I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Tak terkendali


__ADS_3

Makan malam yang begitu romantis berakhir dengan pukulan Jack kepada Nick dan pukulan Nick ke wajah Caca. Caca yang hanya terdiam saja sejak keluar dari restoran hingga sampai di mansion. Sedangkan Jack masih meredakan emosinya kepada Nick dan selalu memperhatikan Caca yang sedang memegang pipinya saja.


Jack ingin sekali berbicara dan membuat Caca lebih baik lagi namun suasana yang terlihat bahwa Caca tidak ingin di ganggu membuat Jack mengurungkan niatnya. Jack sesekali menatap wajah Caca yang sedikit lebam dan kembali menyalahkan dirinya. Saat sampai di mansion Jack langsung memerintah Selly mengambil kotak P3K, handuk dan es batu untuk mengkompres wajah Caca.


“Selly siapkan kompresan dan kotak P3K ke kamar sekarang.” Ucap Jack pada Selly yang berdiri di depan pintu mansion.


“Baik tuan,” jawab Selly yang kemudian langsung membawa apa yang di minta oleh tuannya.


Caca yang langsung masuk ke dalam kamar tanpa berbicara sepata katapun. Saat Jack masuk mengikutin Caca saat itulah Jack mau mengeluarkan suaranya.


“Kenapa sejak tadi mendiamkan aku?” tanya Jack.


“Tidak apa-apa.” Jawab Caca.


“Kau marah padaku?” tanya Jack kepada Caca.


“Sudahlah jangan di bahas lagi.” Jawab Caca.


Suara ketukan pintu yang di ketuk oleh Selly untuk mengatarkan peralatan P3K yang di minta oleh Jack. Setelah diterima oleh Jack, Selly meninggalkan kamar Jack dan kembali kepada aktivitasnya.


“Kemarilah,” ucap Jack menarik tangan Caca untuk duduk di sofa yang berada di samping jendela kamar.


Caca yang ditarik tangannya begitu saja mengikuti perintah Jack dan tetap tidak berbicara sepata katapun. Jack meletakkan es batu ke dalam handuk kemudian mengkompreskannya ke pipi wajah Caca dengan perlahan.Caca sedikit kesakitan akibat kompresan es batu itu, namun mereka berdua saling menatap satu sama lain.


“Au..” ucap Caca yang merasa kesakitan.


“Tahan sebentar ya mylotus.” Ucap Jack yang menatap wajah Caca dengan begitu lembutnya.


“Bagaimana aku bisa marah. Melihat wajahnya yang tanpan ini hatiku luluh.” Ucap Caca dalam hatinya saat dirinya melihat Jack dengan perlahan mengkompres pipi kanannya dengan perlahan.


Selama lima menit Jack terus mengkompres Caca menggunakan es batu. Pada saat itu Caca sudah menolak dan menawarkan diri untuk mengkompresnya sendiri. Namun Jack tidak memperbolehkannya. Caca lagi-lagi kalah berdebat dan terpaksa mengalah dan mengikutin apa yang dikatakan oleh Jack.

__ADS_1


Jack membuka kotak P3K setelah selesai mengkompres pipi Caca dengan es batu yang di balut dengan handuk kecil. Jack mengambil obat luka memar kemudian mengambil kapas untuk meletakkan obat memernya ke kapas. Kemudian perlahan-lahan mengobati luka memar di pipi Caca.


“Aku akan pelan-pelan, mungkin ini akan sedikit perih.” Ucap Jack yang ingin memberikan obat memar di pipi Caca.


“….” Caca hanya mengaggukkan kepalanya.


“Tahanya,” ucap Jack yang sudah memberikan obat luka memar kemudian dengan lembut meniupnya perlahan-lahan.


Setelah selesai mengobatinya Caca memulai percakapan.


“Kenapa kau langsung memukul laki-laki itu?” tanya Caca.


“Dia menjelek-jelekkan istriku di hadapan wanita dan karyawan bahkan di depanku. Wajar aku memukulnya.” Jawab Jack.


“Kau selalu saja menggunakan kekerasan dan kekuasanmu itu yang membuatku marah.” Jawab Caca.


“Maaf,” jawab Jack yang menundukkan kepala melihat Caca dengan wajah seriusnya.


