Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (51. Ribet banget)


__ADS_3

"Aku harus apa sekarang? Bagaimana dengan Kim?"


Divia dengan cepat turun dari tempat tidur, ia harus mencari cara agar Kim mau pergi sebentar selama ayahnya di apartemen itu.


Ia segera mencari Kim di dapur dan benar saja pria itu ada di sana,


"Kim!?"


Kim yang tampak sibuk memotongi sayur segera mendongakkan kepalanya.


"Vi, kenapa bangun lagi?"


"Kim, sebenarnya hari ini aku ingin makan kimchi tapi yang ada di toko dekat sama pantai, itu kan jauh banget. Tapi ya sudah lah, mungkin ini karena efek sakit perut jadi mintanya aneh-aneh!"


"Aku akan meminta Lee mencarinya!"


"Jangan_!" teriak Divia membuat Kim menatapnya, "Maksudku, aku ingin kamu yang mencarikan buat aku, bukan Lee!"


"Tapi kamu kan lagi sakit!? Mana tega aku meninggalkamu sendiri! Atau aku minta Lee buat temani kamu!"


"Nggak usah Kim, ajak aja Lee sama kamu, kan jalannya jauh. Atau kalau kamu cemas aku bisa minta Yura ke sini buat temenin aku, bagaimana?"


Kim tampak berpikir sejenak, tapi ia pun segera melepas afronnya,


"Baiklah, aku akan menghubungi Yura!"


"Biar aku aja Kim, lebih baik kamu segera pergi sekarang biar Yura aku yang hubungi! Nanti takutnya kemalaman."


Walaupun tampak khawatir, Kim pun akhirnya benar-benar meninggalkannya. Divia bisa bernafas lega sekarang. Kini Divia tinggal menunggu ayah Rendi dan juga menghubungi Yura agar ke tempatnya.


Tidak lupa ia juga meminta Yura untuk membelikan berbagai makanan untuk makan siang.


Selang lima belas menit dari kepergian Kim, pintu apartemennya kembali di ketuk ternyata yang datang Yura,


"Yura, syukurlah kamu datang lebih cepat!" Divia dengan cepat menarik tangan Yura. Yura benar-benar terkesima dengan apartemen baru Divia.


"Ada apa sih Vi? Ya ampun Vi ini benar-benar amazing!? Apartemen yang sangat bagus, pasti mahal!"


"Jangan pikirkan itu, sekarang bantu aku menyelesaikan masalahku!"


"Ada apa sih?"


"Ayah ku sebentar lagi ke sini!"


"Trus, masalahnya apa?"


"Masalahnya, aku nggak mau sampai ayah tahu kalau aku pacaran sama Kim!"


"Kenapa?"


"Ayahku nggak suka kalau aku punya hubungan spesial sama orang Korea!"


"Ribet banget sih hidupmu, dapat pangeran malah terkendala keluarga. Trus sekarang aku harus apa?"


"Nanti kalau ayahku belum pulang dan Kim kembali tolong cegah mereka agar tidak kembali dulu ya!"


"Gimana caranya?"


"Itu tugas kamu Yura!"


"Baiklah sekarang aku harus apa?"


"Duduk saja dan pantau keadaan!"


Benar saja, baru beberapa menit saja pintu apartemennya kembali di ketuk,

__ADS_1


"Itu pasti ayah!"


Divia dengan cepat beranjak dari duduknya dan menuju ke arah pintu masuk dan benar saja saat ia membuka pintu ternyata ayah Rendi berdiri di sana,


"Ayaaahhhh!" Divia dengan cepat memeluk sang ayah, "Aku merindukanmu!"


"Ayah juga!"


"Masuk yah!"


Yura menyusul Divia , "Selamat siang paman!" sapa Yura sambil menundukkan punggungnya.


Rendi menatap ke arah Divia sedang bertanya dengan tatapan matanya,


"Kenalkan yah, ini teman Vi, namanya Yura!"


"Salam kenal Yura!"


"Salam kenal paman!"


Kayaknya ayah Divia sebelas dua belas sama Mr Kim ....


Yura sudah bisa melihat bagaimana ayah Divia ini.


Divia pun mengajak ayahnya untuk duduk dan menikmati makanan yang di bawakan Yura tadi.


Mereka membicarakan banyak hal sedangkan Yura hanya sesekali menyahuti saat ayah Rendi bertanya padanya.


