Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (61. Kim sakit)


__ADS_3

Divia masih tidak menyerah, setelah dari kampus ia sudah siap-siap untuk pergi, Yura yang melihatnya segera menghentikan langkah Divia.


"Mau kemana Vi?"


"Aku harus menemui Kim, kamu tahu dia marah padaku gara-gara aku tidak jujur tentang keluargaku!"


"Seharusnya aku sudah curiga sejak awal kalau kamu bukan dari keluarga sembarangan!"


"Apa sih Yura, keluarga ku biasa aja!"


"Mana ada biasa saja, kamu tahu anting yang kamu berikan padaku, itu anting mahal."


"Oke, tapi jangan bicarakan ini sama siapapun ya, tetap anggap aku sebagai Vi yang biasanya!"


"Siap!"


"Oh iya, bagiamana dengan Lee?"


"Pria dingin itu? Ada apa dengannya?"


Jadi Lee belum mengajak yura makan malam? Keterlaluan ....


"Baiklah, jangan khawatir aku akan membereskannya!"


"apa?"


"Ada deh!"


"Kalau kamu ke tempat Mr Kim, bagaimana dengan tempat magang kita?"


"Bagaimana kalau kamu cari sendiri dulu, nanti kalau sudah ketemu ajak aku!"


"Kamu ini, benar-benar ya!"


Divia tidak peduli dengan omelannya Yura. Ia harus membuat Kim memaafkannya, tapi baru beberapa langkah meninggalkan Yura tiba-tiba ponselnya berdering dan itu dari Lee,


"Panjang umur sekali orang ini!" gumamnya dan langsung menjawab telpon nya.


"Iya Lee, ada apa?"


"Maaf nona menggangu anda, tapi saat ini Mr Kim sedang di rumah sakit?"


"Rumah sakit? Ada apa?"


"Mr Kim tadi tiba-tiba pingsan!"


"Baiklah aku akan ke sana!"


Yura yang melihat wajah panik Divia kembali menghampirinya,

__ADS_1


"Ada apa Vi, siapa yang di rumah sakit?"


"Kim, Yura, Kim di bawa ke rumah sakit!"


"Baiklah aku itu kamu!"


Yura pun akhirnya mengikuti Divia pergi ke rumah sakit.


"Sabarlah Vi, aku yakin tidak akan terjadi apa-apa, Mr Kim orang yang kuat!" sepanjang jalan Yura terus menghibur Divia,


"Semoga!"


Akhirnya bus yang di tumpangi Divia dan Yura sampai juga di depan rumah sakit. Divia segara menghubungi Lee dan menanyakan di mana mereka.


Saat mereka masuk ke gedung rumah sakit, Lee langsung menyambutnya,


"Bagaimana keadaan Kim, Lee?" Divia begitu khawatir.


"Dokter tengah memeriksanya, mari saya antar nona!"


Lee pun mengantar Divia ke tempat di mana Kim di rawat, tepat saat mereka sampai di depan ruangan itu terlihat dokter keluar dari ruangan. Divia dengan cepat menghampiri dokter, kalau tidak salah itu adalah dokter yang sama yang memeriksa Divia beberapa hari lalu.


"Dok, bagaimana keadaan Kim?"


Dokter tersenyum melihat Divia yang terlihat begitu mengkhawatirkan Kim,


"Bagaimana bisa pingsan dok? Bukankah Kim rajin berolah raga? Apa ada yang serius dengan kesehatannya?"


"Tidak nona, hanya saja sepertinya ia tidak istirahat beberapa hari, makannya juga tidak teratur membuat asam lambungnya naik. Ia juga hampir saja mengakali dehidrasi, asupan air yang masuk ke dalam tubuhnya sangat kurang!"


"Jadi tidak ada penyakit yang serius?"


"Semua masa sulitnya sudah terlewat, Mr Kim akan kembali sadar setelah satu jam ke depan!"


"Boleh saya melihatnya!"


"Silahkan!"


Divia pun tanpa permisi menerobos tubuh dokter begitu saja dan masuk ke dalam ruangan. Yura pun segera menyusul Divia setelah meminta ijin pada dokter.


Kini di luar ruangan itu tinggal dokter dan Lee,


"Mr Lee, sepertinya Mr Kim begitu menyayangi gadis itu, bahkan saat ia tidak sadar pun ia terus memanggil nama nona itu!"


"Saya tahu dok, Mr Kim kurang istirahat juga karena terlalu memikirkan nona Vi!"


"Begitu ya, ini benar-benar cinta ternyata! Lalu kapan Mr Lee akan mengejar cinta anda!"


"Dokter!?"

__ADS_1


"Teman nona itu juga lumayan!"


"Sebaiknya dokter memeriksa pasien anda yang lain dari pada mengurusi urusan yang tidak penting!"


"Baiklah, saya mengerti. Kalau begitu saya permisi!"


Kini Divia sudah duduk di kursi kecil yang ada di samping ranjang Kim, pria gagah itu terlihat pucat dengan slang infus yang menempel di tangannya.


"Vi, aku menunggumu di luar ya, kalau ada sesuatu kamu bisa hubungi aku!"


"Terimakasih ya Yura!"


"Jangan sungkan!"


Sudah setengah jam mereka berada di dalam ruangan dan Kim belum juga sadar.


Yura sengaja meninggalkan Divia agar temannya itu lebih leluasa di dalam. Tapi yang paling membuatnya kesal, saat ia keluar langsung di sambut dengan wajah dingin Lee


Memang wajah tampannya tidak bisa di buat sedikit hangat apa?


Walaupun sulit, tapi akhirnya ia terpaksa ikut duduk di samping pria itu. Mereka duduk hanya berjarak satu bangku kosong, Yura benar-benar tidak berniat untuk mengajak Lee bicara lebih dulu.


Hingga lahirnya pria dingin itu yang lebih dulu membuka suara,


"Apa Minggu ini kamu ada acara?"


"Hahhh?" pendapat pertanyaan itu, tentu seperti ingin dingin yang berhembus di Padang pasir yang panas.


"Bisa kita pergi, hari Minggu?"


"Hahhh?" lagi-lagi Yura benar-benar tidak percaya. Pria itu mengajaknya pergi di hari Minggu, dalam rangka apa?


"Maksudku nona Vi memintaku untuk mengajak nona Yura pergi hari jalan-jalan sebagai permintaan maaf!"


Jadi ini yang Vi maksud tadi?


"Tapi kalau anda keberatan, saya akan membatalkannya!"


"Tidak, sungguh saya tidak keberatan!" dengan cepat Yura menyambar ucapan Lee. Walaupun pria itu menyebalkan, dingin dan kadang tidak berperasaan tetap saja ia suka.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2