Caca menggeserkan dirinya mendekat ke arah Jack, mengangkat kepala Jack dengan kedua tangannya secara perlahan untuk mengahadap dirinya. Kemudian dengan tiba-tiba Caca memberikan sebuah ciuman ke kening kepala Jack.


“Jangan mengulangi hal yang sama lagi, aku mengetahui kau melakukan semua itu untukku tapi aku tidak menyukai cara mu yang kasar itu.” ucap Caca setelah memberikan ciuman itu.


Jack yang melototkan kedua matanya dengan sangat terkejut apa yang dilakukan Caca dengan cepat dirinya membalas ciuman itu setelah Caca selesai bebicara. Jack mencium pipi Caca yang lebam itu kemudian mengarah ke bibir mungil Caca.


Jack tidak bisa mengendalikan dirinya hingga ******* habis bibir Caca yang sangat mungil itu dan membuat Caca sulit bernapas karena terkejut. Caca mendorong badan Jack untuk menyadarkan Jack kemudian berlari masuk ke dalam kamar mandi.


“Jack berhenti,” ucap Caca yang mendorong badan Jack kemudian pergi berlari menuju kamar mandi.


“Aku masih saja belum bisa melakukan itu, sekujur tubuhku gemetaran.” Ucap Caca dari balik pintu kamar mandi.


“Sial! Lagi-lagi aku tidak bisa mengendalikan diriku.” Ucap Jack kemudian pergi mengetuk pintu kamar mandi.

__ADS_1


“Caca maaf aku tidak bisa mengendalikan diriku.” Ucap Jack dari luar pintu kamar mandi.


“Yang seharusnya meminta maaf adalah ku Jack, aku tidak belum bisa menjadi istri yang sempurna dalam melayanimu.” Ucap Caca dalam hatinya sambil mengeluarkan air matanya.


Jack yang tidak menerima jawab dari Caca terus berusaha untuk mengetuk pintunya. Sementara Caca menghidupkan air dari shower dan membuat dirinya basah dalam tangisan air yang jatuh tanpa mempedulikan Jack yang berusaha menggedorkan pintu dan terus meminta maaf.


Karena tidak menerima jawaban apapun, Jack khawatir dengan Caca. Biasanya walaupun Caca malu terhadap tindakkannya dia akan menjawab Jack namun kali ini tidak. Jack mencari kunci cadangan kamar mandinya kemudian membukanya. Jack melihat Caca yang sedang duduk di bawah air yang mengalir itu.


“Mengapa kau melakukan itu?” tanya Jack kemudian mengangkat tubuh Caca.


“Maaf, maafkan aku. Aku malu belum bisa …hiks…” jawab Caca yang memeluk Jack dengan tangisannya.


Jack mengetahui Caca tidak bisa melakukan itu karena trauma di masa lalu dan saat ini dirinya telah membuat tubuh Caca gemetaran seperti orang yang ketakutan.


“Maaf membuatmu takut, seharusnya kau tidak melakukan ini Ca.” Ucap Jack.


Jack mengangkat tubuh Caca dan mematikan air.


“Sekarang mandilah dengan benar atau kau akan masuk angina. Mengerti?” ucap Jack kepada Caca yang padahal tubuhnya juga sudah basah.


Caca menghentikan Jack yang ingin keluar dari kamar mandi.


“Kau juga mandi, aku akan di sana kau disini. Karena badanmu juga sudah basa.” Ucap Caca.


“Baiklah, aku tidak akan melihat mu mandi, sekarang kita mandi bersama dengan kau di sana dan aku di sini.” Ucap Jack menunjuk tempat bak mandi untuk Caca dan dia di tempat ia berdiri.


Caca mengaggukan kepalanya yang berarti menyetujui perkataan Jack. Mereka di kamar mandi itu mandi masing-masing dan setelah selesai mereka beranjak tidur. Namun Jack mengambil alat pengering rambut untuk mengeringkan rambut Caca.


“Kau akan masuk angina jika rambut mu dibiarkan basa,” ucap Jack yang mengeringkan rambut Caca.


Caca tidak melawan bahkan menjawab perilaku Jack kepadanya. Setelah selesai mereka kembali di posisi tidurnya. Caca dan Jack yang berbaring di atas tempat tidur dengan posisi sama-sama membelakangi. Caca masih memikirkan hal yang sudah dilakukan bahwa dirinya sudah dzolim kepada suaminya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2