
"Selamat pag_!" ucapan Divia terhenti begitu melihat pria yang juga duduk di ruangan kekasihnya.
Gara? Ngapain Gara di sini?
Sepertinya Divia lupa kalau ada kerja sama antara perusahaan daddynya dengan perusahaan Kim.
"Selamat pagi!" jawab Gara dengan senyum di buat semanis mungkin.
Kenapa dia tersenyum seperti itu?
"Hai sayang, kenapa ke sini? Apa kamu punya urusan dengan Mr Kim?"
Pertanyaan dari Gara dengan bubuhan kata 'sayang' berhasil membuat dua insang itu saling melotot di buatnya.
Dia apa-apaan sih ...., protes Divia saat melihat tatapan Kim yang menurut Divia begitu menakutkan. Kim benar-benar seperti vampir yang siap menghisap darahnya.
"Dia sekretaris pribadi saya!" ucap Kim mencoba memberi tahu orang yang berada di depannya.
"Ohhh, benarkah? Kebetulan macam apa ini?" ucap Gara dengan begitu santainya seolah-olah mengatakannya tanpa beban.
"Maksud anda?"
"Kamu memiliki hubungan yang begitu istimewa, benar kan Vi, sayang?"
Ya ampun, Gara benar-benar cari mati ....
"Apa tidak sebaiknya kita membicarakan pekerjaan saja!?" Kim tidak mau mendengarkan apapun hubungan istimewa mereka di masa lalu. Ia seperti tengah mengancam Divia agar siap-siap dengan hukumannya.
Akhirnya divia pun memilih duduk di tempatnya, sesekali matanya melirik pada dia pria yang tengah membicarakan pekerjaan tapi tatapan mereka tampak seperti perang dingin.
Gara kayaknya sengaja banget ...., awas aja kalau dia berani macam-macam ...
Sesekali terdengar Gara membicarakan kedekatakannya dengan Divia membuat pria di depannya seolah-olah seperti keluar tanduk dari kepalanya.
"Terimakasih untuk hari ini, saya akan segera kemari besok untuk melanjutkan urusan kita!" pamit Gara.
"Sama-sama, sampai jumpa besok!"
Tapi saat hendak keluar, Gara dengan sengaja menghampiri Divia membuat Divia segera berdiri dari duduknya,
__ADS_1
"Sayang, kerjanya jangan terlalu keras. Nanti aku akan menjemputmu! Jadi hubungi aku saat pulang!"
"I_Iya!"
Akhirnya Gara benar-benar meninggalkan ruangan itu membuat Divia bisa bernafas lega. Tapi tidak, justru ini adalah saat yang paling menegangkan karena pria yang tengah duduk di tempatnya itu terus memberi tatapan dingin tanpa berniat untuk menyapanya.
"Kim!" Divia sudah berdiri di depan meja Kim, "Aku mau makan siang, apa kamu tidak ingin makan siang?"
Kim bahkan sama sekali tidak berniat menatap Divia,
"Ya udah kalau kamu tidak lapar, aku pergi ke kantin sendiri ya!"
Dia benar-benar tidak peka, kenapa tidak membujukku, Kim benar-benar kesal dengan sikap Divia. Padahal ia berharap Divia akan membujuknya tapi ternyata ia salah.
Tapi baru saja tangan Divia hendak menarik handle pintu, Kim sudah lebih dulu menarik tubuh Divia dan mengungkungnya antara dinding dan tubuhnya.
"Kim, apa yang kamu lakukan?" kini mereka begitu dekat, bahkan divia bisa merasakan hembusan nafas Kim, nafasnya tampak memburu.
"Apa yang kamu lakukan?" Kim malah balik bertanya.
"Aku tidak melakukan apapun!"
"Dia, siapa dia? Apa dia kekasihmu di masa lalu? Apa kamu sengaja memamerkannya padaku?"
"Lalu yang benar seperti apa? Aku tidak suka siapapun menyentuhmu, termasuk di sini, di sini, dan di sini!" Kim menunjuk tempat-tempat yang di sentuh oleh Gara.
"Biar aku jelaskan dulu, dia_!"
Divia tidak bisa melanjutkan ucapannya saat tiba-tiba Kim membungkam bibirnya dengan bibir Kim. Menciumnya dengan begitu rakus, seolah-olah ingin mengatakan jika Divia hanya miliknya.
Setalah beberapa saat akhirnya Kim melepaskan ciumannya, "Ini sebagai peringatan, hanya aku yang boleh memegangi. Mengerti kan?"
Divia hanya bisa menganggukkan kepalanya,
Aku akan bikin perhitungan padamu, Gara ...
Divia tahu semua ini gara-gara si Gara. Anak itu memang sering sekali membuat ulah. Ia paling suka menggodanya.
"Tidak usah ke kantin, biar Lee yang membawakan makanan ke sini!" ucap Kim sambil mengusap bibir divia, merapikan lipstik divia yang berantakan.
__ADS_1
"Nanti, aku yang akan mengantarmu pulang!"
"Iya!"
Kini setalah Lee datang membawa makanan, Divia pun makan bersama dengan Kim. Tapi setelah apa yang terjadi, tetap saja sikap Kim masih terlihat dingin.
"Kim, aku ke toilet dulu ya!"
"Iya, jangan lama-lama!"
Akhirnya divia pun segara pergi ke toilet meninggalkan Kim dan Lee.
"Bagaimana? Apa.kamu sudah mengetahui hubungan apa antara Divia dan Mr Gara di masa lalu?"
"Saya hanya bisa mendapatkan ini Mr!"
Lee hanya bisa menunjukan beberapa foto kedekatan Divia dan Gara di masa lalu, "Untuk data pribadi lainnya, sepertinya sudah di kunci dan hanya orang-orang tertentu yang melihatnya. Mr Gara juga tidak memiliki media sosial apapun!"
Kim melihat satu per satu foto itu, "Jadi mereka bahkan saling kenal sejak kecil?"
"Sepertinya begitu, Mr!"
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, membuat Kim dengan cepat merapikan kembali foto-foto itu dan menyimpannya di dalam saku jasnya,
"Itu foto apa Kim?"
"Bukan apa-apa, cepat lanjutkan makannya!"
"Iya!" Divia tidak bisa mengelak lagi.
Lee pun segera berpamitan untuk keluar dan membuatkan Kim juga Divia berdua.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...