Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Liburan Ala Daddy Div


__ADS_3

“Iyya mana?” tanya Div saat hanya mendapati Ersya di tempat makan mereka. Ersya yang sedari sibuk mengamati hamparan pasir pantai


yang luas dan deburan ombak tertarik untuk mengalihkan pandangannya kepada pria


yang memanggilnya.


“Mas …, duduklah!”


“kalau di tanya itu jawab dulu baru beralih


memerintah!”


Mendengar ucapan Div, Ersya tersenyum. Ia jadi teringat dengan kata-kata Divia, kalau di lihat-lihat memang ayah dan anak ini


memiliki banyak kemiripan. Sama-sama menggemaskan saat marah.


“Ituh …!” ucap Ersya sambil menunjuk ke pantai,


dimana seorang gadis kecil sedang asik bermain pasir pantai di kelilingi oleh


beberapa pengawal dan baby sitter.


Div tersenyum lega, tidak sulit untuk mencari


putrinya itu. karena di manapun ada Divia, di situ pasti ada begitu banyak pengawalan. Sungguh perbedaannya sangat mencolok dibandingkan dengan orang-orang yang lainnya.


“Entah sejak kapan kamu mengirim mereka untuk menjaga kami!” gerutu Ersya saat melihat kearah pria-pria berpakaian rapi dengan jas dan kaca mata hitamnya itu.


“Mereka yang lebih dulu datang ke sini sebelum kita, memastikan semuanya aman!”


“Kok bisa?”


“Pakek jetpri!”


Ahhh iya aku lupa sudah berhadapan dengan sultan …., batin Ersya


Div menggeser bangkunya lalu duduk berhadapan dengan Ersya, “Kenapa belum mulai makan?”


“Aku menunggumu, mas!”


“Sekarang makanlah yang banyak!” ucap Div sambil menambahkan beberapa makanan di piring Ersya.


“Aku nggak mau itu!” cegah Ersya saat Div hendak meletakkan sepotong daging pedas untuk Ersya.


Div mengerutkan keningnya, ini bukan pertama kali mereka makan bersama. Setidaknya ia sudah tahu apa saja makanan yang istrinya


itu sukai, apalagi makanan yang bercita rasa pedas. Ersya menggilai makanan pedas hanya saja akhir-akhir ini Div sedikit memberi batasan tapi bukan berarti tidak boleh memakan sama sekali,  “Kenapa? Biasanya kamu suka?”


Sebenarnya ingin tapi …., andai dia tidak menggigitku tadi pagi, pasti aku sudah melahap habis makanannya .....


Ersya hanya tersenyum, ia bingung harus menjawab apa, Div lah penyebab semuanya. Seandainya pria itu tidak menggigit bibirnya sampai berdarah, pasti dia tidak akan segan untuk melahap habis makanannya. Bahkan sekarang untuk memakan makanan yang biasa saja, ia sedikit takut.


Div sepertinya cukup faham dengan apa yang di pikirkan oleh Ersya, terlihat beberapa kali Ersya tampak menelan salivanya, tapi dia


juga terlihat memegangi bibirnya yang masih terlihat memerah.

__ADS_1


Srekkkk


Menggeser piring Ersya sedikit menjauh begitu juga dengan makanan yang lainnya.


"Ada apa?" tanya Ersya yang terkejut, ia takut jika suaminya itu marah lagi dengan ucapannya.


Bukanya menjawab, Div malah melambaikan tangannya memanggil pelayan


“Pelayan!” panggil Div.


Pelayan yang berdiri tidak jauh dari mereke segera menghampiri,


“Iya tuan?” tanya pelayang itu dengan wajah cemasnya, sepertinya dia sudah was-was dengan kurang puasnya pelayanan terhadap tamunya.


“Ganti semua makanan ini dengan makanan yang tidak ada cabe atau mericanya!” ucap Div membuat Ersya tercengang, makanan yang tinggal masuk ke dalam.mulut tiba-tiba di minta untuk membawa masuk kembali.


“Baik tuan!”


Beberapa pelayan mulai menyingkirkan makanan itu. Div adalah tamu VVIP, kenyamanannya adalah yang utama bagi pemilik resort.


Ersya hanya tertegun dan tidak percaya,


“Tapi mas …! Buat apa di balikin lagi?”


Ersya berusaha menarik kembali piringnya, tapi Div segera mencegahnya,


“Aku tidak terlalu suka makanan ini!” ucap Div


dengan santainya.


"Minumlah dulu untuk mengganjal perutmu, mungkin pelayan akan sedikit lama!" ucap Div sambil menyodorkan jus buah milik Ersya.


Sayang sekali makanannya .....


