Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Dia cemburu


__ADS_3

Div kembali menghentikan makannya dan menatap istrinya itu,


"Apa gunanya punya hp kalau nggak di pakek buat balas pesan!"


"Ya aku kan nggak selalu pegang mas, biasanya juga di dalam tas!"


"Awas saja kalau setelah ini, setiap aku kirim pesan tidak kamu balas!" ancam Div.


"Iya maaf!"


Div kembali melanjutkan makannya, sesekali melirik istrinya yang terlihat berkali-kali ingin membuka mulutnya.


Cukup lama hingga semua makanan di piring Div habis, Ersya dengan cepat menuangkan air putih ke depan suaminya itu.


"Ada apa?" tanya Div sambil meneguk minumannya.


"Sebenarnya tadi aku ketemu sama wanita yang bernama Ellen!"


Gara-gara ucapan Ersya, Div sampai hampir tersedak. Ia kembali meletakkan gelasnya di atas meja,


"Dimana?"


Gitu banget reaksinya ....., batin Ersya kesal.


"Tadi pas jemput mama!"


Div mengedarkan pandangannya, jika mamanya sudah pulang pasti acara makan siang hari ini tidak akan sehening ini,


"Di mana mama?"


Hehhhh, Ersya menghela nafas. Ia tidak suka sebenarnya menceritakan apalagi saat melihat reaksi suaminya.


"Mama masih pergi sama dia, tadi nggak jadi pulang!"


Ersya pun berdiri begitu saja meninggalkan suaminya, mengambil piring kotor milik Divia dan suaminya lalu membawanya ke dapur.


"Apa yang mereka bicarakan?" tanya Div sambil memutar tubuhnya menghadap Ersya yang mencuci tangannya di wastafel.


"Bukan hal yang penting!" Ersya sama sekali tidak mau menatap suaminya, ia memilih untuk menyibukkan diri di dapur.


"Kalau di ajak bicara, tatap yang ngajak bicara!" ucap Div kesal karena sedari tadi Ersya memunggunginya.


"Sudah tadi!"


Div segera berdiri dan menghampiri istrinya itu, menarik tangannya hingga kini mereka saling berhadapan,


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Div dengan tangan yang masih menggenggam erat lengan bagian atas Ersya dengan begitu kuat.


"Bukan apa-apa, memang aku kenapa? Aku mau mandi gerah!"


Ersya mengibaskan tangannya, melepaskan genggaman Div dan berlalu meninggalkan Div begitu saja.


Div masih tetap di tempatnya dengan menatap bingung dengan sikap Ersya kali ini,


"Sebenarnya apa sih yang terjadi?" gumamnya.

__ADS_1


Ia ingat jika sekretaris Revan sudah lebih dulu menikah di banding dirinya. Mungkin dia sudah cukup memahami tingkah wanita yang seperti itu, Div pun mengambil ponselnya yang masih ia tinggalkan di atas meja makan, ia menghubungi sekretaris Revan.


Hanya butuh waktu beberapa detik saja dan telpon pun terhubung,


"Hallo pak, ada apa?"


"Van, tolong sambungkan sama istri kamu!"


"Maksudnya pak?"


"Telponnya kamu sambungkan sama istri kamu!"


"Tapi ada masalah apa pak?"


Sepertinya di seberang sana sedang sangat bingung dengan apa yang di lakukan oleh atasannya itu. Tidak biasanya atasannya akan menghubungkan istrinya dalam pekerjaan.


"Sudah jangan banyak bertanya, lakukan saja!"


"Baik pak!"


Mereka menunggu beberapa detik hingga ada sambungan dari panggilan lain.


"Iya sayang, ada apa?" suara seorang perempuan masuk ke dalam panggilan itu.


"Pak Div ingin bicara sama kamu!" ucap sekretaris Revan langsung memberi isyarat pada istrinya agar tidak bicara banyak. Ini masalahnya sangat sensitif dengan pekerjaannya.


"Pak Div ....!" terdengar suara istri sekretaris Revan begitu terkejut.


"Hmmmm!" Div diam ingin mendengarkan perbincangan suami istri itu sebelumnya ia mengutarakan pertanyaannya,


"Iya! Saya ingin menanyakan sesuatu!"


"Apa pak?"


"Sebenarnya tadi saya sedang mengobrol bersama dengan istri saya, lalu dia menanyakan seorang wanita, dan wanita itu adalah wanita yang di kenal mama saya, maksudnya wanita yang ada di masa lalu saya, dia tiba-tiba sikapnya berubah dan_!"


