Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (41. Dia rakus sekali)


__ADS_3

...Banyak hal di dunia ini yang sering kali membuat kita merasa bahwa kita telah mengubah hal-hal yang pernah terjadi dalam hidup kita di masa lalu....


...🌺🌺🌺...


Divia masih di buat bingung dengan apa yang ia lihat kali ini. Ini seperti Dejavu, ia pernah melihat Daddy nya melakukan hal ini untuk Moms Ersya.


Apa mungkin ....


"Semua akan terulang lagi!?" gumamnya lirih sambil menatap semua barang-barang itu. Daddy nya selalu melakukan hal yang sama pada mommy nya dan mungkin sekarang semua harus terulang pada dirinya.


"Nek!?" Divia menoleh pada nenek yang tetap santai di tempatnya.


"Dia sangat mencintaimu nak!" nenek mengusap punggung tangan Divia, ia begitu bahagia saat mengetahui cucunya saat ini benar-benar jatuh cinta pada seorang gadis.


"Kim di mana ya Nek?"


Divia baru sadar jika dia tidak menemukan pria itu semenjak tadi, ia bahkan tidak muncul saat semua barang-barang itu muncul.


Ternyata pria itu kini sedang berada di depan, ia benar-benar menunggu kedatangan Lee.


Ia tidak sabar mengambil cincin yang di bawakan oleh Lee,


Setelah Lee datang dan mengambil cincinya, ia pun segera menghampiri nenek dan Divia.


"Bagaimana? Apa kamu suka dengan semuanya?" pertanyaan Kim membuat Divia tersadar. Ia pun segera menatap Kim,


"Ini untuk apa?"


"Untuk hadiah, bukankah tadi kamu meminta hadiah dariku?"


"Tadi?" Divia kembali mengingat perbincangan mereka tadi di kamar.


Jadi dia menganggapnya serius .....


"Dan ini yang paling istimewa!" Kim mengeluarkan kotak cincin itu dari saku celananya.


"Ini apa?"


"Kamu bisa membukanya sendiri kan?"


"Membuka sendiri?"


Benar-benar tidak romantis ....


"Kim, jangan seperti itu. Pakaikan di jari Vi dong!" ucap nenek melihat hal kaku yang di lakukan cucunya.


"Begitu ya!" Kim pun mengambil kembali kotak itu dan membukanya, "Ini cincin untukmu!"


"Waw ...., bagus sekali!" Divia benar-benar di buat terkesima dengan cincin itu, benar-benar indah.


"Kamu suka?"


"Hmmm!"


"Baiklah, aku akan membantu memakaikannya untukmu!" Kim menarik tangan Divia dan memakaikan cincin itu di jarinya.


"Cantik sekali!"


"Lebih cantik yang pakai!" ucap Kim lirih tapi masih bisa di dengar oleh Divia.


"Apa kau memujiku?"

__ADS_1


"Tidak, mungkin kamu salah dengar saja!"


Di tempat lain, terlihat sekali Lee terburu-buru untuk pergi, ternyata Lee tidak ikut masuk karena masih harus melakukan sesuatu.


"Dia di mana?" tanyanya pada orang yang sedang ia hubungi di telpon.


"Dia masih di depan pusat perbelanjaan tuan!"


"Baiklah, tetap awasi dia, saya akan segera ke sana!"


Lee mempercepat laju mobilnya, ia kembali ke pusat perbelanjaan tempatnya berbelanja tadi.


Ia segara turun dari mobilnya setelah melihat orang yang sedang ia cari itu. Seorang gadis yang megah duduk di pembatas jalan dan tengah menselonjorkan kakinya, di sisi kanan dan kirinya terdapat paperbag, kepalanya menunduk seperti sedang menahan kesal.


"Mau makan denganku?" tanyanya berhasil membuat gadis itu tercengang di buatnya.


Gadis itu sampai berdiri tidak percaya pria yang baru saja ia hujat dalam kekesalannya ternyata kembali berdiri di hadapannya.


"Mr Lee!?" senyum seketika mengembang di bibirnya. Tetap saja semarah-marahnya dia, tidak berani menunjukkan di depan orangnya.


"Sebagai ucapan terimakasih saya akan mentraktir nona, jika nona tidak setuju maka_!"


"Tidak, saya setuju!" Yura dengan cepat memotong ucapan Lee, ia sekarang juga benar-benar sangat lapar apalagi setelah berkeliling yang mereka lakukan.


