Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Ancaman Rizal


__ADS_3

Rangga meletakkan ponselnya begitu saja di kursi kosong yang ada di sebelahnya.


"Kenapa lagi sih mas Rizal nih?!" gumamnya lirih.


Rangga terlihat sekali begitu malas untuk bertemu dengan pria itu lagi.


Setelah lima belas menit akhirnya sampai juga di minimarket depan gang rumahnya.


Ia segera memarkirkan mobilnya di seberang jalan yang memiliki lahan parkir cukup luas. Semua orang di gang itu mengenalnya jadi tidak masalah jika ia memarkir mobilnya di manapun.


Ia sedikit berlari kecil dengan membawa kunci mobil dan juga ponsel di tangannya. Kebetulan jalanan tidak begitu ramai, sepertinya juga akan turun hujan. Terlihat dari langit yang cukup gelap tanpa ada bintang.


Tangannya mulai mendorong pintu kaca yang ada tulisan dorongnya. Bibirnya langsung tersenyum saat melihat wajah wanita yang beberapa kali sering menghiasi hidupnya. Memang tidak begitu cantik tapi sangat menyenangkan untuk di pandang.


Mood nya yang tadi kurang enak, kini tiba-tiba membaik saat melihat wanita itu.


"Selamat datang!" sapa wanita itu dengan senyum yang tampak di paksakan. Rangga tahu jika wanita itu tidak menyukainya.


"Terimakasih, pasti selalu datang!" ucap Rangga pelan dan sedikit mendekat agar pengunjung lain tidak mendengarnya.


"Silahkan kalau mau belanja!"


Rangga ingat jika tujuannya ke minimarket itu bukan untuk belanja, ia ingin menemui seseorang. Rangga pun menoleh ke arah rest area yang ada di dalam Mini market dan dia bisa melihat Rizal di sana sedang menikmati mie instannya.


"Sedukan secup mie instan rasa soto!" Rangga menunjuk ke arah setumpuk cup mie instan dengan rasa soto ayam.


Wanita itu tampak memutar bola matanya.


"Saya pelanggan tetap loh di sini, jadi boleh kan minta di ambilin trus di buatkan sekalian?"


Hehhhh


Wanita dengan tag nama Zea itu menghela nafas dan tersenyum walaupun dengan sedikit di paksakan, "Silahkan duduk mas!"


"Terimakasih!"


Rangga tersenyum dan berjalan menghampiri Rizal.


"Duduklah!" Rizal mempersilahkan Rangga untuk duduk di kursi kosong yang ada di depannya.


Rangga pun segera duduk dan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Ada apa mas Rizal pengen ketemu?"


Rizal tersenyum, "Gadis itu lumayan!" ucapnya dengan tatapan mata mengarah pada Zea.


"Maksud mas Rizal apaan sih!?" protes Rangga, "Katakan dengan jelas dan jangan mengalihkan pembicaraan!"


"Siapa juga yang mengalihkan pembicaraan, kebetulan tadi aku lewat rumah kamu dan ternyata kosong trus aku memutuskan untuk mampir ke sini, dan ternyata di sini ada cewek yang kelihatannya kami kenal banget sama dia!"

__ADS_1


"Kalau mas Rizal sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, mas Rizal boleh pergi!" Rangga mulai terpancing emosi.


Tapi ia segera mengendalikannya saat Zea datang menghampiri mereka dengan membawakan mie nya yang sudah di sedu.


"Silahkan mas!"


"Terimakasih, Zea! Kenalkan!" Rizal mengulurkan tangannya membuat Zea mengerutkan keningnya, "Nama saya Rizal, kakak sepupu Rangga!"


Oh jadi pria ini namanya Rangga? beberapa kali bertemu dengan Rangga tapi ia tidak pernah tahu nama Rangga.


Zea pun mengatupkan kedua tangannya di depan dada, "Saya Zea!"


Rizal pun menarik tangannya kembali dan tersenyum, "Senang bisa kenal sama zea!"


"Maaf saya tinggal dulu, saya harus kerja!" Zea mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Silahkan!"


Rangga mulai mengaduk mienya dan menatap Rizal, ia ingin tahu apa arti dari kedatanganya.


"Kamu tahu kalau aku pasti tidka mungkin menemui mu tanpa sebab!"


"Katakan!"


"Beri saya akses untuk menemui Ersya!"


Rangga melepaskan sendok garpunya dan menatap Rizal tidak percaya,


"Memang semudah itu? Memang kamu sekarang sudah move on dari Felic? Berat kan? Aku juga!"


"Walaupun begitu aku tidak pernah melakukan sesuatu yang membuat Felic menderita seperti yang mas lakukan sama Ersya! Kasihan mas, biarkan mereka bahagia!"


"Jika aku tidak bahagia, semuanya tidak boleh bahagia!"


"Gila kamu mas!"


"Ya kamu benar, aku gila karena mereka! Sebenarnya ku di bayar berapa sih sama si Div, kalau kamu bisa membantuku aku akan memberi dua kali lipat dari yang di berikan oleh Div!"


"Nggak semua masalah bisa di selesaikan dengan uang mas, kalau kamu ingin seperti itu cari orang lain, jangan aku!"


"Kamu sulit di ajak kerja sama!"


"Mas sudah tahu kan, jadi nggak usah di permasalahkan lagi!"


"Baiklah aku akan cari cara lain!" Rizal pun segera berdiri dari duduknya dan meninggalkan Rangga dengan tanpa mendapatkan hasil apapun.


Tapi baru dua langkah, Rizal kembali mundur dan membisikkan sesuatu ke telinga Rangga.


"Sepertinya Zea mainan yang menarik!"

__ADS_1


Srekkkkk


Rangga segera berdiri dan menarik kerah baju Rizal, "Jangan macam-macam kamu ya mas!"


Zea yang melihatnya segera menghampiri mereka,


"Ada apa ini?"


Rangga pun mendorong tubuh Rizal hingga sedikit mundur, Rizal tersenyum pada Zea dan memperbaiki kemejanya. "Kalemmmm!"


Rizal kali ini benar-benar meninggalkan Rangga dan Zea. Zea menoleh ke arah Rangga seperti menyalahkan Rangga atas keributan itu.


"Bukan aku yang salah!" Rangga Kembali duduk dan tidak mempedulikan tatapan Zea.


Zea mengedarkan pandangannya, ia melihat para pelanggan masih sibuk berbelanja.


Zea pun duduk di bangku yang tadi di duduki oleh Rizal,


"Ada masalah apa?"


Rangga menghentikan menyantap mie instannya,


"Kamu serius tanya masalahku?"


"Kalau nggak keberatan!"


"Masalahnya, kamu jangan dekat-dekat sama pria itu tadi!"


Zea seketika berdiri dan menggebrak meja.


Brakkkk


Sepertinya dia lupa kalau di sana ada pelanggan lainnya.


Zea pun langsung mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


"Maaf_, maaf_, silahkan berbelanja kembali!"


Setelah semua pelanggan kembali dengan aktifitasnya, Zea pun mencondongkan tubuhnya ke depan tubuh Rangga dengan menjadikan tangan kirinya sebagai penganggah sedangkan tangan kanannya untuk menunjuk Rangga,


"Kamu bukan siapa-siapa ku ya, jadi jangan suka mengaturku!"


...Pertemuan itu seperti angin, tiba-tiba datang dan tiba-tiba pergi tapi kita bisa merasakan kehadirannya yang sebentar itu...


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2