Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
kenapa baru tahu


__ADS_3

Kedatangan Ersya langsung menjadi


pusat perhatian beberapa orang yang mungkin memang sudah mengenal Ersya karena


sebagian teman Rizal juga teman Ersya. Mereka dulu sekolah di sekolah yang


sama.


"Zal, bukankah dia Ersya?"


tanya salah satu teman Rizal.


"Iya ...!" jawab Rizal


singkat.


Beberapa yang tidak mengenalnya pun


akhirnya menoleh pada Ersya dan Rangga.


"Memang mereka siapa?” tanya


salah satu temannya yang memang belum mengenal Ersya.


"Dia itu mantan istri Rizal,


iya kan Zal! Dulu adik kelas kita!"


"Benarkah? Wahhh ...., cepet


banget ya move on nya!"


Tisya begitu kesal karena sedari


tadi yang menjadi pusat perhatian teman-teman Rizal malah Ersya bukan dirinya


sebagai pasangan baru untuk Rizal.


Siapa sih sebenarnya yang sudah


menjadi pasangannya????


Tisya pun akhirnya memperhatikan wajah


pria yang bersama Ersya.


“Bukankah itu Rangga, mas?’ tanya


Tisya pada Rizal.


Rizal yang tidak menyadarinya sedari


tadi segera memperhatikan pria yang bersama mantan istrinya itu. Setelah yakin


ia pun mengangguk.


“Memang siapa Rangga?" tanya


teman-temannya lagi.


"Dia kan sepupumu yang beberapa


waktu lalu baru pulang dari luar negri?" tanya salah satu dari mereka yang


mengenal Rangga.


“Apa lo tahu tentang hubungan


mereka? Apa jangan-jangan selama ini mereka punya hubungan gelap dan lo nggak


tahu?”


Bukannya menjawab, Rizal malah


terlihat mengepalkan tangannya. Ia cukup terbakar dengan ucapan teman-temannya.


Jika benar apa yang di katakan oleh teman-temannya, itu berarti Ersya telah


mengkhianatinya begitupun dnegan sepupunya.


“Aku rasa memang mereka sudah punya


hubungan sejak dulu!”ucap Tisya kesal.


"Dia emang cantik sih Zal,


apalagi bodinya seksi banget, pantes aja sepupu lo juga menginginkan mantan


istri lo, kalau saja gue belum punya bini gue juga mau …!”


Ingin rasanya merobek mulut temannya


itu, tangannya sudah mengepal sempurna. rahangnya mengeras, ingin sekali


memukulnya.


Tisya yang menyadari jika


tunangannya itu sudah mulai terpancing segera menghentikan pembicaraan mereka.


“Sudah lah jangan ngomongin mereka,


bikin kesel aja!” ucap Tisya, ia segara melingkarkan tangannya kembali pada


lengan Rizal.


"Mas ...., kita hampiri mereka


ya!" bisik Tisya dan Rizal pun mengangguk.


“Teman-teman, kita ke sana dulu ya


…!” ucap Rizal dan teman-temannya mengangguk.


Sebelum Tisya dan Rizal menghampiri


mereka, sepasang suami istri sudah lebih dulu


menghampiri mereka. Wajah dua orang


itu juga sangat terkejut karena Rangga menggandengkan seorang wanita.


“Abi …!” Sapa kedua orang tua


Rangga,


Rangga segera menoleh ke sumber


suara,“Ma …, pa …!”


Ersya pun juga melakukan hal yang


sama, “Ma?’ tanyanya pada Rangga.


“Mereka orang tua ku!”


Ersya semakin terkejut saja, karena


merea sebelumnya sudah saling kenal. Dua orang itu adalah om dan tantenya


Rizal, “Orang tua? Jadi?”

__ADS_1


Ersya tidak kalah terkejutnya. Ia


tidak menyangka jika kedua orang tua Rangga juga datang di sana dan yang paling


mengejutkan ternyata mereka adalah om dan tantenya Rizal, jadi sudah bisa di


tebak jika Rangga dan Rizal sepupuan,


Kenapa


aku bisa sampai tidak tahu ….