"Baguslah, mari ikut saya!"


"Ikut? Maksudnya naik mobil Mr Lee?"


"Ya!"


Lee pun berjalan lebih dulu lalu membukakan pintu mobil untuk Yura.


Ya ampun ...., dia manis sekali sekarang


Tidak ada percakapan di dalam mobil, mereka tetaplah dua manusia yang tidak saling kenal.


"Sekarang bisa turun sendiri kan?" pertanyaan dari Lee segera menyadarkannya.


"Ahhh iya!"


Ternyata mobil mereka sudah sampai di depan restauran dengan berbagai macam olahan makanan.


Yura segera keluar dari dalam mobil, tapi tetap saja lebih dulu Lee, kakinya juga cukup jenjang hingga Yura kesusahan untuk mengejarnya.


"Pesanlah apa saja yang kamu suka!" ucap Lee setelah mereka duduk di salah satu bangku restauran.


"Apa saja?"


"Iya!"


Yura tersenyum puas, untuk pertama kalinya ia bisa makan dengan sepuasnya tanpa harus memikirkan berapa banyak uang yang harus ia keluarkan.


Yura benar-benar memilih berbagai makanan yang ia sukai hingga meja yang awalnya kosong itu sekarang sudah penuh dengan makanan.


"Aku tidak harus membayarnya kan nanti?"


"Makan saja, saya yang akan membayarnya!"


Setelah mendengarkan ucapan Lee, dengan begitu yakin Yura memakan semua makanan itu sedangkan Lee hanya sibuk melihat Yura yang makan dengan begitu lahapnya.


Dia rakus sekali .....

__ADS_1


Dia benar-benar banyak sekali makannya, Lee hanya bisa menggelengkan kepalanya, walaupun tidak makan ia sudah merasa kenyang dengan hanya melihat Yura yang sedang makan.


Akhirnya hanya dalam waktu setengah jam, semua makanan yang ada di atas meja habis di lahap Yura.


"Maaf aku menghabiskan semuanya, apa Mr tidak lapar? kenapa Mr tidak makan tadi?" ternyata Yura baru sadar jika Lee bahkan tidak memakan satupun dari semua makanan yang mereka pesan, mangkuknya masih terlihat bersih hanya sepasang sumpit yang ada di atasnya.


"Kebetulan belum lapar!"


"Untunglah!" akhirnya Yura bisa bernafas lega, setidaknya ia tidak sampai membuat seseorang kelaparan.


"Baiklah, saya juga akan mengantar nona Yura pulang!"


"Di antar!?" Yura sedikit khawatir karena terakhir kali Lee ke rumahnya, eomma dan appa nya mengira Lee sebagia kekasihnya, "Tidak perlu Mr, saya akan pulang sendiri!"


"Ini bukan tawaran, tapi ini sebuah keharusan!"


"Harus ya?"


Harus tandanya tidak bisa di tolak kan ..., kenapa harus memaksa sih ...


Akhirnya Divia hanya bisa menyerah, ia harus mau di antarnya pulang.


Sepanjang jalan ia terus berdoa semoga appa ataupun eomma nya tidak di rumah sehingga ia tidak perlu di tempatkan di tempat yang sulit.


Akhirnya setelah seperempat jam mobil yang di tumpangi Lee dan Yura sampai juga di depan rumah. Sepertinya doa Yura benar-benar tidak terkabul karena dari dalam mobil ia sudah bisa melihat appa nya yang menatap ke arah mobil.


Srekkkk


Dengan cepat Yura menyembunyikan tubuhnya dan menenggelamkan diri di antara kursi dan dasboard depan.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Itu ada appa! Katakan nanti kalau appa sudah pergi, barulah aku akan keluar!"


Tapi lagi-lagi Dewi Fortuna tidak berpihak padanya, appanya sudah mengenali mobil itu.


"Tapi appa kamu sedang berjalan ke sini!"


"Benarkah?"


"Lihat sendiri kalau tidak percaya!"


Akhirnya perlahan Yura keluar dari persembunyiannya dan benar saja appa nya sudah berdiri di samping pintu mobilnya.


"Appa!?"


Yura pun terpaksa turun begitu juga dengan Lee, Lee yang rencananya akan segera pergi terpaksa ikut turun.


"Eomma, lihat siapa yang datang. Ini Lee yang datang!"


Kerena teriakan appa Yura, akhirnya eomma nya pun keluar dari rumah.


Yura hanya bisa menepuk kepalanya dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2