
...Di setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, siapapun itu dan di manapun itu. Hanya saja seseorang menghadapinya dengan cara yang bagaimana,...
...🌺🌺🌺...
Akhirnya hari yang di tunggu benar-benar datang, kini saatnya Dee untuk di bawa Yee Ri pergi. Suasana rumah itu saat ini terasa dingin dan sepi meskipun semua penghuni rumah sedang berkumpul di sana.
"Kim, apa kau akan membenciku sekarang?" Yee Ri dan Kim sudah duduk di teras samping rumah. Hari ini Yee Ri akan benar-benar membawa Dee untuk pergi. Yee Ri dengan penampilannya yang tampak elegan dan berkelas benar-benar cocok menjadi menantu keluarga Yoong.
Kim sudah sangat mempersiapkan untuk hari ini, siap ataupun tidak ia harus tetap menghadapinya, empat setengah tahun bersama Dee memang waktu yang singkat tapi bersama Dee ia bisa melalui semuanya,
"Jika aku boleh memilih, aku ingin hari ini tidak perlu ada!" pria itu bicara dengan nada dinginnya.
"Maafkan aku, tapi kamu tahu kan bagaimana aku juga sangat membutuhkan Dee!?"
"Aku tidak menyalahkan kamu untuk hal ini, hanya saja keadaan selalu saja tidak berpihak padaku!"
Yee Ri berdiri dan mengusap bahu Kim, "Ada Vi, dia yang akan membantumu untuk mengembalikan semua kebahagianmu! Gadis itu begitu baik, jangan pernah sakiti dia, kamu mengerti!"
"Hmmm! Dia bagian dari keberuntunganku!"
Di tempat lain, di dalam kamar Dee terlihat Divia sedang sibuk membantu Dee mengemasi barang-barang Dee,
"Eomma!?"
"Hmmm?"
Divia menghentikan kegiatannya, ia memilih berjongkok di depan Dee,
"Ada apa?"
"Kalau Dee pergi, apa eomma akan meninggalkan Kim?"
Divia terdiam, ia benar-benar tidak menyiapkan jawaban untuk pertanyaan Dee yang ini.
"Jangan tinggalkan Kim, aku sudah pergi jika eomma juga pergi pasti Kim akan kesepian!"
Kenapa aku tidak kepikiran, keberadaan ku di sini karena Dee, jika Dee sudah pergi aku tidak punya alasan lagi untuk tetap tinggal di sini kan .....
Walaupun berat akhirnya divia tersenyum, "Aku akan tetap menemaninya, walaupun mungkin tidak tinggal di sini!"
"Jadi eomma juga ingin pergi?"
"Tidak_! Bagaimana ya aku menjelaskannya? Jadi aku akan tetap menemani Kim apapun yang terjadi!"
Tapi mungkin tidak bisa tinggal dalam satu rumah lagi, kalau Daddy Vi tahu, Vi bisa di gantung hidup-hidup ....
Divia hanya bisa menghela nafas membayangkan bagaimana nanti daddynya akan begitu marah padanya.
"Dee!?"
Tiba-tiba suara nenek membuat percakapan mereka terhenti, nenek sudah berdiri di ambang pintu,
"Nenek!"
__ADS_1
Dee dengan cepat berlari dan memeluk sang nenek.
"Nenek, aku pasti akan merindukanmu nanti!"
"Nenek juga, tapi janji ya Dee, jangan menyusahkan ibumu!"
"Iya Nek!"
"Juga jangan lupa untuk terus mengubungi nenek, Kim dan eomma Vi!"
"Hmmm!"
Setelah semuanya siap, mereka pun mengantar Yee Ri dan Dee hingga di depan, seseorang sudah membantu memasukkan barang-barang Dee ke dalam mobil,
"Nek, Kim, Vi, aku pamit!"
"Ya, jangan lupa terus kabari kami!"
"Pasti!"
Yee Ri sudah menggendong Dee dan membawanya ke dalam mobil, Dee melambaikan tangannya menatap Divia dengan tatapan sedih. Waktu yang mereka lalui selama ini belum terlalu banyak tapi sekarang sudah harus terpisah.
Walaupun berat, Divia tetap berusaha untuk tersenyum dan melambaikan tangannya begitu juga dengan Kim.
