
Ersya berjalan kaki menuju ke bahu jalan, ia berencana untuk tidak langsung pulang.
karena rumah tempatnya untuk pulang sudah bukan menjadi tempat yang nyaman.
Ersya memilih untuk menghabiskan malamnya di atas gedung yang biasa ia tempati.
Besok adalah hari pertunangan mantan suaminya. Mungkin saat ini adalah hari paling
menyedihkan untuk Ersya. Ia memilih untuk pergi ke sebuah gedung pencakar
langit, bukan untuk bunuh diri, ia hanya ingin berteriak sekeras-kerasnya agar
semua beban dalam hidupnya hilang.
Untung satpam penjaga gedung itu sudah sangat hafal dengannya karena sakin seringnya ia
melakukan hal itu.
“Kamu ke atas lagi neng?” tanya pak satpam.
“Iya pak, pak bos nya sudah pulang kan?”
“Nggak tahu neng, kayaknya sudah! Sudah sepi banget soalnya!”
Ersya menyerahkan sebungkus kresek di tangannya untuk pak satpam. “Ini apa neng?”
“Tenang
aja pak, itu bukan suap! Itu buat temen bapak jaga aja biar nggak ngantuk,
karena bapak juga baik banget sama aku, siapa tahu aku nanti jatuh dari sana,
bapak kan udah kuat!”
“Ihhh
neng , kalau ngomong yang bener neng, jangan sembarangan!”
“Becanda
pak .., ya udah aku naik dulu ya pak!”
Ersya
dengan rok selutut nya dan juga kemeja putih serta sepatu hak tingginya itu
begitu lincah menaiki tangga. Gedung itu ada sekitas delapan belas lantai dan
Ersya seperti tidak punya lelah menaiki tangga itu.
Kini
ia sudah berdiri di bagian gedung yang paling atas. Ia memegangi lututnya yang
sedikit nyeri. Setelah merasa sudah lebih baik, Ersya pun mulai berjalan kea
rah pinggir atap gedung.
“Aus
banget …!” Ersya mengusap kerongkongannya yang terasa kering.
“Aaaaaaaaa
……!”Ersya sengaja berteriak agar ebban di dalam hidupnya berkurang, ia tidak
peduli jika kerongkongannya yang kering akan semakin kering.
“Aaaaaaa
….!”
“Aaaaaaaa
…..!” teriaknya hingga beberapa kali, tapi sialnya ia tidak menyadari ada orang
lain di tempat itu. Seorang pria berdiri tidak jauh dari tempatnya, karena
rooftop itu gelap jadi Ersya tidak menyadarinya.
Sepertinya
pria itu juga melakukan hal yang sama, terlihat sekali ada botol yang berjejer
di samping tempatnya berdiri dan jugadi tangannya.
“Kenapa
teriak-teriak sih?” tanya pria itu yangmerasa terganggu dnegan teriakan Ersya.
Ersya
begitu terkejut saat menyadari tidak hanya ada dirinya di tempat itu. Ersya
segera menoleh ke arah sumber suara. Dan ternyata pria itu sedang berjalan
mendekat padanya, pria itu membawa sebuah botol.
Ahhh kebetulan sekali aku haus …, batin
Ersya sambil beberapa kali menelan salivanya.
“Kamu
siapa?” Ersya tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu karena kurangnya
pencahayaan.
“Pemilik
gedung ini!” pria itu mendongakkan kepalanya menatap ke langit, “ kenapa teriak-teriak?
Berisik tahu!”
“Bukan
urusanmu!” Ersya hanya fokus pada botol itu, ingin rasanya segera merebut botol
itu dan meminumnya.
“Akan
jadi urusanku karena kamu teriaknya di atas gedung ku atau jangan-jangan kamu
mau bunuh diri ya?”
__ADS_1
“Enak
aja , gue nggak seputus asa itu hingga ingin bunuh diri Cuma gara-gara cowok!”
“Ohhh
jadi semua gara-gara cowok hingga membuat kamu teriak-teriak seperti orang
gila!”
Ersya
jadi merasa punya teman curhat, ia pun membalik badannya menatap ke arahj
langit yang sama.
“Dia
bukan cuma sekedar cowok, tapi dia mantan suami gue! Dan kamu tahuapa yang
paling parah, kami baru saja bercerai sebulan yang lalu dan besok dia sudah mau
bertunangan dengan wanita lain!”
“Sungguh
menyedihkan!” pria itu menggelengkan kepalanya.
“Jangan
mengasihani gue!”
Pria
itu pun mendekati Ersya yang tampak sangat menyedihkan, “Mau minum?” ucapnya
sambil menyodorkan botolnya yang sudah sangat di incar sedari tadi oleh Ersya.
Ersya
hampir mengambil botol itu tapi ada bau yang aneh, ehhh tunggu, kayaknya ini minuman keras …., batin Ersya.
Tapi baguslah setidaknya dia tidak
tahu apa yang aku bicarakan tadi, dia kan sednag mabuk …
“Kamu
mabuk ya?”
“kalau
aku mabuk, aku nggak mungkin bicara seprti ini sama kamu!” jawab pria itu
dengan begitu pasti.
Memang kalau orang mabuk itu nggak
bakalan sadar dia ngomong apa …, kayaknya dia sudah mabuk berat, batin
Ersya.
