
“Terimakasih!”
Setelah pria itu pergi,
Ersya dan Div segera masuk ke dalam kamar yang lebih mirip seperti apartemen
dengan fasilitas lengkapnya.
Ersya sampai langsung
berkeliling memastikan jika itu benar-benar sebuah kamar hotel. Jika hanya melihat
di dalam, ia masih merasa seperti berada di dalam rumah yang luas. Bahkan rumah
yang selama ini ia tinggali bersama Rizal masih kalah besar dengan kamar hotel
ini. Bahkan di dalamnya juga ada tempat olah raga pribadi, tv yang sangat besar. Dapur, ruang tamu, ruang ganti.
“Memang kakimu itu
tidak copot keliling terus seperti itu, kamu lebih mirip seperti Iyya!” ucap Div yang sudah duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
Ersya hanya menoleh
sebentar dan mencibirkan bibirnya, ia sedang menikmati perannya sebagai seorang
tuan putri. Wanita itu melihat kearah jendela lebar itu, jendela yang begitu rendah sebatas lantai. Dengan cepat ia membuka gorden berwarna putih itu dan
matanya langsung di suguhi pemandangan yang sangat indah.
“Waw …., ini luar biasa!” Ersya sampai memutar-mutar dan melompat-lompat di sana dengan gaun biru
panjangnya.
Div sampai menggelengkan kepalanya, dia lebih kekanak-kanakan di bandingkan dengan Iyya …
Div pun memilih berjalan mendekati istrinya itu, ia juga melihat apa yang di lihat oleh Ersya. Pemandangan kota Jakarta malam hari dari situ memang sangat indah. Seperti sebuah langit yang di penuhi oleh bintang yang bertaburan. Di sana juga di penuhi oleh
lampu yang bertaburan dengan berbagai warna. Bahkan mobil yang berjejer di jalan raya seperti lampu LED yang begitu indah.
“Mau dong di fotoin,
pinjam ponselnya ya!” ucap Ersya.
“Emang ponsel kamu ke
mana?”
“Baterainya lowbat!”
“ponsel kalau udah kadaluarsa makanya di buang saja!”
“Enak aja main buang-buang, emang beli ponsel kayak beli cabe, nggak butuh uang banyak!”
gerutu Ersya.
Div pun kembali menggelengkan kepalanya untuk ke sekian kali, ia melipat tangannya di depan
dada. Menurutnya wanita itu makluk yang cukup membingungkan mereka bisa kesal dan bahagia dalam waktu yang bersamaan.
‘Jadi di fotoin nggak?”
“Ya jadi dong!”
Ersya pun mulai berpose
dan Div membidikkan kamera ponselnya.
“Mau lihat dong
hasilnya!” ucap Ersya, ia pun segera melangkahkan kakinya menghampiri Div, tapi
sayang sekali gaunnya terlalu panjang dengan high heels yang tinggi tanpa sengaja
kakinya terbelit gaunnya sendiri membuatnya kehilangan keseimbangan dan ….
“aaaa au au …..!”
Bug
Ersya menabrak Div
hingga tubuhnya jatuh menimpa tubuh Div. bahkan bibirnya mendarat di bibit suaminya
itu, membuat matanya melotot sempurna.
Dia menciumku …., batin Div, mata mereka saling bertemu
__ADS_1
dan Ersya tidak mampu menghindar.
Krakkkk
Sesuatu jatuh belakang,
benda pipih itu melayang bebas ke udara dan mendarat bebas ke lantai.
Ersya segera menjauhkan
bibirnya dan Div pun membalik tubuhnya hingga kini Ersya berada di bawahnya.
“Ponselku!” gumam Div
saat menatap ponselnya tempat jatuh di depannya.
‘Ponsel?”
Div segera bangun dari
tubuh Ersya dan mengambil ponselnya yang hancur berantakan itu.
“Astaga …!” ponsel itu
benar-benar hancur manjadi tiga bagian.
Ersya yang juga bangun
hanya bisa menutup mulutnya yang terbuka sempurna.
Div menatap Ersya
kesal. “Gara-gara Foto kamu nih pasti!”
“memang foto aku
seberat itu sampai ponselnya hancur, ada-ada aja! Katanya ponsel mahal masak
nggak anti banting sih!”
