Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Gara-gara baju ganti


__ADS_3

Pagi ini Ersya dan Div sudah bersiap-siap untuk cek out dari kamar hotel. Sekretaris Revan sudah menjemput mereka dengan membawakan baju ganti untuk Div dan Ersya.


"Ini pak bajunya!"


"Terimakasih, kamu boleh turun dulu, satu jam lagi kami akan menyusul!"


"Baik pak!"


Div tidak meminta sekretaris Revan untuk masuk ke dalam kamar karena Ersya hanya memakai baju mandi saja.


Div segera kembali ke dalam kamar dengan membawa dua setel baju yang sekretaris Revan ambil dari rumah.


"Ini bajumu, pakailah! Setelah ini aku akan mengantarmu menjemput Divia!" ucap Div sambil melempar baju Ersya, untung wanita itu memiliki reflek yang bagus hingga ia bisa dengan tepat menangkapnya baju itu. Mata Ersya terbelalak saat tangannya menemukan sesuatu di bagian baju itu, sebuah underwear dan bra miliknya.


Gila .....


"Mas ....!?"


Div yang sedang memakai bajunya begitu terkejut dengan teriakan Ersya,


"Apa lagi sih?"


"Mas ...., yang ngambil ini tadi siapa?"


"Sekretaris Revan!"


"Di rumah kita?"


"Hemmm! Ada apa?"


Dia tahu isi dalamanku .....


Melihat ekspresi Ersya yang hanya diam dengan mata melotot dan bibir menganga menjadikan Div begitu penasaran,


Apa yang salah ....?


"Ada apa sih?"


Div menghampiri Ersya dengan tangan yang masih sibuk mengancingkan kemejanya. Ia membungkukkan badannya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Ersya,


"Kamu kenapa?"


Buk buk buk


Ersya malah memukul tubuh Div bertubi-tubi,


"Aughhh aughhh ...., apa-apaan sih, sakit tahu!" keluh Div sambil menjauhkan tubuhnya dari Ersya.


"Kamu jahat banget sih mas!?"


Div mengerutkan keningnya, "Aku jahatnya di mana?"


"Kamu tahu kan kalau sekretaris Revan itu cowok, kenapa kamu biarin dia ambil ini di kamarku?" ucap Ersya sambil menunjukkan dua benda berharga itu. Kemudian melanjutkan kembali ucapannya saat melihat wajah Div yang masih bingung,


"Bagaimana kalau dia memikirkan macam-macam dengan tubuhku?" ucap Ersya sambil menutupi dadanya dengan kedua tangan.


Iya ...., kenapa aku nggak kepikiran ya tadi ....

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan Ersya, Div malah mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Naiklah, aku tunggu lima menit!"


Div kembali mematikan sambungan telponnya dan kembali menoleh pada Ersya yang ternyata sudah berlalu dan masuk ke dalam kamar ganti.


"Awas saja kalau dia sampai berani berpikir macam-macam!?" gumam Div sambil berjalan keluar kamar, ia menunggu seseorang di sama.


"Lima menit lebih dua puluh dua detik!" ucap Div sambil melihat j tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


Pria yang sedang ia panggil itu terlihat mengatur nafasnya, sepertinya dia baru saja berlari.


"Maafkan saya pak, saya salah!?"


"Lupakan! Ada kesalahan yang lebih besar dari ini!"


Wajah sekretaris Revan seketika pucat, ia memeriksa kembali apa saja yang ia lakukan hingga mempunya kesalahan besar.


Kesalahan apa ya?


Sekretaris Revan hanya bisa bertanya dalam hati, melihat wajah serius dari atasannya sudah cukup membuat nyalinya menciut.


"Siapa yang mengambil baju istri saya tadi?"


Sekertaris Revan seperti nya sedang menimang jawaban yang tepat, menjawab dengan jujur atau sedikit berbohong.


Sedikit berbohong tidak pa pa kali ya ....


"Saya sendiri pak!"


Wajah Div bertambah menakutkan mendengarkan ucapan sekretaris Revan,


Sekretaris Revan hanya terbelalak, ia tidak tahu jika jawabannya salah.


"Lain kali minta pelayan perempuan untuk mengambilkan apa saja milik istri saya, mengerti!?"


"Baik pak!"


