I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Jack Terbangun


__ADS_3

Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.


“Bukankah kita semua mengetahui bahwa Jack pernah berkata bahwa di dalam taman hutan ini ada sebuah villa khusus untuk Jacob dan dirinya menenangkan fikiran?” ucap Deni.


“Benar,” ucap mereka bertiga.


“Walaupun kita semua tidak diizinkan kemari. Ayo kita ke sana!” ucap Deni.


“Ayo, aku juga ingin melihat seperti apa villa yang selama ini tidak di perbolehkan di lihat oleh orang lain.” Ucap Max.


“Seperti itulah sifat Jacob, tidak ingin diketahui siapapun tentang dirinya.” Ucap Billy.


“Penyendiri?” tanya Jimmy.


“Iya,” jawab mereka bertiga.


Mereka semua pergi menuju villa lalu masuk dengan gampang kedalam karena pintunya sudah rusak akibat dobrakkan Jacob.


“Kenapa pintunya rusak?” ucap Jimmy.


“Tentu saja karena Jacob,” jawab Billy.


“Kalian berhati-hatilah jangan sampai diketahui oleh Jacob.” Ucap Max.


“Kau bersiap-siap Den,” ucap Billy.


“Oke,” ucap Deni.


“Kita berpencar,” ucap Max.


“Baik,” jawab mereka bertiga.


Billy yang membuka pintu kamar di mana Jacob dan Caca tertidur pulas. Billy pun memanggil mereka semua untuk melihat apa yang dia lihat.


“Stttttt,” siulan Billy pada mereka bertiga.


Mereka pun datang lalu mereka terkejut saat membuka pintu kamar. Mereka melihat sebuah pemandangan yang tidak di percaya oleh mereka berempat.


“Yang aku lihat ini tidak mimpikan?” ucap Max.


“Aku juga melihatnya,” ucap Billy.


“Aku juga melihat mereka berdua di satu ranjang.”Ucap Deni.


“Ini tidak bisa di biarkan,” ucap Jimmy yang langsung masuk ke dalam kamar.


“Tunggu dulu!” ucap Billy sambil menghalangi Jimmy untuk masuk kedalam kamar.


“Kenapa lagi?” tanya Jimmy.

__ADS_1


“Kita tidak mengetahui siapakah yang sedang tertidur itu, Jacob apa Jack?” tanya Billy yang


menjelaskan.


“Masuk akal, karena  takut jika Jacob belum tertidur.” Jawab Max.


“Jadi apa yang harus kita lakukan, dengan melihat mereka seperti itu ?” tanya Jimmy.


Sementara mereka bertiga sedang berdiskusi soal Jacob atau Jack, Deni malah masuk dan


membangunkan tubuh Jack.


“Bos bangunlah,” ucap Deni yang membangunkan Jack dengan menepukkan tangannya ke badan Jack yang berbaring ke arah Caca dengan perlahan.


Jack yang mudah terbangun karena sentuhan, ia membuka matanya. Jack terkejut dengan melihat dirinya yang sedang di atas kasur bersama Caca.


“Apa yang terjadi?” tanya Jack.


“Lebih baik kita keluar terlebih dahulu jangan sampai membangunkan Caca.” Ucap Deni.


Ternyata yang bangun sekarang adalah Jack bukan Jacob. Jack pun mengikuti perintah Deni untuk keluar dari kamar. Sementara Jimmy, Max dan Billy yang masih berdebat dengan hal tadi terkejut dengan Jack yang terbangun.


“Ayo kita keluar semua,” ucap Deni yang mengejutkan mereka bertiga.


Jack yang duluan keluar dari kamar lalu di ikuti oleh Deni dan lainnya. Jimmy yang terakhir keluar dari kamar menutup pintu kamar dengan perlahan agar Caca tidak terbangun. Mereka semua duduk di ruang tamu villa tersebut.


“Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Yang aku ingat adalah kita ada di pesta dan aku kekamar untuk menenangkan diri karena Caca tidak menjawab lamaranku.” Tanya Jack sambil menjelaskan apa yang dia ingat sebelum dia tidak ingat sama sekali di tempat ini.


“Jacob? Maksudnya dia kembali?” tanya Jack.


“Iya, dia kembali.” Ucap Max.


“Kenapa dia mengambil ahli tubuhku sementara aku sedang tidak berperang atau dalam bahaya.” Ucap Jack.


“Itu juga yang ingin kami tanyakan padamu?” tanya Billy.


“Dan yang terpenting saat ini kenapa Jacob bisa tertidur di kasur yang sama dengan Caca?” tanya Jack.