Ersya hanya bisa terus melotot pada


Rangga.


Felic pun juga terkejut, ia yang


masih berdiri tidak jauh dari Ersya segera hampir saja mendekat.


"Kenapa bi Moi dan paman Beni


ke sini?" gumam Felic.


“Ga …, kenapa bisa kayak gini,


kenapa lo nggak bilang dari awal?” bisik Ersya.


“Maaf Sya, tapi mereka juga di


undang!” ucap Rangga dengan santainya.


“Ya jelas lah, mereka om dan


tantenya mas Rizal!” gumam Ersya Ersya hanya bisa tersenyum pada kedua orang


tuan Rangga.


“Ini siapa Bi?’ tanya bi Moi, ibu


Rangga. Sepertinya ia lupa dengan Ersya, sedikit menguntungkan bagi Ersya.


“Ma, pa …, kenalkan ini Ersya!”


“Sepertinya kita pernah bertemu


ya?!” tanya ayah Beni sambil memperhatikan wajah Ersya.


"Dimana yah?" tanya sang


istri.


"Sebentar, ayah ingat-ingat


dulu ...!"


Felic yang melihat hal itu semakin


cemas saja, "Kenapa jadi begini!" gumamnya lagi.


“nyonya …, sebaiknya anda duduk dulu


sekarang, ini sudah lebih dari setengah jam anda berdiri!”


"tapi gimana sama Ersya?"


tanya Felic mengkhawatirkan sahabatnya itu


Ersya yang mendengarnya ucapan Felic


dan Wilson segera menoleh padanya, Ia juga memberi tahukan hal yang sama pada


“Iya Fe …, benar apa yang di katakan


Wilson!"


"Tapi Sya!"


"Aku tidak pa pa Fe, kamu duduk


saja di sana, biar aku sama Rangga!”


“Baiklah …, tapi kamu nggak pa pa


kan?”


“Nggak pa pa!”


Felic pun di bantu Wilson duduk di


salah satu kursi yang cukup jauh dengan Ersya tapi masih bisa mengawasi Ersya


di sana.


Rizal dan Tisya mempercepat


langkahnya saat melihat orang tau Rangga juga mendekati mereka. Ia ingin tahu


apa yang sedang di bicarakan, apa benar yang di katakan teman-teman nya jika


Ersya dan Rangga memang sudah punya hubungan sejak lama.


"Mas ...., tunggu!" keluh


Tisya saat langkah Rizal begitu cepat.


"Maaf sayang ...., tapi aku


harus menghampiri mereka!"


"Iya tunggu ...., sepatuku


tinggi banget mas ....!"


Akhirnya terpaksa Rizal menunggu


tunangannya itu, ia menggandeng tangannya agar bisa berjalan lebih cepat.


“Rangga!” panggilnya saat sampai di


dekat mereka. Rangga pun menoleh ke sumber suara begitupun dengan kedua orang


tuanya.


“Om .... , tante …! Ada apa?” tanya


Rizal berbasa-basi sambil menatap Ersya.


"Ini loh Zal ...., Abi ini kok


tiba-tiba datang sama cewek, om dan tante kan jadi penasaran ...., padahal kan


kemarin-kemarin masih nangisin Felic!" ucap mamanya Rangga.


Rizal pun kemudian menatap Rangga


dan Ersya bersamaan.


“Kalian kenapa bisa datang berdua?


Apa yang aku duga selama ini benar? Apa kalian memiliki hubungan istimewa?”

__ADS_1


tanya Rizal.


“Jika iya kenapa memangnya mas, mas


Rizal juga sudah bertunangan, seharusnya itu tidak menjadi masalah kan?” ucap


Rangga.


“itu artinya Ersya selingkuh dari


aku!” Rizal tidak terima karena merasa di selingkuhi.


"Apa masalahnya denganmu, ada


hubungan atau tidak bukan urusan kamu lagi kan!" ucap Ersya kesal.


