
Pagi ini nenek benar-benar sudah bersiap untuk berangkat, ia di temani oleh pelayan pribadinya dan beberapa pelayan lain sekaligus beberapa penjaga.
Kim dan Divia mengantar sang nenek hingga sampai di bandara. Ini perjalanan pertama sang nenek setelah mengenal Divia,
"Jaga Kim ya, dia itu suka tidak memikirkan dirinya sendiri!" ucap nenek pada Divia yang sedari tadi tidak pernah lepas dari tangan sang nenek.
"Iya Nek, pasti!"
"Nenek jadi tenang sekarang, akhirnya Kim bisa mencintai kamu!"
Divia hanya tersenyum, ia tidak tahu jika sang nenek menaruh harapan begitu besar pada hubungan mereka.
"Nenek baik-baik ya di sana!" ucapnya setelah petugas mengumumkan keberangkatan pesawat sang nenek.
"Iya kamu juga, marahi Kim kalau dia nakal!"
"Pasti Nek!"
Nenek sudah tidak khawatir lagi tentang hubungan Kim dan Divia. Ia sudah mendapat laporan jika perkembangan hubungan mereka cukup baik.
Sebenarnya acara tinggal serumah memang rencana nenek, kesehatan nenek sudah lumayan baik setelah beberapa kali pengobatan. Sakit nenek tidak parah, itu hanya alasan saja agar Kim bisa mencintai seorang gadis. Dan beruntung ia mendapatkan Divia dari Dee.
Kerja sama mereka berjalan dengan baik, hingga untuk sekarang ia tidak terlalu memikirkan hal yang serius tentang gosip yang beredar.
Dan hari ini serta untuk dua Minggu ke depan ia akan memanfaatkan liburannya dengan begitu baik.
Kim dan Divia melambaikan tangannya saat pesawat yang akan di tumpangi nenek siap untuk berangkat.
Hehhhhh .....
Divia menghela nafas, sekarang dia juga harus bersiap-siap untuk kembali ke apartemen bukan rumah Kim lagi.
"Ayo pulang!" Kim menarik tangan Divia, mereka berada di privat room jadi akan sulit bagi orang luar untuk melihat siapa yang bersama Mr Kim, CEO muda di Korea itu. Kebersamaan mereka pasti akan sangat menjadi sorotan para pencari berita.
"Memang mau pulang ke mana? Aku kan harus ke apartemen!"
"Issstttt, nggak sabar sekali ingin jauh dari aku!" Kim melepaskan genggamannya dan memilih berlalu tanpa menunggu Divia.
Gampang sekali marahnya ....
Divia dengan langkah kecilnya hanya bisa menyusul Kim yang sudah berjalan jauh di depannya sedangkan Lee mengikuti mereka dari belakang. Pantas jika selama ini mereka di gosipkan memiliki hubungan istimewa karena memang nyatanya di mana ada Kim selalu ada Lee.
"Masuklah, aku akan mengantarmu setelah makan siang!" Kim sudah membukakan pintu mobil untuk Divia.
__ADS_1
Gadis itu tidak bisa melakukan hal lain selain menurut apa yang di minta oleh pria yang selalu bersikap dingin saat di depan banyak orang.
Setelah Divia masuk ke dalam mobil, giliran Lee yang membukakan pintu mobil untuknya, kali ini ada Lee bersama mereka.
Lee duduk di depan sedangkan dua orang yang baru saja menjalani status baru sebagai sepasang kekasih itu memilih duduk di belakang.
Mobil mulai melaju dan Mr Kim terlihat sibuk dengan iPad nya tidak peduli ada orang di sampingnya.
Sesekali terlihat Divia memiringkan wajahnya hanya untuk memastikan pria itu tidak marah padanya,
Dia benar-benar sibuk ya ....
Divia kembali menatap ke arah luar dan baru menyadari kalau mereka Tidka berjalan menuju ke rumah besar itu,
"Lee, kita kemana?" hanya pria yang duduk di depan itu yang ia bisa ajak bicara.
"Mr Kim harus menemui salah satu kliennya yang datang dari Indonesia, nona!"
