Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Perhatian Div


__ADS_3

Rangga begitu terkejut mendengar ucapan Zea, karena ia tidak pernah benar-benar mengenal gadis yang ada di depannya itu,


"Saya?" tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, bisa tidak tidak usah menyapa saya lagi setiap bertemu dengan saya?"


"Nggak bisa!" jawab Rangga dengan tanpa banyak berpikir, ia tidak merasa sangat kenal dengan gadis di depannya tapi cukup membuatnya tertarik setiap kali gadis itu menghindar darinya.


Di minimarket yang lama, ia juga tahu kalau gadis itu sering menghindar saat dia datang, hal itu membuatnya tertarik untuk mengetahui penyebabnya.


"Kenapa?"


"Karena penolakanmu ini semakin membuatku tertarik untuk mengetahui siapa sebenarnya kamu, atau ada beberapa sumber mengatakan jika seorang wanita selalu menghindar setiap kali bertemu dengan seorang pria itu tandanya wanita itu sedang jatuh cinta!" ucap Rangga dengan santainya sambil menatap Zea.


"Jadi maksudnya, saya jatuh cinta sama kamu?"


"Iya, mungkin saja begitu!"


Brakkkk


Zea menggebrak meja hingga membuat pelanggan yang baru datang ikut terkejut. Untung Rangga dengan reflek mengangkan cup mie nya.


"Lihat, kamu menakuti pelanggan!" bisik Rangga dan Zea pun berbalik, benar saja di depan pintu masuk sudah ada beberapa pelanggan yang baru masuk.


"Maaf, tadi aku tidak sengaja!" ucap Zea dengan senyum terpaksa pada Rangga. "Jangan di ambil hati ya!"


Zea pun segera mengpiri pelanggang yang baru datang dan menunduk hormat,


"Selamat datang!" sapanya dengan begitu ramah.


Rangga hanya tersenyum melihat Zea yang panik.


...🌺🌺🌺...


Di rumah sakit


Semenjak Ersya di rawat di rumah sakit, Div sama sekali tidak pulang. Bahkan ia tidak meninggalkan Ersya sedikitpun.


Kini pria itu sedang sibuk mengupas kan buah untuk istrinya,


"Mas Div nggak kerja?" tanya Ersya yang duduk dengan bantal yang menyanggah punggungnya.


Div menghentikan pekerjaannya, "Kerja, bentar lagi juga datang pekerjaannya!"


"Mas Div mau kerja di sini?"


Div tersenyum dan menyiapkan satu potong apel ke mulut Ersya, "Iya!"


Setelah selesai mengupas dan memotong-motong apel yang ada di tangannya, Div pun meletakkan pisau dan beralih mengambil garpu, dengan telaten menyuapkan satu per satu potongan buah ke mulut istrinya.


"Aku masih nggak percaya deh mas!" ucap Ersya dengan mulut yang penuh dengan buah.


"Apa?"


"Ada bayi dalam perutku!"

__ADS_1


Div tersenyum dan menyuapkan sepotong apel ke mulut Ersya, lalu ia pun mendekatkan wajahnya dan tiba-tiba mendaratkan bibirnya di atas bibir Ersya. Ersya yang belum siap begitu terkejut apa lagi di dalam mulutnya masih penuh dengan buah yang baru saja masuk ke dalam mulutnya.


Ersya sama sekali tidak mau membuka mulutnya hingga Div menggigit bibir bawahnya,


"Ini manis!" ucap Div saat berhasil mengambil potongan buah dari mulut Ersya yang belum sempat ia kunyah.


"Ihhh jorok, mas! Apaan sih!" protes Ersya sambil memegangi bibirnya.


"Rasanya lebih manis tahu!" ucap Div sambil mengunyah potongan buah yang ia ambil paksa dari mulut Ersya.


Tok tok tok


Pintu di ketuk dan seorang perawat masuk, saat seperti ini yang paling tidak di sukai Ersya, ia lebih berani menghadapi mertuanya yang galak dari pada menghadapi jarum suntik dan obat.