“Tapi
itu minuman?” Ersya menunjuk botol itu.
tapi aku nggak mabuk, ini biasa aku lakukan kalau aku lagi sedih!”
Kayaknya minum dikit nggak pa pa
kali ya, haus banget soalnya, ini kan masalahnya kepepet nggak ada minuman
lainnya, dari pada kehausan ….
“Boleh
coba nggak?”
“Kalau
nggak pernah minum nggak usah coba-coba!”
Tapi
tanpa permisi Ersya malam menyambar botol itu dan meminumnya begitu saja, ia
menggelengkan kepanya setelah meneguk habis semua isi botol itu. Ia merasa di
sekitarnya menjadi berputar-putar.
“Kenapa
kepalaku jadi puyeng ya?” Ersya beberapa memukul kepalanya berkali-kali.
“Kamu
mabuk ya?” tanya pria itu, “Wha beneran nih mabuk ni cewek!” gumam Divta lagi.
Bug
Tiba-tiba saja Ersya kehilangan
keseimbangannya hingga tubuhnya hampir saja terjatuh dan untungnya pria itu
dengan sigap menangkap tubuh Ersya.
"Sial ....!" umpat pria itu saat tubuh Ersya sudah
berada dalam pelukannya.
"Kamu tahu ...., aku sakit
banget ...., aku pengen menangis tapi air mataku sudah terlanjur
mengering!" rancau Ersya sambil menunjuk-nunjuk hidung Divta membuat Divta
beberapa kali menyingkirkan tangan Ersya.
"Kamu ....!" rancau Ersya
sambil menunjuk hidung mancung pria itu, "Kamu tahu ...., dia itu tidak
tampan seperti mu, dia juga tidak punya gedung seperti mu, tapi dia bermimpi
punya gedung tinggi, sangat tinggi!" ucap Ersya sambil menggerak-gerakkan
__ADS_1
tangannya memberi isyarat betapa tingginya gedung itu.
"Dia pasti tidak mencintai
gadis itu ...., dia itu cuma cinta padaku! Kau tahu ...., dia pasti mau menikah
dengan wanita itu karena hartanya ....!"
Ersya terus saja merancau membuat
Div bingung harus melakukan apa. Akhirnya pria matang itu membopong tubuh Ersya
dan membawanya turun dengan menggunakan lift.
"Mas Rizal ...., kamu jahat mas
...!"
"Mas Rizal ....!"
"Mas Rizal ....!"
Selama dalam lift, Ersya terus saja
memanggil nama Rizal.
“Sebenarnya siapa sih Rizal ini …!”
gumam Divta
"Aku bukan mas Rizal mu!
Merepotkan sekali ....!" ucap pria itu kesal.
“Rumah kamu di mana?” tanya pria
itu, tapi tetap saja Ersya tidak menjawabnya. Mulutnya terlalu sibuk
memanggil-manggil nama Rizal.
“Merepotkan saja!”
Divta pun kemudian melakukan
panggilan dengan ponselnya ia harus mencari bantuan, ia menempelkan
aerophonenya di telinga sebelahnya dan mulai melakukan panggilan.
"Hallo tuan!"
"Siapkan mobil di depan!"
"Baik tuan!"
Setelah
selesai melakukan panggilan Divta pun kembali melepas aerophonenya. Hingga akhirnya pintu lift
terbuka, mereka sudah berada di lantai dasar. Anak buah Divta sudah menunggu di
sana, mereka bersiap di sana lengkap dengan mobilnya.
Anak buahnya segera membuka pintu
belakang saat melihat tuannya itu membopong seorang wanita. Divta pun segera memasukkan Ersya ke
dalam mobil dan diam pun menususul duduk di sampingnya. Salah satu anak
buahnya pun ikut masuk ke dalam mobil dengan duduk di balik kemudi.
"Apa kita langsung pulang,
tuan?" tanya anak buahnya.
"Tidak, kita antar dia
dulu!" ucap pria tampan itu. Walaupun sudah terlihat begitu matang, tapi
pria itu semakin tampan saja. Usianya yang matang membuat karismanya semakin
terlihat.
“Kita antar ke mana tuan, nyonya
itu?” tanya anak buahnya lagi.
"Sebentar, aku cari KTP-nya
dulu!” ucap pria itu. Ia mencari sesuatu di tas Ersya.
"Undangan?!" ucap pria
itu, ia melihat undangan itu dan ternyata ada nama Rizal di sana.
"Kasihan sekali dia ...., jadi
ceritanya di tinggal nikah!" gumamnya sambil melihat wajah Ersya yang
sudah terlelap.
Pria tampan itu kembali memasukkan
undangan itu ke dalam tas, ua merogoh benda kecil yang biasanya di gunakan
untuk menyimpan kartu tanda penduduk dan kartu-kartu penting lainnya, ya benda
itu adalah dompet. Sebuah dompet bentuk kotak warna merah tua dengan motif
Teddy bear itu. Pria itu segera mencari apa yangs senang ia cari, kartu nama.
"Ersya, kerja di bank swasta,
lumayan!" ucap pria itu setelah membaca kartu nama Ersya.
“Kita ke alamat rumah ini!” ucap
pria itu sabil menyerahkan sebuah kartu nama kepada anak buahnya.
“Baik, tuan!”
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