Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (2. Prolog)


__ADS_3

...Tidak perlu hal yang luar biasa dulu untuk menjadi luar biasa, cukup dengan berani keluar dari zona nyaman kamu dan kamu akan menemukan hal yang luar biasa yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya...


...🌺🌺🌺...


Namaku Divia, usiaku 19 tahun. Walaupun begitu aku baru saja lulus SMA. Kalian tahu kan kisahku dari awal, anak yang begitu beruntung mendapatkan seorang Moms baru seperti Moms Ersya.


Dan yang membuat aku lebih beruntung lagi, aku juga mendapatkan bonus empat adik sekaligus.


Kebayang kan bagaimana ribetnya urusan rumah saat kami semua masih kecil, maksudnya adik-adikku itu mulai tumbuh.


Daddy bukan orang yang mudah percaya pada siapapun, ia bahkan tidak bisa mempercayakan anak-anaknya pada baby sitter sepenuhnya yang tentunya kecuali aku tentunya karena saat itu aku belum ketemu sama Moms.


Setiap hari Moms dan aku akan sibuk mengurus adik-adik. Bahkan waktu Moms menjadi tidak banyak untuk dirinya sendiri.


Eittsss, tapi tenang. Daddy adalah Daddy yang paling pengertian. Dia kerap membawa adik ke kantor hanya untuk memanjakan Moms Ersya dan tentunya aku.


Setidaknya setiap satu Minggu sekali kali akan punya waktu me time, memanjakan diri sendiri.


Kami akan pergi ke salon, nonton, shopping dan itu semua kami nikmati.


Aku ataupun Moms tidak pernah mengeluh sampai adik-adik mulai masuk sekolah, selain sebagai kakak tentu aku sebagai pengasuh mereka di sekolah.


Eitttsss, kayaknya salah. Ternyata aku bawa bodyguard-bodyguard kecilku ke sekolah karena memang sekolah kami berada dalam satu yayasan, satu lokasi milik Oma tentunya, tapi sudah di kelola sama bunda Nadin.


Loh kok bisa? Ya bisa, karena kerja keras ayah Rendi selama melayani, cie ....., melayani, gimana ya bahasanya. Pokoknya itulah, Oma Ratih sengaja ngasih kepercayaan yayasan itu pada bunda Nadin, selain karena Enang bunda Nadin paling kompeten dalam hal ini, mammy Ara juga sudah punya usaha sendiri yang harus ia kelola.


Masih ingat kan sama mammy Ara, itu istrinya ungcle Agra.


Kita kembali lagi ke keempat bodyguard ku yang kece ya. Mereka bahkan lebih protektif di banding Daddy.


Mereka benar-benar pantas jadi mata-mata kecil ....


Dan lagi, tambah satu lagi, dia Elan. Tapi jangan khawatir anak bandel itu terlalu sibuk ngurusin urusannya sendiri dengan ayahnya yang punya aturan super ketat.


Kalau mau tanya kisah Elan, nanti aja. Aku kan lagi cerita kisahku sendiri.

__ADS_1


"Divia, jalan yukkk!" ajak teman-teman ku.


Kalian tahu apa yang terjadi, empat kurcaci itu ngintil di belakangku. Bahkan aku harus rugi karena uang jajanku habis untuk mereka jajan.


Sudah ya flashback nya, aku mau lanjut ke perjalananku setelah lulus. Ehhhh belum, kalian tahu bagaimana kurcaci-kurcaci kecilku itu tumbuh? Mereka menjadi sosok yang tampan, seandainya saja aku lahir setelah mereka, atau aku bukan saudara mereka. Sudah pasti aku bakal jadikan mereka gebetan aku. Setidaknya jadi pacar pura-pura mereka.


Bayangkan aja kalau Jungkook, V, Kim Seok jin, Suga ngumpul jadi satu di rumahku. Walaupun masih kecil, jangan di tanya pesona mereka, atau memang mereka sengaja tebar pesona ya?


Ihhhh sebel .....


Mereka terlalu tampan untuk jadi adik-adik kecilku.


Hari ini setelah aku lulus hari bersejarah akan di mulai, aku akan keluar dari zona nyamanku menjadi salah satu tuan putri di finityGroup.


Pokoknya aku harus hidup mandiri .....


Aku memutuskan untuk melepaskan semua atribut tuan putriku dan akan hidup sebagai rakyat biasa.


Berlebihan .....


Ya begitulah, berada di lingkungan finityGroup membuatku tumbuh bak putri raja, kemana-mana harus di kawal, nggak boleh ini nggak boleh itu.


"Berjanjilah Daddy, jangan ikut campur dengan kehidupan Divia di sana nanti, pokoknya Divia nggak mau di kenal sebagai putri Daddy!"


"Kamu nggak suka jadi putri Daddy?"


Aku tahu perkataanku pasti sudah melukai hati Daddy, tapi serius bukan itu maksudku.


"Divia cuma ingin orang-orang mengenal Divia sebagai Divia bukan putri Daddy, nanti adik-adik kalau sudah tumbuh juga akan berpikir yang sama seperti Divia, Daddy!"


Srekkkkk


Ahhhh ini adegan yang paling aku benci, aku benci menangis .....


Daddy selalu memelukku seperti ini dan aku pasti akan menangis,

__ADS_1


"Putriku sudah tumbuh dewasa sekarang, baiklah Daddy janji, Deddy akan melakukan seperti yang kamu mau!"


"Tapi Daddy, aku tetap butuh uangmu!"


Daddy melepas pelukannya, dan aku hanya bisa mengacungkan kedua jariku,


"Aku tetap harus makan kan di sana, Daddy!"


"Kadang Daddy ingin sekali membencimu jika begini!"


"Daddyyyy!!!!!"


"Becanda sayang, sini peluk Daddy lagi!"


Sungguh keluarga yang manis bukan? Aku bahagia berada di keluarga ini.


"Moms, sini! kenapa Moms hanya berdiri di situ?"


Aku tahu Moms Ersya sedang mengawasi kami dari balik pintu dan dia sedang mengusap air matanya.


"Moms pasti akan sangat merindukanmu nantinya!"


Kami akhirnya pelukan bertiga dan kurcaci-kurcaci tampanku berhambur memeluk kami.


Hari ini aku sudah berdiri di boarding pass bandara, aku sedang menunggu keberangkatan pesawatku.


Walaupun mungkin akan terasa berat di awal tapi aku serius dengan keputusanku. Aku sengaja tidak meminta mereka mengantarku, aku nggak mau menangis lagi hari ini. Aku ingin mereka mengantarku dengan senyum dan lambaian tangan di depan rumah.


Nggak usah ada adegan mengharukan lagi di bandara. Cukup aku yang meneteskan air mata.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2