“Itu juga yang ingin kami tanyakan?” tanya Max.


Semua sahabat-sahabat Jack dan Jack juga memiliki pertanyaan yang tidak dapat di jawab oleh mereka semua. Dan satu satunya jawaban yang ada adalah pada Jacob sendiri atau Caca.


“Coba ceritakan padaku awalnya dia mengambil ahli tubuh ku?” tanya Jack.


“Yang aku ketahui saat aku, Deni dan Billy mengikuti mu ke kamar untuk menghiburmu tapi yang Kami lihat saat sampai di kamar adalah kau yang sedang duduk di meja dengan tangan yang terluka.” Ucap Max sambil menunjukkan tangan Jack yang di perban.


“Lalu?” tanya Jack.


“Max mengobati mu namun kau tetap diam dengan tatapan kosong yang menyeramkan seperti saat Jacob terbangun.” Jawab Billy.


“Ceritakan dengan lengkap?” tanya Jack.

__ADS_1


“Setelah itu aku menyadari ada hal yang aneh dengan dirimu, dan feeling ku semakin kuat ketika kau berbicara pada Max dan pergi keluar.” Jawab Billy.


“Jadi kalian tidak mengetahui kenapa Jacob bisa mengambil ahli tubuhku sejak kapan. Namun saat kalian sudah sampai Jacob sudah hadir.” Jawab Jack.


“Iya,” jawab Deni.


“Lalu kami mengikuti kau keluar, kau mengkacaukan pesta lalu  pergi ke hutan. Aku dan Max mengikuti kau ke hutan dan melihat kau memeluk bahkan mencium Caca.” Jawab Billy.


“Apa?” ucap Jack dengan emosi dan terkejut.


“Saat itu kami tidak ingat bahwa itu adalah Jacob bukan kau jadi kami pergi meninggalkan kalian berdua. Dan setelah kami sampai di mansion dan berdiskusi tentang apa yang kami lihat, baru kami menyadari bahwa itu Jacob. Kami khawatir dengan keadaan Caca. Dan kami menyusul kalian sampai di sini, dan itulah kami melihat kalian di kasur berdua.” Jawab Billy.


“Baiklah, aku sudah mengerti jalan ceritanya. Sekarang biarkan aku berfikir, kalian kembalilah ke mansion.” Ucap Jack.


“Kau yakin?” tanya Max.


“Iya,” jawab Jack.


“Jack, ingat jangan macam-macam pada Caca. Jika itu terjadi akulah orang pertama yang akan memberimu pukulan.” Ucap Jimmy.


“Kenapa kau jadi seberani ini pada ku Jim?” tanya Jack.


“Karena Bagas sudah mempercayaiku untuk menjaga Caca dari dirimu,” jawab Jimmy spontan dengan ekspresi yang sedang emosi.


“Hahaha, jadi itulah yang kalian bisikkan saat itu?” tanya Jack.


“Iya,” jawab Jimmy dengan singkat.


“Tenanglah aku tidak akan pernah menyentuhnya sebelum halal. Dan aku juga tidak akan menyakiti dirinya.” Ucap Jack.


“Kau pegang janji mu sebagai lelaki.” Tekan Jimmy.


“Iya,” jawab Jack.


Billy, Max dan Deni hanya melihat mereka berdua berdebat. Padahal mereka tidak mengetahui mengapa mereka berdebat. Mereka hanya memilih dia dan memperhatikan saja.


Mereka semua pergi meninggalkan Jack dan Caca di Villa itu atas perintah Jack. Mereka pun berjalan menuju mansion. Saat berjalan menuju mansion mereka sedang berbincang apa yang sedang terjadi.


“Kau lihat ekspresi tadi?” tanya Deni.


“Jack saja tidak mengetahui apa yang sednag terjadi, apalagi kita?” tanya Deni lagi yang tidak mendapat jawaban dari Billy, Max dan Jimmy.


“Diamlah Den!” ucap Billy.


“Kenapa harus diam, kalian juga pasti ingin mengetahuinya juga kan? Sama seperti diriku?” tanya Deni.


“Lebih baik kita diam dan tutup mulut tentang kejadian malam ini agar selamat.” Ucap Max.


“Iya kau benar, daripada akan menjadi masalah kita sendiri.” Ucap Billy.


“Baiklah,” jawab Deni yang sudah mengetahui maksud Max dan Billy.

__ADS_1


Jimmy hanya diam karena khawatir tentang keadaan Caca. Dan mereka sampai di mansion langsung masuk ke kamar masing-masing.


__ADS_2