Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (18. Nenek yang sakit)


__ADS_3

...Setiap kali aku melihat senyummu aku selalu merasa saat ini, seluruh dunia juga sedang tersenyum. Cinta yang kamu miliki memanglah sederhana, namun dapat mengalihkan dunia ku. Berjanjilah untuk terus bersamaku sekarang, esok, dan selamanya. Bila mencintaimu adalah ilusi, maka izinkan aku berimajinasi selama tentangmu dan aku akan menjadi penghalu yang paling hebat....


...🌺🌺🌺...


Divia segera mematikan sambungan telponnya. Ia bahkan tidak bisa berpikir jernih sekarang. Ia tidak habis pikir jika Kim dengan lancang menjawab telpon untuknya.


Flashback on


Hampir setiap hari ponsel yang selalu berada di atas meja kerjanya itu berdering, bahkan saat ia kembali dari kantor sudah begitu banyak telpon yang masuk.


Kim memeriksa ponsel berwarna biru itu, ia ingin tahu siapa yang melakukan panggilan sebanyak itu dalam sehari dan ternyata hanya dari satu nomor.


"Aku rasa dia akan berterimakasih padaku karena telah menerima telpon penting ini!?" gumamnya membuat opini sendiri. Kim pun segera melakukan panggilan balik kepada pemilik nomor itu,


"Hallo Vi!?"


"Hallo nyonya!?"


"Masih kamu?" mereka sudah pernah mengobrol sebelumnya jadi Moms Echa tidak begitu terkejut,


"Iya nyonya, saya sengaja membawakan ponsel putri anda karena memang agar dia sedikit fokus dengan tugas kuliahnya!"


"Apa kalian pacaran?" suara di seberang sana terdengar histeris.


"Apa terlihat seperti itu?"


"Iya, kamu baik sekali. Tapi aku sangat merindukannya!?"


"Jangan khawatir nyonya, saya akan mengirimkan video aktifitas putri nyonya, bagaimana?"


"Jika itu lebih baik, saya setuju!?"


Akhirnya semenjak saat itu Kim selalu mengirimkan video kegiatan Divia setiap harinya,


"Apa kalian tinggal dalam satu rumah?"


"Hanya satu rumah nyonya tapi tidak satu kamar, sungguh!?"


"Saya percaya sama kamu, tolong jaga putriku ya!?"


"Pasti nyonya!?"


Flashback off


Setiap hari Kim mereka kegiatan Divia tanpa sepengetahuannya dan mengirimkannya pada mommy Ersya.


Hubungan Kim dan mommy Ersya semakin dekat, bahkan Kim juga sengaja memberikan nomor pada Moms Ersya agar ia tidak perlu menelpon ke nomor Ersya.


Moms Ersya juga tahu kalau Divia tengah mengasuh seorang anak yang bernama Dee.

__ADS_1


...***...


Mr Kim berjalan cepat menyurusi lobby. Langkahnya selalu terlihat pasti dengan sepatu mengkilat yang beradu dengan lantai hingga menimbulkan irama yang membuat siapa pun yang melintas di depannya akan merasa gentar.


"Selamat pagi Mr!"


Pria yang selalu memakai jas hitamnya itu bahkan tidak menggerakkan bibirnya untuk sekedar tersenyum.


"Selamat pagi Mr Kim!?" kali ini Lee yang menyapanya. Ia berjalan mengikuti Mr Kim di belakangnya.


"Dari mana saja kamu?" Mr Kim terlihat tidak begitu senang saat Lee datang jauh lebih siang darinya.


"Maaf Mr, saya baru saja dari rumah nyonya besar!?" pria yang selalu mengikuti kemanapun mr Kim pergi itu tampak menunjukkan. wajah tidak baik-baik saja.


Mr Kim menghentikan langkahnya dan menoleh pada Lee,


"Apa terjadi sesuatu?"


"Nyonya besar masuk rumah sakit!?" seketika mr Kim berhenti hingga membuat Lee menghentikan langkahnya dengan mendadak.


"Kenapa tidak mengatakannya dari tadi," keluhnya kesal dan ia pun segera berbalik badan, "Kita ke rumah sakit sekarang!"


Bahkan Mr Kim rela meninggalkan pekerjaannya demi sang nenek. Selama ini Kim hanya di besarkan oleh sang nenek.


Hanya dalam beberapa menit akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit tempat sang nenek di rawat, Mr Kim berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit. Wajahnya tampak begitu cemas tidak sabar ingin melihat keadaan neneknya.


