Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (80. Ada lagi?)


__ADS_3

Kim meminta Lee untuk mencari tahu tentang Gara, tapi nyatanya perlindungan Gara jauh lebih kuat dari anak buah Kim. Anak buahnya bahkan tidak bisa menembus pertahanan Gara.


Akhirnya ini adalah hari terakhir Divia magang, itu artinya hari dimana Vi akan kembali ke Indonesia semakin dekat.


"Jika Vi kembali, maka tidak ada pilihan lain, aku harus ke sana juga!"


"Jadi_!"


"Ya, mungkin aku akan ke sana cukup lama, jadi aku akan memintamu untuk menjaga perusahaan dengan baik!"


"Baik Mr!"


Lee hanya bisa pasrah, ia juga tidak mungkin pergi jauh karena di sini ia sudah mendapatkan tambatan hatinya walaupun ia belum berani menyatakannya.


Kim segera berdiri dan menyambar jasnya yang ia gantung di sandaran kursi,


"Mr Kim mau ke mana?"


"Aku akan menemui Vi, Jika aku terus di sini, sama saja aku memberi kesempatan pria itu untuk terus mendekati Vi, aku juga harus memastikan sesuatu sebelum ke Indonesia!"


"Apa perlu saya temani?"


"Tidak perlu!"


Kim pun menyambar kunci mobilnya dan meninggalkan Lee sendiri, ia tahu hari ini Vi sudah tidak lagi datang ke perusahaan. Kim juga sudah memindahkan kembali kantornya di kantor pusat.


Akhirnya sampai juga di depan apartemen Vi, tapi langkahnya terhenti begitu melihat Vi keluar, ia juga melihat Vi tidak sedang sendiri.


"Dia siapa lagi?" gumamnya karena saat ini Vi bukan sedang dengan Gara, melainkan pria lain yang tidak kalah tampan dengan Gara.


"Kim!?" akhirnya Vi menyadari keberadaan Kim. Dia menghentikan langkahnya tapi saat ingin menghampiri Kim, tangannya langsung di tahan oleh pria di sampingnya,


"Nona Vi mau ke mana?"


"Abi, biarkan aku ke sana. Dia tidak membahayakan bagiku!"


Akhirnya Abimanyu melepaskan tangan Vi. Abimanyu baru saja datang pagi tadi, ia sengaja datang untuk menjemput Gara dan Vi atas perintah Daddy Div.


Vi berlari cepat menghampiri Kim, "Kim, ada apa?"


Srekkkk


Tiba-tiba Kim memeluk Vi, membuat Abi yang berdiri tidak jauh dari mereka hampir saja mendekatinya tapi beruntung Gara datang tepat waktu dan mencegahnya,

__ADS_1


"Biakan mereka berdua. Lebih baik kita kembali. Tunggu sampai Vi kembali,"


"Baik!"


Akhirnya Abi dan Gara meninggalkan Vi sendiri dengan Kim.


"Kim, ada apa kamu ke sini?"


"Menurutmu, apa aku butuh alasan untuk ke sini?"


"Ya tidak sih!"


"Ikut aku sekarang!"


"Kemana?"


Mendengar pertanyaan dari Vi, Kim mengeluarkan tatapan dinginnya hingga membuat Vi tidak berani bertanya lagi.


Kim meminta Vi untuk masuk ke dalam mobilnya, ia pun segera memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah taman.


Mereka memilih sebuah bangku yang berada di antara dua pohon yang rindang, menatap ke arah danau yang luas.


Apapun yang Kim lihat hari ini dan beberapa waktu terakhir, ia ingin mengesampingkannya. Selagi ia yakin jika perasaan Vi masih sama, ia akan mempertahankan hubungan mereka.


"Vi!?


"Hmmm."


Mendengar pertanyaan itu, Vi segera menoleh padanya sambil mengerutkan keningnya, "Pertanyaan macam apa itu!?"


"Jawab saja."


"Iya!"


"Iya apa?"


"Iya, aku mencintaimu!"


"Apa kamu yakin, aku yang akan berada di sisimu di masa depan nanti?"


"Ya ampun, kenapa bertanyamu seperti itu?"


"Aku hanya ingin memastikan saja. Jawab saja iya atau tidak!"

__ADS_1


"Iya. Aku mencintaimu dan aku yakin kamu yang akan menemaniku di sisa hidupku nanti. Hanya Tuhan yang akan memisahkan kita!"


"Bagus!"


"Kamu aneh!" protes Vi membuat Kim mengusap kepala Vi dengan lembut.


Sekarang ia yakin, meskipun ada banyak pria yang akan berada di sisi Vi. Ia yakin hanya dirinya yang ada di hatinya.


"Kim!?"


"Hmmm."


Mungkin ini saatnya bagi Vi untuk mengatakannya pada Kim,


"Aku akan kembali ke Indonesia!"


Jadi yang di katakan Mr Gara itu benar, dan Vi setuju ....


"Tapi jangan khawatir, aku tidak akan lama, aku janji tidak akan lebih dari satu bulan."


"Pergilah!"


"Kamu yakin?"


"Hmmm!" Vi cukup terkejut karena Kim dengan mudahnya menyetujuinya.


"Kim, aku akan pergi loh, kamu tidak berusaha mencegahku?"


"Apa kamu ingin aku melarangmu?"


"Tidak sih!"


"Ya sudah pergilah!"


Walaupun curiga, Vi pun akhirnya memilih diam. Ia juga tidak ingin dipersulit oleh Kim dalam hal ini.


"Baguslah!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2