
..."Selalu ada kegilaan dalam cinta. Tapi selalu ada alasan dalam kegilaan"...
...- Friedrich Nietzsche....
Kim tidak lagi menjawab ucapannya. Ia memutar tubuhnya dan duduk di tempatnya, melipat kakinya di atas kaki yang lainnya.
"Katakan apa maumu?"
"Kembalikan laptop dan ponselku karena aku sudah memberikan anak it_!" Divia menunjuk ke arah tempat Dee tadi bermain tapi nyatanya anak itu tidak ada.
Pria itu memicingkan matanya dan melirik ke depan Divia, ternyata Dee sudah berdiri di sana sambil menatap Divia,
"Eomma, eomma, eomma,"
"Kenapa terus memanggilku seperti itu, aku bukan eomma mu!?" Divia kali ini benar-benar marah,
"Eomma, jangan marah!"
Ihhhhh, apa yang harus aku lakukan sekarang?
"Maaf, maaf, aku tidak akan membentakmu lagi, aku janji!" Divia mengacungkan dua jarinya dan tersenyum.
"Terimakasih, eomma! salanghaeyo!" Dee mengacungkan dua jarinya membentuk hati.
Euhhhhh, kenapa dia manis sekali ....
"Itu yang kamu maksud telah mengembalikan?" Divia kembali menoleh pada pria itu,
Apa maksudnya dia bicara seperti itu? Apa dia tidak lihat anak ini sudah di sini, ganteng tapi sayang sangat menyebalkan ....
"Iya," ucap Divia dengan yakin.
"Kamu yakin dia akan mau pulang?"
Divia pun kembali menatap Dee, melihat wajah imut dengan penuh pengharapan itu ia jadi tidak yakin untuk mengatakan iya.
Tapi nggak, nggak, dia harus tetap pulang kan ....
"Iya,"
"Baiklah, lakukan yang kamu mau. Jika dia tidak ikut denganmu berarti itu tandanya dia kembali!"
"Hahh, haruskan seperti itu?"
"Iya," kali ini gantian Mr Kim yang mengatakan iya dengan pasti.
"Baiklah Dee, aku akan pulang jadi kembalilah dengan appa kamu!" Divia sudah berdiri dan hendak meninggalkan Dee, tapi segera Dee memeluk kakinya.
"Eomma!" Dee memeluk kaki Divia dengan begitu erat, ia seakan enggan untuk melepaskannya. Tapi Divia berusaha keras untuk melepaskannya, ia tidak ingin Dee ia hanya ingin laptopnya.
__ADS_1
"Dee, ikut dengan appamu!" bujuknya agar anak itu mau dan ia bisa mendapatkan laptopnya kembali.
"Dee ikut dengan eomma!" ternyata Dee tidak kalah keras kepalanya.
"Ikut appa ya!" bujuk Divia lagi dan lagi-lagi Dee hanya menggelengkan kepalanya.
"Enggak, Dee ikut eomma!"
Keras kepala sekali dia ...., persis seperti appa nya ...
Dee terus saja merengek dan tidak mau di tinggal. Mereka benar-benar seperti ibu dan anak yang akan berpisah karena sebuah kasus perceraian.
Apalagi saat ini kehadiran Divia ke tempat itu sudah menjadi rumor baru yang berkembang di kalangan masyarakat, hal ini menambah daftar panjang kerumitan dalam hidup Mr Kim.
Mr Kim menatap kesal pada adegan ini, ia benar-benar tidak habis pikir dengan yang di lakukan oleh Dee. Anak itu sebelumnya tidak pernah dekat dengan orang lain selain dirinya dan kini ia malah memilih orang asing dibandingkan dengan dirinya.
Adegan macam apa ini, aku sudah muak melihatnya. Bisa-bisanya Dee melakukan itu pada gadis itu ...., Mr Kim pun akhirnya berdiri setelah merasa tidak tahan dengan adegan di depannya dan memukul meja dengan keras.
"Stop!"
Seketika Dee dan Divia pun berhenti berdebat, mereka menatap ke arah Mr Kim.
"Cukup!" ucap Mr Kim lagi dan dia pun kembali duduk.
