Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Pernikahan 1


__ADS_3

Gedung yang mampu  menampung hingga seribu tamu undangan dengan


desain Eropa berpadu dengan sejumlah interior berkelas seperti chandelier,


patung megah yang pastinya mengundang decak kagum itu kini menjadi saksi


pernikahan dua orang yang fenomenal itu, si janda muda tanpa anak dan si jaka


dengan anak.



Sumber : line today (https://cepetnikah.com/gedungpernikahan)


Tampak para tamu sudah


mulai berdatangan, Ersya, div dan Iyya sidah sampai sejak kemarin sore di hotel


itu begitupun dengan para keluarga.


Segala urusan catering


dan dekorasi sudah di handle langsung oleh pihak gedung, begitupun dengan


riasan.


Iyya sudah bergabung


bersama dengan ibu Dewi dan ayah Roy. Ada Agra, Rendi dan dokter Frans yang


sudah siap menerima tamu.


Ara dan Nadin sudah


berada di ruang khusus karena Baby Key masih sangat kecil untuk berbaur dengan


orang banyak.  Sedangkan si kembar dan Elan entah sudah pergi ke mana mereka.


Nyonya Ratih juga sudah


terlihat di depan dengan gaun A-line renda warna Navy  begitu elegan dengan setengah lengan dan leher yang terbuka hingga bahu. Hiasan renda bagian dada dan punggung menambah


kesal elegan.



Seorang WO sedang sibuk


membantu Ersya merias diri. Felic yang awalnya bergabung dengan Ara dan Nadin


kini sudah berpindah ke tempat Ersya. Perut Felic sudah terlihat berisi kembali


sekarang, sepertinya sudah hamil tiga bulan.


(yang part menghadiri


pernikahan Ersya sengaja nggak aku tulis di ‘dokter tampan itu suamiku’ tidak aku tulis jadi jangan di cari ya, nanti ada beberapa part yang sengaja aku


simpan di sini)


Felic duduk tidak jauh


dari tempat Ersya duduk, ia mengamati bagaimana wajah sahabatnya itu.


“Ini beneran pernikahan


ke dua lo Sya? Gue kok ngerasa kayak menghadiri pernikahan putri raja ya?”


Felic terus mengagumi gedung yang menjadi tempat pernikahan sahabatnya itu,


padahal ini pernikahan keduanya. Bahkan di pernikahan pertama Ersya tidak


semegah ini.


“Memang semegah apa


sih?”


“Lo nggak lihat


dekorasinya?”


“Belum ….! Lagian lo


udah nikah setahun sama dokter Frans masih juga belum mengadakan resepsi!”


“Ya mau gimana lagi,


entar aja deh kalau udah ada keinginan buat resepsi!”


Terlihat para perias


itu sudah mengemas peralatannya tandanya memang sudah selesai.


“Sudah nyonya!”

__ADS_1


“Terimakasih ya!”


Dua orang itu pun meninggalkan kamar Ersya. Kini tinggal mereka berdua di dalam kamar itu. Hingga pintu kembali terbuka.


“Mom …!”


“Iyya!”


Iyya masuk, gaun yang


di kenakan oleh Iyya senada dengan gaun yang di kenakan oleh Ersya. Begitu


cantik.


Beautiful ….


Ersya segera memeluk Iyya.


“Mom cantik!”


“Iyya lebih cantik!”


Tidak berapa lama pintu


kembali di ketuk, bu dewi muncul dari balik pintu itu.


“Nak Ersya, penghulunya


sudah datang! Bagaimana apa sudah siap?”


“Siap bu!”


Ersya pun berdiri,


Felic yang sedari tadi menyaksikan betapa Iyya menyayangi Ersya seperti ibunya


sendiri membuatnya tertegun, ia iri sekaligus bahagia. Dia pun ikut berdiri.


“Iyya sama unty ya,


biar mom Eca sama oma, bagaimana?”


“Iya aunty!”


Iyya pun di tuntun oleh


Felic sedangkan Ersya bersama bu Dewi. Mereka berjalan menuju ke ballroom, dari


tangga paling atas ia sudah bisa melihat seberapa banyak tamu yang hadir.


Banyak kamera yang menyorot kehadiran mereka. Nadin dan Ara juga segera


Semuanya terlihat


begitu anggun, nyonya Ratih sudah menunggu di ujung tangga. Sedangkan Div sudah


berdiri di depan altar pernikahan bersama penghulu dan beberapa saksi pernikahan.


