Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2( 77. Lee yang dingin)


__ADS_3

Divia sudah meminta Gara agar tidak menjemputnya, ia takut jika sampai Kim semakin marah padanya.


"Silahkan nona!" Lee membukakan pintu untuk Divia, kali ini Kim tidak meminta Lee untuk mengantarnya.


"Terimakasih!" Divia pun segera masuk dan duduk di samping kursi kemudi, karena dia tahu kalau Kim yang akan menyetir.


Mobil pun melaju meninggalkan Yura dan Lee. Dua orang itu sekarang tengah terdiam dengan pikirannya sendiri-sendiri.


Tapi tiba-tiba Lee mendekatinya. "Yura, aku akan mengantarmu jika kamu tidak keberatan!"


"Hahh?" seketika Yura tercengang, ada angin apa hingga membuat pria dingin itu tiba-tiba menawarinya tumpangan.


Ia kembali meyakinkan dirinya bahwa yang baru saja ia dengar itu benar.


"Jika kamu keberatan, tidak pa pa. Aku tidak akan memaksa!"


"Siapa bilang, aku tidak keberatan!"


Lee segera tersenyum lega, senyumnya selalu tipis dan mampu di sembunyikan dengan wajah dinginnya walaupun hatinya sekarang tengah bersorak, "Baiklah, tunggu sebentar aku akan mengambil mobil."


"Baik!"


Tida berapa lama Yura menunggu, akhirnya Lee kembali datang dengan mobilnya.


Lee tiba-tiba turun dan membukakan pintu untuk Yura, tentu ini hal yang luar biasa. Walaupun terasa aneh, Yura hanya bisa menuruti apa pun yang di lakukan oleh Lee. Ia masuk dan duduk di samping kursi kemudi.


Setelah memastikan Yura masuk, Lee dengan cepat berlari mengitari mobil dan masuk ke dalam mobil melalui pintu yang lainnya.


Mobil pun melaju, sebenarnya ada hal yang ingin sekali Lee tanyakan pada Yura. Tapi ia tidak tahu harus memulainya dari mana.


Lee melihat sebuah kedai makanan, ia jadi punya ide untuk bicara, ia pun kembali meminggirkan mobilnya.


"Mr Lee, kenapa kita berhenti di sini?" jelas ini masih jauh dari rumahnya. Ia masih sangat trauma jika sampai Lee meninggalkannya di jalan lagi.

__ADS_1


"Aku lapar. Jika kamu tidak lapar kamu bisa menunggu di mobil!"


Apa begitu cara meminta wanita untuk makan, dia benar-benar ....


Sebenarnya bukan kata-kata itu yang ingin Lee keluarkan dari bibirnya tapi tetap saja rasa gengsinya mengalahkan segalanya.


Kenapa aku malah bicara seperti itu? Benar-benar ...


Melihat ekspresi Yura, Lee sudah yakin Yura tidak akan mau turun karena ucapannya.


"Tapi jika kamu tetap di sini, saya akan meminta pihak HRD untuk memberimu nilai merah!"


"Hahh, nilai merah. Mana bisa, aku sudah bekerja keras sepanjang hari. Ini benar-benar tidak adil!"


"Baik, jadi keputusan ada di tanganmu!"


"Baiklah aku turun, asal jangan minta saya untuk bayar sendiri aja!"


Lee tersenyum lalu benar-benar turun, Yura pun segera menyusul. Ia benar-benar tidak rela mendapat nilai merah dari hasil magangnya, selama ini ia sudah cukup bekerja keras, mengurus seluruh tenaga dan pikirannya.


Mereka memilih bangku yang berhadapan, beberapa makanan akhirnya datang dan hal itu tentu membuat Yura cemas.


Makanan sebanyak ini, bagaimana jika aku suruh bayar sendiri ...


Dan sepertinya Lee mengerti arti dari kecemasan Yura,


"Jangan khawatir, saya yang akan traktir. Jadi makan sepuasmu. Kamu kan suka makan! Jadi jangan di tahan!"


Dia ini sebenarnya mengejek atau apa..., Yura menatap kesal pada pria dingin di depannya. Terserahlah , yang penting aku dapat makan gratis ...


Yura pun tidak ragu lagi untuk menyantap makanan itu, ia benar-benar banyak makan. Bahkan porsi makan Lee tidak sebanding dengan porsi makan Yura.


"Makan banyak, tapi tubuh tetap segitu saja!" gumam Lee lirih tapi masih bisa di dengar oleh Yura. Tapi sepertinya perkataan pedas Lee sudah menjadi makanan sehari-hari untuk Yura. Ia masih tetap menikmati makanannya.

__ADS_1


Entah kenapa melihat Yura makan membuat Lee senang, ia lebih suka memandangi Yura makan dari pada makan sendiri.


Hingga ia teringat tujuannya mengajak Yura makan,


"Yura!?"


"Hmm?" Yura masih fokus dengan makanannya, kapan lagi bisa makan enak, gratis pula.


"Apa kamu punya hubungan spesial dengan senior Yoo?"


Huks huks huks


Seketika Yura tersedak, Lee dengan cepat mengambilkan minuman untuknya. Yura pun meneguk minuman itu hingga habis. Setelah memastikan tenggorokannya aman, Yura kembali menatap Lee.


"Maksudnya?"


"Kemarin saya tidak sengaja melihat kalian sedang_!"


Walaupun tidak di lanjut, Yura langsung paham maksud pertanyaan Lee.


Ha ha ha


Yura malah tertawa keras membuat Lee mengerutkan keningnya.


"Mr Lee salah faham, kemarin itu saya berpelukan dengan senior Yoo karena senior Yoo sedang patah hati. Dia itu suka sama Vi, tapi tahu sendiri kan siapa kekasih Vi, memang siapa yang mau bersaing dengan Presdir Kim!?"


Mendengar perkataan Yura, seketika ada rasa lega dalam diri Lee. Akhirnya apa yang ia pikirkan salah.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri. ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2