"Saya punya solusi untuk ini!" Mr Kim tanpa percaya diri dengan ide yang akan di lontarkannya.
"Jangan bicara sembarangan!" Mr Kim begitu kesal mendengar gumamannya, Divia tidak tahu kalau pria Korea di depannya bisa bicara bahasa indonesia.
Divia yang sudah terlanjur kesal dengan pria itu tidak mempedulikan protes darinya,
"Sekarang katakan!"
Awas saja dia berani mengatai aku duda lagi, aku akan bikin perhitungan dengannya ...., Mr Kim begitu kesal dengan yang di katakan oleh Divia, tapi untuk saat ini ia masih memerlukan Divia untuk menjaga Dee.
"Baiklah, silahkan duduk kembali!" perintah Mr Kim dan Divia pun akhirnya kembali duduk, Dee di pangku olehnya.
"Kamu ingin barang kamu kembali kan?"
"Iya!"
"Saya tidak hanya akan memberikan itu, tapi saya juga akan menggaji kamu setiap bulannya 5 juta won!"
"Lima juta won?" Divia begitu terkejut, ia mulai menghitung nilai dari lima juta won itu dalam nilai rupiah.
Lima juta won kalau di rupiahkan setara dengan lima puluh tujuh juta sekian ..., itu bisa aku gunain buat hidup di Korea selama empat bulan ...., Divia menatap Mr Kim tidak percaya.
"Iya, kamu tinggal menjadi baby sitter Dee tentunya dengan segala peraturannya!"
"Salah satunya?"
__ADS_1
"Tinggal di rumah kami, menjaga di selama dua puluh empat jam kecuali saat kamu kuliah!"
Ini kesempatan yang bagus, tapi bagaimana dengan pria dingin itu. Dia benar-benar menakutkan. Tapi kan aku nggak boleh sia-siain kesempatan ini ....,
Divia menatap pria dingin di depannya, ia benar-benar tidak suka dengan peraturan pertanyannya.
Bukankah itu artinya aku harus bertemu dengannya setiap hari, setiap malam, tidak mungkin ...., Divia hampir saja berubah pikirkan tapi yang lebih penting dari semua itu adalah laptop dan ponselnya, jika uang jatah bulanannya bahkan lebih dari itu.
Tapi bagaimana dengan laptopku? Divia kembali menatap pria itu,
"Tapi benar kan, aku akan mendapatkan laptopku?"
"Ya! Tapi setelah kamu menandatangani surat kontraknya!"
"Maksudnya?"
"Berjaga-jaga saja kalau tiba-tiba kamu berkhianat!"
Enak saja memang aku terlihat seperti seorang penipu ...., baiklah demi laptop aku akan setuju ....
Divia akhirnya berdiri dan menggunakan kedua tangannya untuk menyanggah tubuhnya di atas meja, mencondongkan tubuhnya agar mendekat kepada Mr Kim,
"Baik aku setuju!"
Tapi pria itu sama sekali tidak gentar dengan apa yang di lakukan oleh Divia, ia ikut mendekatkan tubuhnya hingga mengikis jarak di antara mereka, hal itu menimbulkan kejahilan pada Dee, ia mengambil ponselnya dan mengabadikan moment itu,
Gadis ini, kenapa dia berani sekali? batin Mr Kim, tapi bahkan ia merasa tidak nyaman terlalu lama menatap mata gadis yang menurutnya masih ingusan di depannya.
Dia benar-benar tampan ternyata, tapi sayang menyebalkan ..., Divia tetap tidak mau kalah. Tapi ia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau pria di depannya begitu tampan.
"Bagus!" ucap Mr Kim dan kemudian kembali duduk, dia tidak bisa berlama-lama menatap wajah itu, "Lee akan membuatkan surat kontraknya!"
Mr Kim pun memanggil Lee agar masuk ke dalam ruangannya. Dia meminta Lee untuk membuat surat perjanjian itu.
Tanpa bicara pun Lee sudah langsung tahu apa yang akan di buat oleh Mr Kim. Mereka memang duo kompleks yang begitu kompleks.
Beginilah wajah tampan Mr Kim yang bikin Divia hampir saja klepek-klepek,
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1