
Gedung yang mampu menampung hingga seribu tamu undangan dengan
desain Eropa berpadu dengan sejumlah interior berkelas seperti chandelier,
patung megah yang pastinya mengundang decak kagum itu kini menjadi saksi
pernikahan dua orang yang fenomenal itu, si janda muda tanpa anak dan si jaka
dengan anak.
Sumber : line today (https://cepetnikah.com/gedungpernikahan)
Tampak para tamu sudah
mulai berdatangan, Ersya, div dan Iyya sidah sampai sejak kemarin sore di hotel
itu begitupun dengan para keluarga.
Segala urusan catering
dan dekorasi sudah di handle langsung oleh pihak gedung, begitupun dengan
riasan.
Iyya sudah bergabung
bersama dengan ibu Dewi dan ayah Roy. Ada Agra, Rendi dan dokter Frans yang
sudah siap menerima tamu.
Ara dan Nadin sudah
berada di ruang khusus karena Baby Key masih sangat kecil untuk berbaur dengan
orang banyak. Sedangkan si kembar dan Elan entah sudah pergi ke mana mereka.
Nyonya Ratih juga sudah
terlihat di depan dengan gaun A-line renda warna Navy begitu elegan dengan setengah lengan dan leher yang terbuka hingga bahu. Hiasan renda bagian dada dan punggung menambah
kesal elegan.
Seorang WO sedang sibuk
membantu Ersya merias diri. Felic yang awalnya bergabung dengan Ara dan Nadin
kini sudah berpindah ke tempat Ersya. Perut Felic sudah terlihat berisi kembali
sekarang, sepertinya sudah hamil tiga bulan.
(yang part menghadiri
pernikahan Ersya sengaja nggak aku tulis di ‘dokter tampan itu suamiku’ tidak aku tulis jadi jangan di cari ya, nanti ada beberapa part yang sengaja aku
simpan di sini)
Felic duduk tidak jauh
dari tempat Ersya duduk, ia mengamati bagaimana wajah sahabatnya itu.
“Ini beneran pernikahan
ke dua lo Sya? Gue kok ngerasa kayak menghadiri pernikahan putri raja ya?”
Felic terus mengagumi gedung yang menjadi tempat pernikahan sahabatnya itu,
padahal ini pernikahan keduanya. Bahkan di pernikahan pertama Ersya tidak
semegah ini.
“Memang semegah apa
sih?”
“Lo nggak lihat
dekorasinya?”
“Belum ….! Lagian lo
udah nikah setahun sama dokter Frans masih juga belum mengadakan resepsi!”
“Ya mau gimana lagi,
entar aja deh kalau udah ada keinginan buat resepsi!”
Terlihat para perias
itu sudah mengemas peralatannya tandanya memang sudah selesai.
“Sudah nyonya!”
__ADS_1
“Terimakasih ya!”
Dua orang itu pun meninggalkan kamar Ersya. Kini tinggal mereka berdua di dalam kamar itu. Hingga pintu kembali terbuka.
“Mom …!”
“Iyya!”
Iyya masuk, gaun yang
di kenakan oleh Iyya senada dengan gaun yang di kenakan oleh Ersya. Begitu
cantik.
Beautiful ….
Ersya segera memeluk Iyya.
“Mom cantik!”
“Iyya lebih cantik!”
Tidak berapa lama pintu
kembali di ketuk, bu dewi muncul dari balik pintu itu.
“Nak Ersya, penghulunya
sudah datang! Bagaimana apa sudah siap?”
“Siap bu!”
Ersya pun berdiri,
Felic yang sedari tadi menyaksikan betapa Iyya menyayangi Ersya seperti ibunya
sendiri membuatnya tertegun, ia iri sekaligus bahagia. Dia pun ikut berdiri.
“Iyya sama unty ya,
biar mom Eca sama oma, bagaimana?”
“Iya aunty!”
Iyya pun di tuntun oleh
Felic sedangkan Ersya bersama bu Dewi. Mereka berjalan menuju ke ballroom, dari
tangga paling atas ia sudah bisa melihat seberapa banyak tamu yang hadir.
Banyak kamera yang menyorot kehadiran mereka. Nadin dan Ara juga segera
Semuanya terlihat
begitu anggun, nyonya Ratih sudah menunggu di ujung tangga. Sedangkan Div sudah
berdiri di depan altar pernikahan bersama penghulu dan beberapa saksi pernikahan.
