
..."Kamu tahu kamu sedang jatuh cinta ketika kamu tidak bisa tertidur karena kenyataan akhirnya lebih baik daripada mimpimu" β Dr. Seuss....
...πΊπΊπΊ...
Mereka sudah berada di depan sekolah Dee, lebih tepatnya taman bermain untuk Dee.
"Semangat Dee!" Divia memberi semangat pada Dee dan mencium pipinya.
"Eomma, aku menyayangimu!"
"Aku juga, masuklah!"
Divia melambaikan tangannya pada Dee hingga Dee masuk ke dalam sekolahnya sedangkan Mr Kim, si kanebo kering itu hanya menggelengkan kepalanya melihat adegan pagi ini.
"Masuklah, aku akan mengantarmu!"
"Tidak perlu, aku kan hanya butuh laptopku!"
"Demi desain yang berantakan itu, aku tidak yakin akan lulus!" ucap Mr Kim dengan nada datarnya lalu meninggalkan Divia begitu saja.
Untung ganteng, awas aja aku akan bikin perhitungan dengannya ...
Divia terpaksa ikut bersama dengan Mr Kim.
Ahhhh, aku pasti akan seperti obat nyamuk sekarang ....
Di mobil itu hanya ada mereka bertiga, Divia, mr Kim dan pastinya Lee.
Benar sekali, selama di perjalanan dua orang itu berbicara tanpa menganggap dirinya ada.
hehhh .....
Akhirnya waktu yang berjalan begitu panjang itu berakhir juga, Divia akhirnya lolos dari kecanggungan itu.
"Aku pergi!"
Belum sampai Divia membuka pintu mobil dengan sempurna, tiba-tiba ia merasakan kerah baju belakangnya di tarik ke belakang,
"Ada apa lagi?"
"Lee akan menjemputmu nanti!"
"Nggak perlu!"
"Bukan untukmu tapi untuk Dee!"
"Terserahlah!"
Akhirnya Mr Kim melepaskan pegangannya, tapi Divia yang malah tidak siap hingga membuat ....
Dugggh
Keningnya membentur pintu mobil,
"Aughhhh!" keluhnya sambil mengusap keningnya yang terasa sakit, tapi saat menoleh pada Mr Kim. Pria itu bahkan tidak mempedulikannya, ia bahkan tanpa ekspresi dan kembali fokus pada layar datarnya.
Dia benar-benar ya, aku sumpahin kejedot pintu tahu rasa ...
Divia yang kesal pun akhirnya turun dari mobil dan menutup pintu mobil dengan begitu keras membuat dua orang pria di dalamnya terkejut dibuatnya.
Gadis ini benar-benar ya ....
...***...
Ternyata keberadaan Divia di rumah itu sudah mulai di endus oleh nenek dari Mr Kim,
__ADS_1
"Jadi dia membawa seorang gadis ke rumahnya?"
"Iya nyonya! Berdasarkan kabar yang saya dapat, bahkan nona itu juga datang ke kantor!"
Nyonya besar tampak tersenyum senang. Selama ini ia cukup khawatir dengan gosip yang mengatakan jika cucunya itu memiliki hubungan yang istimewa dengan sekretarisnya.
"Tetap pantau hubungan mereka!"
"Baik nyonya!"
Setelah pria yang memberi informasi itu pergi tampak wanita tua itu tidak bisa menyembunyikan senyumnya,
"Dasar anak nakal itu, dia sama sekali tidak mau bercerita denganku! Baiklah aku akan melakukan dengan caraku sendiri!"
...***...
setiap hari Divia selalu mengantar jemput Dee, ia juga tinggal di rumah besar itu. Ia mempunyai kamar sendiri di sana, beberapa pekerjaan memang sudah di lakukan oleh pelayan ia hanya khusus merawat Dee.
"Apa kamu lapar?" Divia merasa bosan dengan makanan di rumah itu.
"Iya, eomma!"
"Apa tidak pa pa jika kita makan ini?" Divia mengeluarkan dua bungkus mie instan yang ia beli dari luar karena di rumah ini ia sama sekali tidak menemukan stok mie instan seperti di rumahnya Yang ada di Indonesia, padahal ia sedang ingin makan mie saat ini.
"Kamu tahu kan ini apa?"