Mobil mulai melaju dan meninggalkan rumah itu, suasana seakan berbeda dari sebelumnya. Keceriaan itu telah hilang.
"Antar saya ke kamar, saya mau istirahat!" ucap nenek kepada pelayan pribadinya.
"Baik nyonya!"
"Aku pasti nanti akan sangat merindukan tempat ini!" gumamnya sambil mengamati ke sekeliling kamar yang sudah beberapa Minggu itu ia tempati, kenangan indah bersama Kim tidak bisa ia lupakan begitu saja.
Ia segera menarik koper yang ada dia tas lemari dan bersiap untuk mengemasi barang-barangnya.
Tapi seseorang segera menahan tangannya, membuat Divia menatap siapa pemilik tangan itu.
"Kim!"
"Apa yang kamu lakukan?"
"Kim, Dee sudah pergi. Adanya aku di sini karena aku harus merawat Dee, tapi sekarang aku tidak punya alasan lagi untuk tinggal di sini!"
"Jadi menurutmu aku tidak cukup menjadi alasan untuk mu tetap tinggal?"
"Kim, kita tidak punya hubungan apapun, kita kan juga bukan sepasang kekasih, lagi pula budayaku tidak akan membenarkan seorang pria dan wanita yang tidak memiliki hubungan apapun tinggal dalam satu rumah!"
"Apa semua yang akan katakan beberapa waktu lalu tidak cukup untuk mengikatmu?"
"Maksudnya?"
"Vi, aku mencintaimu! Aku ingin kamu menjadi calon istriku!"
"Hahhh?"
__ADS_1
Divia benar-benar tidak mengerti situasi romantis yang di ciptakan Kim. Ia malah menunjukkan wajah polosnya dengan tanpa bersalah.
"Jadi maksudnya kamu nembak aku?"
"Issstttt!?" Kim benar-benar kesal dengan tingkah Divia yang ini. "Iya, aku mau hubungan pura-pura kita menjadi kenyataan di depan nenek ataupun di depan umum!"
"Tapi ini cara menyatakan cinta yang tidak romantis!"
"Baiklah, nanti aku akan mengulanginya dengan cara yang romantis. Tapi sekarang bisa kan kamu tidak usah pergi, aku membutuhkanmu!"
Tiba-tiba Kim menarik tubuh Divia ke dalam pelukannya, kali ini Divia benar-benar tidak bisa menghindar.
"Baiklah, aku tidak akan pergi!"
"Bagus!"
"Hanya itu?"
Kim melepaskan pelukannya dan mengerutkan keningnya,
"Seharusnya kau memberi hadiah untuk ini!"
"Hadiah ya?"
"Lupakan, aku akan menghibur nenek sekarang!" Divia melupakan keinginannya untuk pergi. Masih ada nenek yang harus ia jaga jikapun Dee sudah tidak tinggal di rumah itu.
Selagi Divia di kamar nenek, Kim terlihat bingung dengan ucapan Divia.
"Jadi dia meminta hadiah, lalu hadiah apa yang biasa pria berikan untuk wanita yang di cintai?"
Kim pun segera menuju meja kerjanya, mengambil laptop dan melakukan browsing untuk mencari apa saja yang di sukai wanita,
"Jadi wanita sangat menyukai tas, sepatu, baju, bunga, coklat, cincin! Banyak sekali yang wanita sukai!"
Selama ia menjalin hubungan dengan Lyla ia tidak pernah melakukan hal itu, ia lebih suka menstranfer uang di hari ulang tahun Lyla atau di hari jadi mereka dan meminta Lyla untuk membeli sendiri apa yang ia sukai.
Akhirnya Kim pun menghubungi Lee untuk membantunya mencarikan semua yang di inginkan oleh wanita.
"Baik Mr!"
"Aku tidak mau terlalu lama, segera bawa ke rumah sekarang juga!"
"Baik Mr!"
Di sebenarnya sana terlihat Lee benar-benar bingung dengan semua yang di inginkan oleh Mr Kim.
"Aku juga tidak tahu harus cari bagaimana?" Lee juga bahkan belum pernah berpengalaman memiliki kekasih, Mr Kim benar-benar salah untuk meminta bantuan.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...