
Tidak berapa lama Ersya
pun keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang membalut tubuhnya.
Begitu seksi …
Div sampai tidak bisa
mengedipkan matanya, tapi dia lebih pintar dari Ersya, ia menutupi wajahnya
dengan majalah yang sengaja ia baca sehingga Ersya tidak menyadari jika pria
itu sedang mengagumi keindahan tubuhnya.
“tau nggak di mana koperku?” tanya Ersya saat ia tidak menemukan kopernya di sudah manapun di kamar
itu.
“Di ruang ganti!”
“Ohhh!”
Ersya pun dengan santainya melenggang begitu saja meninggalkan Div.
“Dia sengaja ingin menggodaku!” gumam Div saat Ersya sudah menghilang di balik pintu itu.
Ersya membuka beberapa lemari di ruang ganti itu, dan hanya ada beberapa baju milik Div saja, ia tidak menemukan bajunya. Kemudian ia melihat koper yang bertuliskan namanya.
Itu kopernya ….
Ersya segera membuka
kopernya itu, berharap menemukan baby doll kesayangannya. Tapi ternyata tidak, Ersya sampai harus menutup mulutnya yang terbuka lebar. Ia tahu baju apa yang
ada di dama koper itu.
Lingerie ….
Ersya bahkan sampai
mengeluarkan seluruh isi koper itu dan semuanya sama. Baju transparan dengan
belahan dada rendah, tali kecil di bahu dan panjang hanya beberapa centi di
bawah pangkal paha.
“Siapa yang sengaja
melakukan semua ini, apa nyonya itu?”
Ersya hanya bisa duduk
di atas keranjang baju kotor dengan kaki yang selonjorkan, tangannya memegang
baju seksi itu. Beberapa kali ia menatap baju itu.
“Dia pria dewasa yang
pasti haus tubuh wanita, kalau aku pakek baju ini, sudah pasti nih di terkam tubuhku ….!”
Wanita itu kembali memasukkan baju itu memastikan jika ada yang sedikit panjang. Tapi hasilnya nihil. Ia kemudian menemukan selembar kertas di dasar koper.
Dear Ersya
Ini hadiah kecil dari kami, Ara dan Nadin! Semoga kamu suka ya dan segera launching adik bayi nya Iyya …
Maaf ya baju-bajumu kami bawa pulang, jadi jangan pergi ke mana-mana selama honey
moon kami tidak akan membiarkan bang Div membelikanmu baju lainnya sampai kalian selesai honey moon …
Soal Iyya, jangan khawatirkan Iyya, ada kami! Kami yang akan menjagakannya untuk
kamu …, selamat bersenang-senang …
^^^Salam sayang^^^
^^^Ara & Nadin^^^
Ersya memelototi kertas
itu tidak percaya. Ternyata bukan hanya Felic yang jail tapi dua wanita yang baru saja beberapa hari ia kenal itu ternyata lebih jail dari Felic.
__ADS_1
“Kenapa sampai aku tidak menduganya ….!”
Ersya pun akhirnya memilih salah satu baju yang bisa ia kenakan, ia tidak mungkin semalaman tanpa
baju. Lagi pula.
Ia memilih lingerie berwarna
putih, ia juga teringat jika di dalam lemari besar itu ada sebuah kemeja yang cukup besar milik Div.
Ia pun mengambil kemeja itu dan memakainya juga, jauh lebih baik dari pada hanya memakai lingerie nya.
Ersya segera keluar
dari ruang ganti itu dan menghampiri Div yang ada di atas tempat tidur.
Div segera menoleh kearah
Ersya, ia melihat kemeja satu-satunya yang ia bawa di pakai oleh Ersya.
Div mengenali kemeja itu, “kenapa memakai kemejaku?”
“Pinjam!” ucap Ersya dengan santainya dan ikut naik ke atas tempat tidur.
“Memang ijin dulu tadi?” tanya Div kesal karena itu kemeja satu-satunya yang ia bawa ke hotel.
“Ya makanya sekarang aku ijin!”
“Ijin kalau di belakang
namanya mengaku kalau salah!”
“Ribet banget sih ngomong sama kamu!”