“Issstttt …, kau ini ya!” mau bagaimana pun ponselnya juga tidak akan pernah kembali ke bentuk semula,
“mana ponselmu?”
“Buat apa?”
untuk menghubungi orang-orang!”
“Ya jangan dong, baru juga kamu kembaliin masak mau di ambil lagi sih!”
“Ya kamu harus tanggung
jawab dong, gara-gara kamu ponselku hancur!”
Tanpa menunggu persetujuan Ersya, Div pun segera mencari tas kecil Ersya dan benar saj
ponselnya ada di sana. Div segera mengeluarkan sim card Ersya dan menggantinya
dengan sim card dirinya.
Ia juga mengambil charger yang ada di dalam tas itu dan mengecasnya.
“jangan di ambil, aku
mau mandi!” ucap Div sambil memperingatkan ersya yang masih duduk di lantai.
“Iya!” ucap Ersya
sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
Div segera masuk ke
dalam kamar mandi, melepaskan kemeja dan celananya, ia juga menyeting air hangat untuk mandi. Sedikit berendam akan membuat tubuhnya lebih segar.
Setelah jam kemudian,
Div baru menyelesaikan mandinya. Ia segera melingkarkan handuk di pinggangnya dan keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang mengalung di lehernya. Rambutnya
yang masih basah menciptakan totol-totol air yang jatuh ke dada bidangnya.
Ersya yang baru saja menghapus
make up nya di buat tertegun oleh pemandangan yang begitu langka itu.
Kenapa dia seksi sekali sih ......
Memang tidak bisa di pungkiri, ia masih mengagumi pemandangan yang seperti itu. Begitu mempesona.
__ADS_1
“Tutup tuh mulut, jangan sampek ilernya jatuh!” ucap Div yang menyadari jika wanita di depannya memang sedang memperhatikannya.
“Apaan sih!”
Ersya benar-benar malu
karena ketahuan mengagumi tubuh suaminya. Ia pun segera beranjak dari duduknya
dan memilih untuk gantian ke kamar mandi karena ia sudah tidak sabar untuk mandi dan mengganti bajunya dengan yang lebih longgar dan nyaman.
Luar biasa …
Kamar mandi yang menjadi tempat favorit baginya itu lebih luar biasa dari kamar mandi yang ada di rumah Div yang di kamarnya.
Lilin aroma Terapy …
Di samping bathub itu,
berjejer lilin aroma Terapy dengan berbagai macam varian aromanya. Ersya duduk
di samping bathub dan menyalakan air hangat dan bathub langsung terisi dengan
air hangat.
Ersya pun segera
melepas gaunnya dan segera masuk ke dalam bathub. Merendam tubuhnya dengan busa mandi. Menikmati sentuhan aroma therapy yang menenangkan.
Hingga tampa sadar ia
sampai tertidur di dalam kamar mandi karena begitu nyamannya.
Di dalam kamar, Div
beberapa kali melihat ke arah pintu kamar mandi. Tapi wanita itu tidak juga keluar padahal sudah lebih dari satu jam.
“Apa memang selama itu
wanita kalau mandi?”
“Kayaknya enggak deh!”
“Jangan-jangan dia pingsan lagi di sana! Atau jangan-jangan dia …!”
Div pun segera melompat
turun dari atas tempat tidur, ia mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada sahutan. Jelas aja Ersya tidak mendengarkannya karena ia juga memutar music menenangkan di lama kamar mandi.
Dan akhirnya Div pun
memutuskan untuk mendobrak pintu itu.
Brukkk brukkkk brukkkk
Dan akhirnya pintu pun terbuka. Div di buat tertegun melihat pemandangan yang luar biasa itu. Busa yang menutupi tubuh Ersya sudah menghilang dan kini tubuh Ersya terlihat sempurna.
Suara keributan itu
membuat Ersya terkejut dan terbangun dari tidurnya, ia segera menggunakan
tangannya untuk menutup dadanya.
“Apa yang kamu lakukan,
keluar!”
“kamu nggak mati kan
tadi?”
“Enak aja, lihat nih
aku masih hidup, keluar!”
Setelah memastikan jika
wanita itu tidak kenapa-napa, Div pun kembali keluar.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
IG @tri.ani5249
Happy Reading 🥰🥰🥰
__ADS_1