Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Penasaran


__ADS_3

...**Berbicara bukan tentang menyuarakan dari mulut tapi bagaimana hati kecil kita tersampaikan dengan indah melalui perhatian...


...🍂Selamat membaca🍂**...


Div memasukkan kembali tubuhnya ke dalam mobil, tangannya meraih sesuatu di bangku belakang. Dua buah paper bag dengan warna yang berbeda dan ada namanya di sana.


“Ini untuk kalian berdua!” ucapnya sambil menyerahkan dua paper bag itu dengan wajah yang tidak begitu ikhlas.


“Terimakasih pak!” ucap Rangga dan sekretaris Revan bersamaan.


Div terlihat ragu untuk masuk ke dalam mobil kembali, ia kembali menatap dua orang pria yang ada di depannya itu. seperti menyadari ada yang aneh dengan atasannya, dua pria itu memilih menunduk.


Tanya nggak ya ......, batin Div yang masih terdiam.


“Apa ada yang salah pak?” tanya Rangga yang sadar diri akhir-akhir ini atasannya sedikit mencemburuinya. Apalagi saat ini ada oleh-oleh juga dari istri atasannya, untung saja bukan Ersya sendiri yang memberikan,


kalau iya begitu mungkin akan terjadi perang dunia ke dua.


“Emmm!”


Div terlihat ragu untuk bertanya, ia lagi-lagi melihat paper bag yang dibawa oleh kedua pria di depannya itu.


Masalah nggak ya kalau aku langsung tanya? Nanti mereka Ge Er lagi ….


Setelah di pikir-pikir lagi, dari pada mati penasaran, ia memilih untuk bertanya, “Itu …!” ucapnya sambil menunjuk paper bag mereka, “Maksudku tidak ingin membukanya di depan saya?”


Rangga dan sekretaris Revan terlihat saling memandang, mereka bingung itu sebuah perintah atau malah sebuah larangan.


“Jadi kami harus membukanya pak?” tanya sekretaris Revan.


Kenapa mereka pakek memperjelas sih ….


Hehhh, Div hanya bisa menghela nafas sebagai jawaban. Mungkin orang-orang yang sedang lalu lalang di pintu masuk itu heran


melihat tingkah ketiga pria dengan obrolan yang tidak penting.


“baiklah, kami akan membukanya sekarang pak!” ucap Rangga seolah mengerti apa yang di mau oleh atasannya itu.


“Iya kami akan membukanya!” sekretaris Revan ikut menimpali.


Mereka pun segera membukanya dan di dalamnya ternyata sebuah buku catatan kecil lengkap dengan bolpoinnya dengan ukiran khas Bali.


“Ini bagus sekali, terimakasih pak!” ucap sekretaris Revan sambil menunjukkan oleh-oleh yang diberikan.


“Sampaikan terimakasih kami kepada bu Ersya pak, ini bagus!”


“Hemmm, aku pulang!” ucap Div yang sudah mengetahui


isinya. Ia pun sekarang benar-benar masuk ke dalam mobil dan meminta sopir


untuk ,menjalankan mobilnya.

__ADS_1


Div terus tersenyum mengingat apa yang baru saja ia


lakukan, hanya karena penasaran ia jadi seperti orang bodoh.


...🍂🍂🍂🍂...


Ersya tampak sibuk menyirimkan semua bingkisan itu ke semua orang dengan bantuan beberapa pelayan dan juga abang ojol, tapi ia menyisakan satu yang belum dia kirim.


“Mom, kenapa ini tidak?” tanya Divia yang masih tersisa satu buah paper bag. Ersya tersenyum dan mengambil paper bag itu.


“Ini untuk oma sayang!” Ersya mengusap benda itu seperti begitu khawatir kalau sampai rusak.


“Oma ciapa mom?”


“Oma Ra_!” belum juga ia menyelesaikan ucapannya


tiba-tiba kepala pelayan datang menghampiri mereka.


“Maaf nyonya!” kepala pelayan menunduk memberi hormat. Ersya meletakkan kembali paper bag itu di atas sofa.


“Iya, ada apa?” tanyanya kemudian.


“Di depan ada yang mengaku sebagai ibunya tuan Div,


nyonya!”


Kini Ersya dan Divia saling pandang, ia sepertinya


“Apa nyonya Ratih?” tanya Ersya memastikan, jika iya kebetulan sekali pastinya. Ia tidak perlu ke rumah besar untuk mengantarkan oleh-oleh special darinya.


“Bukan nyonya, tapi orang lain! pengawal sedang menahannya di depan!”


Bukan …? Siapa dong?


Ersya pun menatap putrinya, ia tidak mau membahayakan putrinya jika sampai yang di depan itu orang jahat.


“Iyya ke kamar dulu ya, biar mom yang temui! Telpon daddy


kalau ada sesuatu, bawa ponsel mom!” ucap Ersya sambil menyerahkan ponselnya


karena seingatnya ia belum mengisi daya ponsel Divia setelah habis untuk main


game.


“Iya mom!”


Encus pun mengajak Divia masuk dengan ponsel momnya


di tangan.


Setelah memastikan Divia aman, Ersya merapikan penampilannya

__ADS_1


yang memang hanya memakai baju rumahan, dress katun motif bunga selutut dan lengan mengembang di bahu. Rambut di ikat asal dan di tekuk ke atas, membiarkan beberapa anak rambut yang tidak ikut terikat, cantik natural tanpa make up.


“Di mana orangnya?” tanyanya sambil berdiri.


“Di depan pintu masuk, nyonya!”


Ersya pun bergegas memakai sandal bulunya dan berjalan keluar. Dan benar saja di depan pintu masuk itu terlihat seorang


wanita paruh baya berusaha untuk masuk tapi di hadang oleh penjaga.


“Jangan kurang ajar ya, kalian bisa di pecat sama putra saya kalau sampai dia tahu mamanya di perlakukan tidak hormat seperti ini!”


“Maaf nyonya, tapi kami sudah di perintahkan oleh tuan Div, untuk tidak membiarkan siapapun masuk kecuali beberapa orang yang ditunjuk oleh tuan Div!”


“Jadi maksudmu, saya tidak termasuk dalam daftar


orang-orang itu?”


“Tidak nyonya!”


“Keterlaluan sekali dia!” keluh wanita itu, “Divta tidak


akan marah jika kalian mengijinkan untuk masuk, saya ini benar-benar mamanya,


jadi jangan kurang ajar! Berani-beraninya kalian menahanku hampir satu jam


seperti ini, pokoknya saya mau masuk!” ucap wanita itu begitu keras kepala.


Melihat perdebatan itu semakin sengit, Ersya segera berjalan menghampiri mereka. melihat kedatang Ersya, para penjaga itu segera segera menunduk memberi hormat.


Wanita itu begitu penasaran dengan siapa yang begitu


di hormati oleh para penjaga itu, wanita itu tampak mengerutkan keningnya melihat Ersya. Mengamati Ersya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ersya masih terdiam, ia membiarkan wanita itu terus mengamatinya, ia hanya ingin tahu apa yang di inginkan oleh ibu yang ada di depannya itu.


...Tahu nggak rasanya cemburu? Cemburu itu saat kamu merasa inscure dengan yang di miliki orang lain, ...


...cemburu itu saat kamu tidak bisa melihat dia tersenyum untuk orang lain,...


...Cemburu itu saat kamu ingin tahu apa yang istimewa dari orang lain karena dia menyukainya...


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan


...👍Like...


...đź’Ścoment...


...♥️Vote...


...🍮hadiah🌹...

__ADS_1


Happy reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2