"Selamat pagi Bu Ersya, bagaimana kabarnya??" tanya perawat sambil mengeluarkan beberapa obat yang harus di minum oleh Ersya setelah semalam kantong infusnya di lepas.


"Saya baik sus!" ucap Ersya dan Div pun berdiri memegangi tangan Ersya.


"Saya periksa dulu ya Bu!"


Seperti biasa Ersya harus menjalani pemeriksaan rutin.


"Bagus, semuanya sudah bagus! normal!" ucap perawat itu setelah mengakhiri pemeriksaannya.


"Obatnya di minum ya Bu!"


"Iya sus!"


Perawat itu kembali meninggalkan kamar Ersya dengan membaw akembali peralatannya tapi ia meninggalkan beberapa butir obat dan vitamin yang harus di makan Leh Ersya.


"Minum dulu obatnya ya!" ucap Div sambil mentiapkan obat dan air minum.


"Begitu ya?"


Mau main-main sama suami yang super pintar ini, jangan harap! batin Div sambil pura-pura bodoh.


"Iya!"


"Tapi sayang sekali, kan hari ini ada yang mengirimkan ku makanan!"


"Benarkah?" Ersya kembali berpikir agar ia bisa terhindar dari meminum obat. " Bagaimana kalau kamu belikan aku jus, aku pengen minum jus alpukat!"


"Benarkah?"


"Iya benar!"


"Apa kamu tidak mau meminum obatnya?"


"Mau! Sungguh aku mau!" ucap Ersya yang tidak mau membuat suaminya curiga.


"Kalau mau di minum dulu, setelah itu aku Carikan jus alpukat untukmu!"


"Tapi kan aku maunya sekarang!"


Div pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang agar membawakan jus alpukat untuknya.

__ADS_1


"Sebentar lagi jusnya datang!"


Yahhh gagal ...., batin Ersya kesal, ia benar-benar selalu gagal memperdaya suaminya itu.


Tok tok tok


Suara pintu kembali di ketuk,


"Masuk!" ucap Div sambil menatap ke arah pintu. Seorang pria berjas hitam yang sering berada di sekitar Div itu sudah berdiri di ruangan Ersya dengan membawa satu bungkus minuman.


"Ini tuan jusnya!"


"Terimakasih!" Div pun mengambil satu gelas jus alpukat dari tangan pria itu, "Pergilah!"


"Baik tuan!"


Setelah pria itu pergi, Div pun kembali menghampiri Ersya dan menyerahkan jus alpukat itu.


Cepat sekali datangnya ....!!!


"Minumlah, setelah itu minum obatnya!"


"Tiba-tiba aku jadi tidak ingin meminumnya!"


"Cepat sekali berubahnya!?"


"Namanya juga ngidam, mas!"


"Baiklah, sekarang minum obat atau mau yang lain lagi?"


Hehhh, gue nyerah ....


"Bisa nggak mas, hari ini saja nggak minum obat, rumah sakit sudah cukup membuatku takut, jangan tambah lagi dengan obat!"


"Baiklah, kalau gitu biar aku saja yang meminum obatnya!"


Ersya tersenyum haru mendengarkan ucapan suaminya, "Yang benar mas? Mas Div mau minum obat demi aku?"


Div pun menganggukkan kepalanya dan mengambil obat milik Ersya, semuanya ia masukkan ke dalam mulut.


Srekkkkk


Tiba-tiba Div menarik tengkuk Ersya dan ******* bibir Ersya dan hanya dengan sekali mulatan, obat-obat itu sudah berpindah ke mulut Ersya.


"Sudah beres kan sekarang, sekarang minumlah!" ucap Div saat sudah menjauhkan bibirnya dan mengambil segelas air untuk Ersya.


Sudah terlambat untuk protes karena nyatanya obat-obat itu sudah masuk ke dalam perutnya.


...Semenjak hari itu, kamu telah mengganti mimpi burukku dengan mimpi indah, kekhawatiranku dengan kebahagiaan, dan ketakutanku dengan cinta. Aku merasa sempurna menjadi seorang wanita yang di cintai oleh pria sepertinya. Kamu mungkin tidak baik, juga tidak sempurna tapi cintamu menyempurnakan semuanya...


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2