Dee malah menggelengkan kepalanya,
"Baiklah, sekarang ikut aku, kita masak bersama-sama!"
Divia mengajak Dee ke dapur, saat bersama Dee maka pelayan akan menyingkir dari dapur,
"Duduk di sini ya, aku akan memasak untuk makan malam kita, hanya kita jadi jangan mengatakan tentang ini pada appa kamu, mengerti?"
Dee pun mengangukkan kepalanya mantap, Dee memang paling bisa jika di ajak kompromi. Bukan hal yang sulit bagi Divia mengajak kompromi Dee.
Divia pun segera memasak mie instan itu dan memasukkan ke dalam panci yang ada tutupnya agar aromanya tidak memenuhi ruangan.
"Sudah matang, sebaiknya kita makan di dalam kamar saja!"
Mereka pun pergi dari dapur dengan mengendap-endap dan memilih duduk di lantai kamar,
"Selamat makan!"
Divia pun menyuapkan mie kepada Dee dan tampak anak itu begitu menyukai,
"Yummy!"
Tapi tanpa mereka sadari pria dingin itu meletakkan banyak cctv di rumah itu. Semenjak Divia tinggal di rumahnya ia sering pulang malam untuk lembur di kantor, tapi masih mengawasi mereka melalui kamera cctv di rumahnya.
"Apa yang dia berikan pada Dee? Dia benar-benar sudah berani!"
Kim segera mematikan laptopnya dan memakai Kemabli jasnya.
Melihat mr Kim keluar dari ruangannya, Lee pun segara mengikutinya,
"Kita pulang!"
"Baik Mr!"
Seperti biasa, mobil sudah menunggunya di depan pintu masuk.
"Apa ada masalah, Mr?"
Lee terlihat begitu penasaran dengan kepulangan Mr Kim yang terburu-buru itu.
__ADS_1
"Nanti periksa semua makanan di rumah, saya tidak mau ada makanan tidak sehat masuk ke dalam rumah!"
"Baik Mr!"
Akhirnya mereka sampai juga di rumah, Mr Kim berjalan cepat menuju ke kamar Dee.
"Dee!?"
Terlihat Dee dan Divia sedang bermain di sana, sekilas tidak ada yang mencurigakan.
"Appa!" Dee segera berdiri dan berhambur memeluk Mr Kim, "Appa, aku merindukanmu!?"
Dee terlihat begitu manis dengannya,
"Apa kamu baik-baik saja?"
"Iya, aku hanya merindukanmu!"
"Aku akan menemanimu tidur malam ini!"
"Baiklah, tapi di kamar kamu!"
"Kenapa dengan kamarmu sendiri?"
"Tidak pa pa, aku sudah lama tidak tidur di kamar kamu!"
"Baiklah, ayoo!" Mr Kim pun menggendong Dee dan membawanya ke kamarnya sendiri.
"Apa kamu menyembunyikan sesuatu, Dee?"
"Enggak!"
"benarkah, coba aku cium mulut kamu!"
Dee pun membuka mulutnya, beruntung Divia segera meminta Dee untuk menggosok giginya,
"Kamu sudah gosok gigi?"
"Hmmm, eomma memintaku gosok gigi lebih awal!"
"Jangan panggil dia eomma, dia bukan eomma kamu!"
"Dia eomma Dee, dan kamu appa Dee!"
Mr Kim hanya bisa menguap kepala Dee dengan lembut dan menidurkannya di atas tempat tidur,
"Sebentar, aku akan membersihkan diri dan ganti baju, tunggu aku di sini!"
"Baik, appa!"
Mr Kim kembali menoleh, Dee begitu manis saat memanggilnya seperti itu. Ia biasanya memanggilnya nama dan akhir-akhir ini dia lebih suka memanggilnya appa.
Di kamar Dee, ternyata Divia tengah menyembunyikan pancinya di bawah tempat tidur Dee. Dengan cepat ia mengambil panci itu dan membersihkannya agar tidak ada yang mengetahui apa yang baru mereka lakukan.
"Untung aku segera menyadari cctv itu!?" gumamnya sambil menatap cctv di kamar itu.
Dia benar-benar sama seperti Daddy, hehhhhh ...., jadi merindukan mereka, kapan pria aneh itu segara menyerahkan ponselku?
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading π₯°π₯°π₯°...