Alunan music dari yovie


and nuno yang berjudul janji suci menjadi sountrack kali ini. Dan itu pun di nyanyikan langsung oleh penyanyinya. Tidak tanggung-tanggung Div mengundang beberapa artis nasional sebagai pengisi acara.


Kenapa kakiku rasanya jadi pengen terbang sendiri-sendiri ya …, batin Ersya, tangannya saja sudah begitu gemetarnya melihat seberapa megahnya


pernikahan nya.


Apalagi saat matanya


turun ke bawah, begitu banyak orang ingin melihat wajahnya, mereka mendongakkan


kepalanya menatap ke arahnya. Begitu banyak orang yang terlihat luar biasa


sedang menunggu kedatangannya.


“Apa aku sedang


bermimpi?” gumamnya tapi masih bisa di degar oleh bu Dewi dan Ara yang tepat di samping kiri dan kanannya.


Bu Dewi hanya


tersenyum, mungkin jika dia berada di posisi Ersya saat ini dia juga akan mengatakan hal yang sama.


Sedangkan Ara, walaupun


ia belum pernah berada dalam kemegahan acara pernikahan, tapi suaminya itu


sudah entah ratusan kali membuatnya merasakan hal yang sama seperti ini,


suasana tidak terduga yang dirinya sendiri tidak tahu untuk apa dan bagaimana?


Tiba-tiba aja seperti itu dan dia harus menerimanya.


“Jangan khawatir, ini


bukan mimpi!” ucap Ara dengan tersenyum membuat Ersya menoleh padanya.

__ADS_1


“Bagaimana kau bisa


melewati semua ini selama ini?” Ersya masih tidak menyangka jika wanita di


sampingnya juga berasal dari keluarga biasa saja dan dapat bertahan hampir


sepuluh tahun, setelah kunjungannya ke rumah ayah Roy kemarin.


“Karena cinta!”


Kalau


tanpa cinta bagaimana dong …., batin Ersya. Ia


menghela nafas saat semuanya akan terasa berat setelah ini, hanya demi Iyya


saja ternyata tidak cukup.


“Dulu juga sulit, tapi


saat aku sudah merasakan cinta, semuanya jadi mudah!” ucap Ara lagi, ia


sepertinya mengerti dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Ersya.


Hingga akhirnya mereka


sampai juga di ujung tangga. Tangan nyonya Ratih sudah terulur di sana, Ersya


tampak ragu untuk menyambutnya tapi Ara terus meyakinkannya.


Ara menganggukkan


kepalanya beberapa kali. Ersya pun mengulurkan tangannya, meletakkannya di atas


tangan nyonya Ratih yang terbuka. Kini gantian nyonya Ratih yang menuntunnya


menuju ke altar pernikahan.


Wanita itu begitu


anggun dan tetap berwibawa dengan balutan gaun yang indah. Nyonya Ratih,


walaupun sudah berada di belakang layar finitygroup tapi tetap saja, siapapun


masih segan terhadapnya. Apalagi anak-anaknya memiliki kinerja yang tidak jauh


beda dengannya.


Akhirnya mereka sampai


juga di altar pernikahan, kini giliran Divta yang menyambut tangannya.


Memintanya duduk di samping dirinya.


Nyonya Ratih duduk


tepat di belakang mereka bersama ketiga putranya yang lain. bu Dewi dan ayah


Roy juga di sana bersama Ara, Nadin dan Felic.


Iyya berada dalam


pangkuan bu Dewi, menyaksikan bagaimana daddy dan mom nya akan menikah.


Pak penghulu sudah siap


dengan mikrofon di tangannya.


“Kita mulai ya!”


“Iya pak!”


“Bismillahirrahmanirrahim


… !”


Ersya bisa mendengar


lirih, pria di sampingnya itu mengikuti ucapan pak penghulu. Semua kamera sudah


menyala siap mengabadikan moment luar biasa ini. Bahkan para pencari berita


yang di undang khusus adalah para wartawan dengan lisensi yang sudah cukup


bagus.


Bersambung


NB :


Maaf ya kemaren sebenarnya pengen aku ganti judulnya, setelah aku bikin voting di IG banyak yang milih judul lama, jadi aku balik ke judul lama aja cuma covernya aja yang aku ganti


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2