
Gara kembali, Vi tidak akan membiarkan Gara lepas kali ini. Vi terus membuntuti langkah Gara,
"Kamu ngapain sih Vi, aku mau mandi!"
"Kamu yang ngapain? Sekarang jelaskan padaku, kamu bicara apa sama Kim tadi?"
"Ohhhh, itu!" Gara masih dengan senyum santainya.
"Iya, seharusnya kamu nggak perlu repot-repot ke sini. Mana sekretaris cople mu itu, aku akan memintanya untuk menyeretmu pulang!"
"Jangan khawatir, lusa dia juga akan ke sini!"
"Ngapain? Aku sudah cukup ngadepin kamu saja bikin mumet, mau di tambah satu lagi yang super kaku!"
"Tadi kamu yang minta, gimana sih?!" protes Gara.
"Aku mintanya buat dia bawa kamu pergi dari sini, bukan ikutan nimbrung di sini. Atau kamu mau aku aduin sama Nay?"
Gara pun segera mendekati Vi dan menarik dagu Vi, "Memang menurutmu Nay akan ke sini?"
"Ya enggak sih!" ucap Vi dengan tidak yakin.
"Tuh tahu, baiklah aku akan mandi!"
Akhirnya Vi membiarkan Gara untuk mandi, tapi ia tidak akan melepaskan Gara begitu saja.
Dan benar saja, saat selesai mandi dan mereka duduk di meja makan, lagi-lagi Vi memprotes Gara.
"Astaghfirullah hal azim, kenapa kamu cerewet sekali sih? Kamu bahkan lebih cerewet dari Naya ya!"
__ADS_1
Divia sampai tercengang mendengar Gara beristigfar.
"Kamu tobat Gar?"
"Emang kapan aku buat maksiat?"
"Isssttttt!"
Jelas bukan itu yang di bicarakan oleh Vi saat ini, Vi kembali menatap Gara,
"Kenapa kamu ke sini? Kamu yakin cuma urusan bisnis? Atau ada hal lain? Atau Daddy menyuruhmu karena urusan lain?"
"Menurutmu?"
"Aku bertanya padamu, kenapa sekarang balik bertanya?"
"Kamu mengancamku!"
"Aku hanya ingin makan dengan tenang, jadi diam dulu. Biarkan aku makan!"
Akhirnya Vi menyerah, ia membiarkan Gara makan tapi ia menunggu hingga Gara akan mengatakan semuanya.
"Sudah kan sekarang makannya? Jadi ceritakan padaku!"
"Baiklah, aku menyerah. Lusa Abimanyu akan ke sini untuk menjemput kita."
"Menjemput, maksudnya menjemput apa nih?"
"Apa kamu tidak ingin pulang? Atha satu bulan lagi akan merayakan ulang tahun ke tujuh jelasnya."
__ADS_1
"Tapi proses magangku kan belum selesai!"
"Makanya aku memilih lusa, karena aku tahu satu Minggu lagi magang kamu akan selesai! Jadi jangan banyak alasan."
Bagaimana bisa seperti itu, itu tidak bisa di biarkan! Bagaimana dengan Kim ....
"Kenapa? Apa ada masalah? Apa kamu lebih mementingkan orang lain dari pada keluargamu?"
"Tapi kan dia bukan orang lain!" gumam Vi lirih tapi masih bisa di dengar oleh Gara.
"Isssttttt, pikirkan saja mana yang lebih penting!" Gara pun segera berdiri dari duduknya setelah menyelesaikan makannya.
"Ehhh tunggu, enak saja piring kotornya siapa yang_!"
"Cuci saya, besok aku akan menggantinya!" teriak Gara yang sudah berada di dalam kamarnya.
"Isssttttt, kenapa dia semakin menyebalkan sih? Aku harus mengatakan apa pada Kim kalau begini?"
"Hehhhhh, ada-ada aja nih orang! Atau jangan-jangan ini rencana Daddy, karena Daddy sudah membaca berita itu, Ahhhhh bagaimana ini?" Vi sampai harus menutupi wajahnya karena tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi daddynya saat mengetahui ia sudah punya kekasih.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1