"Nenek!?"


"Nenek, apa yang terjadi?" Mr. Kim segera duduk di samping ranjang pasien itu dan menggengam tangan lemah nan keriput sang nenek.


"Nenek tidak pa pa, nenek memang sudah tua Kim, sudah waktunya buat nenek _!" Kim segera membekap bibir sang nenek, ia sudah tahu apa kelanjutannya dan ia belum siap untuk mendengarnya.


"Jangan teruskan Nek, nenek akan menemani Kim selamanya!"


"Tidak bisa, kamu butuh pendamping Kim. Nenek ingin sekali segera melihat anak kamu sebelum nenek benar-benar pergi!?"


"Nek_!?"


"Kim, semua orang pasti akan pergi! Dan satu permintaan nenek, nenek mau kamu memperkenalkan seseorang kepada nenek, nenek pasti akan sehat sampai kalian punya bayi!?"


"Tapi nek_!?"


"Kalau kamu tidak mau, nenek yang akan memperkenalkanmu dengan seseorang, dan kamu harus mau!?"


"Enggak Nek, Kim sudah punya seseorang!"


"Benarkah itu?"


"Iya!"

__ADS_1


"Kenalkan dia pada nenek ya, nenek ingin lihat!"


"Iya Nek, tapi nenek harus sembuh!"


"Nenek jadi punya semangat hidup lagi, Kim!"


Setelah percakapannya dengan sang nenek, Kim terlihat galau. Ia jelas tidak bisa memperkenalkan siapapun sekarang, hubungannya dengan Lyla sudah lama kandas. Seharusnya saat ini ia bisa dengan bangga memperkenalkannya pada sang nenek sebagai calon istrinya. Tapi semua yang di rencanakan seakan menguap bersama penghianatan yang di lakukan gadis itu.


Kini dua pria itu sedang duduk di sebuah bar hanya untuk sekedar menikmati minuman. Ia sedang tidak berniat untuk cepat pulang karena jika di rumah mungkin kepalanya akan semakin pusing dengan tingkah Dee dan Divia.


"Apa ada masalah serius Mr? Apa nyonya besar baik-baik saja?"


"Kamu tahu keadaan yang sebenarnya!" tidak perlu bertanya, Lee pasti tahu apa yang terjadi dengan nyonya besar karena dia yang pertama kali di hubungi oleh pihak rumah sakit.


"Nenek memintaku membawa seorang gadis yang aku kenalkan sebagai pasangan!?"


"Begitu ya, cukup rumit!?" Lee mengerti bagaimana keadaan Kim saat ini yang sedang tanpa pasangan dan dia juga bukan orang yang mudah untuk jatuh cinta atau mencari wanita untuk sekedar main-main.


"Jangan membuatku bertambah pusing dengan ucapanmu itu!?" Kim kembali menyesap minuman dalam gelasnya hingga kosong. Lee kembali menuangkan minuman dari dalam botol dan Kim kembali meneguknya seolah minuman itu yang bisa memberinya solusi untuk saat ini.


"Bagaimana jika saya memberi saran pada Mr?"


Kim segera mendongakkan kepalanya menatap sekretarisnya itu sambil mengerutkan keningnya,


"Apa?" walaupun tidak yakin tapi ia juga penasaran dengan apa yang akan menjadi ide Lee.


"Bagaimana dengan nona Divia?"


"Maksudnya?"


"Dia cukup menarik untuk menjadi seorang kekasih Mr, lagi pula untuk saat ini Mr hanya sedang dekat dengannya dan yang lebih penting Dee menyukainya!" Lee berbicara dengan sangat yakin hingga membuat lawan bicaranya tanpa sadar mengangukkan kepalanya beberapa kali.


"Aku tidak yakin!?"


"Bagaimana kalau di coba dulu Mr, sepertinya nona Divia juga cukup lihai saat berakting, aktingnya juga terlihat bagus saat berperan sebagai mamanya Dee!" lagi-lagi kata-kata Lee tampak begitu meyakinkan.


"Bagaimana kalau dia menolak?"


"Itu tidak mungkin terjadi, nona Divia membutuhkan laptopnya dan anda bisa membantunya menyelesaikan tugasnya yang kurang dua Minggu lagi."


"Kamu benar! kita pulang sekarang." Kim pun segera beranjak dari duduknya dan Lee mengikutinya di belakang.


Bersambung


...Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya...


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2