Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (73. Kedatangan Kim)


__ADS_3

Divia kali ini benar-benar marah, ia sudah mengepalkan tangannya tapi Yura berusaha keras untuk menarik tanganya tapi tubuh Divia sama sekali tidak bergeming dari tempatnya.


"Dasar wanita murahan, bisanya hanya menjerat pria-pria kaya untuk di ajak tidur lalu di poroti uangnya!" ucap wanita itu dengan begitu pedas hingga membuat Divia tidak tahan lagi. Apalagi kini mereka tengah jadi perhatian semua karyawan yang tengah makan di kantin.


Divia akhirnya benar-benar melayangkan tangannya hendak menampar wanita itu, tapi wanita itu dengan sigap menangkis tangan Divia.


"Tangan mu ini tidak cukup kuat untuk menyakitiku!" ucapnya sambil menghempaskan tangan Divia.


"Seharusnya kamu yang hati-hati karena telah bermain-main dengan saya!"


"Memang kamu siapa, hingga aku harus begitu takut padamu? Dasar wanita murahan!" ucapnya sambil mencengkeram dagu Divia dan menariknya hingga membuat Divia mendongakkan kepalanya.


"Kamu itu cuma anak ingusan yang sedang bermimpi jadi kekasihnya Presdir Kim, jadi jangan macam-macam!"


"Singkirkan tanganmu dari sana!" ucap seseorang dengan suara berat membuat semua mata tertuju padanya. Ternyata Kim sedang berjalan cepat menghampiri mereka dan menghempaskan tangan wanita itu dari dagu Divia.


"Presdir Kim!" wanita itu segera menunduk.


"Perhatikan ini!" ucapnya pada semua orang membuat orang-orang yang sebenarnya tanpa di perintahpun sudah menatap ke arah mereka.


Tiba-tiba Kim menarik tengkuk Divia dan


Cup


Mencium bibir Divia di depan semua orang hingga membuat semua orang yang ada di sana begitu terkejut hingga beberapa dari mereka menutup mulutnya tidak percaya.

__ADS_1


Kim kembali melepas ciumannya dan menatap wanita di depannya itu,


"Ini kan yang kalian lihat! Ya benar Divia adalah calon istri saya, jadi siapapun yang berani mencari masalah dengannya siap-siap untuk berhadapan denganku, siapapun!"


Pernyataan Kim tentu membuat semua karyawan heboh, seorang Presdir Kim mengungkapkan hubungan pribadinya di depan umum dengan seorang wanita.


Senior Yoo yang ikut melihat ini memilih untuk pergi, ia merasa tidak sanggup menyaksikan wanita yang baru saja ia sukai ternyata sudah menjadi milik orang lain.


"Dan kamu!" tunjuk Kim pada wanita itu, "Nona Lu, mulai hari ini anda resmi di pecat dari sini. Jadi silahkan angkat kaki dari sini, untuk pembayaran pihak administrasi yang akan mengurusnya."


Wanita itu tiba-tiba berlutut di depan Kim dan Divia, "Maafkan saya Presdir Kim, sungguh saya minta maaf. Saya menyesali semua perbuatan saya, jangan pecat saya dari sini, saya mohon. Saya bisa melakukan apapun untuk perusahaan ini, tapi jangan pecat saya!"


"Maaf, tapi saya permintaan maaf dan air mata anda tidak akan berlaku bagi saya. Jadi silahkan kemasi barang-barang Anda."


Yura yang masih tertinggal di tempatnya pun akhirnya juga memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Setidaknya sekarang ia sudah bisa merasa lega karena Divia tidak lagi menjadi bahan gosip. Kalaupun iya, pasti gosipnya akan lebih baik.


"Hahhhh, akhirnya!" Yura memilih roof top sebagai tempatnya untuk menghirup udara segar. Ia memejamkan matanya dan meregangkan kedua tangannya seakan-akan tengah merasakan hembusan angin yang menerpa tubuhnya.


Tanpa ia sadari, ada seseorang yang tengah memperhatikannya. Tapi ia sepertinya enggan untuk menghampirinya.


Hingga saat ia akan pergi, tiba-tiba orang lain menghampiri Yura.


"Yura!?"


Panggilan itu membuat yura membuka matanya dan mencari sumber suara, ternyata senior Yoo sudah berdiri di dekatnya, "Senior Yoo! Sejak kapan senior Yoo di sini?"

__ADS_1


"Sekitar lima belas menit lebih dulu dari kamu!"


"Apa senior Yoo merasa sedih?"


"Hmmm, ternyata begini ya rasanya patah hati!"


Tangan Yura tiba-tiba terulur ke punggung senior Yoo dan mengusapnya pelan, "Yang sabar ya senior Yoo, pasti nanti senior Yoo akan menemukan seseorang yang benar-benar mencintai senior Yoo, semangat!"


Srekkkk


Tiba-tiba senior Yoo memeluk Yura, ia sepertinya tengah menangis, saat Yura ingin melepaskan pelukannya, senior Yoo pun memintanya untuk berada di posisi seperti ini sebentar saja, "Biarkan seperti ini, aku sedang butuh pelukan seseorang."


Mendengar hal itu, Yura menjadi tidak tega. Ia pun membiarkan pria itu memeluknya.


Tapi hal itu membuat seseorang yang tengah memperhatikan mereka sedari tadi mengepalkan tangannya, tampak ia tengah menahan marah.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2