"Apa ayah menginap di sini saja ya!?"


Mendengar ucapan Rendi, Yura dan Divia hanya bisa saling berpandangan.


"Memang ayah sebelumnya berencana tinggal di mana?"


"Ayah dapat fasilitas hotel selama di sini oleh klien ayah!"


"Di hotel yah?" Divia tahu hotel yang mana yang di maksud oleh ayahnya karena memang tadi pagi ia juga ke sana.


Yura pun memilih pergi ke ruangan lain agar Divia dan ayahnya bisa lebih leluasa untuk bicara,


"Iya!"


"Ayah ke sini sendiri?"


"Tidak, sama Ajun. Tapi mungkin nanti ayah akan meminta orang lain untuk ke sini!"


"Siapa?"


"Nggak tahu Daddy kamu!"


"Jadi Daddy yang minta ayah ke sini?"


"Hmmm, memang ayah kurang kerjaan. Ayah banyak yang harus di urus dan Daddy kamu masih bisa-bisanya minta ayah ke sini!?" keluhnya.


"Tapi kan jadinya ayah ke sini juga!"


"Karena ayah merindukanmu!"


"Uhhhhh, ayah!" Divia segera memeluk sang ayah, tapi karena terlalu fokus berbincang dengan ayahnya Divia sampai tidak sadar jika ponselnya sudah berdering sedari tadi.


"Bentar ya yah, ponselku berdering!" Divia dengan cepat membawa ponselnya menjauh dari ayah Rendi.


"Kim lagi!?" keluhnya sambil melihat pesan Kim, Divia pun segera memberitahu Yura untuk menunduk Kim naik ke atas.


"Aku harus apa?"

__ADS_1


"Apa aja, aku akan minta ayah untuk segera pergi!"


Yura pun dengan berat hati keluar dari apartemen Divia.


"Teman kamu mau ke mana?"


"Itu yah, di bawah ada pengantar makanan."


"Tapi kan kita baru makan?"


"Ahhhh iya yah, aku hampir lupa sebenarnya hari ini ada janji ketemu sama dosen, ayah ....!"


"Baiklah ayah akan mengantar kalian!"


"Tidak yah, jangan! Bagaimana kalau ayah kembali ke hotel aja nanti biar Divia yang ke sana. Divia selama di sini nggak pernah nginep di hotel, kan lumayan yah dapat layanan hotel gratis, apalagi hotel bintang lima!"


"Begitu ya!"


"Iya yah!"


"Baiklah, ayah pergi ya, beneran temui yah di hotel!"


"Pasti yah!"


Ayah Rendi pun meninggalkan kecupan di kening Divia lalu berpamitan untuk pergi.


Di bawah, Yura akhirnya menemui Kim dan Lee. Ia sebenarnya tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Selamat sore Mr Kim, Mr Lee!" sapa Yura membuat langkah kedua pria itu terhenti.


"Ada apa Yura?"


"Sebenarnya saya di minta Vi untuk menemui kalian!"


"Ada apa? Apa Vi semakin sakit?"


"Tidak bukan seperti itu, sebenarnya Vi minta Mr Kim untuk membelikannya es krim!"


"Es krim?"


"Iya, katanya perutnya panas, mungkin ingin makan es krim!"


"Baiklah, biar saya minta Lee untuk membeli es krim untuknya!"


"Jangan!" dengan cepat Yura memotong ucapan Kim membuat kedua pria itu menatap heran ke arahnya, "Maaf, maksud saya bukan seperti itu. Vi ternyata juga minta buah segar yang ada di pasar, jadi akan lebih baik jika Mr Lee mengantar saya membeli buah segar di pasar, jarak pasar ke sini kan cukup jauh kalau saya harus jalan pasti akan memakan waktu yang banyak!"


"Begitukah?"


Yura mengangukkan kepalanya dengan begitu yakin.


"Baiklah aku akan membeli es krim, yang rasa apa?"


"Rasa, rasa durian!" Yura sengaja memilihkan rasa yang cukup langka agar Kim tidak segera kembali.


"Baiklah, kalian segera pergi, saya juga akan mencari es krim durian!"


Akhirnya Kim mencari minimarket di dekat-dekat sama sedangkan Lee dan Yura dengan mobil lain memilih untuk pergi ke pasar.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2