Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (30. Me time)


__ADS_3

...Kadang dalam sekali waktu, kita butuh satu waktu untuk diri kita sendiri, bukan untuk lari dari semua keruwetan yang ada tapi sedang berusaha untuk mencari solusi dari semua keruwetan itu....


...🌺🌺🌺...


"Sebenarnya kita mau ke mana sih?" Yura masih bingun sebenarnya Divia mau mengajaknya ke mana, sedari tadi Divia terus menarik tangannya tanpa tujuan yang jelas.


"Bagaimana kalau.kita ke mall saja!"


"Mall?"


"Iya, kita nonton, makan es krim, melakukan banyak permainan, aku yang traktir, kita belanja sekalian!"


"Baiklah terserah kamu!"


Akhirnya mereka berdiri di depan gedung cinema, mereka sedang mengamati film-film yang akan di putar hari ini.


"Kau tidak tahu banyak film Korea, kamu bisa kan memilih film yang bagus!"


"Bagaimana kalau ini saja, ini film horor romantis!" Yura menunjuk pada satu film,


"Baiklah, kelihatannya bagus!"


Divia pun segara berdiri di tempat antrian dan membayar tiket masuk. Filmnya baru akan di putar seperempat jam lagi, setelah mendapatkan tiketnya sambil menunggu film mulai, Divia pun memilih untuk membeli pop corn dan soda.


"Bawa tiketnya, panggil aku jika filmnya di mulai!"


"Kamu mau ke mana?"


"Beli pop corn dulu biar lebih enak nanti nontonnya!"


Setalah selesai membeli pop corn, akhirnya film pun di mulai,


Dua jam mereka habiskan di dalam gedung cinema.


"Nggak seru banget!" Divia sedikit kecewa dengan pilihan film Yura, ternyata mereka berbeda selera.


"Ya aku kan nggak tahu apa film kesukaanmu!" Yura menyesal karena sepanjang film di putar, Divia hanya tidur.


"Sekarang apa lagi?" tanya Yura yang tidak tahu lagi ke mana Divia akan mengajaknya,


"Bagaimana kalau kita belanja?"


"Belanja? Memang uangmu berapa?"


"Sudah jangan di pikirkan tentang uangku, yang penting sekarang kita belanja!"


Divia segera menarik kembali tangan Yura, hari ini dia seperti tidak peduli dengan statusnya. Ia hanya ingin melupakan kegundahan yang ada di hatinya.


Mereka sekarang berada di dalam pernak-pernik perempuan, mulai dari sepatu, tas, baju, topi, dompet, pita, kaos kaki, sendal dan masih banyak lagi.


"Jangan deh Vi, ini kayaknya mahal deh!"


"Jangan pikirin harga, kalau kamu suka ambil aja, nanti aku yang bayar!"


"Kamu punya banyak uang dari mana?"


"Memang kamu lupa, gaji aku besar!" Divia menyombongkan dirinya.


"Tapi biaya hidup di sini mahal, biaya kuliah juga mahal! Jangan deh, jangan hambur-hamburkan uang!"


"Jangan khawatir, jarang-jarang kan aku bisa traktir kamu gini!"


Divia tidak mempedulikan keluhan Yura, ia melihat beberapa barang yang menurutnya bagus dan mengambilnya,


"Kamu suka ini?" Yura hanya menganguk dan Divia memasukkan ke dalam keranjang,

__ADS_1


"Ambil!?"


"Ambil,!?'


"Ambil!?"


Divia terus mengambil barang tanpa memusingkan harga.


"Sudah cukup, kita keluar dari sini!" Yura segera menarik Divia ke kasir setelah melihat yang mereka beli begitu banyak.


Setelah melakukan pembayaran, mereka pun segera keluar,


"Ambil semua, ini buat kamu!?"


"Kok bisa?"


"Anggap aja aku baru dapat rejeki nomplok!?"


"Baiklah, sekarang kita ke mana lagi?"


"Kita ke tempat game, kita habiskan waktu di sana!"


Divia kembali menarik tangan Yura membawanya ke zona game. Yura juga sudah menitipkan barang belanjaannya ke tempat penitipan barang.


"Beli koin dulu!" Divia segara berdiri di depan meja koin dan membeli setumpuk koin untuk mereka bermain.


"Banyak sekali Vi!"