Alunan music dari yovie
and nuno yang berjudul janji suci menjadi sountrack kali ini. Dan itu pun di nyanyikan langsung oleh penyanyinya. Tidak tanggung-tanggung Div mengundang beberapa artis nasional sebagai pengisi acara.
Kenapa kakiku rasanya jadi pengen terbang sendiri-sendiri ya …, batin Ersya, tangannya saja sudah begitu gemetarnya melihat seberapa megahnya
pernikahan nya.
Apalagi saat matanya
turun ke bawah, begitu banyak orang ingin melihat wajahnya, mereka mendongakkan
kepalanya menatap ke arahnya. Begitu banyak orang yang terlihat luar biasa
sedang menunggu kedatangannya.
“Apa aku sedang
bermimpi?” gumamnya tapi masih bisa di degar oleh bu Dewi dan Ara yang tepat di samping kiri dan kanannya.
Bu Dewi hanya
tersenyum, mungkin jika dia berada di posisi Ersya saat ini dia juga akan mengatakan hal yang sama.
Sedangkan Ara, walaupun
ia belum pernah berada dalam kemegahan acara pernikahan, tapi suaminya itu
sudah entah ratusan kali membuatnya merasakan hal yang sama seperti ini,
suasana tidak terduga yang dirinya sendiri tidak tahu untuk apa dan bagaimana?
Tiba-tiba aja seperti itu dan dia harus menerimanya.
“Jangan khawatir, ini
bukan mimpi!” ucap Ara dengan tersenyum membuat Ersya menoleh padanya.
__ADS_1
“Bagaimana kau bisa
melewati semua ini selama ini?” Ersya masih tidak menyangka jika wanita di
sampingnya juga berasal dari keluarga biasa saja dan dapat bertahan hampir
sepuluh tahun, setelah kunjungannya ke rumah ayah Roy kemarin.
“Karena cinta!”
Kalau
tanpa cinta bagaimana dong …., batin Ersya. Ia
menghela nafas saat semuanya akan terasa berat setelah ini, hanya demi Iyya
saja ternyata tidak cukup.
“Dulu juga sulit, tapi
saat aku sudah merasakan cinta, semuanya jadi mudah!” ucap Ara lagi, ia
sepertinya mengerti dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Ersya.
Hingga akhirnya mereka
sampai juga di ujung tangga. Tangan nyonya Ratih sudah terulur di sana, Ersya
tampak ragu untuk menyambutnya tapi Ara terus meyakinkannya.
Ara menganggukkan
kepalanya beberapa kali. Ersya pun mengulurkan tangannya, meletakkannya di atas
tangan nyonya Ratih yang terbuka. Kini gantian nyonya Ratih yang menuntunnya
menuju ke altar pernikahan.
Wanita itu begitu
anggun dan tetap berwibawa dengan balutan gaun yang indah. Nyonya Ratih,
walaupun sudah berada di belakang layar finitygroup tapi tetap saja, siapapun
masih segan terhadapnya. Apalagi anak-anaknya memiliki kinerja yang tidak jauh
beda dengannya.
Akhirnya mereka sampai
juga di altar pernikahan, kini giliran Divta yang menyambut tangannya.
Memintanya duduk di samping dirinya.
Nyonya Ratih duduk
tepat di belakang mereka bersama ketiga putranya yang lain. bu Dewi dan ayah
Roy juga di sana bersama Ara, Nadin dan Felic.
Iyya berada dalam
pangkuan bu Dewi, menyaksikan bagaimana daddy dan mom nya akan menikah.
Pak penghulu sudah siap
dengan mikrofon di tangannya.
“Kita mulai ya!”
“Iya pak!”
“Bismillahirrahmanirrahim
… !”
Ersya bisa mendengar
lirih, pria di sampingnya itu mengikuti ucapan pak penghulu. Semua kamera sudah
menyala siap mengabadikan moment luar biasa ini. Bahkan para pencari berita
yang di undang khusus adalah para wartawan dengan lisensi yang sudah cukup
bagus.
Bersambung
NB :
Maaf ya kemaren sebenarnya pengen aku ganti judulnya, setelah aku bikin voting di IG banyak yang milih judul lama, jadi aku balik ke judul lama aja cuma covernya aja yang aku ganti
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
Happy Reading 🥰🥰🥰