Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Malam pertama 2


__ADS_3

Tidak berapa lama Ersya


pun keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang membalut tubuhnya.


Begitu seksi …


Div sampai tidak bisa


mengedipkan matanya, tapi dia lebih pintar dari Ersya, ia menutupi wajahnya


dengan majalah yang sengaja ia baca sehingga Ersya tidak menyadari jika pria


itu sedang mengagumi keindahan tubuhnya.


“tau nggak di mana koperku?” tanya Ersya saat ia tidak menemukan kopernya di sudah manapun di kamar


itu.


“Di ruang ganti!”


“Ohhh!”


Ersya pun dengan santainya melenggang begitu saja meninggalkan Div.


“Dia sengaja ingin menggodaku!” gumam Div saat Ersya sudah menghilang di balik pintu itu.


 Ersya membuka beberapa lemari di ruang ganti itu, dan hanya ada beberapa baju milik Div saja, ia tidak menemukan bajunya. Kemudian ia melihat koper yang bertuliskan namanya.


Itu kopernya ….


Ersya segera membuka


kopernya itu, berharap menemukan baby doll kesayangannya. Tapi ternyata tidak, Ersya sampai harus menutup mulutnya yang terbuka lebar. Ia tahu baju apa yang


ada di dama koper itu.


Lingerie ….


Ersya bahkan sampai


mengeluarkan seluruh isi koper itu dan semuanya sama. Baju transparan dengan


belahan dada rendah, tali kecil di bahu dan panjang hanya beberapa centi di


bawah pangkal paha.


“Siapa yang sengaja


melakukan semua ini, apa nyonya itu?”


Ersya hanya bisa duduk


di atas keranjang baju kotor dengan kaki yang selonjorkan, tangannya memegang


baju seksi itu. Beberapa kali ia menatap baju itu.


“Dia pria dewasa yang


pasti haus tubuh wanita, kalau aku pakek baju ini, sudah pasti nih di terkam tubuhku ….!”


Wanita itu kembali memasukkan baju itu memastikan jika ada yang sedikit panjang. Tapi hasilnya nihil. Ia kemudian menemukan selembar kertas di dasar koper.


Dear Ersya


Ini hadiah kecil dari kami, Ara dan Nadin! Semoga kamu suka ya dan segera launching adik bayi nya Iyya …


Maaf ya baju-bajumu kami bawa pulang, jadi jangan pergi ke mana-mana selama honey


moon kami tidak akan membiarkan bang Div membelikanmu baju lainnya sampai kalian selesai honey moon …


Soal Iyya, jangan khawatirkan Iyya, ada kami! Kami yang akan menjagakannya untuk


kamu …, selamat bersenang-senang …


^^^Salam sayang^^^


^^^Ara & Nadin^^^


Ersya memelototi kertas


itu tidak percaya. Ternyata bukan hanya Felic yang jail tapi dua wanita yang baru saja beberapa hari ia kenal itu ternyata lebih jail dari Felic.

__ADS_1


“Kenapa sampai aku tidak menduganya ….!”


Ersya pun akhirnya memilih salah satu baju yang bisa ia kenakan, ia tidak mungkin semalaman tanpa


baju. Lagi pula.


Ia memilih lingerie berwarna


putih, ia juga teringat jika di dalam lemari besar itu ada sebuah kemeja yang cukup besar milik Div.


Ia pun mengambil kemeja itu dan memakainya juga, jauh lebih baik dari pada hanya memakai lingerie nya.


Ersya segera keluar


dari ruang ganti itu dan menghampiri Div yang ada di atas tempat tidur.


Div segera menoleh kearah


Ersya, ia melihat kemeja satu-satunya yang ia bawa di pakai oleh Ersya.


Div mengenali kemeja itu, “kenapa memakai kemejaku?”


“Pinjam!” ucap Ersya dengan santainya dan ikut naik ke atas tempat tidur.


“Memang ijin dulu tadi?” tanya Div kesal karena itu kemeja satu-satunya yang ia bawa ke hotel.


“Ya makanya sekarang aku ijin!”


“Ijin kalau di belakang


namanya mengaku kalau salah!”


“Ribet banget sih ngomong sama kamu!”