"Kita kan memang akan bermain cukup lama di sini, jadi tidak akan khawatir jika koinnya habis, benarkan?"


"Baiklah, terserah kamu!"


Mereka mulai mencoba permainan satu per satu. Hingga tanpa terasa sudah dua jam mereka berada di tempat permainan. Tapi koin mereka bahkan masih tersisa sangat banyak.


"Sudah Vi, aku capek!" Yura sudah duduk di lantai sambil menselonjorkan kakinya.


"Aku juga! Tapi hari ini menyenangkan kan?"


"Hemmm, hari yang sangat menyenangkan!"


Divia sudah membeli dua cup es krim untuk mereka, sambil menikmati es krimnya mereka melihat bagaimana orang lain bermain di sana.


Di samping tempat mereka bermain, adalah tempat bermain anak, banyak anak kecil yang asik bermain di sana. Senyum bahagia juga terpancar dari wajah-wajah kecil itu.


"Hehhhh, jadi kangen sama Dee!?" seharusnya hari ini ia menjemput di dari sekolah tapi ia malah meminta Lee untuk menjemputnya.


"Ehhh Vi!?" tiba-tiba Yura menepuk bahunya beberapa kali.


"Apaan sih Yura?"


"Bukankah itu Dee?" ucap Yura sambil menunjuk ke satu anak yang masih memakai segarang lengkap sedang bermain di sana.


"Dee!?" Divia pun dengan cepat berdiri, ia mengedarkan pandangannya tapi tidak menemukan siapapun di sana yang ia kenal.


...***...


Kim merasa kecewa saat Divia memilih pergi dengan Yura di banding dengan dirinya. Ia tidak langsung pergi dari tempatnya, ia memilih duduk di tempat yang baru saja di tinggalkan oleh Divia.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Kim terlihat frustasi, ia sampai mengusap rambutnya ke belakang.


Ia pun memilih menghubungi Lee, ia ingin meminta saran asistennya itu.


"Dia menghidariku?"


"Jangan khawatir, memang butuh perjuangan untuk mendapatkan wanita sebaik nona Vi, baiklah segeralah kembali karena aku harus menjemput Dee sekarang!"

__ADS_1


"Berani-beraninya kamu memerintahkan!?"


"Ya bagaimana lagi, nona Vi memintaku untuk menjemput Dee!"


"Terserah kamu saja!"


Kim pun kembali mematikan sambungan teleponnya, ia masih betah di sana, ia menikmati kesendiriannya di tempat itu.


Hingga satu jam kemudian barulah ia beranjak dan kembali menghampiri mobilnya, tapi saat ia hendak masuk ke dalam mobil, ponselnya kembali berdering.


"Hallo! Ada apa lagi?"


"Dee sudah tidak ada di sekolah!"


"Kata guru Dee, Dee di jemput ibunya!"


"Aku akan segera ke sana!" Kim terlihat begitu panik, dengan cepat ia masuk ke dalam mobil dan melakukan mobilnya dengan cepat.


Ia tidak sabar untuk bertemu dengan Lee dan mendengarkan kronologi sebenarnya,


"Bagaimana?"


"Aku sudah menanyakan ke semua orang dan tidak ada yang tahu!"


"Vi?"


"Ia mengatakan sedang di mall bersama dengan temannya, itu berarti tidak dengan Dee!"


"Jangan-jangan _!?" Kim mulai menduga-duga, mereka pun segara masuk ke dalam mobil dan meninggalkan sekolah Dee. Ia mencari kemungkinan Dee berada saat ini.


Hingga akhirnya ponsel Lee berdering,


"Siapa?"


"Nona Vi!?"


"Angkat!" perintah Kim dan Lee pun segera menerima telpon dari Divia.


"Hallo nona!"


"Hallo, apa kamu bersama Dee?"


"Maksud nona?"


"Kenapa Dee di sini? Apa ada kamu juga?"


"Nona di mana sekarang?"


Divia pun menunjukkan tempatnya berada saat ini,


"Baiklah, saya akan ke sana! Tetap awasi Dee, nona!"


Belum sampai Divia bertanya, Lee sudah mematikan sambungan telponnya.


"Ada apa?"


"Dee ada di mall tempat non Vi jalan-jalan!"


"Kita ke sana sekarang!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2