Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (68. Pencemburu)


__ADS_3

"Vi, apa kamu punya masalah dengan Presdir?" tanya senior Yoo saat mereka berjalan kembali ke ruangan mereka.


"Masalah apa, presdir itu emang pa_!" ucapan Yura segera terhenti saat mendapat cubitan dari Divia di pinggangnya, "Aughhhh!"


"Apa Yura?" tanya senior Yoo yang penasaran.


"Itu senior Yoo, paling tampan dan paling punya kuasa, emang apa yang bisa di lakukan oleh anak magang seperti kita, iya kan Yura?" Divia mengedipkan matanya pada Yura agar tidak sembarangan bicara lagi.


"Iya senior Yoo, emang tuh Presdir kadang suka paling sok berkuasa."


"Ohhh, aku kira apa!" akhirnya senior Yoo percaya juga.


"Oh iya senior Yoo, senior duluan aja. Aku sama yura mau ke toilet dulu, iya kan Yura?"


"I_iya!" Yura segera menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, jangan lama-lama ya!"


"Iya senior Yoo!"


Akhirnya kini tinggal mereka berdua, Divia benar-benar tidak sabar untuk menanyakan hal ini pada Yura.


"Ada apa sih Vi?"


"Sekarang katakan padaku, apa kamu juga tahu mengenai hal ini?"


"Hal ini apa?"


"Kalau ini juga perusahaan Kim!"


"Sumpah!" Yura segera mengangkat dua jarinya, "Aku benar-benar nggak tahu, ini beneran rekomendasi dari pihak kampus. Tapi memang sih_!"


"Memang sih apa?"


"Memang sedikit mencurigakan karena saat itu, tiba-tiba pihak kampus kasih rekomendasi padahal aku belum kepikiran buat cari tempat magang, sekali datang langsung di terima tanpa di tanya macam-macam!"


Divia terdiam kemudian mengepalkan tangannya, "Ini pasti rencana Kim!"


"Sudah pasti, dia kan memang super cemburuan!"


"Hahhhh, masalah lagi nih." keluh Divia sambil menyandarkan punggungnya di dinding.


"Kalau nggak mau dapat masalah lagi, mending cepetan noh temui Mr Kim!"

__ADS_1


"Kalau dia marah?"


"Marah, ya dengerin aja. Emang dia kuat marah sampai berapa lama sama kamu? Baru juga tiga hari nggak ketemu, udah masuk rumah sakit kan!"


"Ihhh jangan nyumpahin kamu!"


"Nggak nyumpahin Vi, kenyataan. Udah sana, biar senior Yoo aku yang handle!"


"Baiklah!"


Divia pun segera berpisah dengan Yura, ia harus segera menemui Kim sebelum pria itu tambah marah padanya.


Divia berdiri di depan ruangan itu, ruangan yang sebelumnya tidak pernah ia sekalipun berpikir akan memasuki ruangan itu, tapi kali ini ia yakin pasti setiap hari akan ada aja alasan Kim agar ia masuk ke dalam ruangan itu.


Tok tok tok


Divia mengetuk terlebih dulu ruangan itu dan selang beberapa detik pintu terbuka dan Lee berada di balik pintu itu,


"Silahkan masuk nona!"


"Terimakasih!"


Divia pun segera masuk, ia berharap tidak ada karyawan lain yang melihatnya karena di kantor ini tidak sama seperti di kantor pusat, antar ruangan yang satu dengan yang lainnya jaraknya tidak begitu jauh jadi memungkinkan karyawan lain melihat kedatangannya ke ruang Presdir.


"Baik Mr!"


Akhirnya di ruangan itu tinggal Divia dan Kim.


Kim masih dengan tatapan yang sama, tidak ada bedanya dengan di kantin tadi,


"Apa Presdir Kim memanggil saya?" Divia masih bertanya dengan nada formalnya.


"Silahkan duduk nona Vi!" ternyata Kim tidak kalah formalnya. Dengan perasaan was-was akhirnya Divia pun duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Kim.


"Anda tahu apa kesalahan anda?"


"Saya?" Divia tentunya bingung karena ia tidak merasa melakukan kesalahan apapun.


Tiba-tiba Kim berdiri dan menyambar jasnya, ia berjalan mendekati Divia, "Berdiri!" perintahnya.


"Hahhh?"


Belum sampai Divia berdiri, tiba-tiba Kim mengalungkan jasnya di punggung Divia hingga menutupi tubuhnya,

__ADS_1


"Kim, ini apa?" Divia hampir melepasnya tapi segera di tahan oleh Kim.


"Biarkan seperti ini, kamu tahu apa kesalahanmu? Kamu sudah membiarkan orang lain menyentuh pipi, bibir dan tanganmu!" ucap Kim sambil menyentuh apa yang di lihatnya di sentuh oleh Yoo.


"Hahhh?" lagi-lagi Divia di buat tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Kim, baru saja akan melontarkan protes tiba-tiba Kim mencium tangannya, pipinya dan yang terakhir bibirnya.


"Kim, apa yang kamu lakukan? Ini di kantor!" Divia melihat pintu ruangan itu yang terlihat sedikit transparan.


"Aku sedang membersihkannya, mengerti!" Kim bicara tanpa rasa bersalah, kemudian berlalu begitu saja dan kembali ke tempat duduknya.


Ya ampun, dia benar-benar menakutkan ....


"Apa sekarang aku sudah boleh kembali?"


"Tetap di situ!"


"Tapi pekerjaanku?"


Tiba-tiba Kim menghubungi seseorang yang Divia yakini itu pasti Lee. Mereka berdua memang benar-benar couple yang cocok. Dan benar saja, tidak berselang lama pintu di buka dan Lee datang dengan membawa setumpuk berkas.


"Ini yang Mr minta!"


"Letakan saja di situ!" Kim menunjuk meja yang ada dekat sofa. "Kamu boleh pergi lagi!"


"Baik Mr!"


Lee pun segera pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kamu yakin ini!?" Divia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Kim, bahkan pria itu sampai membawa pekerjaannya ke ruangan itu.


"Ya, tetap di situ dan aku akan mengawasimu. Jangan sampai kamu kelamaan sama pria itu, aku tidak suka!"


Divia hanya bisa menyebirkan bibirnya, mau protes bagaimanapun dia tidak akan bisa menang melawan Kim.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2