
Acara pernikahan Jimmy dan Siska berjalan dengan sangat baik tanpa ada gangguan apapun yang dapat menhancurkannya. Semua orang sangat menikmati setiap acara dan hidangan yang sudah di sediakan. Waktu terus berjalan dengan cepat hingga malam hari. Pesta pernikahan ini juga segera berakhir, semua orang sudah berpulanga satu persatu. Hanya tersisa keluarga Sandreas dan juga para pelayan yang sedang membereskan tempat acara.
Hadiah yang telah di bungkus dengan rapi dengan berbagai jenis penampilan dalam membungkusnya. Ada menggunakan kotak, tas atau bungkusan kado. Kado pernikahan Jimmy dan Siska yang cukup banyak bertumpuk-tumpuk di atas meja yang khusus untuk mengumpulkan kado pernikahan mereka.
Bukan hanya Jimmy dan Siska yang memancarkan wajah yang cukup bahagia pada malam hari ini, kedua keluarga mereka masing-masing juga sangat bahagia dengan adanya ikatan hubungan pernikahan ini. Mereka tertawa bahagia dalam beberapa obrolan saat berkumpul dengan posisi berdiri melingkari kado-kado yang di dapat pada malam itu.
Satu persatu keluarga Sandreas memberikan kado mereka secara pribadi. Jimmy dan Siska sangat bahagia dengan semua pemberian mereka. Dan terakhir yang belum memberikan kado pernikahan adalah Caca dan Jack.
“Di mana Max dan Billy?” tanya Jimmy yang tidak melihat mereka berdua di perkumpulan mereka.
Jimmy mewakili pertanyaan Lauren yang tidak melihat mereka berdua sejak tadi.
“Aku ada memberikan mereka tugas sedikit. Jangan fikirkan, sekarang dengarkan apa yang ingin dikatakan oleh mylotus.” Jawab Jack yang mengahlikan pembicaraan.
“Jimmy, Siska!” panggil Caca yang langsung merespond apa yang dimaksud oleh Jack untuk memberikan kado pernikahan untuk mereka berdua.
“Iya.” Jawab merek berdua dengan kompak.
“Untuk kalian, semoga kalian menyukainnya.” Jawab Caca yang memberikan dua lembar tiket bulan madu kepada Siska.
“Apa ini?” tanya Siska yang menerima dua lembar kertas itu dan membacanya bersama dengan Jimmy.
“Bali? Tiket bulan madu?” tanya Jimmy.
“Iya, kalian sudah harus pergi mengantarkan Nenek dan Kakek. Jadi tidak ada salahnya setelah itu melakukan bulan madu juga di Indonesia.” Jawab Caca tersenyum.
Siska mendekati Caca kemudian memeluknya dengan mengucapkan terimakasih.
“Terimakasih Ca. Dari semua kado penikahan, kado kalian yang paling aku sukai. Terimakasih mewujudkan salah satu impianku.” Ucap Siska dengan jelas dan memberikan rahasia kecil kepada Caca dengan membisikkannya dalam pelukkan itu.
“Baguslah jika kalian menyukainnya.” Jawab Caca.
“Terimakasih Jack, Caca. Sudah memberikan kami tiket ini.” Jawab Jimmy.
__ADS_1
“Dan kita selalu kalah dengan si tuan besar ini.” Jawab Deni bercanda dan membuat semua orang tertawa.
“Baiklah, sepertinya sudah malam. Kita harus segera kembali ke mansion. Dan kalian, selama menikmati malam pertama.” Jawab Jack yang menggoda Jimmy dengan memeluk Caca untuk segera meninggalkan tempat.
Jack, Caca, Bella dan Kenzo berjalan ke depan pintu keluar dan Riki sudah menunggu mereka di depan. Mereka masuk kedalam dan mobilnya melaju menuju mansion.
“Tidak perlu menunggu Max dan Billy. Lauren kita juga kembali ke mansion.” Jawab Katie.
“Iya bu.” Jawab Lauren.
“Kita juga.” Ucap Deni dengan melirik Meriska dan Meriska merespondnya dengan tersenyum.
“Abang Jimmy kami pamit.” Jawab Bagas.
Mereka semua berpisah, yang lainnya kembali ke mansion. Jimmy dan Siska beserta keluarga Siska kembali ke apartemen. Mereka akan melakukan perjalanan kembali ke Indonesia pada malam hari.
“Nenek, Kakek. Ayo kita kembali ke apartemen.” Jawab Jimmy.