“Sama, emang baju kamu


ke mana?”


Ersya pun segera melepas kancing kemejanya satu persatu membuat Div melotot, tiba-tiba saja tubuhnya panas.


“Apa-apaan sih, kenapa


“Lihat nih …!” Ersya


menunjukkan baju seksinya itu kepada Div dan kembali mengancingkan nya lagi.


“kamu sengaja ya memakai baju seksi buat menggodaku?”


“Apa-apaan sih …, enak


aja! Nih baca sendiri!” ucap Ersya sambil menyerahkan selembar kertas itu.


Ha ha ha …


Div malah tertawa


terbahak-bahak setelah membaca surat itu.


“Mereka salah sasaran!”


‘Kenapa kayak gitu?”


“Wanita bar bar sepertimu


mana bisa berlaku seksi, ada ada aja!”


Div pun memilih untuk


merebahkan tubuhnya dan tidur memunggungi Ersya.


“Matikan lampunya, aku


ngantuk!”


Bohong jika Div tidak tergoda, hanya dengan mengenakan kemejanya saja membuat wanita itu terlihat seksi. Ia memilih menghindar dari pada melakukan kesalahan yang sama. Setiap kali


akan menyentuh wanita, ia selalu teringat dengan kejadian di bersama Davina. Dan


bayangan kematian Davina selalu menghantuinya.


Itulah kenapa selama

__ADS_1


ini, setelah mengetahui jika Davina meninggal karena dirinya, karena berjuang


seorang diri mengandung dan melahirkan putrinya, membuatnya di bayangi oleh


bayangan masa lalu dan tidak bisa dekat lagi dengan wanita. Ia lebih suka menyendiri di roof top kantornya atau menghabiskan waktunya dengan bekerja.


Tapi jiwa kelelakiannya


masih sangat berfungsi tapi setiap kali ia akan memulainya, bayangan penderitaan Davina masih selalu menghantui.


Ersya yang melihat Div


tidak bicara lagi, ia pun segera mematikan lampunya dan ikut merebahkan tubuhnya di samping pria itu.


Untuk pertama kalinya


mereka tidur dalam satu ranjang. Untung ukuran ranjang itu king size membuat Ersya masih leluasa bergerak.


***


Matahari sudah masuk


melalui jendela kaca yang lebar itu, semalam sepertinya mereka lupa menutup gordennya kembali. Kamar mereka ternyata menghadap ke arah matahari terbit.


Div mulai mengeryitkan


matanya, merasakan tubuhnya di tindih oleh sesuatu dan ternyata yang menindih makhluk kecilnya adalah sebuah kaki.


Kaki …


Div segera menoleh ke samping dan benar saja, ia baru ingat jika ada orang lain di tempat tidur nya dan dia wanita yang berstatus sebagai istrinya.


Kemeja yang di kenakan


oleh Ersya tersingkap begitu tinggi hingga ke pangkal paha, menampilkan paha


putih bersihnya.


Dia keterlaluan …


Hanya dengan gerakan


kecil dari paha itu sudah pasti akan membangunkan benda kecil itu. Apa lagi jika pagi hari seperti ini, instingnya sangat kuat. Mata Div pun beralih pada


wajah Ersya yang menghadapnya.


Cantik …


Ia tidak bisa memungkiri jika wanita itu cantik, tapi dia sangat bar bar, tapi dia juga


berhati lembut. Kemudian tanpa sengaja mata Div mengarah ke belahan dada Ersya,


ternyata semalam sepertinya ersya lupa mengancingkan dua kancing kemeja bagian


atas hingga membuat belahan dada itu muncul dengan begitu indahnya.


Seksi …


Tangan Div tiba-tiba saja terulur begitu saja, tapi segera ia urungkan saat ia merasakan benda kecilnya berkembang begitu cepat menjadi keras dan besar.


Astaga …, dia benar-benar bangun ….


Div pun dengan cepat


menyingkirkan kaki Ersya sebelum wanita itu menyadari ada yang aneh dari


tubuhnya. Pria itu pun segera berlari ke kamar mandi dan menidurkan kembali


kawan kecilnya itu dengan bermain solo.



Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2