kembali.
“Beri aku waktu lagi Jack.” Jawab Caca.
“Baiklah istriku.” Ucap Jack kemudian mencium kening Caca dengan lembut.
“Suka sekali melakukannya di depan umum.” Jawab Caca.
“Biar saja, sudah ayo kita makan dulu.” Ucap Jack.
Mereka berdua menikmati makan malam dengan alunan musik dan suasana tempat yang romantic. Caca yang mudah tersentuh dengan hal-hal kecil membuatnya tersipu
malu melihat kelakuan Jack. Sebentar-sebentar menyebalkan dan sebentar-sebentar menyenangkan walaupun selalu melakukan sesuka hatinya.
Caca yang menikmati makanannya sesekali menatap wajah Jack dengan intens dan hal itu di rasakan oleh Jack.
“Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Jack.
“Karena suamiku terlalu tampan dan baik hati. Mungkin jika wanita lain yang diperlakukan seperti ini akan sangat mencintaimu.” Jawab Caca.
“Dan wanita itu adalah kau.” Jawab Jack dengan singkat.
“Aku katakan jika wanita lain bukan aku Jack.” Jawab Caca.
“Tapi saat ini kau yang sedang bersamaku, bukan kah sudah terbukti bahwa kau sudah mencintaiku.” Jawab Jack dengan menggoda Caca.
“Entalah berbicara denganmu selalu kalah.” Jawab Caca.
“Aku akan menunggu kau siap mengatakan cinta padaku dengan jelas walaupun saat ini kau masih belum bisa mengakuinnya.” Jawab Jack kemudian mengedipkan matanya.
“Benarkah? Tapi aku tidak merasakan hal itu?” ucap Caca.
“Tentu. Hehehe.” Jawab Jack kemudian tertawa.
__ADS_1
Saat mereka sedang menikmati makanan hingga selesai ternyata ada keributan di luar pintu restoran. Hal itu membuat Jack terganggu atas keributan itu. Sepasang kekasih yang ingin makan malam di restoran itu di cegah oleh manajer restoran untuk tidak bisa masuk karena restoran sedang tutup. Namun pria yang bersama wanita itu masih saja memaksa untuk masuk kedalam.