Di dalam mobil Jack saat perjalanan pulang Kenzo dan Bella tertidur dalam pangkuan mereka berdua. Mungkin karena sudah terlalu lelah dan waktu sudah sangat tengah malam.
“Tidak apa-apa. Aku belum mengantuk.” Jawab Caca.
Posisi mereka berdua adalah di tengah dengan Kenzo dan Bella di pinggir pintu mobil sehingga bisa saja Caca menyandarkan kepalanya di bahu Jack. Saat mereka tiba di mansion, Jack mengangkat tubuh Bella sedangkan Riki mengangkat tubuh Kenzo. Mereka berdua membaringkan kedua anak itu di masing-masing kamarnya.
Caca sudah masuk kedalam kamarnya sendiri. Caca bergegas untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan piama. Caca membasuh wajah dan kakinya kemudian mengambil wudhu sebelum tidur seperti biasanya. Caca keluar dari kamar mandi dan mengambil piamanya di lemari bersama dengan piama Jack.
Piama Jack diletakkan ke atas kasur lalu Caca memakai piamanya sendiri di depan cermin. Saat dirinya memakai piama itu, Jack masuk ke dalam kamar dan melihat Caca yang sedang setengah tidak berbusana. Jack langsung memeluk Caca dari belakang dan melihat diri mereka di depan cermin.
“Kau mengkagetkan aku Jack. Pergilah membersihkan dirimu.” Jawab Caca yang melihat wajah Jack dengan memutar kepalanya ke atas.
“Biarkan aku sebentar memelukmu seperti ini.” Jawab Jack dengan menurunkan kepalanya di atas bahu Caca sebelah kanan.
Caca tidak menjawab dan hanya membiarkan Jack melakukan hal itu. Kecepatan detak jantung semakin cepat walaupun sudah terbiasa dengan keromantisan yang diberikan oleh Jack.
__ADS_1
“Lihat dirimu semakin kurus dan perutmu belum terlihat.” Jawab Jack yang bermaksud bahwa kehamilan Caca belum membentuk di perut.
“Tentu saja belum. Masih di umur yang muda.” Jawab Caca tertawa.
“Mylotus!” panggil Jack.
“Hubby.” Jawab Caca.
“Bagaimana jika besok kita ke rumah sakit untuk mengecek kehamilanmu.” Jawab Jack.
“Tapi..” jawab Caca yang masih takut untuk datang ke rumah sakit.
“Jangan takut. Aku akan selalu menemanimu.” Jawab Jack yang sedang merayu Caca dengan mencium pipi kanannya.
“Hmm, baiklah. Takut tidak takut semua ini demi calon anak kita. Aku harus berani menghadapinya.” Jawab Caca menghelang napasnya.
“Terimakasih sudah menerimaku dan mengandung anakku. Aku janji akan memberikan yang terbaik untuk mejaga kalian. Jadi katakana saja apapun keinginanmu bahkan ketika kau lelah dan merasa sakit saat mengandungnya.” Jawab
Jack.
“Terimakasih hubby. Aku hanya berharap kau akan sabar menghadapi tingkahlaku diriku yang mungkin akan berubah-ubah bahkan tidak akan pernah kau sangka-sangka jika itu adalah aku. Cukup kau selalu bersama kami di setiap waktu, itu sudah cukup.” Jawab Caca.
“Baiklah. Aku akan melakukan yang terbaik.” Jawab Jack.
“Aku pegang janjinya. Jadi sekarang bisa lepaskan pelukkannya. Aku lelah berdiri.” Jawab Caca.
“Baiklah.” Jawab Jack mengangkat tubuh Caca dan meletakkanya di atas kasur.
“Hahaha. Ada-ada saja. Sudah pergi sana memberisihkan dirimu. Ambil piama itu.” Jawab Caca yang menunjukan piama yang ada di samping dirinya.
“Siap ratuku.” Jawab Jack.
Caca membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya karena memang sudah mengantuk dan terlalu lelah. Jack mengambil piama dirinya dan bergegas masuk ke dalam kamarmandi. Namun saat dirinya masuk, tiba-tiba ponselnya bordering dengan nama layar di ponsel adalah Max. Jack yang sudah membuka jas yang digunakanya terhenti karena menerima panggilan itu.
__ADS_1
Maaf readers, author semalam baru siap acara wisuda jadi hari ini telat up. Doakan ada waktu untuk mengkhayal dan mengetik tulisan cerita berikutnya lebih banyak agar up banyak besok. Jangan lupa selalu dukung
author.