Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Malam Pertama 1


__ADS_3

“Terimakasih!”


Setelah pria itu pergi,


Ersya dan Div segera masuk ke dalam kamar yang lebih mirip seperti apartemen


dengan fasilitas lengkapnya.


Ersya sampai langsung


berkeliling memastikan jika itu benar-benar sebuah kamar hotel. Jika hanya melihat


di dalam, ia masih merasa seperti berada di dalam rumah yang luas. Bahkan rumah


yang selama ini ia tinggali bersama Rizal masih kalah besar dengan kamar hotel


ini. Bahkan di dalamnya juga ada tempat olah raga pribadi, tv yang sangat besar. Dapur, ruang tamu, ruang ganti.


“Memang kakimu itu


tidak copot keliling terus seperti itu, kamu lebih mirip seperti Iyya!” ucap Div yang sudah duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Ersya hanya menoleh


sebentar dan mencibirkan bibirnya, ia sedang menikmati perannya sebagai seorang


tuan putri. Wanita itu melihat kearah jendela lebar itu, jendela yang begitu rendah sebatas lantai. Dengan cepat ia membuka gorden berwarna putih itu dan


matanya langsung di suguhi pemandangan yang sangat indah.


“Waw …., ini luar biasa!” Ersya sampai memutar-mutar dan melompat-lompat di sana dengan gaun biru


panjangnya.


Div sampai menggelengkan kepalanya, dia lebih kekanak-kanakan di bandingkan dengan Iyya …


Div pun memilih berjalan mendekati istrinya itu, ia juga melihat apa yang di lihat oleh Ersya. Pemandangan kota Jakarta malam hari dari situ memang sangat indah. Seperti sebuah langit yang di penuhi oleh bintang yang bertaburan. Di sana juga di penuhi oleh


lampu yang bertaburan dengan berbagai warna. Bahkan mobil yang berjejer di jalan raya seperti lampu LED yang begitu indah.


“Mau dong di fotoin,


pinjam ponselnya ya!” ucap Ersya.


“Emang ponsel kamu ke


mana?”


“Baterainya lowbat!”


“ponsel kalau udah kadaluarsa makanya di buang saja!”


“Enak aja main buang-buang, emang beli ponsel kayak beli cabe, nggak butuh uang banyak!”


gerutu Ersya.


Div pun kembali menggelengkan kepalanya untuk ke sekian kali, ia melipat tangannya di depan


dada. Menurutnya wanita itu makluk yang cukup membingungkan mereka bisa kesal dan bahagia dalam waktu yang bersamaan.


‘Jadi di fotoin nggak?”


“Ya jadi dong!”


Ersya pun mulai berpose


dan Div membidikkan kamera ponselnya.


“Mau lihat dong


hasilnya!” ucap Ersya, ia pun segera melangkahkan kakinya menghampiri Div, tapi


sayang sekali gaunnya terlalu panjang dengan high heels yang tinggi tanpa sengaja


kakinya terbelit gaunnya sendiri membuatnya kehilangan keseimbangan dan ….


“aaaa au au …..!”


Bug


Ersya menabrak Div


hingga tubuhnya jatuh menimpa tubuh Div. bahkan bibirnya mendarat di bibit suaminya


itu, membuat matanya melotot sempurna.


Dia menciumku …., batin Div, mata mereka saling bertemu

__ADS_1


dan Ersya tidak mampu menghindar.


Krakkkk


Sesuatu jatuh belakang,


benda pipih itu melayang bebas ke udara dan mendarat bebas ke lantai.


Ersya segera menjauhkan


bibirnya dan Div pun membalik tubuhnya hingga kini Ersya berada di bawahnya.


“Ponselku!” gumam Div


saat menatap ponselnya tempat jatuh di depannya.


‘Ponsel?”


Div segera bangun dari


tubuh Ersya dan mengambil ponselnya yang hancur berantakan itu.


“Astaga …!” ponsel itu


benar-benar hancur manjadi tiga bagian.


Ersya yang juga bangun


hanya bisa menutup mulutnya yang terbuka sempurna.


Div menatap Ersya


kesal. “Gara-gara Foto kamu nih pasti!”


“memang foto aku


seberat itu sampai ponselnya hancur, ada-ada aja! Katanya ponsel mahal masak


nggak anti banting sih!”


