Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (71. Gosip yang beredar)


__ADS_3

Akhirnya Divia pun tidak punya pilihan lain selain datang ke ruangan Kim. Ia sudah merasa tidak enak dengan rekan-rekan sekantornya. Ia takut jika mereka semua curiga kalau ia dan Presdir punya hubungan spesial.


Brakkkk


Divia membuka pintu itu dengan begitu keras hingga membuat pria yang tengah duduk dan fokus dengan pekerjaannya itu teralihkan.


"Upsss!" Divia menutup mulutnya sempurna saat tahu pria itu ternyata tidak sendiri.


Apa yang kamu lakukan Vi? Ini sama artinya dengan bunuh diri, bisa-bisanya kamu gegabah seperti ini, Divia menyesali perbuatannya sendiri. Bisa-bisanya ia tidak memperhitungkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ternyata di ruangan itu ada tiga karyawan lain yang tengah mengantarkan laporannya kepada Kim.


"Baiklah, kalian boleh keluar dulu." perintah Kim pada ketiga orang yang tengah berdiri di depan meja kerjanya.


"Baik Presdir!" mereka menundukkan kepalanya dan meninggalkan ruangan itu, melewati Divia dan menatapnya dengan tatapan yang aneh.


Mati aku .....


"Tutup kembali pintunya!" perintah Kim pada orang-orang yang baru saja keluar itu dan salah satu dari mereka pun menutup pintunya dari luar.


Kini di ruangan itu tinggal Divia dan Kim. Divia sudah seperti penjahat yang tertangkap basah Sedangkan Kim malah tersenyum dengan begitu santainya.


"Ada apa sayang?" tanya Kim membuat wajah Divia semakin memerah saja karena malu.


Rasanya jika bisa, ingin sekali Divia menenggelamkan diri ke dasar bumi agar siapapun tidak bisa melihat dirinya lagi.


"Kim_, kenapa kamu tidak mengatakan kalau ada orang di dalam ruangan kamu?" protes Divia pada Kim yang jelas-jelas itu bukan salah Kim.


"Memang kamu tanya?"


Divia menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Kenapa dia semakin imut seperti itu...., Kim tersenyum melihat tingkah Divia. Ia pun segera berdiri dan berjalan mengitari meja, memilih duduk di sudut meja sambil menyilangkan tangannya di depan perut.


"Lalu apa yang harus aku lakukan untukmu?"


"Kamu menyebalkan!" Divia tidak mau berdebat dengan Kim untuk saat ini, ia sedang dalam keadaan yang begitu malu. Ia pun memilih berjalan melewati Kim begitu saja.


"Mau ke mana?"


"Ke meja ku! jadi jangan ganggu aku sebelum aku sendiri yang bertanya padamu. Mengerti!" ucap Divia dan Kim hanya menganggukkan kepalanya.


Melihat Divia yang seperti itu, Kim benar-benar tidak bisa melepaskan pandangannya dari Divia. Menurutnya Divia begitu menggemaskan.


Setelah kejadian itu, akhirnya kabar kedekatan Presdir Kim dan anak magang itu tersebar ke seluruh penjuru kantor. Hampir semua karyawan membicarakan tentang hal itu.


Berita itu juga akhirnya sampai ke telinga Yura dan tentunya senior Yoo.


"Vi!?" panggil Yura saat mereka sedang berada di toilet. Mereka sebenarnya memang sengaja bertemu di sana.


"Kamu tahu, berita kamu sama Presdir Kim sudah jadi trending topik di kantor."


"Benarkah, seheboh itu?"


"Iya! Memang apa yang kamu lakukan?"


"Aku tidak melakukan apapun."


Baru mereka selesai bicara, ada karyawan lain yang juga masuk ke dalam toilet. Yura segera menarik Divia ke dalam toilet agar mereka tidak mengetahui keberadaan mereka berdua.


Hussst

__ADS_1


Yura memberi kode pada Divia agar tidak mengeluarkan suara.


"Kamu tahu kan, anak magang itu. Sepertinya dia sengaja deh menggoda Presdir Kim!"


"Iya, kayaknya kamu benar. Mana mungkin Miss Vera dengan mudah menerima anak magang, kalau bukan karena gadis menggoda Presdir Kim, apalagi yang ia lakukan.."


"Kamu benar! Bagaimana bisa anak magang langsung jadi sekretaris pribadinya. Sedangkan kita yang sudah bekerja begitu lama tidak pernah di promosikan untuk jadi sekretaris pribadinya."


"Sepertinya dia sudah tidur dengan Presdir Kim."


Divia yang mendengar itu sudah hampir tersulut emosi, tapi segera di tahan oleh Yura.


"Tetap diam, kita harus tahu apa yang mereka bicarakan!" bisik Yura.


"Baiklah."


Akhirnya pada wanita penggosip itu pun meninggalkan toilet, Yura pun mengajak Divia untuk keluar.


"Mulut mereka, suka sekali bicara yang enggak-enggak! Pengen banget aku tonjok wajahnya!"


"Kamu yang sabar deh Vi, jangan sampai membuat keributan di sini. Ya udah aku kembali ke ruanganku ya, kamu juga lebih baik cepetan kembali ke ruang Presdir!"


"Makasih ya Yura!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2