
Divia pun melepaskan pelukannya, ia memastikan sekali lagi jika itu benar-benar Kim, dan benar saja pria mirip Kim itu tersenyum dan melambaikan tangan padanya.
Divia pun kembali mendekati Gara, "Gara, apa menurutmu seseorang yang terlalu rindu itu akan membuat sesuatu yang tidak benar menjadi nyata?"
"Maksudnya?"
"Aku sepertinya melihat Kim di sana, apa kamu melihatnya juga?"
"Memang aku merindukannya?"
"Enggak sih! Jadi kamu tidak melihatnya ya?"
"Apa aku tadi mengatakan hal itu? Aku hanya bilang aku tidak merindukannya!"
"Jadi kamu juga melihatnya?"
"Iya!"
"Apa artinya itu nyata? Dia benar-benar Kim?"
"Kalau Mr Kim tidak punya saudara kembar, bisa jadi itu dia!"
"Tapi bagaimana bisa dia di sini?"
"Kenapa kamu tanya padaku, tanyakan sendiri padanya!"
Belum sampai Divia kembali bertanya, mom Echa sudah lebih dulu menghampirinya dan memeluknya,
"Mommy merindukanmu sayang!" ucapnya saat memeluk Vi.
"Vi juga, Moms!"
"Bagaimana kabar kamu?"
"Vi baik, tapi sekarang sepertinya ada yang tidak baik!"
"Maksud kamu?"
Divia pun mendekatkan bibirnya ke daun telinga mommynya.
"Apa Daddy yang mengundang Kim ke sini? Apa itu benar-benar Kim? Apa ada masalah yang serius yang aku tidak tahu?" bisiknya.
Tapi mom Echa malah tersenyum.
__ADS_1
"Mom kok malah tersenyum sih."
"Kesinilah!" mom Echa menarik tangan Divia dan membawanya mendekati Kim.
"Bagaimana, apa menurutmu ini ilusi?" ucap Kom Echa saat menyatukan tangan Kim dan Divia.
"Ini benar-benar tangan Kim!"
"Bagaimana? Apa kamu suka dengan kejutan ku?" tanya Kim sambil tersenyum padanya.
"Aku suka tapi_!"
"Aku ke sini untuk melawarmu!"
"Melamar?" Divia bingung dengan ucapan Kim, ia mencoba mencari keberadaan daddynya dan ternyata daddynya tengah berada di sisi lain bersama ayah Rendi dan papa Agra, Oma Ratih juga di sana.
Jadi semuanya sudah tahu ....
"Aku sudah meminta ijin pada mereka, dan mereka menyetujuinya. Sekarang katakan padaku, apa kamu mau menikah denganku?"
"Kapan?"
"Kalau perlu saat ini juga!"
"Kim, kamu jangan bicara yang macam-macam ya. Kamu tahu kan bahkan kuliahku masih kurang satu semester lagi!"
"Tapi sepertinya Daddy akan merasa lebih aman jika kamu lebih cepat menikah!" ucap Daddy Div yang ternyata mendengar pembicaraan mereka.
Daddy apa-apaan, bisa-bisanya dia secepat itu menyetujuinya, tapi syukurlah ...
Divia tersenyum lega, itu artinya tidak masalah jika ia akan menikah dengan pria dengan budaya yang berbeda.
"Daddy serius?" tanya Divia dan daddynya menganggukkan kepala.
Dengan cepat Divia melompat dan memeluk Kim.
"Ini acara ulang tahunku, kenapa aku malah di abaikan?" protes Atha dan langsung mendapat tawa dari semua yang ada di sana, walaupun acara itu terlihat meriah tapi hanya ada keluarga besar finityGroup group saja yang ada di sana.
Akhirnya acara ulang tahun pun kembali berlanjut, Kim ikut bergabung dengan mereka hingga acara hampir selesai.
Kini Kim dan Divia memilih duduk di salah samping gedung, mereka menikmati suasana malam, di dalam seluruh keluarga tengah mengadakan kuis.
"Kim, kenapa kamu tidak mengatakan padaku juga akan datang ke sini?"
__ADS_1
"Jika aku mengatakannya, mungkin kamu tidak akan menyetujuinya!"
"Iya sih!"
"Cinta butuh tekat kan, siapa yang akan tahu jika mereka ternyata menyetujui hubungan kita jika aku tidak memintamu langsung pada mereka."
"Kamu gentleman sekali sih!?"
"Baru tahu, atau kamu mau aku tunjukkan yang lain lagi yang lebih gentleman dari ini?" tanya Kim dengan wajah yang menggoda tapi hal itu malah membuat Divia takut.
"Nggak, nggak perlu. Aku sudah percaya!"
Kim segera memeluknya, "Aku merindukanmu!"
"Kita baru berpisah selama satu hari!"
"Satu hari begitu lama bagiku, dan kamu dengan teganya akan meninggalkan aku hingga satu bulan, apa kamu tidak berpikir bagaimana aku selanjutnya, jahat sekali!"
"Jangan suka protes!"
"Baiklah, biarkan aku memelukmu seperti ini!"
Divia pun akhirnya membiarkan Kim memeluknya, cukup lama mereka saling diam hingga akhirnya Kim kembali bicara.
"Kenapa kamu tidak mengatakan jika Mr Gara saudara sepupumu, kamu hampir membuatku jantungan!"
"Kamu tidak pernah bertanya, aku pikir anak buahmu akan dengan mudah mencari tahu!"
"Anak buahku belum sehebat Daddy kamu!"
"Kamu akhirnya mengakuinya!"
"Untung aku tidak jantungan di sini, berapa banyak cowok tampan yang mengelilingimu, hingga jika kamu membawanya ke Korea tanpa memperkenalkan padaku satu persatu, mungkin aku akan benar-benar mati!"
"Kamu bicara apa sih!?"
"Aku serius!"
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...