“Issstttt …, kau ini ya!” mau bagaimana pun ponselnya juga tidak akan pernah kembali ke bentuk semula,


“mana ponselmu?”


“Buat apa?”


untuk menghubungi orang-orang!”


“Ya jangan dong, baru juga kamu kembaliin masak mau di ambil lagi sih!”


“Ya kamu harus tanggung


jawab dong, gara-gara kamu ponselku hancur!”


Tanpa menunggu persetujuan Ersya, Div pun segera mencari tas kecil Ersya dan benar saj


ponselnya ada di sana. Div segera mengeluarkan sim card Ersya dan menggantinya


dengan sim card dirinya.


Ia juga mengambil charger yang ada di dalam tas itu dan mengecasnya.


“jangan di ambil, aku


mau mandi!” ucap Div sambil memperingatkan ersya yang masih duduk di lantai.


“Iya!” ucap Ersya


sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


Div segera masuk ke


dalam kamar mandi, melepaskan kemeja dan celananya, ia juga menyeting air hangat untuk mandi. Sedikit berendam akan membuat tubuhnya lebih segar.


Setelah jam kemudian,


Div baru menyelesaikan mandinya. Ia segera melingkarkan handuk di pinggangnya dan keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang mengalung di lehernya. Rambutnya


yang masih basah menciptakan totol-totol air yang jatuh ke dada bidangnya.


Ersya yang baru saja menghapus


make up nya di buat tertegun oleh pemandangan yang begitu langka itu.


Kenapa dia seksi sekali sih ......


Memang tidak bisa di pungkiri, ia masih mengagumi pemandangan yang seperti itu. Begitu mempesona.

__ADS_1


“Tutup tuh mulut, jangan sampek ilernya jatuh!” ucap Div yang menyadari jika wanita di depannya memang sedang memperhatikannya.


“Apaan sih!”


Ersya benar-benar malu


karena ketahuan mengagumi tubuh suaminya. Ia pun segera beranjak dari duduknya


dan memilih untuk gantian ke kamar mandi karena ia sudah tidak sabar untuk mandi dan mengganti bajunya dengan yang lebih longgar dan nyaman.


Luar biasa …


Kamar mandi yang menjadi tempat favorit baginya itu lebih luar biasa dari kamar mandi yang ada di rumah Div yang di kamarnya.


Lilin aroma Terapy …


Di samping bathub itu,


berjejer lilin aroma Terapy dengan berbagai macam varian aromanya. Ersya duduk


di samping bathub dan menyalakan air hangat dan bathub langsung terisi dengan


air hangat.


Ersya pun segera


melepas gaunnya dan segera masuk ke dalam bathub. Merendam tubuhnya dengan busa mandi. Menikmati sentuhan aroma therapy yang menenangkan.


Hingga tampa sadar ia


sampai tertidur di dalam kamar mandi karena begitu nyamannya.


Di dalam kamar, Div


beberapa kali melihat ke arah pintu kamar mandi. Tapi wanita itu tidak juga keluar padahal sudah lebih dari satu jam.


“Apa memang selama itu


wanita kalau mandi?”


“Kayaknya enggak deh!”


“Jangan-jangan dia pingsan lagi di sana! Atau jangan-jangan dia …!”


Div pun segera melompat


turun dari atas tempat tidur, ia mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada sahutan. Jelas aja Ersya tidak mendengarkannya karena ia juga memutar music menenangkan di lama kamar mandi.


Dan akhirnya Div pun


memutuskan untuk mendobrak pintu itu.


Brukkk brukkkk brukkkk


 Dan akhirnya pintu pun terbuka. Div di buat tertegun melihat pemandangan yang luar biasa itu. Busa yang menutupi tubuh Ersya sudah menghilang dan kini tubuh Ersya terlihat sempurna.


Suara keributan itu


membuat Ersya terkejut dan terbangun dari tidurnya, ia segera menggunakan


tangannya untuk menutup dadanya.


“Apa yang kamu lakukan,


keluar!”


“kamu nggak mati kan


tadi?”


“Enak aja, lihat nih


aku masih hidup, keluar!”


Setelah memastikan jika


wanita itu tidak kenapa-napa, Div pun kembali keluar.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2