
Di seberang sana terlihat Lee benar-benar bingung dengan semua yang di inginkan oleh Mr Kim.
"Aku juga tidak tahu harus cari bagaimana?" Lee juga bahkan belum pernah berpengalaman memiliki kekasih, Mr Kim benar-benar salah untuk meminta bantuan.
Lee pun segera meninggalkan kantor, ia membawa mobilnya ke sebuah pusat perbelanjaan.
Tempat pertama yang menjadi tujuannya adalah toko baju,
"Selamat datang tuan!" sapa para karyawan.
"Bisa pilihkan aku baju untuk gadis berusia dua puluh tahunan!"
"Baik tuan! Mari silahkan saya antar!" karyawati ikut mengajak Lee ke deretan baju yang biasa di pakai oleh para gadis.
"Ini adalah semua baju yang di pakai oleh gadis jaman sekarang, tuan. Anda bisa memilihnya sekarang!"
Melihat begitu banyak rak baju membuat Lee semakin pusing di buatnya. Ia tidak tahu baju seperti apa yang di sukai oleh Divia.
"Kebetulan sekali!?" gumamnya lirih dengan bibir yang sedikit tersenyum saat tanpa sengaja ia melihat sekelebat orang yang cukup familiar berada di sekitar Divia.
"Tunggu sebentar!" Lee berjalan cepat mengejar sosok itu, dan mengadang langkahnya.
"Selamat siang nona Yura!"
"Mr Lee!" Yura sampai menutup mulutnya tidak percaya. Ia benar-benar tidak bermimpi akan bertemu dengan pria dingin itu. Dia benar-benar sebelas dua belas dengan atasannya.
Mimpi apa semalam ...., mudah-mudahan hari ini bukan hari sial ...., Yura merasa sangat tidak beruntung di pertemukan dengan Lee tidak sengaja seperti ini.
"Apa saya menggangu aktifitas Mr Lee? Kalau iya, sungguh saya mohon maaf. Saya benar-benar tidak sengaja melakukannya!" Yura menundukkan kepalanya meminta maaf.
"Tidak_, tapi saya membutuhkan bantuan nona Yura sekarang!"
Yura dengan cepat mendongakkan kepalanya, ia tidak percaya dengan yang baru saja ia dengar dari Lee,
"Tapi maaf, saya benar-benar bukan gadis yang begitu cerdas hingga saya bisa membantu Mr Lee!"
"Ini tidak membutuhkan kecerdasan, mari ikut saya!" Lee segera menarik tangan Yura dan membawanya ke depan rak-rak baju yang berjejer itu.
Apa ini maksudnya Mr Lee mau membelikan ku baju? Ahhhh tidak mungkin ...
Tapi ini semua, apa mungkin Mr Lee ingin membeli baju untuknya sendiri ...
"Bisa pilihkan beberapa baju untuk nona Vi!"
"Vi?"
Ohhh jadi semua ini untuk Vi, hehhhh padahal tadi sudah berharap banyak ....
"Iya, Mr Kim meminta saya untuk mencarikan ini semua!" Lee menunjukkan list barang yang harus di beli Lee untuk Divia.
"Ini banyak sekali!?"
__ADS_1
"Bisa kan kita mulai sekarang?"
"I_iya!"
Yura pun memilihkan beberapa baju untuk Divia, baju yang sesuai dengan fashion Divia. Setelah selesai Lee segera melakukan. pembayaran untuk semua baju yang di pilih Yura.
"Sekarang kita bisa ke toko sepatu!"
"Sama saya juga?"
"Iya!"
Terpaksa seharian ini Yura harus mengikuti Lee untuk memilih barang-barang yang mungkin di sukai Divia.
"Bukankah ini terlalu banyak?"
"Mr Kim meminta saya untuk membelikannya lebih dari satu atau dua!"
Kenapa tidak sekalian satu toko di beli ...., Yura hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat beberapa pasang sepatu yang siap untuk di bayar oleh Lee.
Benar-benar tidak tahu cara berpikir orang-orang kaya, benar-benar uang tinggal ambil nih namanya ....
