Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (64. Praktek kerja)


__ADS_3

"Bagaimana kencamu kemarin?" Divia tahu sahabatnya baru saja kencan dengan Lee karena ulahnya.


"Menurutmu?"


"Sukses!"


"Sukses apanya, dia itu sebenarnya terlahir dari planet mana sih?"


"Memang kenapa?"


"Kamu tahu, dia benar-benar dingin. Memang kita makan mau bahas apa? Dia bahkan tidak membicarakan hal yang romantis sama sekali, dia bicara seolah-olah sedang bicara dengan kliennya!"


"Begitukah?"


"Hmmm!"


"Berarti kamu harus lebih berjuang sekarang!"


"Aku tahu, tapi yang lebih harus kamu tahu. Aku sudah dapat tempat magang!" wajah Yura berubah sumringah mengatakannya.


"Benarkah! Aku?"


"Jangan khawatir, aku juga sudah menunjukkan profil kamu juga. Gimana nanti siang bisa kan?"


"Siang ini?"


"Kenapa? Bayi besarmu sedang rewel?"


"Kim jadi begitu manja sekarang. Tapi tidak pa pa, dia tidak akan marah kalau tahu apa alasanku tidak menemuinya!"


"Nah gitu dong!"


Akhirnya selesai kuliah, Divia dan Yura pun menuju ke perusahaan tempat mereka akan magang, sebuah perusahaan kecil yang ada di pinggir kota.


"Gimana?"


"Lumayan!" Divia sudah bisa membayangkan bagaimana isinya.


"Masuk yuk, aku sudah buat janji sama pihak HRD!"


"Siap!"


Yura segara menari tangan Divia, mengajaknya masuk dan menemui seorang wanita cantik dengan seragam kerjanya.


"Kami yang kemarin mengirimkan surat tugas dari kampus."


"Oh iya, kemarin saya sudah memberi jawabannya kan?"

__ADS_1


"Iya!"


"Jadi kalian berdua akan saya tempatkan di divisi yang sama agar memudahkan kalian untuk bekerja sama. Kalian juga sudah bisa memulainya besok, jam kerja mulai jam delapan sampai jam empat sore, tapi di beberapa waktu saat ada pekerjaan atau event penting kalian harus ikut lembur seperti karyawan yang lainnya! Bisa di mengerti?"


"Kami mengerti!"


"Baiklah, mari saya antar ke ruang kerja kalian."


Yura dan Divia akhirnya mengikuti langkah wanita itu, mereka masuk ke sebuah ruangan di dalam ruangan itu terdapat enam meja.


"Mohon perhatiannya!"


Ucapan wanita itu berhasil menghentikan empat orang yang tengah sibuk dengan pekerjaannya. Di dalam ruangan itu sudah ada empat karyawan dua pria dan dua wanita.


"Selamat siang Mis!" sapa mereka berempat secara kompak.


"Selamat siang, perkenalkan mereka adalah karyawan magang yang akan membantu pekerjaan kalian selama tiga bulan kedepan, saya harap kalian bisa kerja sama."


"Siap Miss!"


Wanita itu kembali menatap ke arah Yura dan Divia, "itu yang paling ujung namanya Yoo Jun, dia adalah kepala divisi di sini!"


Pria yang di perkenalkan oleh wanita yang di panggil Miss itu segera menunduk memberi hormat begitupun dengan Divia dan Yura.


"Baiklah, kalau bisa berkenalan dan mulai mengalami pekerjaan di sini."


"Terimakasih Miss!" ucap Divia dan Yura bersamaan.


"Terimakasih atas bimbingannya!"


"Sama-sama, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik!"


Mereka memang tidak langsung bekerja, tapi tetap saja mereka harus mengenal beberapa pekerjaannya membuatnya pulang sama dengan karyawan lainnya.


Ponsel Divia sudah berdering dari tadi, Divia sengaja mengubahnya menjadi mode silent, ia tidak enak dengan teman-teman barunya jika sampai tidak fokus.


Tentu hal itu membuat Kim kelabakan, ia sampai menghampiri Divia ke apartemennya. Tapi ia tidak menemukannya di sana.


"Dia kemana?" gumamnya sambil mengepalkan tangannya. Terlihat Lee terus mengikutinya.


"Apa perlu saya kerahkan orang-orang untuk mencarinya?"


Kim dan Lee sudah berjalan keluar hendak kembali masuk ke dalam mobil, tapi sebuah taksi berhenti tepat di depan mobil mereka. Wanita yang tengah ia tunggu keluar dari taksi itu,


"Kamu boleh pergi!" ucap Kim pada Lee yang sudah siap masuk ke dalam mobil.


"Tapi Mr?"

__ADS_1


"Saya akan menginap di sini!"


"Baik!"


Akhirnya mobil yang di tumpangi Lee dan taksi yang di tumpangi Divia pergi bersamaan meninggalkan dua orang yang saling berdiri berhadapan.


Kim menunjukkan wajah dinginnya,


"Kim!?"


Kim bahkan tidak berucap satu katapun, ia memilih berjalan lebih dulu masuk ke dalam apartemen.


Divia hanya bis mengikutinya dengan pasrah. Sesampai di dalam apartemen, Kim segera duduk di sofa dikuti oleh Divia yang duduk di sampingnya.


"Kim, maafkan aku!"


"Dimana ponselmu?"


"Ada_!"


"Buang saja."


"Kok di buang sih?"


"Kalau tidak ada fungsinya kenapa di bawa."


"Kim, aku bisa jelaskan. Jadi hari ini aku pergi ke tempat magang, kamu tahu kan satu tahu lagi kuliahku akan berakhir dan aku harus cari tempat magang."


"Lalu?"


"Tadi aku harus mendengarkan apapun yang di jelaskan senior!"


"Lalu?"


"Lalu aku tidak_!"


Tiba-tiba bibir Kim sudah menempel sempurna di bibir Divia membuat Divia menghentikan ucapannya.


"Anggap itu hukuman karena kamu telah mengabaikan aku seharian ini!" ucap Kim setelah melepaskan bibir Divia.


Dia suka sekali seperti ini ....


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2