Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (74. Sampai juga)


__ADS_3

Suasana di ruangan itu begitu tegang, dua orang pria dewasa tengah duduk di tempatnya masing-masing saling memegang ponsel di tangannya,


"Apa kamu sudah tahu tentang ini?"


"Hmmm!"


"Apa ini tujuanmu meminta perwakilan delegasi lagi untuk datang ke sana?"


"Hmmm!"


Brakkk


Sebuah map melayang ke arah pria pria dingin itu, ia benar-benar sudah sangat marah tapi pria dingin itu seolah tidak peduli.


"Jangan ha he ha he aja!"


"Memang aku harus apa?" tanyanya sambil memicingkan matanya, sungguh dua pria yang jarang akur itu sekarang harus bertengkar lagi karena putri mereka.


"Apa aja, seharusnya kamu mengatakan dari awal. Kenapa tidak berpikir cerdas sih! Divia sendiri di sana, bagaimana kalau pria itu memanfaatkannya, dia bahkan mencium putriku di depan umum, keterlaluan!" nafasnya sampai naik turun gara-gara menahan emosi.


"Chihhh, kamu bahkan melakukan itu dulu!"


"Ini beda, ini putriku. Dia tidak boleh sembarangan orang menciumnya!"


"Dasar bodoh!"


"Kamu yang bodoh!"


Mereka hanya terus berdebat tanpa memikirkan cara terbaiknya. Hingga perdebatan mereka terhenti saat seorang lagi masuk, pria dengan penuh karisma dan sedikit tenang.


"Ini ada apa?"


"Diam!"


"Diam!"

__ADS_1


Bentak mereka berdua membuat Agra terdiam dan memilih untuk ikut duduk.


"Baiklah, terserah kalian!"


Tapi tiba-tiba melihat kedatangan pria itu, mereka jadi teringat sesuatu dan menatap ke arah Agra.


"Ada apa?" Agra terlihat bingun dengan tatapan mereka.


"Gara!"


"Apanya yang gara?" tanya Agra lagi.


"Gara yang pantas untuk jadi delegasi perusahan kita, terutama menemui Divia!" ucap Rendi menjelaskan maksud dari ucapan Divta.


"Ohhh, ini masalah Divia!" akhirnya Agra faham apa yang tengah di ributkan oleh kedua pria itu, memang maksud kedatangannya ke tempat itu adalah untuk membahas berita yang tengah beredar.


Nama Kim Tae Yong cukup diperhitungkan di dunia bisnis, latar belakang keluarganya juga cukup di perhitungkan. Seharusnya bukan menjadi masalah besar, tapi bagi seorang Daddy seperti Divta hal itu sungguh terlalu terburu-buru.


"Bagaimana pendapat ibu?" tiba-tiba Divta teringat dengan seseorang yang tentu sangat berpengaruh di keluarga mereka.


"Ibu bilang_!" Agra sengaja menghentikan ucapannya dan menatap kedua orang itu.


"Kata ibu, jika dia punya niat yang sungguh-sungguh, akan di perhitungkan!"


Hehhhhhh


Seketika Rendi bernafas lega, ia sudah tahu seperti apa pria yang bernama Kim Tae Yong itu. Bukan pria biasa yang semestinya di permasalahan untuk bisa masuk dalam keluarga mereka.


"Tapi kalian tahu kan, Gara masih belum kembali dari pendidikannya!" ucap Agra lagi menyadarinya putranya yang belum kembali.


"Dia bisa berangkat dari sana!"


"Terserah kalian lah!"


...***...

__ADS_1


Divia bersembunyi di balik selimutnya setelah menelpon Moms Ersya, ia menyadari jika ia mendapat masalah besar kali ini.


"Bagaimana ini? Daddy pasti sudah tahu semuanya!"


"Kim benar-benar keterlaluan!" gerutunya menyesali kebodohan yang telah mereka lakukan.


"Kira-kira apa yang akan di lakukan oleh Daddy?"


"Ahhhhh, memikirkannya saja sudah membuatku pusing!"


Bahkan ia mengabaikan pesan dari Kim, ia benar-benar tidak ingin memikirkan hal lain selain memikirkan cara agar terbebas dari hukuman yang akan di berikan daddynya.


Dan benar saja, pagi-pagi sekali saat ia bangun tiba-tiba ada yang membunyikan bel apartemennya.


"Ahhhh, siapa sih pagi-pagi sudah ke sini? Jangan-jangan Kim lagi!" gumamnya dengan muka bantalnya.


Ceklek


"Selamat pagi!" sapa pria yang tengah berdiri di depan pintunya dengan senyum yang menyebalkan itu.


"Kamu, ngapain ke sini?"


"Ya ampun, sodara datang jauh-jauh bukannya di sambut dengan ramah malah di tanyai macam-macam! Minggir aku mau masuk!"


Hahhh, memang dia pikir ini rumah siapa? gerutu Divia dalam hati saat pria itu masuk begitu saja melewati dirinya.


Pria itu sudah duduk di sofa sambil menselonjorkan kakinya, meletakkan kopernya begitu saja di lantai,


"Aku capek, lapar, haus! Ambilkan minum dong!" perintahnya membuat Divia yang baru bangun tidur itu semakin kesal.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2