Yura hanya bisa pasrah, melihat begitu banyak rangakaian bunga, coklat dan sekarang yang terakhir adalah cincin.
"Apa nona Yura tahu ukuran jari nona Vi?"
"Kalau tidak salah seukuran dengan jariku sih, karena Vi sering memberikan cincinya untukku!" ucap Yura sambil menunjukka. sebuah cincin yang sekarang di kenakan oleh Yura, itu adalah cincin pemberian Divia di hari ulang tahun Yura, memang bukan baru tapi cincin itu adalah emas asli.
"Baguslah! Sekarang tolong pilihkan cincin permata untuk nona Vi!"
Lee pun memanggil penjaga toko,
"Saya mau produk cincin yang limited edition!"
Hahhh, dia benar melakukannya ...., Yura benar-benar tidak percaya dengan yang di lakukan oleh pria dingin di sampingnya. Entah sudah berapa banyak uang yang sudah mereka habiskan hari ini.
"Baik tuan!" penjaga toko itu pun segera mengambilkan cincin yang di maksud oleh Lee, "Ini tuan, cincin ini hanya di produksi sepuluh di seluruh dunia!"
"Baiklah, biar dia mencobanya!" Lee mempunya penjaga toko untuk meminta Yura mencobanya.
Yura pun dengan hati-hati mencobanya, tapi ia benar-benar gagal fokus dengan harga yang tertera, benar-benar lemebihi harga satu permata.
"Iya, ini pas!" Yura dengan cepat melepaskannya kembali. Bahkan hanya mencobanya saja sudah membuat jantungnya ingin copot, ia benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana jika sampai ia menghilangkan cincin itu.
"Bungkus itu!"
"Baik tuan!"
Akhirnya mereka berdua keluar dari toko itu, semua barang sudah ada yang mengirimkannya langsung ke rumah Mr Kim kecuali cincin yang harus aja di belinya.
"Terimakasih atas bantuan nona Yura, saya permisi!" Lee meninggalkan Yura begitu saja.
__ADS_1
"Hahhh, hanya begitu saja. Memang dia tidak punya kata-kata yang lebih sopan gitu, atau setidaknya menawariku untuk makan. Aku kan lapar juga!" Yura hanya bisa mengegrutu saat pria itu sudah pergi.
"Benar-benar pria tidak berperikemanusiaan!" keluhnya lagi sambil memukulkan tangannya di udara.
Kini Lee dan semua barang-barang yang sudah di beli sudah sampai di rumah Mr Kim.
"Nyonya di luar ada kurir!" seorang pelayan menghampiri nenek dan Divia yang tengah duduk di ruang keluarga itu cukup terkejut.
"Apa kamu memesan sesuatu?" tanya sang nenek pada Divia.
"Tidak Nek, atau mungkin Kim. Nek!"
"Suruh kurir masuk!"
"Baik nyonya!"
Ada sekitar lima kurir akhirnya masuk ke dalam rumah dengan membawa begitu banyak barang.
"Ini semua_!" tampak nenek dan Divia hanya saling berpandangan.
"Kami mengantar semua ini untuk nona Divia!" ucap salah satu kurir. Ruang keluarga yang cukup luas itu benar-benar penuh dengan barang-barang itu.
Begitu banyak paperbag dan juga rangakaian bunga, berbagai macam produk olahan coklat juga.
"Saya?" Divia pun memeriksa satu persatu barang-barang itu. Dan benar-benar barang untuknya karena di rumah itu hanya dia yang gadis.
"Iya nona!"
"Tapi saya tidak memesan semua ini?"
"Mr Kim yang memesannya untuk anda!"
Nenek yang mendengar itu jadi tersenyum.
"Kim?"
"Kalau begitu saya permisi nona!"
"Iya!"
Divia masih di buat bingung dengan apa yang ia lihat kali ini. Ini seperti Dejavu, ia pernah melihat Daddy nya melakukan hal ini untuk Moms Ersya.
Apa mungkin ....
"Semua akan terulang lagi!?" gumamnya lirih sambil menatap semua barang-barang itu.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...