"Maksudnya nona Ellen?" sekretaris Revan begitu penasaran hingga memotong ucapan Div yang sedari tadi hanya muter di tempat.


"Van ...., bisa diam dulu nggak, saya tanya sama istri kamu!"


"Maaf pak, saya kelepasan!"


"Boleh sekarang saya bicara pak Div?" tanya istri sekretaris Revan.


"Ya silahkan!"


"Bisa di katakan kalau saat ini istri pak Div sedang cemburu, tidak ada wanita yang mau suami atau keluarga suaminya kembali dekat dengan masa lalu suaminya! Seperti pepatah mengatakan kalau kita sedang bermain api, maka sudah pasti akan terbakar! Istri pak Div kayaknya sudah mulai terbakar cemburu!"


"Cemburu ya?"


Entah kenapa saat ini tiba-tiba hatinya menghangat. Ia merasakan sesuatu yang berbeda saat mendengar kata cemburu tentang istrinya. Itu orang lain, jika yang mengatakan istrinya sendiri pasti akan lebih dari ini rasanya.


"Baiklah, terimakasih!"


"Sama-sama pak!"

__ADS_1


Div pun segera mematikan sambungan telponnya. Bibirnya terus saja ia lengkungkan ke atas, seperti mendapat jekpot undian.


"Yessss!"


Div segera berjalan menuju ke kamar, ia tidak sabar ingin menghampiri istrinya itu dan memastikan sesuatu.


Tapi belum juga sampai di kamar, baru sampai di gigi tangga pertama langkahnya terpaksa terhenti karena ada mamanya,


"Div ...., lihat siapa yang datang!?" ucap nyonya Aruni membuat Div terdiam, ia menoleh ke arah mamanya dan benar mamanya sedang bersama wanita yang baru tadi beberapa jam lalu bertemu.


"Hai Div, kita ketemu lagi!" ucap wanita cantik itu sambil melambaikan tangannya.


"Kamu? Kenapa kamu di sini?" tanya Div dengan wajah datarnya.


"Tadi Tante Aruni mengajakku mampir!"


"Ohhh!"


Semenjak pembicaraannya dengan sekretaris Revan di lift tadi, ia jadi bergidik ngeri membayangkan bagaimana jika yang di katakan oleh sekretaris Revan itu benar-benar terjadi.


"Kok gitu sih Div, ayo sini kita ngobrol dulu sama Ellen!" ucap nyonya Aruni.


"Maaf ma, Div harus mandi dulu!"


"Baiklah, jangan lama-lama ya!" ucap nyonya Aruni. Div pun kali melanjutkan langkahnya menuju ke kamar meninggalkan mereka berdua.


Perlahan ia membuka pintu kamarnya, matanya langsung mencari seseorang yang berada di dalam kamar itu. Tampak wanita yang sedang ia cari itu sedang duduk di atas tempat tidur sambil sibuk memaikan ponselnya.


Div kembali melanjutkan langkahnya mendekati istrinya itu, "Aku mau mandi!"


"Kalau mau mandi, ya mandi aja!" ucap Ersya tanpa mengalihkan tatapannya pada layar ponselnya.


"Iya sih, sebenarnya aku sedang beralasan untuk mandi karena di luar ada Ellen, tapi karena kamu tidak mempedulikan aku mungkin aku harus menemui dia dan mengobrol santai!"


Ellen ...., wanita itu di sini? Ahhh ini pasti ulah mama...!


"Jangan! Maksudku mandilah, badan mas pasti bau sudah terkena sinar matahari, kumpul dengan orang banyak, sudah mandi saja!"


Ersya bergegas turun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi, "Biar aku siapkan air hangat!"


Melihat Ersya masuk ke kamar mandi, Div tersenyum dengan penuh kemenangan. Akhirnya ia tahu apa yang di pikirkan oleh istrinya. Div dengan cepat melepas kemejanya dan menyusul istrinya.


...Kamu mungkin bukan siapa-siapa untuk orang lain, tapi percayalah saat kamu memegang tanganku, saat itulah kamu pemilik hatiku untuk selamanya...


Bersambung


...Maaf atas keterlambatan up hari ini, ada beberapa pekerjaan di dunia nyata yang tidak bisa di tinggal...


Jangan lupa untuk memberikan like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @ tri.ani5249


Happy reading 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2