Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (84. End)


__ADS_3

Melihat Yura datang dengan mobil bagus tentu membuat beberapa rekan kerjanya bertanya-tanya apalagi pria yang ikut turun dengannya, siapa yang tidak kenal dengan Lee, orang kepercayaan Presdir Kim.


"Mr Lee, kenapa ikut denganku?"


"Baiklah, aku akan menunggumu di sini, tidak boleh lebih dari sepuluh menit, jika lebih aku akan menyusulmu ke dalam."


Memang siapa yang menyuruhmu menunggu


Yura tidak mau ambil pusing, lagi pula memang dia tidak akan lama di sana.


Yura menemui manager rumah makan dan membicarakan tentang pengunduran dirinya,


"Mana bisa seperti itu Yura, kamu tahu di sini kekurangan karyawan. Jika kamu mengundurkan diri secara mendadak seperti ini, siapa yang akan menyelesaikan pekerjaan di sini?"


"Tapi sungguh saya tidak bisa pak, saya sudah mendapatkan pekerjaan baru!"


"Kamu boleh mengundurkan diri, tapi tidak sekarang. Setidaknya tunggu satu bulan lagi, sampai saya dapat pengganti kamu!"


"Ya tidak bisa dong pak, lagi pula saya di sini kan juga bukan karyawan tetap!"


"Walaupun begitu, kamu karyawan terlama di sini. Pokoknya saya tidak mau tahu, kamu harus menunggu hingga satu bulan, atau saya akan menuntut ganti rugi!"


"Kenapa begitu, di awal saya masuk tidak pernah ada perjanjian seperti itu!"


Yura terus saja berdebat dengan manager rumah makan itu, hingga ia tidak sadar jika saat ini ia sudah menghabiskan waktu lebih dari sepuluh menit.


Lee sudah menghampirinya di ruangan itu,


"Apa yang sendang kalian perdebatkan?" pertanyaan itu tentu membuat dua orang yang tengah berdebat itu terdiam dan mencari sumber suara.


"Mr Lee!"


"Mr Lee?"


Pria yang tengah berdebat dengan Yura juga tidak kalah terkejutnya, ia Tidka menyangka orang sekelas Mr Lee mau datang ke rumah makan sederhana yang ia kelola.


"Mr, kenapa anda di sini? Ohhh maksudnya, apa anda ingin makan sesuatu di sini, saya akan meminta pelayan saya untuk menyiapkan yang terbaik untuk Mr Lee!"


"Tidak perlu, saya ke sini hanya untuk menjemput calon istri saya!"

__ADS_1


"Hahhhh?"


Yura benar-benar terkejut dengan ucapan Mr Lee begitu juga dengan pria yang berada di samping Yura.


"Maksud mr_?" tanyanya kemudian.


"Yura adalah calon istri saya, jadi jangan pernah mencoba untuk mempersulitnya. Berapa ganti rugi yang harus ia bayar agar ia bisa mengundurkan diri dari sini?"


"Tidak, tidak!" pria itu segera mengibaskan tangannya, "Maksud saya, tadi saya hanya becanda, iya kan Yura? Saya sungguh tidak benar-benar melakukan hal itu, iya kan?"


"I_iya!" ucap Yura dengan ragu.


"Baiklah, kalau urusannya sudah selesai, saya akan membawa calon istri saya pergi!"


"Iya silahkan!"


Lee pun segera mendekati Yura dan menarik tangannya, Yura yang masih sangat terkejut hanya bisa mengikuti kemana Lee akan membawanya.


Hingga sampai di mobil pun, Yura masih tidak mengatakan satu kata pun, ia benar-benar masih begitu syok dengan ucapan Lee.


Hingga akhirnya mobil pun kembali berhenti tepat di depan rumah Yura,


"Ayo turunlah!"


"Ini untuk apa?"


"Nanti kamu juga tahu, ayo cepat bantu aku!"


Akhirnya Yura tidak ada pilihan lain selain membantu Lee membawakan barang-barang itu, itu bukan barang-barang biasa, sepertinya barang-barang pribadi Lee.


Hingga kedua orang tuannya pun ikut keluar dari rumah dan membantu mereka,


"Ini semua untuk apa? Kenapa Mr Lee membawa barang-barang ini ke sini?"


"Bukankah aku tadi sudah mengatakannya!"


"Apa?"


"Mulai hari ini aku akan tinggal di sini bersama kalian! Iya kan Bu?" tanyanya pada ibu Yura, dan ibu Yura pun mengiyakan.

__ADS_1


"Ibu juga sudah tahu? Ayah juga?"


Kedua orang tuanya dengan kompak menganggukkan kepalanya,


"Mr Lee sudah melamar kamu pada ibu dan ayah!" ucap ayah Yura membuat Yura menatap ke arah Lee, dan pria itu tampak tidak berdosa.


"Bagaimana? Besok kita akan menikah!"


"Secepat ini?"


"Hmmm, jadi mulai malam ini kamarmu adalah kamarku juga!"


Flashback off


Divia benar-benar tidak bisa berhenti tertawa selama Yura bercerita.


"Kenapa kamu malah tertawa?"


"Ceritamu begitu lucu, ternyata begitu ya sisi romantisnya Lee. Baru tahu!"


"Sudah cukup. Sekarang bersiap-siaplah, apa kamu mau pengantinmu menunggu lama di sana, ayo!"


Yura segera mengandeng tangan Divia membawanya ke altar pernikahan.


Pernikahan pun berlangsung dengan hikmat, semua keluarga berkumpul. Tamu undangan memberi selamat atas pernikahan putri pertama Divta.


Satu bulan setelah pernikahan, Kim pun membawa Divia kembali ke Korea. Selain karena Divia masih harus menyelesaikan kuliahnya, mereka juga berencana menetap di sana, hanya akan sesekali berkunjung ke Indonesia.


Walaupun berat, tapi Daddy Div mengijinkannya. Ia percaya Kim akan sangat menjaga Divia seperti dirinya menjaga Divia.


Semua kebagian seakan terjadi karena kebetulan, tapi kebahagiaan juga tidak akan terjadi jika tanpa usaha dan kemauan untuk mendapatkannya.


Tersenyumlah, meskipun kadang hati perih. Karena dengan tersenyum, akan menarik hal yang positif untuk kita sendiri.


Terimakasih sudah setia di cerita ini dari awal sampai akhir, semoga kedepannya saya bisa memberikan cerita-cerita yang lebih menarik lagi.


Salam hangat dari author, pasti ada kesalahan yang di sengaja atau tidak, semoga selalu dimaafkan.


...End...

__ADS_1


Sampai ketemu di karya-karya author selanjutnya, untuk itu jangan sampai di unvaforit dulu karena sewaktu-waktu akan ada pengumuman di sini


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2