Indonesia ...., lalu apa hubungannya denganku?
Divia merasa curiga dengan Kim, tidak biasanya Kim mengajaknya menemui klien.
"Tapi aku bisa turun di sini kalau kalian sibuk!"
"Untuk apa, lagi pula aku juga tidak tahu menahu mengenai pekerjaan kalian!"
"Itu bisa nona Vi tanyakan langsung pada Mr Kim!"
Kalau dia bisa di tanya, sudah pasti aku tanya sedari tadi ....
Akhirnya Divia hanya bisa menunggu hingga mobil itu berhenti di suatu tempat.
Dan benar saja, sepuluh menit kemudian mobil berhenti di depan sebuah gedung, dari luar Divia sudah bisa melihat ada apa saja di dalamnya. Itu adalah sebuah hotel dengan fasilitas lengkap di dalamnya.
Setelah mobil berhenti barulah Kim meletakkan iPad nya dan beralih menatap gadis yang duduk di sampingnya.
Akhirnya sadar juga di sini ada orang ....
"Kenapa menatapku?"
Kim segera memberi kode pada Lee untuk keluar lebih dulu, Lee pun melakukan apa yang di perintahkan oleh Kim dan menutup kembali pintu mobil,
"Kenapa.kita masih di dalam? Ayo kita keluar!" ajak Divia, tangannya hampir saja menarik handle pintu mobil tapi dengan gerak cepat Kim menahan tangan Divia hingga posisi mereka begitu dekat sekarang.
__ADS_1
"Ada apa?" lagi-lagi dibuat harus menahan nafasnya saat pria itu berada begitu dekat dengannya. Jantungnya selalu saja bergerak begitu keras hingga ia khawatir pria di dekatnya itu mendengarkan detak jantungnya.
Cup
Tiba-tiba bibir itu mendarat di bibirnya membuat Divia tidak bisa bergerak lagi, yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah mencengkeram kemeja pria itu dengan satu tangannya sedangkan tangan yang lainnya saat ini tengah di cengkeram oleh pria yang tengah menciumnya tanpa permisi itu.
Tak bisa di pungkiri, ia juga begitu menyukai ciuman itu. Ciuman penuh cinta itu berlangsung hingga beberapa detik dan akhirnya pria itu menjauhkan bibir sekaligus tubuhnya dari divia, ujung jarinya ia gunakan untuk mengusap lipstik Divia yang berantakan.
"Terimakasih untuk penyemangat nya hari ini!"
"Penyemangat apa, kamu menghancurkan lipstick ku!" Divia segera mengambil cermin kecil di dalam tasnya dan merapikan kembali riasannya, menambahkan sedikit lipstik di bibirnya yang telah di ambil paksa oleh pria di sampingnya.
Kim hanya tersenyum dan merapikan kembali penampilannya melalui pantulan cermin kecil yang tergantung di depan, ia memastikan tidak ada lipstik yang masih menempel di bibirnya.
"Kita turun sekarang!"
"Kalau aku tidak mau?"
"Aku akan menciummu sekali lagi di sini!" ancam Kim membuat Divia tidak bisa berkutik lagi.
Akhirnya Kim keluar dan di susul oleh Divia, mereka berjalan beriringan memasuki gedung yang akan menjadi tempat pertemuan Kim dengan kliennya yang dari Indonesia.
Ternyata Kim menuju ke sebuah private room, ruangan itu khusus ia pesan untuk kliennya itu.
Mata Divia tercengang saat melihat siapa yang duduk di salah satu kursi itu, walaupun dari samping ia sudah langsung bisa mengenali siapa pria itu.
Ayah ....., mati aku ....
Dengan cepat Divia berbalik badan dan bersembunyi di balik tubuh tinggi Kim,
"Vi, ada apa?" Kim ikut menghentikan langkahnya begitu juga dengan Lee tapi tanpa mengubah arah tatapannya.
"Aku harus ke toilet, aku ke toilet sebentar ya! Aku benar-benar kebelet!" dengan cepat Divia berusaha kabur dari tempat itu.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1