Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (67. Cemburunya Kim)


__ADS_3

Divia duduk di bangku yang sama dengan Yoo jun,


"Mau makanan apa, biar aku ambilkan?" tanyanya pada Divia dan langsung mendapat protes dari Yura.


"Yang di tawari hanya Vi aja nih senior Yoo?"


"Ohhh, kamu juga mau apa, biar aku ambilkan sekarang!"


"Aku samaan dengan Vi saja!"


"Baiklah, tunggu sebentar ya!" senior Yoo pun kembali beranjak dan mengambilkan dua nampan makanan untuk Yura dan divia.


"Jangan terlalu dekat loh senior Yoo, sama Vi!" celoteh Yura saat mulai makananya membuat pria itu terdiam dan menatap Yura,


"Ada apa?"


"Ya Vi udah punya pacar, iya kan Vi?" seketika kaki Yura di injak oleh divia.


"Enggak kok, senior yoo. Yura hanya ngasal bicaranua. Ngomong-ngomong senior yang lain kemana? Saya tidak melihatnya dari tadi?"


"Jadi kamu tidak tahu!"


"Apa?"


"Mereka sedang di tugaskan di luar, jadi mereka berangkat pas makan siang sekalian makan siang di sana!" Senior Yoo menjelaskan panjang lebar tapi tatapannya tetap tertuju pada Divia, hanya dengan sekali melihat saja Yura langsung tahu jika pria itu tengah menaruh perasaan pada Divia.


"Yahhhh, jadi hari ini kita cuma kerja bertiga dong!" keluh Divia, ia paling tidak suka dengan keadaan sepi.


Hingga tiba-tiba tangan senior Yoo terulur dan mengusap sudut bibir Divia yang ada sisa sausnya,


"Senior Yoo!?"


"Ada saus di bibir kamu!"


Divia dengan cepat mengusapnya sendiri. Ia tidak mau tindakan senior Yoo menjadi masalah untuk mereka kedepannya.


Dan benar saja, dari pintu masuk seseorang tengah menatap mereka dengan tatapan penuh dengan kemarahan, ia sampai mengepalkan kedua tangannya.


"Saya harap Mr bisa mengendalikan diri!" pria yang berdiri di belakangnya segera memperingatkan.

__ADS_1


Seperti perkiraan, Kim pun akhirnya di temani Lee ke kantin, sungguh hal yang langka jika seorang Kim tiba-tiba datang ke kantin karyawan. Apalagi dia bos besar yang biasanya hanya akan datang ke perusahaan cabang untuk melakukan sidik dadakan.


"Bukankah dia Presdir?"


"Iya, dia Presdir pusat!"


"Kenapa Presdir ke sini?"


"Apa jangan-jangan ada masalah?"


Bisik-bisik para karyawan segera memenuhi kantin.


Tentu kedatangannya langsung menjadi pusat perhatian seluruh karyawan yang tengah menikmati makanan di kantin, kantin yang semula penuh dengan suara gemuruh karyawan yang tengah mengobrol dengan sesama teman makannya tiba-tiba sunyi senyap seolah-olah tidak berpenghuni. Tidak ada yang berani menatap mata Presdir itu, bahkan suasananya tiba-tiba menjadi begitu dingin saat pria itu melintas di sampingnya. Lee yang bertugas memberi instruksi pada karyawan untuk tidak usah berdiri menyambut kedatangan mereka.


Yura dan Divia yang memang tidak tahu kebiasaan di kantor barunya, tentu membuat mereka heran,


"Ada apa ini, kenapa tiba-tiba jadi diam semua?"


"Ya mana aku tahu, mungkin memang begini kebiasaannya kalau mulai makan. Makannya jangan berisik!"


Berbeda dengan senior Yoo, ia yang langsung berhadapan dengan Kim segera terdiam, ia mmeberitahu pada Yura dan Divia untuk juga ikut diam, "ada Presdir ke sini, kalian diamlah!"


Hampir semua karyawan mengatakan kalau Presdir perusahaan itu adalah pria yang dingin dan tidak berperasaan tapi dia juga sangat tampan.


Hingga akhirnya Divia benar-benar tercengang saat melihat sosok yang berjalan ke arah mereka,


"Kim!?" gumamnya lirih tapi masih bisa di dengar oleh Yura dan senior Yoo.


"Kamu mengenal Mr Kim?" senior Yoo langsung menanyakannya.


"Ahhh tidak, aku hanya pernah melihatnya di majalah bisnis, jadi dia presdirnya?"


"Hmmm, kalian diamlah!"


Mati aku ....., Divia berusaha menutupi wajahnya tapi tetap saja. Kim bahkan bisa mengenal Divia walaupun dari kejauhan.


"Apa yang terjadi? Kenapa mereka di sini?" bisik Yura yang juga tidak tahu apa-apa.


"Ya mana aku tahu!"

__ADS_1


Dan ternyata akhirnya mereka berdiri tepat di samping Divia.


"Boleh kami bergabung?"


Sebuah pertanyaan itu berhasil membuat senior Yoo berdiri dari duduknya dan menundukkan kepalanya, "Silahkan Presdir!"


"Bisa bergeser ke sana duduknya!" pinta Kim saat melihat duduk senior Yoo dan Divia cukup dekat.


"Baik, Mr!" senior Yoo pun segera menggeser duduknya.


Seorang pelayan datang dan membersihkan meja serta kursi yang akan di pakai oleh Mr Kim dan Lee, barulah mereka duduk, Kim duduk tepat di samping Divia.


"Silahkan Mr!" beberapa pelayan mengantarkan langsung makanan mereka.


Setelah semua pelayan itu meninggalkan mereka, kini Kim mulai menyantap makanannya tanpa berkomentar apapun.


Tapi dari raut wajahnya Divia sudah tahu kalau Kim saat ini tengah marah padanya.


Hingga makanan mereka habis barulah Lee mulai bicara,


"Nona Vi, hari ini ada pekerjaan tambahan untuk anda. Jadi untuk hari ini anda di minta ke ruangan Mr Kim!"


"Saya?" Vi benar-benar terkejut.


"Anda yang bernama nona Vi kan?" Lee bergaya tidak mengenal Divia.


Pintar sekali aktingnya ....


"Iya, baiklah!"


Hingga akhirnya jam makan siang berakhir. Mereka baru bisa berdiri setelah Mr Kim dan Lee meninggalkan tempat itu. seketika wajah tegang dari semua karyawan menghilang.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2