“Sama, emang baju kamu
ke mana?”
Ersya pun segera melepas kancing kemejanya satu persatu membuat Div melotot, tiba-tiba saja tubuhnya panas.
“Apa-apaan sih, kenapa
“Lihat nih …!” Ersya
menunjukkan baju seksinya itu kepada Div dan kembali mengancingkan nya lagi.
“kamu sengaja ya memakai baju seksi buat menggodaku?”
“Apa-apaan sih …, enak
aja! Nih baca sendiri!” ucap Ersya sambil menyerahkan selembar kertas itu.
Ha ha ha …
Div malah tertawa
terbahak-bahak setelah membaca surat itu.
“Mereka salah sasaran!”
‘Kenapa kayak gitu?”
“Wanita bar bar sepertimu
mana bisa berlaku seksi, ada ada aja!”
Div pun memilih untuk
merebahkan tubuhnya dan tidur memunggungi Ersya.
“Matikan lampunya, aku
ngantuk!”
Bohong jika Div tidak tergoda, hanya dengan mengenakan kemejanya saja membuat wanita itu terlihat seksi. Ia memilih menghindar dari pada melakukan kesalahan yang sama. Setiap kali
akan menyentuh wanita, ia selalu teringat dengan kejadian di bersama Davina. Dan
bayangan kematian Davina selalu menghantuinya.
Itulah kenapa selama
__ADS_1
ini, setelah mengetahui jika Davina meninggal karena dirinya, karena berjuang
seorang diri mengandung dan melahirkan putrinya, membuatnya di bayangi oleh
bayangan masa lalu dan tidak bisa dekat lagi dengan wanita. Ia lebih suka menyendiri di roof top kantornya atau menghabiskan waktunya dengan bekerja.
Tapi jiwa kelelakiannya
masih sangat berfungsi tapi setiap kali ia akan memulainya, bayangan penderitaan Davina masih selalu menghantui.
Ersya yang melihat Div
tidak bicara lagi, ia pun segera mematikan lampunya dan ikut merebahkan tubuhnya di samping pria itu.
Untuk pertama kalinya
mereka tidur dalam satu ranjang. Untung ukuran ranjang itu king size membuat Ersya masih leluasa bergerak.
***
Matahari sudah masuk
melalui jendela kaca yang lebar itu, semalam sepertinya mereka lupa menutup gordennya kembali. Kamar mereka ternyata menghadap ke arah matahari terbit.
Div mulai mengeryitkan
matanya, merasakan tubuhnya di tindih oleh sesuatu dan ternyata yang menindih makhluk kecilnya adalah sebuah kaki.
Kaki …
Div segera menoleh ke samping dan benar saja, ia baru ingat jika ada orang lain di tempat tidur nya dan dia wanita yang berstatus sebagai istrinya.
Kemeja yang di kenakan
oleh Ersya tersingkap begitu tinggi hingga ke pangkal paha, menampilkan paha
putih bersihnya.
Dia keterlaluan …
Hanya dengan gerakan
kecil dari paha itu sudah pasti akan membangunkan benda kecil itu. Apa lagi jika pagi hari seperti ini, instingnya sangat kuat. Mata Div pun beralih pada
wajah Ersya yang menghadapnya.
Cantik …
Ia tidak bisa memungkiri jika wanita itu cantik, tapi dia sangat bar bar, tapi dia juga
berhati lembut. Kemudian tanpa sengaja mata Div mengarah ke belahan dada Ersya,
ternyata semalam sepertinya ersya lupa mengancingkan dua kancing kemeja bagian
atas hingga membuat belahan dada itu muncul dengan begitu indahnya.
Seksi …
Tangan Div tiba-tiba saja terulur begitu saja, tapi segera ia urungkan saat ia merasakan benda kecilnya berkembang begitu cepat menjadi keras dan besar.
Astaga …, dia benar-benar bangun ….
Div pun dengan cepat
menyingkirkan kaki Ersya sebelum wanita itu menyadari ada yang aneh dari
tubuhnya. Pria itu pun segera berlari ke kamar mandi dan menidurkan kembali
kawan kecilnya itu dengan bermain solo.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
IG @tri.ani5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1