"Kamu ..., heh ..., kamu!"


Rizal kesal dengan cara Ersya memanggilnya, biasanya Ersya selalu memanggilnya


dengan panggilan mas, dan sekarang terdengar begitu asing dengan panggilan


'kamu'.


"Kenapa? Masih sakit sakit ya?


Gimana rasanya tiba-tiba jadi orang asing dalam sekejab?" tanya Ersya


kesal, ia sebenarnya sangat berusaha menahan agar suaranya tidak sampai


bergetar.


"Jaga mulut kamu ya ...., bukan


karena mas Rizal masih suka sama kamu ya, ini mas Rizal tanya karena kamu


datang sama sepupunya jadi jangan kepedean deh ....!" ucap Tisya yang


tidak mau kalah, ia juga tidak mau sampai Rizal terbawa perasaan.


"Jawab pertanyaan ku


tadi!" ucap Rizal sambil menarik tangan Ersya dengan begitu keras tapi


Rangga segera menepisnya.


"Lepas mas ...., jangan kasar


sama perempuan!" ucap Rangga.


"Apa kalian punya


hubungan?" tanya Rizal lagi.


“Itu bukan menjadi urusan mas Rizal


lagi kan, Ersya sudah tidak punya hubungan apa pun lagi dengan mas Rizal! Dia


bebas mau berhubungan dengan siapapun!”


"Kamu jangan kurang ajar ya!"


ucap Rizal kesal, terlihat sekali jika ia belum rela jika Ersya mendapatkan


pengganti dirinya.


"Kalian kenapa kok jadi debat  kayak gini sih, kayak sedang memperebutkan


perempuan saja!" ucap papa Rangga yang dari tadi hanya diam menyaksikan


perdebatan putra dan keponakannya itu.


"Aku bukannya kurang ajar mas,


aku ngomong yang sebenarnya, seharusnya mas Rizal ini sadar! Ersya bukan istri


mas Rizal lagi!" ucap Rangga yang tidak kalah kesalnya.


"Apa sih sebenarnya


permasalahan kalian? Nanti kita bisa bicarakan di rumah setelah acara ini


selesai kan!" ucap papa Rangga lagi mencoba melerai perdebatan mereka.


"Gini om ...., biar Tisya yang


jelasin ya om, Ersya ini sebenarnya mantan istrinya mas Rizal!"


"Mantan istri?"


“Astaga mas …., kelihatannya mantan


istri kamu ini begitu kebingungan ya cuma buat nunjukin kalau dia udah bisa


move on dari kamu hingga ngajak sepupumu! Kayak nggak ada pria lain aja...!”


“Jaga mulut kamu ya, sebelum aku


sobek-sobek mulut busuk mu itu!” ucap Ersya kesal.


“Auuuggggghhhh ...., takut ....!


Kamu nggak sadar ya sekarang di mana? ini acara aku, harusnya kamu yang


hati-hati dan tetap jaga sikap kalau mau tetap di sini!”


“Ah …, iya ayah! Sekarang aku ingat!


Ersya ini mantan istri Rizal kan …? Saat itu Abi masih ada di luar negri untuk


belajar!” ucap mamanya Rangga setelah sadar, ia sedari tadi diam ternyata


sedang mengingat-ingat wajah Ersya.


“Sudahlah ma ...!” Ayah Rangga pun


akhirnya juga ikut memperhatikan Ersya, "Jangan memperkeruh suasana!"


"Tapi pa ini nggak benar!"


ucap mamanya Rangga, “Ah iya …, kenapa aku bisa lupa? Mungkin karena kita hanya


bertemu sekali di pesta pernikahan kalian itu!”


Ersya hanya bisa terdiam, ia tidak


menyangka jika keputusannya untuk mengajak Rangga adalah salah, ia malah


terjebak dalam masalah baru. Padahal Rangga sudah beberapa kali


mengingatkannya, tapi dia tetap tidak peduli.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2