Ersya hanya bisa pasrah, ia mengambil minumanya dan meminumnya. Seandainya bibirnya tidak sakit pasti sudah sedari tadi habis olehnya.


Tidak berapa lama pelayan lainnya membawakan makanan yang berbeda, dan benar saja semua makananya itu tidak mengandung cabe ataupun merica.


“Ayo makanlah!” perintah Div saat semua pelayan kembali meninggalkan mereka.


“Tidak perlu sampai seperti ini, massss! Aku bisa memakan yang tadi, yang tadi kan jadi mubadzir!”


“Jangan pikirkan yang lainnya, ini cepetan makan sebelum perutmu juga ikut sakit, aku nggak mau repot hanya ngurusin kamu di


sini!”


Issstttt, Ersya berdecak kesal,


Ujung-ujungnya selalu saja gitu, nggak bisa apa romantic sedikit …, batin  Ersya kesal sambil


memakan makanannya. Dan benar saja ia bisa dengan nyaman memakan makanannya


tanpa takut merasakan perih di bibirnya yang terluka.


“Setelah ini kita ke pantai ya? Aku mau bermain

__ADS_1


pasir dengan Divia!”


“Jangan bicara sambil makan! Habiskan dulu makananmu!” ucap Div dingin sambil menikmati makanannya.


Issstttt, Lagi-lagi Ersya berdecak kesal. Ia paling tidak suka dengan sikap Div yang seperti ini, terlihat begitu menyebalkan.


***


Matahari semakin condong ke barat, langit sudah bersemu jingga dengan matahari yang begitu sempurna di atas hamparan air laut


yang ikut menjingga.


Ersya dan Divia sudah berlarian menyusuri hamparan pasir pantai berwarna putih itu, terdengar sesekali gelak tawa dari mereka.


Div, Pria itu sibuk membidikkan kamera ponselnya pada putri dan istrinya, sesekali bibirnya ia tarik lengkung ke atas. Ada kebahagiaan yang besar yang tidak pernah ia duga sebelumnya datang dari orang asing seperti Ersya. Dulu Divia tidak pernah tersenyum selebar dan seringan itu. bahkan


beberapa hari yang lalu saat ia memeriksakan putrinya itu, dia sudah sembuh total. Tidak ada masalah lagi dengan jantungnya.


Srekkkk, Tiba-tiba tangannya di tarik membuat Div terkejut,


“Ada apa?”


“Rugi tahu kalau ke pantai nggak mainan air sama pasir!” ucap Ersya,


“Iya dad!” Divia ikut memberi dukungan pada mommynya itu.


“Tapi ponselku?”


Ersya segera mengambil ponselnya dan menyerahkan kepada beberapa pengawal yang berdiri tidak jauh dari mereka,


“Apa gunanya coba mereka di sini!”


Ersya dan Divia kembali menarik tangan Div dan membawanya ke tengah pantai, Divia dengan cepat melempar pasir kearah daddy-nya membuat daddy-nya terkejut dan terdiam,


“Ups …!” Divia sudah begitu khawatir melihat wajah dingin yang di tunjukkan oleh daddy-nya.


"Massss!" Ersya menggelengkan kepalanya mengisyaratkan jika suaminya itu tidak boleharah hari ini.


Setelah membuat Ersya dan Divia khawatir, hal yang tidak terduga justru ditunjukkan oleh Div, tiba-tiba Div tersenyum dan mengambil pasir lalu melemparkannya beberapa kali kea rah Ersya dan Divia, Ersya dan Divia terdiam tidak percaya. Setelah mengerti situasinya, akhirnya suasananya kembali cair, Ersya dan Divia melawan daddy Div, permainan lempar pasir dan juga bermain air.


Pengawal yang menunggui mereka memilih mengabadikan moment langka itu dari kamera yang tadi telah di titipkan kepadanya oleh Ersya


sebelum bermain pasir dengan Divia.


Bersambung


...Kamu memang bukan yang aku duga akan menetap, tapi tahukah kamu jika aku adalah orang yang paling beruntung karena ketidak sengajaan ini ...


Jangan lupa untuk memberikan like dan kemtarnya ya kasih vote juga yang banyak, hadiahnya juga boleh. Dan lagi yang belum mampir ke Aku TanpaMu, yang punya aplikasi Hijau bisa di favoritin dulu ya, atau follow aku aku, terimakasih semuanya


Lalu untuk The Twins yang rencananya sudah end sejak bulan kemarin, maaf ya ada keterlambatan lagi, tinggal beberapa bab lagi dan aku belum sempat edit, insyaallah Minggu depan aku up semuanya, terimakasih sudah sabar menunggu 🙏🙏🙏


Follow akun Ig aku ya


IG @ tri.ani5249

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2