Itu yang bisa sekretaris Revan jawab, walaupun sebenarnya ia masih ingin bicara tapi terlambat karena Div sudah masuk kembali ke dalam kamarnya dan menutup pintu itu dengan begitu rapat.


"Aku kira pak Div akan marah gara-gara aku menyuruh orang lain untuk mengambil baju bu Ersya, ternyata salah! Pak Div benar-benar jadi bucin akut ya sekarang!?" gumam sekretaris Revan sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Pasalnya semenjak bekerja dengan Div lima tahun yang lalu, ia belum pernah melihat bos nya itu sepeduli itu pada orang lain selain pada Divia. Bahkan dengan ibu kandungnya sendiri, dia tidak pernah menjenguknya jika tidak karena wanita yang melahirkannya itu sakit dan meminta polisi untuk menghubungi Div.


Ersya yang selesai mengganti pakaiannya, melihat Div dari luar. Ia mengerutkan keningnya, seingatnya suaminya itu belum selesai memakai bajunya,


"Dari mana?"


"Depan!?" jawab Div singkat, ia pun berjalan melewati Ersya begitu saja dan melanjutkan memakai dasi.


Aku bantu nggak pa pa kali ya ....


Ersya pun mendekati suaminya itu, "Sini aku bantu!"


Ersya meraih dasi Div, "Menunduklah, tubuhmu terlalu tinggi!"


Div melakukan apa yang di perintahkan oleh Ersya, ia menundukkan kepalanya dan Ersya mengalungkan benda kecil dan panjang itu. Wajah Ersya begitu dekat, Div tersenyum melihat wajah serius istrinya saat memakaikan dasi Ersya.

__ADS_1


Dia lucu sekali ...., tapi kenapa jantungku selalu berdebar begini sih ....


Div berusaha mengabaikan perasaannya, tapi ternyata tidak bisa. Setiap kali melihat wajah itu, jantungnya seperti bekerja lebih keras. Saat capek hal yang pertama kali ingin ia lihat adalah wajah itu, entah kenapa saat melihat wajah istrinya itu seketika rasa capeknya menghilang.


...Ada hal yang luar biasa yang tidak pernah aku sadari kedatangannya dan aku sangat menikmatinya...


"Sudah selesai!"


Ucapan Ersya seketika menyadarkannya, ada sesuatu yang ingin ia lakukan saat ini.


Srekkkk


Div kembali menarik pinggang Ersya saat wanita itu hendak menjauh.


Cup


Bibirnya mendarat di bibir Ersya, kali ini rasanya berbeda. Tidak ada nafsu, Ersya merasakan kelembutan dalam ciuman Div kali ini.


Kenapa jantungku berdetak? Kenapa Div begitu lembut, seperti dia benar-benar mencintaiku? Bukan ciuman yang menuntut ....


Div menjauhkan bibirnya dan mengusap bibir Ersya yang basah,


"Aku mau ini jadi kebiasaan setiap pagi sebelum aku berangkat kerja!?"


Ternyata ...., dia ada maunya .....


"Hahhhh?"


"Ya, ini akan aku masukkan dalam draft peraturan pernikahan kita!?"


"Kamu selalu memerasku, kenapa semua aturan semuanya menguntungkanmu?!" gerutu Ersya.


"Lagian kan kamu punya gaji besar dari ku, jadi kau selaku bos bebas menentukan apa saja yang aku mau!"


Dia benar-benar diktaktor ...., pemaksa, jahat banget jadi orang ....


Sebuah ponsel berdering dengan nada dering lagu berjudul Nothing's Gonna Change My Love For You milik George Benson


...'Nothing's gonna change my love for you...


...You oughta know by now how much I love you...


...One thing you can be sure of...


...I'll never ask for more than your love'...


Ersya dengan cepat mencari benda pipih miliknya itu, ia sengaja membedakan nada dering miliknya dengan milik Div agar tidak tertukar. Hp mereka sama persis membuatnya sering tertukar, entah itu di sengaja atau tidak. Mereka selalu meributkan hal itu, Div selalu mengotak-atik ponselnya tanpa sepengetahuan Ersya.


...Mau tahu sejauh apa kamu akan mencintai seseorang, yaitu sejauh kita bisa membuatnya bahagia dengan cara kita sendiri...


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2