Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (75. Rencana Gara)


__ADS_3

Pria itu sudah duduk di sofa sambil menselonjorkan kakinya, meletakkan kopernya begitu saja di lantai,


"Aku capek, lapar, haus! Ambilkan minum dong!" perintahnya membuat Divia yang baru bangun tidur itu semakin kesal.


Yang benar saja ....


"Kenapa menatapku seperti itu, nggak mau?"


"Kamu tidak lihat, nih mukaku masih gimana?"


"Ya berarti emang dasarnya aja kamu pemalas."


"Isssttttt!" walaupun kesal akhirnya Divia mengambilkan apa yang di minta oleh Gara.


"Nihhh!"


Divia ikut duduk dan melipat kedua tangannya di depan dada,


"Kamu ada perlu apa ke sini?"


"Memang Daddy kamu belum bilang?"


Daddy, apa jangan-jangan ini gara-gara berita kemarin?


"Kenapa dengan wajahmu?" tanya Gara lagi melihat wajah panik dari Divia.


"Kenapa memang denganku?" Divia segera mengusap wajahnya, "Udah ah, aku mau siap-siap kerja!" Divia segara beranjak dari duduknya dan meninggalkan Gara begitu saja. Ia harus segera bersiap-siap ke tempat magang.


Hingga saat ia kembali keluar dengan penampilan rapi, ia kembali di kejutkan dengan penampilan Gara yang lebih rapi, Gara sudah berganti baju mengenakan setelah kemeja dan jas,


"Gara, kamu mau ke mana?"


"Kita pergi sama-sama!"


"Hahhh?"


Belum berhenti Divia terkejut, Gara sudah menarik tangan Divia begitu saja.


Astaga, bocah ini....


"Memang kamu tahu kita mah pergi ke mana?" tanya Divia lagi memastikan.


"Kamu meragukan kecerdasanku?" ucap Gara sambil menunjuk wajahnya sendiri.

__ADS_1


"Memang tidak sih!?" gumam Divia pelan. Siapa yang tidak tahu dengan kecerdasan pria yang kadang sikapnya tidak masuk akal itu. Pria yang pernah patah hati sekali karena mencintai gadis yang bukan pilihan Omanya. Pria dengan nilai tertinggi setiap tahunnya, pria yang lulus di setiap jenjang pendidikan dengan akselerasi.


Hingga sebuah mobil terparkir di depan pintu masuk,


"Silahkan!" Gara membukakan pintu untuk Divia.


"Ini mobil siapa?"


"Menurutmu!?" ucap Gara sambil mengusap puncak kepala Divia dengan begitu manis, siapapun yang melihatnya akan mengira mereka adalah sepasang kekasih.


"Kamu tidak mungkin kan beli mobil?"


"Apa sih yang tidak bisa aku miliki, mau masuk atau tetap mau debat di sini?"


"Iya, iya! Bawel ihhhh!"


Akhirnya Divia pun masuk dan Gara segera berlari mengitari mobil, masuk melalui pintu lainnya.


Tanpa mereka sadari, ternyata dua pria yang duduk di dalam mobil itu terlihat memperhatikan mereka, pria yang duduk di bangku belakang tampak mengepalkan tangannya menahan kesal,


"Siapa pria itu?"


"Saya kurang tahu Mr, sepertinya dia delegasi yang di kirim oleh Mr Rendi!"


"Nanti saya akan menyelidikinya!"


"Ayo, ikuti mereka!"


Kim benar-benar tidak bisa menahan perasaannya untuk tidak cemburu. Mereka mengikuti mobil yang di tumpang Divia dan Gara.


Hingga akhirnya mobil itu sampai juga di depan kantor. Divia pun segera turun setelah Gara membukakan pintu untuknya,


"Terimakasih!"


Tapi Gara malah menarik tubuh Divia dan meninggalkan kecupan di keningnya,


"Kamu apa-apaan?" protes Divia. Ia tidak yakin dengan Gara yang tiba-tiba bersikap manis.


"Anggap saja ini sebagai ucapan selamat bekerja!"


Rupanya Gara menyadari seseorang telah melihat mereka. Gara sudah mengetahui tentang berita Divia dengan Presdir Kim. Ia juga tahu rencana Daddy Div untuk memata-matai Divia melalui dirinya.


Tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik buat kamu ...., batin Gara sambil melirik pria yang masih duduk tenang di dalam mobil itu.

__ADS_1


"Ahhh, sudahlah. Aku sudah terlambat!" Divia segara berlari meninggalkan Gara yang tersenyum puas dengan apa yang baru ia lakukan.


Ada rencana besar yang sedang ia siapkan saat ini.


Divia tidak langsung ke ruangan Kim, ia seperti biasa akan menemui Yura terlebih dulu. Semejak beberapa minggu ini, ia jarang pulang atau berangkat bersama Yura.


Sedangkan Gara memilih menuju ke ruangan Kim, yang juga termasuk ruangan Divia.


Kim segera bergegas masuk ke dalam kantor melalui pintu belakang agar ia sampai di ruangannya lebih dulu.


Sepertinya bahkan Gara tahu jika Kim memindahkan kantor pusatnya di cabang. Ia bahkan tidak perlu bertanya ulang pada perwakilan Kim.


Gara yang di antar oleh pihak resepsionis segera mengetuk pintu ruangan itu setelah sampai di depannya, di depan sebuah ruangan dengan plang ruang Presdir Kim.


"Masuk!"


Wanita yang mengantarnya lebih dulu masuk,


"Maaf Mr, di luar ada perwakilan dari Divta group ingin bertemu!"


"Persilahkan dia masuk!"


"Baik Mr!"


Setelah mendapat persetujuan, akhirnya Gara pun masuk. Ia tersenyum melihat Kim yang sudah berdiri dari duduknya dan menyambut kedatangannya,


Cepat sekali dia ke sininya ...., batin Gara. Ia pikir akan sampai lebih dulu di banding pria yang terlihat jauh lebih matang di banding dirinya. Ia bisa memperkirakan kalau pria yang berdiri di depannya sekitar empat atau lima tahu lebih tua di banding dirinya.


"Kenalkan, saya Gara. Saya perwakilan dari Divtagroup!"


"Saya Kim, senang bertemu dengan anda. Silahkan duduk!"


"Terimakasih!"


Beruntung Kim cukup lihai dalam bahasa Inggris, saat Gara menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi tidak membuatnya keteteran.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2